Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Memgambil Harta yang Jing Ling Sembunyikan


__ADS_3

Tak lama Bai An mengeluarkan air matanya mengingat kenangan saat bersama Hei Niu dan Fu Chen.


Sama halnya dengan Hong Chu, ia juga kini sedang menangis keras saat mengingat kenangannya bersama Fu Chen dan Hei Niu.


“Aku kubur mayat saudara kita,” ajak Bai An kini menghilangkan sedihnya dan berusaha tegar.


Hong Chu langsung mengangguk. Mereka berdua kemudian mulai menggali pasir dan mengubur mayat Hei Niu dan Fu Chen.


Setelah itu Bai An dan Hong Chu pergi ke arah Kota Netral.


Beberapa saat kemudian.


Bai An dan Hong Chu kini telah di penginapan malam. Bai An langsung menceritakan semua yang terjadi, semua orang langsung sedih terutama Tu Long yang selalu bersama Hei Niu dan Fu Chen.


Tu Long kini menggenggam erat-erat tangannya lalu berkata. “Tuan muda, ayo kita menjarah lagi agar bisa mendapatkan sumberdaya untuk meningkatkan kekuatan kita,” kata Tu Long dengan serius.


“Heng..!! Kau ini ingin mengajari Tuan muda menjadi perampok ya,” dengus De Cang. Tapi tak lama De Cang tersenyum lalu menambahkan. “Tapo itu tidak buruk, ide mu boleh juga saudara Tu. Demi membalas dendam kita harus melakukan segala cara untuk kuat, walau menjadi perampok sekalipun.”


Pletak..!!


Tiba-tiba Jing Ling yang entah datang dari mana tiba-tiba memukul kepala De Cang.


Jing Ling tadi tidak ikut berkumpul karena mereka pikir Jing Ling masih istirahat karena kelelahan.


“Ukkhh,, saudari Jing, kau sungguh kejam memukul kepalaku,” dengus De Cang.


Bai An yang melihat Jing Ling kini langsung bertanya. “Apa kau tahu dimana Han Lili berada? Kata mereka kau pergi bersamanya.”


“Aku juga juga bertanya kepada Tu Long, Bo Dong dan Ming Ren, tapi mereka bilang hanya kau yang tahu.”


Jing Ling langsung mengangguk. “Aku menugaskannya di tempat berbeda, aku juga melepas segel yang ku pasang di dantiannya,” jawab Jing Ling tersenyum licik.


Melihat senyum Jing Ling. Bai An merasa tidak enak, Bai An langsung berpikir. “Apakah ia menggunakan nama ku agar wanita itu mau menuruti keinginan Jing Ling?”


Tebakan Bai An tidak salah, Jing Ling memancing Han Lili menggunakan nama Bai An. Karena Jing Ling tahu Han Lili sangat menyukai Bai An karena ketampanannya.

__ADS_1


Sementara semua orang kini menganga seperti orang bodoh melihat ke arah Jing Ling lalu ke arah Bai An secara bergantian.


Tak lama Bai An kembali bertanya.


“Mumpung kau sudah sadar dan kondisi mu terlihat pulih. Kapan kita ke tempat itu?”


Jing Ling yang mengerti langsung mengangguk. “Sekarang juga bisa, kita hanya perlu membawa Tu Long saja, karena ini cukup bagus untuk pelatihannya nanti.” Jawab Jing Ling.


Bai An mengangguk. “Paman Gong, aku berencana pergi, selama aku pergi kau akan menjaga mereka di sini. Aku juga akan menyuruh mereka meningkatkan kekuatan mereka. Rencananya aku akan memberikan beberapa Kristal Berlian kepada mereka.” Kata Bai An memberitahu Gong Tanru melalui telepati.


Gong Tanru langsung berkata. “Tapi Pangeran,” jejak kekhawatiran muncul di wajah Gong Tanru.


“Kau tenang saja, aku bisa menjaga diriku,” kata Bai An dengan santai.


Walau enggan Gong Tanru hanya mengangguk dengan patuh.


Setelah itu Bai An langsung melirik mereka semua yang ada di sini.


“De Cang, kau bagikan isi cincin ini kepada saudaramu, aku yakin dengan isi cincin yang ku berikan kalian akan menembus Ahli suci, dan memungkinkan akan menembus Raja Dewa,” kata Bai An lalu melirik Ming Ren.


Bai An memberikan Ming Ren tugas ini karena ia yakin jika Ming Ren tidak butuh waktu lama baginya menerobos. Karena ia yang terkuat di sini.


Ming Ren langsung mengangguk. “Saya pasti akan menjaga para saudara saya, walau saya baru mengenal mereka. Tapi mereka telah menganggap saya sebagai keluarga selama beberapa jam bersama mereka.” Jawab Ming Ren dengan jujur.


Mendengar itu, Bai An langsung pamit pergi bersama Jing Ling dan Tu Long.


Dengan cepat Mereka bertiga keluar dari kota menuju ke wilayah timur.


Waktu terus berlalu. 4 hari kemudian Bai An, Jing Ling dan Tu Long muncul melalui retakan yang di buat oleh Bai An.


“Huff.. Membutuhkan banyak energi jika terus menerus menggunakan Hukum Ruang, seandainya Hukum Ruang di dunia ini sama dengan Dunia Heavenly Chaos, aku tidak perlu menggunakan sedikitpun energi karena Hukum Ruang di dunia itu sama dengan Hukum Ruang tingkat yang ku kuasai,” gumam Bai An menghela nafas panjang.


“Apakah kita sudah sampai?” Tanya Tu Long bersemangat.


Jing Ling langsung menggeleng. “Ini masih setengah perjalan, dulu aku membutuhkan waktu 5 bulan dengan terbang menggunakan kecepatan penuhku ke Hutan tersebut, tapi jika kita terus menggunakan Hukum Ruang yang di kuasai Tuan muda, kita bisa sampai dengan cepat.” Kata Jing Ling melirik Bai An sambil terkekeh kecil.

__ADS_1


Bai An langsung mendengus. “Energi sudah terkuras setengah, mulai saat ini kita terbang lebih dulu sambil memulihkan Energiku yang terkuras,” kata Bai An.


Wajah Tu Long yang tadinya bersemangat langsung menjadi cemberut, tentu saja mereka akan lama sampai. Karena Tu Long adalah yang terlemah di sini.


Tu Long kini merasa di ejek oleh Bai An dan Jing Ling saat melihat senyum mereka berdua.


“Sudah-sudah kau tidak usah memasang wajah seperti itu, karena itu tidak akan mempan. Lebih baik kita mencari beberapa hewan buruan untuk kita makan, karena ini sudah mau malam,” kata Bai An melambaikan tangannya.


Tu Long langsung mengangguk.


Mereka berdua langsung pergi berburu, untuk Jing Ling kini menyiapkan bumbu penyedap rasa.


Beberapa saat kemudian Tu Long dan Bai An kembali membawa Ayam Roh Iblis.


Satu jam telah berlalu.


“Ah,, kenyangnya,” kata Tu Long. Walau ia tak ikut makan ayam hutan dan makan daging manusia, ia terlihat paling bahagia setelah makan malam bersama.


Tentu saja Bai An mengerti maksud dari wajah Tu Long. Itu adalah isyarat agar ia mengeluarkan arak.


Dengan santai Bai An melambaikan tangannya dan berkata. “Kita minum jangan terlalu banyak, karena setelah ini kita akan langsung bergerak. Tadi aku menemukan sesuatu yang cukup menarik saat berburu bersama Tu Long.”


Mendengar itu Jing Ling langsung mengerutkan keningnya. Karena menurutnya hutan ini tidak ada yang spesial. Jing Ling dulu sering melewati tempat ini dan cukup hafal daerah sini.


Tapi saat mendengar ucapan Bai An. Tentu ia penasaran apa yang di temukan oleh Bai An.


“Apa itu?” Tanya Jing Ling, saking penasarannya ia tak tahan untuk tidak bertanya.


“Kau akan tahu setelah kita kesana, lebih baik kita minum dulu. Jika tidak minumanmu akan di habisi oleh Tu Long,” kekeh Bai An menunjuk ke arah Tu Long yang mengambil bagian Jing Ling.


Jing Ling yang melihat itu langsung marah.


“Kurang ajar, aku akan mengulitimu hidup-hidup,” teriak Jing Ling langsung berdiri.


Dengan cepat Tu Long lari sambil tertawa mengejek.

__ADS_1


__ADS_2