
Bai An, Lang Zai dan Pixiu kini sedang menunggu Yu Fan dan Xi Xing kembali.
Saat sedang menunggu, tiba-tiba ia teringat sesuatu.
“Ah,,”
Suara teriakan Bai An membuat Lang Zai dan Pixiu langsung terkejut.
“Ada apa Tuan Muda?”, tanya Lang Zai dan Pixiu maju ke arah Bai An yang mana jarak mereka cukup jauh.
Bai An melirik Lang Zai dan Pixiu, “Apa kalian tidak sadar, jika disini tidak ada wanita, maupun anak-anak, tapi bukan itu yang membuat ku penasaran.”
Mendengar kata-kata Bai An, Lang Zai langsung tersadar.
“Ah,, kau benar Tuan Muda. Disini tidak ada wanita yang menjadi tetua, seharusnya di setiap klan pasti ada.” Teriak Lang Zai.
Pixiu ikut terkejut, “Benar juga, saat pertama kesini aku sadar jika wanita tidak ada disini, jika mereka mengungsi itu wajar saja, namun bagi wanita yang mempunyai kekuatan yang cukup seharusnya akan tetap disini dan ada beberapa yang menjaga anak-anak. Tapi kenapa tidak ada satupun wanita?”
Bai An dan Pixiu ikut mengangguk mendengar ucapan Pixiu. “Hmm kita tanya saja saudara Yu Fan setelah ia kembali,” ucap Bai An yang mana membuat Lang Zai dan Pixiu mengangguk.
“Apakah kalian masih ada sisa arak?” tanya Bai An.
Pixiu mengangguk, “Benar juga Tuan Muda, sambil menunggu mereka datang, kita minum minum saja dulu,” kata Pixiu sambil mengeluarkan 3 kendi arak dan juga 3 gelas.
Mereka bertiga langsung tertawa, kemudian duduk. Pixiu bertugas menuangkan arak.
Mereka minum sambil bercerita yang tidak penting penting.
Tok,, tok,, tok.
Saat asik minum, Bai An, Lang Zai dan Pixiu jadi tak menyadari jika ada orang yang mengetuk pintu.
Cklek,,
Yu Fan dan Xi Xing masuk setelah mengetuk pintu, Yu Fan kemudian melihat mereka bertiga sedang asik minum.
“Ehem,,”
Suara dehaman Yu Fan langsung menyadarkan Bai An, Lang Zai dan Pixiu.
__ADS_1
“Kau sudah kembali saudara Yu Fan,” kata Bai An menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Xi Xing langsung mendengus melihat wajah Bai An yang merasa tidak bersalah sama sekali saat melihat dirinya.
“Ehem,, baiklah jika kita telah berkumpul maka aku akan mengatakan sesuatu.”
Mendengar ucapan Bai An yang serius, mereka langsung berkumpul.
“Saudara Yu Fan, apakah kau mempunyai pengikut yang masih setia?”, tanya Bai An.
Yu Fan langsung mengangguk, “Tentu, namun aku masih belum tahu apakah ada penghianat atau tidak. Karena aku menghilang dalam waktu yang cukup lama, dan hanya Kepala Klan Xi yang mengetahui aku masih hidup, karena klan Xi mempunyai bidang dalam hal informasi.”
“Hmm,, jika begitu suruh mereka selidiki siapa yang masih setia dengan hati-hati dan siapa yang berpura-pura setia.”
Mendengar ucapan Bai An yang mengatur Yu Fan dan klan nya, membuat Xi Xing mendengus, “Aku tidak terima jika di perintah oleh laki-laki mesum dan tak berperasaan sepertimu.” Nada suara kesal dan dingin Xi Xing membuat Bai An dan yang lainnya langsung mengerutkan keningnya.
Namun pemikiran mereka berbeda masing-masing.
Bai An berpikir, kenapa wanita ini masih saja marah?.
Sedangkan yang lainnya berpikir kata-kata Mesum dari Xi Xing.
“Inilah yang membuatku malas membawa wanita dalam berdiskusi.”
Yu Fan langsung menengahi, “Xing'er bisakah kau diam saja, dia sekarang adalah Tuan Muda ku, jadi jika kau menghormatiku, maka kau harus ikut menghormatinya. Jika tidak, kau bisa pulang, karena aku tidak ingin wanita yang egois sepertimu merusak rencana.”
Ucapan dari Yu Fan sungguh menusuk hati Xi Xing, ia langsung menangis kemudian berlari keluar.
“Apakah itu tidak keterlaluan saudara Yu Fan?” Tanya Bai An.
“Biarkan saja, ia terlalu di manjakan oleh Xi Gian, sehingga sifatnya seperti itu, tidak mau di atur dan ingin menang sendiri,” ucap Yu Fan.
Bai An kemudian mengangguk.
“Hmm,, aku lihat kekuatanmu belum pulih sepenuhnya. Jika bisa, kau pulihkan dirimu lebih dulu, setelah itu kumpulkan pasukan yang dapat di percaya. Mungkin tak akan lama perang besar akan terjadi,” kata Bai An dengan serius menatap Yu Fan.
Yu Fan yang sadar akan hal tersebut langsung mengangguk, “Jadi, aku tidak bisa mengikutimu untuk saat ini Tuan Muda?” tanya Yu Fan sedikit enggan.
Bai An mengangguk, “Kau bisa mengejarku jika kekuatanmu telah pulih, kita bisa bertemu di Kota Han, perbatasan Benua Hongcu dan Benua Hang Chen,” kata Bai An.
__ADS_1
“Hmm,, baiklah jika begitu. Apa ada lagi yang ingin kau rencanakan?”, tanya Yu Fan, menyadari ada sesuatu dari Bai An.
Bai An langsung mengangguk, “Setelah kau memulihkan diri, aku ingin kau membuat kekacauan di Ibukota tempat Pengasa Liu Wang memimpin dan markas pusat Kelompok Teratai Hitam, namun jangan sampai identitas mu ketahuan.” kata Bai An tersenyum tipis.
Yu Fan, Lang Zai dan Pixiu langsung mengerutkan keningnya.
“Kenapa aku harus membangunkan singa yang tertidur?”, tanya Yu Fan penasaran.
“Justru itulah yang aku inginkan, jika kau sudah membuat kekacauan, kau perhatikan sedetail mungkin semua daerah mereka, karena aku merasa tidak mungkin mereka sangat ingin membuat dunia mereka tinggali musnah."
Kata-kata Bai An langsung membuat Yu Fan kini sadar, selama ini ia tidak pernah terpikirkan akan hal tersebut, “Kau benar, tidak mungkin mereka begini jika tidak ada orang di belakang mereka selain Kaisar Dewa Kegelapan,” kata Yu Fan.
Bai An langsung mengangguk, “Baiklah, lebih baik kau kejar gadis keras kepala itu dan pulangkan dia, aku tadi sebenarnya tidak ingin berkata seperti tadi. Akan tetapi, aku terpaksa agar ia bisa situasi.”
Yu Fan mengangguk, kemudian berdiri, “Aku pamit,” setelah Yu Fan mengatakan hal tersebut, ia kemudian menghilang.
Setelah itu, hanya mereka bertiga yang berada di dalam ruangan tersebut.
“Kalian jemputlah Nenek, Bibi dan Luan'er kesini, tapi setelah ia disini. Suruh mereka jangan mengganggu ku lebih dulu, karena aku ingin berkultivasi meningkatkan kekuatanku,” kata Bai An sambil menatap Lang Zai dan Pixiu.
Lang Zai dan Pixiu mengangguk, “Aku sendiri saja yang menjemputnya, sedangkan saudara Pixiu disini menjagamu Tuan Muda,” kata Lang Zai langsung menghilang tanpa menunggu jawaban dari Bai An dan Pixiu.
Bai An melirik Pixiu, “Jika Nenek, Bibi dan Luan'er sampai kesini, jangan lupa berikan sumberdaya dan beberapa pil ini kepada mereka, disitu juga ada beberapa pil yang cocok untuk meningkatkan kekuatan mu sama saudara Lang Zai. Tingkatlah kekuatan kalian juga, ini bukan pesan dari ku, tapi dari Xia'er.”
Mendengar itu Pixiu langsung mengangguk patuh bersamaan tubuhnya agak bergetar sedikit saat mendengar nama Mu Xia'er, ia masih trauma saat berlatih bersama Mu Xia'er.
Pixiu langsung pamit kemudian keluar dan menutup pintu.
Kini hanya Bai An sendiri, ia kemudian merobek ruang dan menciptakan lubang hitam menuju Dunia Jiwa.
Wuss,,
Bai An masuk bersamaan dengan menghilangnya celah yang tadi di ciptakan oleh Bai An.
“Kenapa kau begitu kepada wanita itu tadi? An Gege. Apa kau tidak keterlaluan?”
Setelah Bai An sampai Dunia Jiwa, ia langsung di banjiri pertanyaan oleh Mu Xia'er yang mana membuatnya pusing.
“Tunggu dulu, aku akan mengubah waktu di dunia jiwa, baru aku menjawab pertanyaanmu Xia'er,” kata Bai An mengangkat tangannya.
__ADS_1
Bai An kemudian memikirkan waktu satu hari di dunia nayata dan waktu 1 tahun di dunia jiwa.
“Kenapa hanya 1 tahun Gege?”