Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Memancing Shi Shuy Keluar dan Membebaskan Tahanan


__ADS_3

Setelah kepergian kelima tetua itu, tak lama Mo Shengyun datang bersama 12 orang dari 5 wanita paruh baya, 3 orang laki-laki berusia sekitar 25 sampai 30 tahun, 2 wanita berusia sekitar 18 sampai 20 tahun, 2 anak laki-laki dan perempuan berusia 10 tahun.


12 orang tersebut kini berdiri di depan Han Chi, 10 orang tubuh mereka semua bergetar ketakutan, sedangkan 2 anak yang tidak tahu apa-apa hanya diam saja dan menatap Han Chi dengan polosnya.


Salah satu anak laki-laki itu bertanya dengan nada polos, "Paman dimana ayah ku?, tadi aku melihat orang ini mengajaknya kesini!" tanya anak tersebut sambil menunjuk Mo Shengyuan.


Ibu dari anak itu langsung bergetar ketakutan lalu dengan cepat ia memeluk anaknya, "Tuan mohon kasihani anak ini, dia tidak mengetahui apa-apa, bunuh saja saya tapi lepaskan anak saya!" ucap wanita paruh baya tersebut sambil bersujud meminta maaf.


Han Chi yang melihat itu merasa tersentuh melihat seorang ibu yang berusaha melindungi putranya.


"Kau tenang saja, aku tidak melukai kalian semua. Aku mengumpulkan kalian disini hanya untuk ikut menunggu ayah kalian, jadi duduk lah dengan tenang dan jangan terlalu ribut!" ucap Han Chi.


Mendengar itu kini mereka semua bisa tenang. Namun tubuh mereka semua masih bergetar karena masih merasa takut dan teror dari Han Chi, itu karena mereka juga ikut menyaksikan bagaimana Han Chi menyiksa Patrick Sekte Kelelawar Merah dan memenggal kepalanya.


Awalnya mereka mengira akan dibunuh dan berpikir suami mereka kini telah mati, namun dugaan mereka semua salah.


Saat Han Chi membalikan badan, tak sengaja ia melirik wanita yang terlihat seusia Bai An dan Han Chi merasa wanita ini tidak biasa, saat Han Chi terus menatap wanita itu dan mencoba mencari apa yang terlihat spesial.


Cukup lama Han Chi melihatnya namun tidak ada yang spesial selain merasakan hawa es yang berada ditubuhnya dan Han Chi tidak merasakan sedikitpun energi yang berarti wanita ini manusia biasa.


Perempuan itu terus menunduk dan saling memeluk bersama ibu dan adiknya karena ia sadar kalau sedang ditatap.


Namun karena cukup penasaran Han Chi bertanya, "Siapa namamu? gadis kecil!"


"Tu.. Tuan ampuni anak saya!" ucap ibu dari anak perempuan yang di tanya Han Chi.

__ADS_1


Han Chi yang melihat itu hanya menghela nafas dan berkata, "Apa aku semenakutkan itu, aku hanya bertanya cukup di jawab saja, bukanya meminta ampun!"


Wanita paruh baya itu semakin bergetar ketakutan karena ia salah mengira dan langsung meminta maaf hingga membuat Han Chi marah.


"Nama ku Lan Bing Tuan!" jawab perempuan yang ditanya Han Chi.


Mendengar itu Han Chi menoleh ke arah wanita itu lalu menganggukkan kepala, "Hmm aku cukup penasaran denganmu, aku merasa kau wanita biasa, namun mengapa terasa ada hawa dingin di dalam tubuhmu?" tanya Han Chi.


Ibu dari anak perempuan itu agak gugup saat Han Chi bertanya seperti itu dan Han Chi dapat menyadarinya, Han Chi melirik Lan Bing untuk meminta jawaban, namun Lan Bing meneteskan air matanya.


Melihat itu Han Chi agak heran, ditanya malah menangis. Saat ini terjadi kejanggungan tidak ada yang bersuara hingga salah satu laki-laki berusia sekitar 30 tahun menjawab pertanyaan Han Chi.


"Itu Tuan, Lan Bing dikira wanita kutukan karena hanya ada hawa dingin di dalam tubuhnya sehingga semua orang menjauhi dan mengucilkannya dan ia juga tidak bisa berkultivasi. Namun kami yang ada disini menganggapnya keluarga dan selalu melindunginya jika ada yang selalu mengejek atau berniat jahat."


"Jadi saat ditanya tadi ia langsung menangis karena tubuhnya yang begini ia jadi bahan ejekan semua orang!"


Han Chi mengangguk saja lalu langsung membalikkan badannya dan menunggu ke lima tetua keluar.


Jika Bai An ada disini, maka ia akan langsung tahu kalau perempuan ini adalah salah satu bakat langka seperti Bai Luan dan Fang Liu. Karena perempuan ini mempunyai Elemen Es Suci, yang sangat jarang ada.


Namun entah kenapa kalau perasaan Han Chi kini tidak tenang karena ia selalu merasa kalau Lan Bing ini tidak biasa, Han Chi berpikir apakah ia akan memberi tahukan hal ini pada Bai An atau tidak, karena ia hanya punya tersisa satu kertas formasi pesan suara.


Kini Han Chi merasa bimbang.


***

__ADS_1


Saat kelima tetua itu masuk, ia langsung diserang oleh Shi Shuy dengan kekuatan penuh.


"Awas tetua ke 7!" ucap salah satu tetua memberitahu kalau ada serangan.


Wuuussshh...


Sebuah pedang melesat ke arah tetua ke 7, saat melihat itu akan mengenai bahu kanannya, sontak secara reflek tetua ke 7 menangkisnya dengan pedang yang baru saja ia keluarkan dari cincin penyimpanannya.


Duaaarr...


Walau menangkis tetua ke 7 tetap terpental karena ia diserang menggunakan kekuatan penuh dan ia tidak sempat menggunakan kekuatan karena ia hanya secara reflek berusaha menghindar.


Salah satu tetua langsung membantunya berdiri dan terlihat tetua ke 7 terluka, "Terimakasih tetua ke 4!" ucap tetua ke 7, "Tidak perlu berterimakasih!" balas tetua ke 4 melambaikan tangannya.


"Tetua Shi Shuy kenapa kau menyerang kami?" bentak salah satu tetua marah.


"Hehe maaf, aku kira musuh yang menyerang jadi aku hanya membela diri dan belum berani keluar karena terjadinya serangan!" ucap Shi Shuy meminta maaf namun dapat dilihat oleh kelima tetua jika Shi Shuy tidak ikhlas meminta maaf.


"Ooh apa kita sudah menang? jika ya aku mau kembali dulu untuk melapor!" ucap Shi Shuy sengaja mengalihkan topik agar masalah tadi tidak menjadi besar.


"Ya patrick menyuruh kami kesini untuk mengecek para tahanan, apakah ada penghianat atau mungkin ada yang kabur!" ucap tetua ke 9 yang pintar dalam bersandiwara.


Mendengar itu Shi Shuy langsung percaya saja, karena ia berpikir tidak mungkin orang yang menyerang akan menang karena yang dilawan adalah Sekte Menengah yang cukup terkenal dan ditakuti.


"Baiklah aku akan keluar, dan aku meminta tolong jaga wanita itu karena ia akan di jual menjadi budak lumayan mahal!" ucap Shi Shuy menunjuk wanita lumayan cantik yang terlihat berusia sekitar 30 tahunan. Namun umur aslinya 40 tahun ke atas.

__ADS_1


Wanita itu terlihat banyak sekali bekas luka di sekujur tubuhnya, tapi ia terlihat teguh dan tidak meringkih kesakitan, ia adalah istri Han Chi, bernama Lin Xia.


3 tetua langsung mengangguk dan 2 tetua sengaja ikut mengantar Shi Shuy keluar agar ia tidak curiga.


__ADS_2