Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sebuah Keberuntungan


__ADS_3

Dan yang paling kuat itu berada di tingkat Dewa Langit Ahir. Yaitu monster kadal yang tadi bisa bahasa manusia.


Setelah mengumpulkan semua monster terkuat. Bai An memasangkan segel budak kepada mereka semua.


Dan benar saja. Saat Bai An menanyakan nama monster yang sama bentuknya, seperti 3 monster berkepala kadal yang sudah menjadi budaknya.


Setiap pengucapan namanya berbeda walaupun nama mereka sama. Seperti di setiap daerah walau kata-kata sama tapi logat pengucapannya berbeda.


Tapi karena pusing harus mengikuti pengucapannya. Bai An memberikan nama kepada monster yang ia pasangkan budak agar tidak ribet.


Beberapa menit kemudian.


Lang Zai dan Mu Xia'er datang dengan ribuan monster yang telah di tundukkan oleh Lang Zai.


“Tuan muda, apakah kau sudah lama menunggu di sini?” tanya Lang Zai yang baru saja sampai.


Bai An tidak menjawab, melainkan melihat banyak sekali monster kuat yang ada di belakang Lang Zai. Bahkan ada yang hampir berbentuk manusia dan kekuatannya pun berada di tingkat Dewa Penguasa Puncak.


“Lang Zai, bagaimana caramu menundukkan begitu banyak monster ini?” tanya Bai An heran.


“Hehe,, itu gampang. Aku tinggal menundukkan ketua mereka setelah menundukkan ketua mereka maka pengikutnya akan ikut tunduk. seperti dia. Dia adalah ketua yang memimpin 2000 monster.” Tunjuk Lang Zai ke arah monster yang hampir menyerupai manusia. Bahkan tingginya hampir mirip manusia.


“Terus bagaimana caramu menundukkannya, dengan tingkat kekuatanmu yang hanya Dewa Lamgit Puncak seperti diriku? Atau jangan bilang dengan nama. Karena itu tidak mungkin kau bisa mengetahui pengucapan namanya.” tanya Bai An.


“Hehe, awalnya aku melawannya tapi kalah. Saat aku akan di bunuh. Nona Xia memberitahukan cara penyebutan namanya,” jawab Lang Zai sambil menggaruk namanya.


Bai An hanya memgangguk.


“Apa mereka dapat di percaya, aku takut jika semua monster tidak di pasang segel budak mereka akan berkhianat?” Tanya Bai An.


“Anda bisa tenang Tuan muda. Walau kami monster berwajah menyeramkan. Tapi kami tidak pernah berkhianat kepada Tuan kami sendiri.”


Yang menjawab bukan Lang Zai. Namun monster yang hampir berwujud manusia.


Bai An melirik Mu Xia'er dan Mu Xia'er langsung mengangguk membenarkan.


“Baiklah, jika begitu. Tapi apa kau tidak keberatan jika hanya kau yang ku pasangkan segel budak.”


“Saya tidak keberatan Tuan muda,” jawab monster tersebut.


5 menit kemudian. Setelah Bai An memasang segel budak dan memberikan nama. Bai An memikirkan beberapa rencana.


“Tu Long, kau sekarang adalah pemimpin semua monster di dunia jiwa ku ini.” Kata Bai An lalu menambahkan. “Kalian para monster apakah tidak bisa memakan daging atau apa. Selain manusia?”

__ADS_1


Tu Long mengangguk lalu menjawab. “Kami sebenarnya bisa memakan apa saja yang terpenting itu daging. Tapi jika kami memakan manusia, kekuatan kami bisa meningkat pesat, karena manusia itu adalah energi kami.”


Tu Long agak gugup saat ia menjawab.


“Apakah kalian bisa memakan manusia yang sudah mati. Kebetulan aku ada sekitar ratusan mayat manusia.” Tanya Bai An.


Mata Tu Long dan beberapa monster yang di belakang Tu Long langsung bersinar.


“Bisa Tuan muda. Jumlah ratusan itu sangat banyak, di dunia kami. Kami tidak berani membunuh lebih dari 10 manusia dalam waktu satu bulan karena mereka ternak kami.”


“Hmm,, jumlah mayat ini lebih dari 500. Jika kalian memberikan kontribusi bagus untuk ku, aku akan memberikan kalian 10 mayat manusia dalam waktu satu bulan untuk satu monster, tidak peduli itu monster berjenis apa di antara kalian.” Kata Bai An tersenyum licik.


“Kami siap melaksanakan perintah,” teriak semua monster tersebut dengan suara keras. Tapi yang Bai An mengerti hanyalah budaknya saja.


“Baiklah kalian semua bisa pergi kemana saja di dunia jiwa ini. Tapi kalau bisa kalian buatlah sebuah Kota yang di kelilingi oleh benteng yang kokoh,” kata Bai An.


Saat semua monster akan pergi. Bai An manggil Tu Long dan para budaknya.


“Tu Long, jika kau jujur dan tidak sembarang membunuh manusia saat aku menugaskanmu nanti. Aku akan memberikanmu ini sebagai hadiah,” kata Bai An mengeluarkan arak buatan klan Duan.


“Apa ini Tuan muda?”, tanya Tu Long.


“Kau bisa mencobanya.”


“Ini enak sekali. Lebih lezat dari daging dan darah manusia,” kata Tu Long dengan mata melotot.


Bai An mengangguk lalu. Bai An menyuruh Tu Long membawa 10 anggota yang menurutnya kuat.


“Tugasmu adalah mengacau di Benua Hang Chen. Lebih tepatnya markas musuh-musuh ku.” Kata Bai An lalu menjelaskan secara rinci tentang Kelompok Teratai Hitam dan pengikut Liu Wang. Bai An juga mengeluarkan sebuah peta Benua Hang Chen dan menunjuk titik merah ini adalah markas musuh.


Bai An juga mengingatkan Tu Long beberapa kali agar tidak membunuh manusia secara sembarangan. Kecuali musuhnya.


Setelah itu Bai An melirik Tu We monster berkepala kadal.


“Aku menugaskanmu untuk melihat semua monster di sini dan suruh mereka berlatih dengan giat. Jika mereka malas berlatih. Mereka tidak akan mendapat jatah daging manusia, kalian semua Tu We akan menjadi ketua kalian jadi ikuti perintahnya.” Kata Bai An kepada semua budaknya.


“Baik tuan muda,” jawab Tu We lalu pergi bersama para monster setelah mendapat tugas dari Bai An.


“Saudara Lang Zai, apa kau akan ikut atau tetap berlatih di sini?”


“Tentu saja aku ikut,” jawab Lang Zai dengan cepat menghampiri Bai An.


Bai An langsung merobek ruang lalu muncul lubang hitam.

__ADS_1


Bai An langsung keluar bersama Lang Zai, Long Yuan, Pixiu dan Tu Long bersama 10 pengikutnya.


Wuss..!!


Bai An muncul di kamarnya bersama yang lain.


“Tu Long, aku berubah pikiran. Kau diam di sini karena firasatku tidak enak. Dan kalian bersepuluh bisa pergi menggantikan Tu Long. Kau sebagai pemimpinnya,” kata Bai An menunjuk Monster berkepala elang.


Tu Long langsung menerjemahkan ucapan Bai An kepada pengikutnya. Mereka semua mengamgguk dengan patuh lalu menghilang dari sana.


“Eeh.. Mereka bisa berteleportasi,” kata Bai An cukup terkejut.


“Tentu, mereka adalah ahli membunuh tersembunyi ku, atau yang di sebut oleh Tuan muda assasins,” jawab Tu Long.


Bai An langsung mengangguk lalu melihat Lang Zai, Long Yuan dan Pixiu masih asik minum.


“Kalian bisa kembali ke kamar kalian. Aku akan pergi bersama Tu Long dulu, untuk melihat sesuatu.”


Bai An langsung pergi bersama Tu Long saat ia melihat ketiga saudaranya mengangguk.


Wuss..!!


Wuss..!!


Saat ini Bai An dan Tu Long sudah di luar Kota Han.


“Tu Long, kau bilang tadi punya penciuman tajam?”, tanya Bai An sambil berjalan santai.


Tu Long mengangguk sebagi jawaban.


“Coba kau cium jubah ini,” kata Bai An mengeluarkan jubah Jendral Liu yang ia bunuh beberapa waktu lalu.


Tu Long langsung mengambilnya lalu menciumnya.


Hmmm..!!


“Ada apa?” tanya Bai An penasaran saat melihat wajah Tu Long yang sangat marah.


“Aku mencium ada bau Monster penghianat dari bau baju ini.” Kata Tu Long.


“Penghianat? Bagaimana bisa? Kau baru saja datang ke dunia ini.”


“Monster ini bangsa Ular, mereka dulu bekerjasama dengan manusia dari dunia Guan 01 untuk membunuh leluhur kami, tapi kami berhasil mengusirnya dari Dunia Guan 02, walaupun itu sudah lama bahkan sebelum aku lahir. Kami para Monster benci penghinat,” jawab Tu Long.

__ADS_1


Bai An kini wajahnya sangat bahagia saat mendengarnya. “Keberuntungan selalu memihak kepadaku.” Gumam Bai An.


__ADS_2