Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Bertaruh Melawan Pemilik Rumah Judi.


__ADS_3

Tak lama, mata Duan Du seketika bersinar saat melihat harta gratisan di depan matanya.


“Hehe,, kota ini sangat baik kepadaku, nyatanya kota ini bahkan menyiapkan uang saku untuk kedatanganku,” kekeh Duan Du.


Tanpa menunggu reaksi dari Bai An, Tu Long, dan Bo Long.


Duan Du langsung menarik To Gel ke rumah judi, dari mana Duan Du mengetahui ada rumah judi? Itu gampang saja, karena di salah satu bangunan rumah maupun toko yang berjejeran, ada salah satu bangunan yang cukup besar bertulis rumah judi terpampang jelas.


Bai An langsung menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya ini.


“Apakah ini sebuah kebetulan? Atau sudah takdir?” Tanya Tu Long dengan bingung.


Bai An langsung mengangkat bahunya, ia juga tidak tahu, saat menemukan To Gel, kini mereka menemukan rumah judi.


“Ini namanya keberuntungan,” kekeh Bo Long langsung berjalan menyusul Duan Du dan To Gel, karena menurutnya di sana ada hal yang menarik yang tak boleh ia lewatkan.


Bai An dan Tu Long pun ikut menyusul mereka.


Tap tap..!!


Saat Bai An masuk, pandangan pertamanya adalah Duan Du.


Duan Du saat ini sedang tertawa ke arah para kultivator liar yang menatap Duan Du dengan ganas.


“Ha ha ha,, ayo ayo, keluarkan semua harta kalian, bila perlu kalian semua yang ada di sini beserta pemilik rumah judi ini lawan aku bertaruh.” Duan Du tanpa sungkan langsung memprovokasi semua orang.


Baru beberapa detik ia duduk, saat ini ia sudah mengantongi jutaan Kristal Berlian.


Sementara To Gel yang selalu berada di samping Duan Du, tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, ia tak menyangka semua kartu yang ia pilih benar semua.


Judi yang Duan Du mainkan adalah bola kecil yang di putar, lalu di setiap putaran bola ada sebuah nomer tertera di sana, dan di meja taruhan juga ada sebuah angka di sana tempat memasang taruhan.


Nanti dimana bola kecil berhenti di putaran tersebut sama dengan yang di meja, maka ia yang akan memenangkan taruhan.


Duan Du juga mengajak semua orang-orang di sekelilingnya bertaruh jika ia menang, maka ia akan mengambil taruhan yang orang-orang ini pasang.


Bandar yang memutar bola juga ikut menyetujui karena tergiur dengan harta yang Duan Du pasang, begitupun dengan orang-orang di sebelah Duan Du.


Tap tap..!!

__ADS_1


“Daripada kita memainkan judi membosankan ini, bagaimana jika kita memainkan kartu,” kata seseorang pria bertubuh besar sambil mengeluarkan senyum selembut dan selebar mungkin.


Tapi Duan Du tahu jika pria ini sedang berusaha menyembunyikan aura membunuh dan kelicikannya.


Orang-orang yang ada di samping Duan Du juga ikut tersenyum licik.


Tapi Duan Du tidak mempermasalahkannya karena ia adalah orang yang paling tertawa saat ini di dalam hatinya.


“Hahaha,, apapun jenis permainannya aku akan menuruti kalian,” kekeh Duan Du menyeringai kejam.


Orang-orang yang melihat jika mereka di remehkan langsung geram, tapi mereka semua melirik ke arah pria bertubuh besar yang tak lain pemilik rumah judi.


Pemilik rumah judi hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.


Tanpa menunggu lama pemilik rumah judi langsung mengajak Duan Du ke ruangannya.


Tak lupa pemilik rumah judi menggerakkan tangannya tanda mengisyaratkan sesuatu yang kurang baik.


Duan Du hanya bisa terkekeh kecil, sementara To Gel kini mulai panik.


“Tuan muda, apakah ini tidak apa-apa? Mereka sudah merencanakan ini, aku takut kita terkena jebakan mereka,” kata To Gel bertanya dengan sedikit bisikan.


“Kau tenang saja To Gel,” kekeh Duan Du.


Beberapa saat kemudian Duan Du dan To Gel kini duduk berhadapan langsung dengan pemilik rumah judi.


Pemilik rumah judi hanya duduk sendiri, tapi di belakangnya sangat banyak sekali para kultivator yang tak lain adalah pengikut rumah judi.


“Hehe,, aku tak ingin basa basi, kita langsung saja bertaruh dan yang aku inginkan bukanlah uang,” kata pemilik rumah judi tersenyum licik.


Duan Du yang mendengar itu sudah tahu apa yang di maksud pemilik rumah judi, jadi ia juga langsung ke intinya.


“Hehe,, aku setuju, sebaliknya jika kau kalah maka kau akan menjadi budak ku, bagaimana? Aku baik bukan?” Kata Duan Du terkekeh kecil.


“Kau,” sebuah teriakan di belakang pemilik rumah judi terdengar cukup keras sambil menunjuk-nunjuk ke arah Duan Du.


Tapi dengan cepat pemilik rumah judi mengangkat tangannya untuk menghentikan tingkah bawahannya.


“Hehe,, kau cukup bernyali juga anak muda, baiklah aku setuju, tapi jika boleh, apakah kau bisa membuka tudungmu itu agar aku bisa melihat wajah orang yang akan menjadi budakku,” kekeh pemilik rumah judi tak ingin kalah saat memprovokasi lawan.

__ADS_1


“Haha,, daripada kau banyak bicara, lebih baik kau langsung saja mulai permainkan kita, karena saat ini aku sedang terburu-buru,” kata Duan Du sedikit tertawa.


Bai An, Tu Long, dan Bo Long yang menonton tak jauh dari Duan Du kini terkekeh kecil.


Tu Long dan Bo Long saat ini sudah menggosok-gosok tangan mereka tanda tak sabar menghajar orang-orang ini.


Kembali ke Duan Du.


“Kau sungguh tak sabaran anak muda,” kata pemilik rumah judi menyeringai licik. Tak lama tangannya langsung bergerak untuk mengisyaratkan pelayan membawakannya kartu.


Tak lama, datang pelayan membawa nampan berisi kartu.


“Siapa yang kau inginkan bertugas membagikan kartu,” kata pemilik rumah lelang menunjuk ke arah orang-orang.


“Aku saja, karena yang main adalah temanku ini,” kata Duan Du menunjuk ke arah To Gel.


“Tidak bisa, kau bisa melakukan kecurangan nanti,” teriak salah satu orang yang berdiri di belakang pemilik rumah judi.


Duan Du langsung terkekeh kecil. “Hehe,, begitupun dengan diriku, apakah aku bisa percaya dengan kalian semua yang menjadi budak orang ini,” kata Duan Du melirik ke arah pemilik rumah judi.


“Sialan orang ini cukup pintar dalam menjebak,” gumam pemilik rumah judi kini mau tak mau melirik ke arah orang yang berteriak tadi.


“Bunuh orang ini, karena mulutnya tak bisa di tutup,” kata pemilik rumah judi dengan nada dingin.


“Ti.. Tidak tuan jangan bunuh aku,” suara teriakan langsung menggema di ruangan tersebut.


Tapi tak ada yang mendengar teriakan pilu tersebut, termasuk Duan Du dan To Gel, mereka berdua hanya menutup telinga saja.


“Ehem..!! Bagaimana jika kita memilih orang luar yang bukan bagian dari kita saja,” ajak pemilik rumah judi kini mau tak mau mengalah.


Para bawahan pemilik rumah judi langsung melototkan matanya karena baru kali ini mereka melihat bos mereka mengalah.


Duan Du langsung tersenyum lebar karena orang ini telah masuk perangkapnya.


Tap tap..!!


Saat Duan Du dan pemilik rumah judi mendengar suara telapak kaki berjalan santai memasuki rumah judi, Duan Du dan pemilik rumah judi saling melirik satu sama lain, setelah itu pemilik rumah judi langsung menyusuh bawahannya untuk membawa orang tersebut.


Tap tap..!!

__ADS_1


To Gel langsung menganga karena orang yang datang ini tak lain adalah Tu Long.


To Gel kini melirik ke arah Duan Du dengan pandangan ngeri maupun takjub.


__ADS_2