Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Keadaan Keluarga Bai An dan Sosok Mengerikan


__ADS_3

Sementara Assasint tersebut kini mulai membuka matanya.


“Ukkhh..!! Aku ada dimana?” Gumam assasint tersebut kemudia melirik ke arah kaki dan tangan kirinya yang telah hilang.


Assasint tersebut hanya bisa menghela nafas panjang, walau ia bisa menumbuhkan anggota tubuhnya yang telah hilang, tapi tetap saja itu membutuhkan banyak sumberdaya dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.


Setelah beberapa saat, ia tiba-tiba mengingat sesuatu. Dengan cepat ia melihat ke arah kiri.


Saat ia melihat ke arah kiri, ia langsung melihat seorang pemuda yang mirip dirinya kini sedang memulihkan dirinya. Walau ia tak bisa melihat wajah Bai An, karena Bai An menggunakan tudungnya kembali, tetap saja ia tahu itu adalah Bai An terlihat dari auranya.


Beberapa menit kemudian. Bai An lebih dulu membuka matanya.


Saat membuka mata, mata Bai An langsung tertuju ke arah orang yang kini sangat mirip dengannya, tapi Bai An melihat jika umur orang yang mirip dengannya ini, lebih tepatnya orang tersebut berumur 5000 tahun lebih.


“Hmm..!! Melihat kau telah sadar sebenarnya aku ingin bertanya, tapi karena kondisimu yang cukup parah. Lebih baik kau memulihkan dirimu lebih dulu,” kata Bai An dengan sedikit menghela nafas.


Assasint yang mirip Bai An langsung mengangguk setuju.


Bai An langsung melempar cincin penyimpanan ke arah assasint tersebut, setelah itu assasint tersebut melihat isinya. Tak lama ia langsung mengangguk.


“Terimakasih,” kata assasint tersebut sedikit tersenyum tulus.


Bai An melambaikan tangannya. “Tidak perlu berterimakasih, aku membantuku karena aku juga butuh bantuan dari mu,” kata Bai An biasa saja.


Bai An sengaja begitu karena ia masih belum mengenal jelas siapa assasint di depannya ini.


Setelah itu, assasint tersebut langsung menggunakan beberapa pil dan sumberdaya pemberian Bai An.


Tak lama kemudian, Lang Zai, Pixiu dan Tu Long selesai memulihkan dirinya.


Mereka bertiga langsung maju ke arah Bai An.


“Tuan muda, apa langkah selanjutnya yang kita ambil?, aku yakin jika mereka sudah bergerak dan memburu kita semua karena kedok mereka terbongkar,” kata Lang Zai dengan serius bertanya kepada Bai An.


“Hmm..!! Untuk saat ini kita diam terlebih dahulu sampai orang yang mirip diriku ini memulihkan dirinya serta menumbuhkan tangan dan kakinya,” jawab Bai An dengan santai.


Lang Zai dan Pixiu langsung mengangguk, sementara Tu Long yang pikirannya entah kemana langsung berkata.

__ADS_1


“Aku akan membunuh orang itu, termasuk semua yang ingin memburu Tuan muda,” terlihat Tu Long kini matanya berapi-api sambil menggenggam erat tanganya.


Bai An, Lang Zai dan Pixiu langsung menghela nafas berat, walau mereka sudah tahu ini adalah jebakan, dan mereka sedang di kendalikan, tapi tetap saja mereka tidak bisa melawan Zin Ho.


Tapi satu hal yang ada di dalam otaknya, yaitu apa maksud Mu Xia'er mengirimnya kesini? Apakah karena ada Yu'er atau orang ini atau ada hal lain.


Bai An juga berpikir dan tahu Mu Xia'er sedang di kendalikan, tapi bagaimana bisa Mu Xia'er bisa tahu jika ada orang yang mirip dirinya atau Yu'er ada di dunia ini?


Apakah Mu Xia'er menyembunyikan ini dari orang yang telah mengendalikannya dan sengaja memberitahu orang tersebut dengan banyak alasan agar ia setuju jika Bai An dan para saudaranya ke dunia setengah dewa ini.


Bia An hanya menghela nafas panjang, ia kini tak mau terlalu banyak berpikir, hanya satu yang Bai An akan lakukan, yaitu meningkatkan diri lagi untuk menghadapi musuh yang sedang menunggunya.


...___________________...


Jauh di Alam Dewa.


Tepatnya di sebuah dimensi kecil kini Bai Chen, Bai Luan dan seluruh keluarga terkekeh dengan tatapan mengejek ke arah Ling Mei palsu.


Mereka semua di rantai dan yang paling tersiksa adalah Mu Xia'er.


Mu Xia'er adalah orang yang paling bahagia mendengar berita jika Bai An dan para saudaranya lepas dari Zin Ho.


Rencana Mu Xia'er ternyata berhasil mengelabui Ling Mei palsu.


Sebenarnya bukan palsu, namun wajah mereka memang mirip karena ia adalah kakaknya Ling Mei yang bernama Ling Qie.


“Kau akan terus tersiksa seumur hidupmu, kau mengira jika keponakan tampanku itu akan datang menyelamatkanmu?” Kata Ling Qie tertawa mengejek ke arah Mu Xia'er, lalu menambahkan. “Tentu saja tidak, karena aku memiliki beribu cara untuk menipunya lagi dan membuatnya melawan mereka.”


“Hmm..!! Aku juga lupa jika saat ini adik ku tercinta sedang di bawa kesini,” kata Ling Qie melirik ke arah Bai Chen.


“Kau,,” teriak Bai Chen kini mulai mengamuk sekuat tenaga. Tapi tetap ia tidak bisa melakukan apapun karena eneegi mereka semua di segel.


Tak lama kemudian datang beberapa orang dengan menggunakan jubah mereka.


“Nyonya, para Kaisar Dewa mencurigai kita telah mengendalikan anak tersebut karena Kaisar Dewa Sesat sempat merasakan aura keberadaan Zin Ho.” Kata orang berjubah tersebut langsung berlutut.


Ling Qie langsung melambaikan tangannya santai. “Nanti aku akan menemui mereka dan mengatakan bagaimana aku yang mengajak mereka bekerjasama dengan mereka bisa bermain belakang,” kata Ling Qie acuh.

__ADS_1


Setelah itu ia melirik ke arah Bai Chen dengan tatapan menyeringai.


Tak lama kemudian Ling Mei datang dengan penuh luka, walau begitu matanya menatap tajam ke arah kakaknya.


“Hihi,, adik ku tersayang, aku tidak menduga kau bisa menyembunyikan anak ketigamu, lebih-lebih aku tak menduga ia masih hidup,” kata Ling Qie cekikikan, tapi senyumannya itu mengandung makna tertentu.


Ling Mei sebenarnya mempunyai 5 anak.


Pertama Bai Yan, lalu kedua Bai Yun, di susul Bai?, Bai Yin dan terahir Bai An.


Wajah Bai An bisa mirip dengan Bai? karena mereka sama-sama mempunyai Energi Semesta, tapi Energi Semesta kakak ketiga Bai An telah di segel oleh Ling Mei agar putra ketiganya yang selalu di buru bisa aman.


Mereka juga sengaja terpisah dari putra ketiganya agar putranya tetap aman dan menyuruhnya mengembangkan diri agar bisa lebih kuat dan bisa menjaga diri.


“Siksa mereka semua, aku ingin mereka menderita selamanya dan jangan biarkan mereka sampai mati,” kata Ling Qie dengan dingin.


Setelah itu Ling Qie menghilang, tak lama kemudian ia muncul di depan pintu gerbang yang terlihat sangat kuno di sertai tekanan yang mengerikan.


Ling Qie sendiri sampai berkeringat dingin merasakan tekanan dari aura tersebut.


“Tu.. Tuan ku, aku sudah menjalankan semua perintahmu, tak lama lagi Tuan akan menguasai Semesta kecil ini,” kata Ling Qie dengan terbata-bata, ia terlihat berusaha memberanikan diri untuk bicara.


Srekk..!!


Pintu terbuka sedikit dan Ling Qie ini kedua kalinya dapat melihat wajah Tuannya yang sangat mengerikan.


Wajahnya jauh berbeda dengan wajah manusia, monster, elf atau iblis sekalipun.


Tentu saja berbeda, karena ia tak berasal dari Semesta ini.


“Hmm..!! Bagus, ini hadiah untukmu,” kata suara berat namun suaranya seperti anak-anak.


Dengan cepat Ling Qie mengambil botol yang di lempar.


Setelah itu?


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2