
2 Hari telah berlalu, kini Bai An, Jing Ling dan Tu Long sedang melesat ke arah Hutan Kematian.
Terlihat wajah Tu Long masih lebam akibat di pukuli Jing Ling dua hari lalu.
Bai An dan Tu Long juga memutuskan untuk melihat nanti saja saat kembali, apa yang pernah mereka temukan saat berburu. Jing Ling hanya mengiyakan saja.
Tap tap..!!
“Kita akan memasuki wilayah Hutan Kematian, di sini banyak sekali bahaya mengintai, hati-hati lah karena di sini banyak Bintang Roh Iblis yang setara Ahli Suci.” Kata Jing Ling memperingati.
Bai An dan Tu Long langsung mengangguk. Bai An juga dapat merasakan sedikit aura kematian di dalam hutan ini. Walau ia masih belum merasakan adanya Binatang Roh Iblis di sekitaran sini.
Wuss..!!
Mereka bertiga langsung melesat di lebatnya Hutan Kematian.
Baru saja 3 Km mereka melesat.
Sebuah serangan tiba-tiba langsung melesat ke arah Tu Long.
Tu Long yang memiliki penciuman tajam langsung mengayunkan tinjunya.
Bam..!!
Bintang Roh Iblis berjenis Harimau langsung terlempar cukup jauh.
Tu Long tidak berhenti begitu saja, ia langsung melesat ke Harimau bewarna hitam itu lalu mengayunkan tinjunya.
Tinju Tu Long terlihat sederhana, tapi bagi Harimau Hitam itu, itu adalah tinju yang bisa membuatnya mati begitu saja jika terkena pukulan Tu Long.
Dengan cepat Harimau Hitam tersebut mengencangkan keempat kakinya.
Bam..!!
Bertepatan dengan Tu Long akan memukul wajah Harimau Hitam. Harimau Hitam tersebut mampu menghindar ke samping.
“Heh,, gerakan Harimau ini cepat juga,” kata Tu Long terkekeh.
Sementara Bai An dan Jing Ling hanya menonton dari kejauhan.
Mereka berdua juga merasakan ada banyak mata kini sedang mengintainya. Tapi Bai An dan Jing Ling tetap santai karena tingkatan para Binatang Roh Iblis ini masih di bawah tingkatan Tu Long.
Jadi mereka yakin Tu Long akan mampu menghadapinya.
Sementara Tu Long kini menyeringai kejam. “Jadi ini yang di maksud Jing Ling dengan menyuruhku ikut untuk pelatihan, ini sangat bagus,” gumam Tu Long.
Tu Long kemudian berlari ke arah Harimau Hitam. Dengan cepat tangan Tu Long membentuk cakar dan mengayunkannya ke arah Harimau Hitam.
Harimau Hitam langsung kembali mengencangkan keempat kakinya.
Kaki Harimau Hitam seperti pir, dengan cepat ia melompat ke arah samping.
__ADS_1
Crash..!!
Saat Harimau Hitam melompat ke arah kiri, Harimau tersebut tidak tahu jika Tu Long langsung ikut mengayunkan tangan kirinya.
Kini Tu Long tersenyum melihat luka di samping kiri perut Harimau Hitam.
Penciuman dan pendengaran Tu Long sangat tajam. Ia sempat mendengar sebuah bunyi pada kaki Harimau tersebut. Jadi Tu Long menduga itu yang membuatnya cepat dalam menghindar.
“Hehe,, kalian yang di sana. Apa kalian tidak kasihan melihat teman kalian saat ini sedang menderita,” kekeh Tu Long.
Tak menunggu lama, para gerombolan Harimau Hitam datang.
Yang terkuat adalah yang terbesar.
Terlihat ia kini seperti benci saat merasakan aura dari tubuh Tu Long yang seorang Monster.
Gerrr..!!
“Hoho,, sepertinya kau sangat membenci Bangsa Monster seperti diriku,” kekeh Tu Long.
Saat Tu Long mengeluarkan pedangnya. Bai An langsung bicara melalui telepati.
“Jangan menggunakan pedang, ini untuk memperkuat tubuhmu saat menggunakan tubuh anggota tubuhmu untuk melawan mereka.”
Tu Long kembali memasukkan pedangnya kemudian melesat sambil mengayunkan tinjunya ke arah dua harimau yang kini sedang menerjam ke arahnya.
Bam..!!
Bam..!!
Belum sempat Tu Long mendaratkan kakinya. 3 Harimau langsung menerjam kembali, satu mengguna cakarnya, dua membuka mulutnya bersiap menerkam Tu Long.
Tu Long langsung menggunakan kaki kanan untuk menendang ketiga harimau tersebut saat kaki kirinya kini berpijak di tanah.
Bam bam bam..!!
Ketiga harimau tersebut terlempar, Tu Long kembali bergerak saat Harimau-harimau tersebut kini semua mati.
Dengan semangat Tu Long mengayunkan tangannya.
Bom..!!
Semua Harimau kini terkapar kecuali Harimau yang paling besar.
Dengan cepat Harimau yang paling besar meraung kemudian menyerang ke arah Tu Long.
Goarr..!!
Wuss..!!
Cakar Harimau Hitam besar itu hampir mengenai Tu Long.
__ADS_1
Dengan cepat Tu Long ikut mengayunkan cakarnya.
Bam..!!
Tu Long langsung mundur satu langkah, sedangkan Harimau Besar tersebut diam di tempatnya dengan angkuh ia memamerkan giginya.
Gerr..!!
“Hmm..!! Untuk kekuatan fisik Tu Long kalah, tapi Tu Long bisa menghadapinya karena ia sangat cerdas dalam hal menghadapi musuh yang jauh lebih kuat darinya,” kata Jing Ling mengutarakan pikirannya saat melihat Tu Long bisa mundur satu langkah. Dari yang Jing Ling lihat, sebenarnya Tu Long bisa mundur 10 langkah saat menghadapi Harimau Hitam tersebut.
Sementara Bai An terkekeh kecil. “Apakah kau yakin Tu Long kalah beradu fisik?” Kata Bai An tersenyum.
Jing Ling yang mendengar itu langsung melihat ke arah Harimau Hitam untuk melihat apakah ada luka atau sedikit berbeda, tapi Jing Ling melihat Harimau Hitam tersebut sangat sombong yang mana membuktikan jika Harimau tersebut menang saat beradu fisik.
“Hmm.. Aku cukup yakin, coba kau perhatikan tingkah Harimau tersebut yang sangat sombong, itu membuktikan jika ia menang tadi saat beradu dengan Saudara Tu,” kata Jing Ling menunjuk ke arah Harimau.
Bai An langsung menggeleng. “Kau akan tahu sebentar lagi, kau lihat pertarungan mereka dengan teliti.” Kata Bai An dengan serius.
Jing Ling langsung mengangguk lalu melirik ke arah Tu Long yang santai menunggu Harimau tersebut menyerangnya.
“Hoaamm..!! Kau terlalu banyak gaya, cepat kesini serang aku harimau jelek,” kata Tu Long mengejek.
Seakan mengerti tantangan dan ejekan dari Tu Long. Harimau tersebut langsung melesat ke arah Tu Long.
Saat Harimau tersebut kembali mengayunkan cakar kanannya. Tu Long dengan santai ikut mengayunkan tinjunya.
Bam..!!
Cakar beserta kaki kanan Harimau Hitam itu langsung bengkok.
Gerr...!!
Geraman kesatikan dari Harimau tersebut cukup memilukan dan nyaring di telinga Tu Long.
“Hehe,, kau tidak menyangka bukan?” Kekeh Tu Long.
Dengan cepat Tu Long melesat lalu memukul kepala Harimau tersebut.
Bom..!!
Kepala Harimau tersebut langsung meledak tanpa perlawanan, harimau tersebut tidak melawan karena ia tidak bisa melihat gerakan Tu Long, terlebih kakinya juga patah.
Jauh dari tempat Tu Long, kini Jing Ling melototkan matanya.
Ia paham maksud dari kata-kata Bai An tadi.
“Apakah saat mereka beradu fisik tadi, Tu Long sudah mematahkan kaki Harimau tersebut?” Tanya Jing Ling ke arah Bai An.
Bai An menggeleng. “Tu Long hanya memukul sendi kaki Harimau tersebut agar saat Tu Long kembali beradu fisik, kaki harimau itu akan gampang patah. Kau juga lihat tadi saat ia mundur itu, sebenarnya ia sengaja agar Harimau Hitam itu sombong karena merasa di atas angin. Itu juga kesempatan Tu Long lebih mudah melawannya karena merasa di atas angin.”
Mendengar itu Jing Ling langsung kagum kepada Tu Long yang sangat pintar dalam bertarung.
__ADS_1
Tak lama Tu Long datang dengan wajah semangat.