
“Tunggu saja aku disana saudara Long Yuan, dan suruh orang yang menjadi anak angkatmu menyamar agar ia tidak di ketahui.” Jawab Bai An.
Kini terjawab mengapa ia tadi tersenyum sendiri karena Long Yuan mengabari jika ia sudah sampai.
Flashback.
“Ayah angkat aku merasakan sedang terjadi yang lumayan besar di tengah laut, dekat dengan pulau Donghan dan Benua Hang Chen,” ucap Jing Xan tiba tiba.
Mendengar berhenti dan memberitahunya. Long Yuan langsung menyebarkan kesadarannya agar bisa merasakan siapa yang bertarung, tapi tidak bisa sampai kesana. Karena jarak mereka terlalu jauh.
“Ayo bawa, dengan kecepatan penuhmu.”
Jing Xan mengangguk kepada Long Yuan, kemudian Jing Xan melambaiakan tangannya ke arah tubuh Long Yuan.
Melihat tubuhnya kini di tutupi oleh energi Jing Xan. Long Yuan langsung mengangguk.
Tak menunggu lama, Jing Xan membawa Long Yuan terbang dengan kecepatan penuhnya di atas awan.
Wuss..!
Wuss..!
30 menit berlalu, saat ini Long Yuan dan Jing Xan turun sebelum mencapai gerbang Kota Han. Mereka berdua terbang menyeberangi laut juga.
Tap tap..!
Long Yuan langsung diam setelah ia di turunkan, karena ia akan menghubungi Bai An terlebih dulu apakah ia sudah sampai atau belum. Atau juga saat ini Bai An lah yang sedang bertarung itu. Jadi ia ingin mendapatkan informasi lebih dulu agar tidak bertindak sembarangan.
“Tuan Muda, kau ada di mana? aku dan anak angkat ku telah sampai. Jika yang bertarung itu adalah kau aku akan kesana menghancurkan mereka. Karena anak angkat ku sangat kuat bahkan melebihi tingkat tertinggi di dunia ini.” Tanya Bai An dengan nada khawatir, ia takut Bai An kenapa kenapa.
Sampai sampai ia tidak sengaja memberitahu jika mempunyai anak angkat yang sangat kuat. Bai An pasti akan bertanya, dari mana ia mendapatkan anak angkat sekuat itu? karena Long Yuan baru saja datang. Tidak mungkin juga ada ahli kuat mau menjadi anak angkat kepada pemuda seperti Long Yuan.
Tak lama kemudian.
Ia mendengar sebuah jawaban bercampur senyuman yang cukup menyeramkan bagi Long Yuan dengar.
“Tunggu saja aku disana saudara Long Yuan, dan suruh orang yang menjadi anak angkatmu menyamar agar ia tidak di ketahui.” Jawab Bai An.
__ADS_1
Flasback And...!!
“Ba baaiklah Tuan Muda, setelah aku menemukan penginapan aku akan memberitahumu nama penginapan tempatku.” Jawab Long Yuan sedikit terbata bata bercampur merinding.
Melihat Long Yuan yang merinding. Jing Xan heran lalu bertanya.
“Ada apa ayah angkat?”
Lamunan Long Yuan seketika sadar. “Tidak apa apa, ayo kita cari penginapan. Aku sudah mengabari Tuan Muda jika kita di suruh menunggu.”
Jing Xan semakin curiga melihat gelagat Long Yuan kemudian bergumam. “Ada apa dengan ayah angkat, kenapa ia setakut itu? Ini baru pertama kalinya aku melihat ia setakut ini.”
Long Yuan berjalan ke arah gerbang Kota Han sambil melamunkan kesalahannya saat mengatakan jika Jing Xan anak angkatnya melebihi tingkat kekuatan dunia ini.
Long Yuan hanya merutuki nasif sialnya yang terlalu khawatir. Jadi ialah yang akan terkena dampak sialnya sekarang.
Saat sudah mencapai gerbang Kota Han. Long Yuan dan Jing Xan tidak di mintai biaya apapun, mereka hanya melihat identitas saja.
“Maaf bisakah saya melihat identitas anda? Saya takut jika anda adalah musuh Kota Han.” Secara terang terangan namun sopan penjaga Kota Han menyapa Long Yuan dan Jing Xan.
Jing Xan langsung maju kemudian melempar identitas klan cabang Jing yang ada di kota ini.
Long Yuan hanya mengangguk kecil, untuk Jing Xan hanya diam saja.
Mereka terus berlalu masuk.
“Siapa orang ini? kenapa komandan menunduk hormat. Walikota pernah bilang kita tidak boleh terlihat lemah kepada kawan maupun lawan,” tanya Komandan tersebut kepada teman komandannya. Ia baru saja datang dan melihat kejadian itu. jadi karena penasaran ia langsung bertanya sambil memberi peringatan.
Komandan A langsung melirik Komandan B yang bertanya sambil menghela nafas panjang.
“Jika kau melihat token identitasnya. Maka kau juga akan melakukan hal yang sama dengan ku.” Jawab Komandan A.
Komandan B langsung mengerutkan keningnya. “Memang apa identitas orang tua dan pemuda itu?”, tanya Komandan B penasaran.
Komandan A langsung melihat kiri kanan, kemudian berbisik. “Dari tokennya walau di sembunyikan cukup baik. Aku sangat mengenal token token identitas Klan Jing. Tadi aku melihat ada lambang pusat di token klan Jing orang tua itu. Jadi aku menduga ia adalah seorang tetua pusat Benua JingXin.”
Tubuh Komandan B langsung bergetar sesaat sambil menatap tajam komandan A. Ia melihat komandan A sangat serius membuatnya semakin berkeringat dingin.
__ADS_1
“Aku harus memberitahukan ini kepada Walikota, jika ada tetua klan pusat Jing sedang berkunjung,” gumam Komandan B kemudian lari.
***
“Apakah ini Pulau Donghan dan hanya ada satu si kota ini yaitu Kota Han? Sangat indah jika di lihat dari dekat.” Kata Bai An.
Dengan cepat ia turun di susul oleh Lin Xue, He Yusi, Fanghu, Pixiu bersama Chu Jia yang kini di gendongannya.
“An'er apa benar yang kau ucapkan tadi?”, tanya Lin Xue.
Ini sudah ratusan kalinya Lin Xue bertanya seperti ini.
Tadi saat Bai An bertemu dengan Bibinya Lin Xue. Lin Xue terus mendesak Bai An untuk menjawab pertanyaannya. Saat Bai An memberitahu semua dengan jujur. Kini Lin Xue terus menerus bertanya tentang orang kuat yang Bai An ceritakan.
“Jika kau tidak percaya ya sudah. Aku tidak memaksa mu untuk percaya Bibi.” Jawab Bai An dengan sedikit jengkel.
Lin Xue dan He Yusi langsung terkekeh kini melihat Bai An sedikit jengkel.
Untuk Fanghu hanya menggeleng kepalanya saja. Ia tahu ini pasti ulah He Yusi untuk meminta bantuan kepada Lin Xue untuk terus bertanya kepada Bai An. Agar langsung di jawab. Tapi harapan kedua wanita itu sirna, karena sampai saat ini Bai An selalu berkata lihat saat bertemu.
“Sudah sudah,, kita masuk ke kota saja dulu untuk istirahat, besoknya baru bertemu orang yang di maksud oleh Nak An'er,” kata He Yusi menengahi.
He Yusi tidak mau memanggil Bai An sebutan Tuan Muda, ia senang memanggil Bai An dengan sebutan Nak.
Bai An hanya mengiyakan saja.
Bai An mendengus saat mendengar perkataan He Yusi, karena ia tahu ini perbuatan He Yusi yang sekongkol dengan Bibinya untuk terus mendesaknya.
Bai An, Pixiu, Fanghu berjalan lebih dulu.
Untuk He Yusi dan Lin Xue kini tertawa kecil di belakang.
Di paling belakang Po Hen mengikuti, sambil membawa beberapa barang antik. Karena cincin penyimapanan mereka semua penuh, jadi Po Hen dan anak buahnya hanya bisa membawanya dengan tangan kosong.
Bai An dan yang lainnya terus berjalan. Bai An dapat merasakan banyak sekali mata mengintai mereka dari kejauhan. Tapi karena Bai An merasakan niat apa apa dari mereka. Jadi Bai An membiarkannya saja
Sedangkan Fanghu melirik ke arah utara sambil tersenyum kemudian berkata melalui telepati. “Kita akan bertemu nanti, biarkan kami istirahat dulu.”
__ADS_1
“Baiklah, langsung saja datang ke Kediaman Walikota Tuan.”
Setelah orang itu mengatakan hal tersebut ia langsung menghilang.