
“Kak, bisakah kau melepaskan segel ingatan Lin'er, walau aku mampu, tapi aku takut ia akan kesakitan karena aku tidak terlalu ahli dalam formasi.”
Melihat itu, awalnya Shen Linlin bingung, tapi kini ia menutup mulut menahan tawa saat melihat wajah Duan Du seperti anak kecil kehilangan permen.
Sementara Bai An dan Tu Long hanya bisa menggeleng saat melihat sisi kekanak-kanakan Duan Du.
Wuss..!!
Bai An dan Tu Long muncul sambil melirik ke arah Bai An dengan wajah polos.
“Ada apa kau memanggilku Du'er?” Tanya Bai An pura-pura tidak tahu semua kejadian yang ada di sini.
Wajah Duan Du semakin memelas saat melihat Bai An pura-pura.
“Ayolah kak, aku janji akan menjadi anak baik jika kau mau menolong adikmu yang penurut ini,” kata Duan Du merengek.
Duan Du memang selalu memegang janji di setiap ucapannya, tapi Bai An tahu jika janji itu hanya masalah waktu, sehingga ia pasti akan berulah lagi.
“Hoho,, berapa lama kau akan menjadi anak baik?” Kekeh Bai An sedikit mengejek.
“Palingan hanya satu atau dua jam,” ejek Tu Long menambah bumbu.
“Heng..!! Kalian ini mau menolong atau tidak sih,” dengus Duan Du memasang wajah mendengus dan tidak ingin membahas berapa lama ia akan menjadi anak baik.
Mendengar itu Bai An langsung melirik ke arah Tu Long untuk meminta pendapat sambil mempermainkan Duan Du.
Bai An tahu Duan Du cukup cerdik mengalihkan pembicaraan sehingga Bai An juga tak mau kalah.
Melihat itu Duan Du langsung berkata. “Baik-baiklah, aku akan menjadi anak baik dalam kurun waktu,” Duan Du langsung menunjuk lima jarinya.
“Itu lima apa? Lima detik? Lima Jam? Lima Hari? Lima Minggu? Lima Bulan atau Lima Tahun?” Tanya Tu Long menaikkan sebelah alisnya.
“Baiklah aku akan akan menjadi anak penurut, aku akan menuruti ucapan kakak selama 5 tahun, bagaimana?” Kata Duan Du membuat Tu Long bingung.
Untuk Bai An hanya bisa menghela nafas karena ini tak akan selesai jika berdebat dengan anak nakal ini yang selalu mencari cara jitu.
__ADS_1
Bai An tahu jika setelah ini Duan Du pasti berbuat ulah, tapi Bai An tidak mempermasalahkan selagi ucapannya di dengar Duan Du selama 5 tahun.
Dengan cepat Bai An melirik ke arah Shen Linlin seperti orang linglung saat melihat dirinya, Duan Du maupun Tu Long.
Tangan Bai An langsung bergerak cepat tanpa mampu di lihat oleh mata Duan Du, Tu Long dan Shen Linlin.
Wuss..!!
Shen Linlin yang merasa ada kehangatan di kepalanya langsung jatuh pingsan.
Duan Du dengan cepat menangkap Shen Linlin.
“Kak,, apa pemikiran kita sama jika yang menyegel ingatan Lin'er adalah monster itu?” Tanya Duan Du memastikan.
Bai An menggeleng sambil menjawab. “Ini tidak sesederhana yang kau bayangkan, dari segi segel dan adanya sedikit aura yang aku rasakan, ini adalah campur tangan manusia.”
Duan Du mengangguk mengerti. “Tidak perlu siapapun dia, biarkan aku sendiri yang akan memberikannya rasa terimakasihku karena telah memperlakukan Lin'er seperti ini, hadiahnya tentu saja akan menarik,” kata Duan Du dengan tatapan tajam dan memasang wajah serius.
Tu Long yang melihat itu langsung berkata. “Oh tidak, aku ternyata telah jatuh cinta, demi cinta aku harus berkorban untuk membahagiakan dan membuatnya tanpa di ketahui oleh orangnya.”
Duan Du seketika mendengus kesal sambil memayunkan bibirnya menatap ke arah Tu Long.
Namun di sisi lain, Bai An dan Tu Long cukup kagum terhadap Duan Du yang tidak mengeluarkan amarah maupun niat tertentu yang berlebihan. Duan Du terlihat cukup tenang.
Saat Bai An dan Tu Long tertawa, sementara Duan Du cemberut, mereka bertiga terdiam lalu mengalihkan pandangan ke arah Shen Linlin.
“Ukhh..!! Dimana aku?” Suara Shen Linlin terdengar merintih merasakan kepalanya sakit sambil bertanya.
Beberapa detik setelah pulih, Shen Linlin tersadar kini telah berada di pelukan seorang pria.
Air mata Shen Linlin langsung menetes saat tahu siapa pria tersebut.
“Du Gege, kau kah ini?” Tanya Shen Linlin langsung memeluk Duan Du dengan erat seolah-olah takut kehilangan Duan Du.
Bai An dan Tu Long yang melihat itu saling melirik lebih dulu, setelah itu mereka pergi entah kemana.
__ADS_1
Sementara Duan Du hanya bisa menghela nafas tidak tahu bagaimana cara menghibur Shen Linlin yang terlihat sangat tertekan.
Duan Du kini mengelus rambut Shen Linlin, walau Shen Linlin sangat bar-bar, tapi di sisi lain ia sangat rapuh.
“Tidak apa-apa, aku sudah ada disini, aku akan menjagamu saat ini,” kata Duan Du.
Mungkin kata-kata Duan Du, Shen Linlin anggap menjaganya untuk selamanya, namun jika di pahami dengan teliti maka Shen Linlin akan sadar saat mengartikan kata saat ini yang artinya Duan Du tidak menjaga Shen Linlin selamanya.
Duan Du ini sungguh pintar memainkan lidah untuk menjerat orang-orang.
Shen Linlin terlihat mengangguk bahagia, cukup lama mereka berpelukan hingga Shen Linlin melepas pelukannya.
Terlihat Shen Linlin tersenyum lebar, Duan Du yang melihat itu ikut tersenyum. Duan Du belum menyadari jika saat Bai An melepaskan segel ingatan Shen Linlin, Bai An juga tidak menghilangkan ingatannya yang selama ini saat ia hilang ingatan.
“Du Gege, kau semakin tampan saja,” puji Shen Linlin maju menggenggam tangan Duan Du.
Duan Du tentu tersenyum santai. “Tentu saja aku tampan, siapa dulu dong,” belum selesai Duan Du berucap, Shen Linlin sudah memotong.
“Kau benar, siapa dulu bajingan mesum yang suka mengintip wanita mandi,” kekeh Shen Linlin menyeringai kejam.
Seketika wajah Duan Du memucat sambil mengutuk Bai An.
Tangan Duan Du dengan cepat ia tarik, namun entah mengapa Duan Du tidak bisa melepaskan tangannya.
“Kurang ajar kau kakak,” teriak Duan Du saat melihat campur tangan kakaknya yang mengikat kakinya agar tidak bisa melarikan diri dari Shen Linlin.
Shen Linlin tidak tahu jika ada campur tangan Bai An, ia hanya mengira jika cengkramannya sangat kuat yang membuat Duan Du tidak bisa lepas.
Dengan cepat Shen Linlin mengeluarkan belatinya lalu memainkannya sambil melirik ke arah Duan Du.
“Yang mana lebih dulu aku kebiri? Apakah alat kelamin mu? Atau,” kata Shen Linlin terhenti sambil menyeringai seperti orang gila.
Duan Du yang melihat jiwa bar-bar Shen Linlin kambuh langsung berteriak keras.
“Tunggu dulu Lin'er, kita bisa membicarakan ini, aku mohon dengarkan dulu penjelasanku.” Terlihat Duan Du memohon sambil memasang wajah menyedihkan berharap Shen Linlin mau melepaskannya.
__ADS_1
Tapi Shen Linlin semakin tersenyum menyeramkan. “Oh,, kau kira memasang wajah menyedihkan seperti itu aku akan melepaskanmu? Kau salah besar bajingan mesum, terlebih Kakak Bai telah mengirimkan ingatan tentang kelakuanmu selama ini semakin membuatku ingin mengebirimu hidup-hidup.” Dengus Shen Linlin.
Mendengar itu Duan Du meraung dalam hati. “Kakak kurang kerjaan, aku lebih baik bertarung melawan para penguasa semesta daripada melawan wanita bar-bar ini.”'