Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menjalani petir kesengsaraan kedua dan isi permintaan


__ADS_3

Wajah Bai An sangat jelek saat melihat Mu Xia'er kembali menghilang.


Sedangkan Mu Xia'er kini terus menerus cekikikan melihat wajah Bai An, ia sebenarnya masih berada di tempatnya, cuman Bai An kini tidak bisa melihatnya.


Entah apa yang terjadi hingga Bai An tidak dapat merasakan atau melihat Mu Xia'er, hanya Author yang tahu.


Mu Xia'er kini merasa puas mengerjai Bai An, ia selalu cekikikan saat melihat ekspresi Bai An yang terlihat seperti pemuda bodoh.


Bai An yang kini memasang wajah jelek tidak tahu harus memikirkan apa lagi, di beri dua permintaan ia tidak mau, itulah yang membuat Bai An memasang wajah jelek, ia ingin kompromi namun Mu Xia'er lebih dulu menghilang.


Sampai Bai An, merasa ada yang tidak beres, “Jika aku memberikan dua permintaan ia tidak mau, berarti ada sesuatu yang ia inginkan lebih dari dua, tapi apa ya?” gumam Bai An kini berpikir keras.


Mu Xia'er yang mendengar nya kini sudah tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya dan berguling-guling di udara, semua gaya Mu Xia'er lakukan.


“Tiga permintaan, tapi aku punya satu syarat,,!” teriak Bai An setelah ia berpikir ulang.


Mu Xia'er langsung menjadi serius saat mendengar kata syarat dari Bai An, ia ingin keluar, namun masih tetap diam, dan melihat reaksi dari Bai An.


Bai An yang kini sedang menunggu Mu Xia'er datang, namun ia tidak datang-datang menghela nafas panjang.


Bai An kemudian mendongak ke atas, ia melihat petir kesengsaraan kini berbentuk prajurit Surgawi dan sedang santai duduk, hal itu membuat Bai An langsung membuka tutup mulutnya.


Ini baru pertama kali ia melihat sebuah petir berwujud prajurit dan sedang duduk santai, seperti menunggu sesuatu.


Bai An kemudian mengusap matanya beberapa kali, namun yang ia lihat memang kenyataan nya.


Mu Xia'er yang melihat itu memegang perutnya kembali tertawa terbahak-bahak hingga ia merasa perut nya kini di kocok-kocok.


“Kenapa calon penerus Raja Para Dewa begini bodohnya,” gumam Mu Xia'er.


Hanya Mu Xia'er, dan Energi biru yang mengetahui kebenaran siapa Bai An sebenarnya.

__ADS_1


Bai An adalah calon penerus Raja Para Dewa, ia bukan seorang Reinkarnasi atau keturunan Raja Para Dewa, melainkan seorang yang terpilih oleh Mu Xia'er, Mu Xia'er sebenarnya adalah seorang yang sangat nakal dan suka berbuat seenaknya hingga di hukum oleh semesta untuk menjadi inti dunia di salah satu dunia. Namun Mu Xia'er berhasil lepas dan membuat kekacauan sehingga ia di cari-cari oleh banyak penguasa dan termasuk para Dewa yang sebenarnya.


Mu Xia'er di cari bukan untuk di bunuh, melainkan di buat menjadi kekuatan mereka sendiri agar semakin berkuasa, karena mereka tidak mengetahui Mu Xia'er sebenarnya itu salah satu Dewi yang sangat kuat, yang mereka ketahui hanyalah Mu Xia'er itu adalah Api Emas yang dalam legenda kuno.


Setelah Mu Xia'er membuat kekacauan, ia di tangkap kembali dan di segel untuk mencari seorang penerus Raja Para Dewa, di sebuah jurang dan di bawahnya ada danau, di dalam danau ada sebuah gua tempat Bai An pertama kali bertemu.


Jika Mu Xia'er tidak mencari penerus dan mengabdi kepada penerus tersebut, maka ia tidak akan bisa keluar untuk selamanya, jadi entah sebuah kebetulan, Mu Xia'er bertemu dengan Bai An.


Mu Xia'er juga entah kenapa tiba-tiba memilih Bai An sebagai Tuan nya. Hanya Mu Xia'er dan Author yang tahu.


Untuk Energi biru, ia mengetahuinya karena Raja Para Dewa yang sebelumnya juga mempunyai Energi bewarna biru, entah dari mana Ibu Bai An, yaitu Ling Mei mempunyai Energi tersebut.


Kini Bai An, yang masih ternganga melihat petir kesengsaraan tersebut tiba-tiba menjadi sadar kembali.


“4 permintaan dan aku mempunyai satu syarat, ini adalah permintaan yang bisa aku berikan, jika kau tidak mau, aku menyerah.”


Bai An langsung berteriak kembali.


Bai An langsung mendengus melihat senyum tersebut, entah mengapa, perasaannya selalu tidak nyaman saat melihat senyum tersebut.


“Sebutkan dulu satu syarat mu.” Mu Xia'er langsung menyuruh Bai An mengajukan syarat yang ia minta.


Bai An langsung merenung, setelah itu ia mengangkat kepalanya dan tersenyum menunjukkan giginya.


Mu Xia'er langsung mengerut, giliran ia yang merasa ada yang tidak beres, “Jangan meminta yang aneh-aneh,,!” ujar Mu Xia'er langsung.


“Tenang, aku tidak meminta yang aneh-aneh, aku hanya meminta kau menjadi menjadi istri pertama ku,” dengan percaya diri Bai An mengatakan hal ini, sifatnya bukan seperti ini. Tapi setelah ia bertemu Mu Xia'er entah mengapa sifatnya kini berubah mengikuti prilaku Mu Xia'er.


Mu Xia'er langsung tertegun, wajahnya langsung bersemu merah, ia langsung menghilang, dan memikirkan pertanyaan Bai An.


Mu Xia'er sebenarnya kini sangat bahagia, karena salah satu yang ingin ia ajukan adalah ini, namun ia agak ragu untuk mengatakannya kepada Bai An, tapi kini Bai An sendiri yang mengatakannya lebih dulu.

__ADS_1


Tentu saja ia senang bercampur malu, tapi ia tidak ingin terlihat malu di depan Bai An hingga ia menghilang.


Mu Xia'er juga memilih Bai An menjadi Tuannya dulu karena ia merasa tertarik karena ia mempunyai Energi biru, dan ia cukup senang saat melihat Bai An pertama kali di dalam gua.


Mu Xia'er melihat Bai An seperti pangeran dan penolongnya agar bisa terbebas, namun lama kelamaan ia menjadi suka dengan Bai An, tapi malu untuk berinteraksi.


Setelah berusaha untuk tenang, Mu Xia'er langsung kembali, dan melihat Bai An kini dengan percaya diri menunggunya.


Bai An langsung tersenyum melihat Mu Xia.er “Bagaimana,?”


“Pletak,”


“Jangan terlalu percaya diri,” ucap Mu Xia'er cukup kesal melihat wajah Bai An yang terlihat begitu.


“Ukkhh,, bisakah kau tidak memukul kepala ku Xia'er ku yang cantik,” tanpa sungkan Bai An merayu Mu Xia'er.


Wajah Mu Xia'er langsung memerah kembali, “Jangan merayu ku, itu tidak mempan bocah mesum,” ucap Mu Xia'er berusaha bertahan agar wajah nya tidak merah merona karena malu.


“Ya,, ya sekarang jawab dulu.” ujar Bai An seperti tidak sabar menunggu jawaban Mu Xia'er.


Wajah Mu Xia'er kembali merah merona, ia mengangguk tanda setuju.


Bai An yang melihat itu langsung melesat ke arah Mu Xia'er dan ingin memeluknya, namun.


“Pletak,”


“Jangan macam-macam dengan ku bocah mesum,” ucap Mu Xia'er.


Mu Xia'er langsung menyilang tangannya ke arah dada nya setelah memukul Bai An.


Bai An langsung tersenyum masam, “Baik-baik sekarang apa permintaan mu Xia'er ku yang cantik?” tanya Bai An menekan kata-katanya.

__ADS_1


__ADS_2