Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Merampok Harta Secara Terang-Terangan


__ADS_3

Sementara Duan Du dan Tu Long saling melirik sambil tertawa dalam hati.


Mereka berdua tentu saja sangat senang melawan Hu Tang dan Hu Jat, kekuatan mereka berdua adalah Dewa Biru ⭐ 3 Awal dan Dewa Biru ⭐ 2 Puncak.


Sebenarnya Tu Long bisa saja menghadapinya sendiri, tapi ia mendapatkan pesan telepati dari Bai An agar mengikuti strategi Duan Du nanti saat bertarung.


Tu Long juga menekan kekuatannya menjadi Dewa Biru ⭐ 1 Awal, sehingga ia harus bertarung menggunakan kekuatan yang ia tekan tersebut.


Sementara orang-orang kini mulai berbisik-bisik dengan apa yang mereka dengar tadi.


Tapi Bai An, Duan Du, Tu Long, Hu Tang dan Hu Jat tidak terlalu memikirkan bisikan mereka.


Hu Jat langsung bertanya.


“Dimana kita akan bertarung?”


“Hmm..!! Bagaimana di reruntuhan klan Hei, karena saat ini tempat tersebut sudah menjadi arena pertarungan.” Kata Duan Du memberikan saran.


“Itu bagus juga, ayo kita kesana,” ajak Tu Long, ia kini sudah tidak sabar bertarung.


Mereka semua mengangguk lalu keluar dari sana.


Setelah kelompok Bai An keluar bersama Hu Tang dan Hu Jat.


Orang-orang yang mendaftar menjadi kelompok pembantai langsung keluar dari sana karena ingin menonton pertarungan dan menebak siapa yang akan keluar jadi pemenang.


Sementara Bo Long kini tubuhnya bergetar berusaha menahan diri karena ia juga sangat ingin bertarung.


“Apa aku juga harus pergi menonton ya?” Gumam Bo Long berpikir-pikir, jika ia pergi maka tidak ada yang menjaga tempat ini.


Walau Ko Cok ada, tapi jika ada serangan maka Ko Cok pasti tidak mampu menahan diri lalu menghancurkan tempat ini yang membuat Long Yuan bersama para saudara terganggu.


Karena terlalu banyak berpikir, kini Bo Long langsung menghilang. Ia sudah tidak bisa menahan diri untuk ikut menonton pertarungan.


Tap tap..!!


Saat ini Bai An dan yang lainnya telah sampai di arena pertarungan.


Tu Long tanpa menunggu lama langsung melesat ke tengah arena.

__ADS_1


Sedangkan Duan Du melirik ke arah Bai An, Bai An langsung mengangguk.


Duan Du langsung ikut melesat ke tengah arena.


Hu Tang dan Hu Jat juga tak mau kalah, mereka berdua langsung melesat ke tengah arena.


Bai An pun ikut ke tengah arena guna menjadi juri.


“Baiklah, sebelum pertarungan di mulai, apakah ada yang ingin memasang taruhan,” kata Bai An tersenyum sederhana.


Orang-orang yang mengintip di balik tembok langsung keluar dan berdiri di luar arena sambil melirik ke arah teman maupun orang-orang yang ikut menonton.


Tak lama kemudian kini semakin banyak orang yang menonton, Bai An yang melihat itu tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengumpulkan uang.


“Kalian dapat melihat mereka, saat ini aku masih belum menyuruh mereka membuka tudung mereka masing-masing. Jika tudung sudah di buka bersama mereka harus mengeluarkan aura mereka agar kalian dapat merasakan tingkat kekuatan orang yang ingin kalian pasangkan taruhan, tapi tentunya itu taruhannya tidak akan setara karena perbedaan tingkat kekuatan.” Kata Bai An dengan santai, tapi senyum licik dapat terlihat di wajah Bai An jika di perhatikan dengan teliti.


Bai An kemudian melirik ke arah Duan Du, Tu Long, Hu Tang dan Hu Jat.


Seakan mengerti tatapan dari Bai An, mereka semua mau tak mau harus membuka tudung mereka masing-masing.


Wuss..!!


Woah..!!


“Bukankah itu Hu Tang dan Hu Jat, dua klan Hu yang tersisa dan terkuat.” Kata salah satu iblis murni.


“Iya, dia adalah ahli Dewa Abadi terkuat.” Kata salah satu manusia yang cukup tua.


“Benar, lihat juga tingkat kekuatannya kini meningkat, kakaknya Hu Tang memiliki kekuatan Bintang Biru ⭐ 3 Awal dan adiknya Hu Jat memiliki kekuatan Dewa Biru ⭐ 2 Puncak. Kata salah satu iblis murni lagi.


“Lihat, sedangkan orang yang mereka lawan kekuatannya sangat lemah, yaiu Dewa Biru ⭐ 1 Awal dan yang paling muda Setengah Dewa Puncak. Kata pemuda dari ras manusia.


“Jika begini kita langsung saja pasang taruhan untuk orang terkuat di ahli Dewa Abadi,” kata salah satu Ras Binatang Spiritual.


Teriakan para penonton langsung menggema di seluruh arena, bahkan teriakan mereka dapat terdengar hingga setengah bagian Kota Chen yang begitu luasnya.


Bai An yang melihat teriakan penonton dengan cepat mengambil langkah.


“Baiklah, kalian sudah dapat melihat kekuatan mereka masing-masing, tanpa banyak bicara lagi aku akan membuka taruhan untuk sisi kiri 1 dan sisi kanan 13. Jadi 1 berbanding 13,” kata Bai An sedikit menggunakan energinya.

__ADS_1


“Aku pasang 13, yaitu Hu bersaudara 1 miliar kristal tingkat tinggi dan 10 juta kristal emas,” teriak salah satu ahli Dewa Abadi, ia mengeluarkan seluruh hartanya untuk bertaruh kepada Hu Tang dan Hu Jat.


“Aku pasang Hu bersaudara 5 juta kristal berlian,” teriak ras manusia.


Suara teriakan orang memasang taruhan terus terdengar dan kebanyakan memasang taruhan kepada Hu Tang dan Hu Jat.


Hingga salah satu penonton dari ras manusia, ia adalah anak berusia 17 tahun sama dengan usia Duan Du saat ini.


“Aku pasang kedua orang itu,” tunjuk pemuda tersebut langsung melempar 10 kristal tingkat rendah.


Seketika terdengar tawa dari semua orang.


“Haha,, hei anak muda, kenapa kau tidak membeli makanan saja dengan uangmu itu, aku yakin kau akan kenyang,” ejek salah satu ahli dewa abadi dari ras setengah manusia.


Pemuda tersebut hanya bisa tersenyum kecut saat mendengar ejekan tersebut tanpa bisa membalas ucapan ahli tersebut.


Ia sengaja mempertaruhkan uangnya ikut bertaruh karena ia cukup yakin dengan Tu Long dan Duan Du yang tenang saja dari tadi. Hal itu membuatnya berpikir jika ada kesengajaan atau penipuan dengan taruhan ini yang membuat orang-orang bangkrut.


Ini bahkan lebih terlihat perampokan di depan mata tanpa membunuh atau menyentuh yang ingin ia rampok.


Dugaan pemuda ini cukup benar.


Bai An yang melirik pemuda itu langsung melirik ke arah Duan Du yang kini sedang tersenyum kecut.


“Apakah ini yang di maksud kakak dari awal?” Gumam Duan Du.


“Tidak-tidak, pasti ada yang lebih dari ini, tidak mungkin ia bilang sesuatu menarik jika menarik hal kecil seperti ini. Pasti ada yang menarik perhatian kakak lebih besar dari ini,” gumam Duan Du sambil melirik ke segala arah, namun ia masih belum menemukan sesuatu yang cukup menarik di matanya.


Sementara di tempat Bai An kini mulai mengangkat tangannya sambil berkata.


“Pasang taruhan kalian lebih banyak lagi, karena waktu taruhan akan tutup dalam 10 menit lagi.”


Mendengar itu, orang-orang yang baru datang dengan cepat memasang taruhan, dan orang-orang yang masih jauh tapi dapat mendengar suara Bai An dengan cepat melangkah agar tidak ketinggalan untuk memasang taruhan.


“Woah,, Tuan muda ini perampok tak berperasaan,” kekeh Bo Long dari jauh.


...__________...


Maaf telat update, karena author sibuk entri data orang-orang yang sudah di vaksin 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2