Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pembantaian satu pihak


__ADS_3

Setelah mendengar jawaban No 15.


No 07 lalu melirik ke arah No 6, yang mana dia adalah yang terkuat. dan mereka tidak di perbolehkan memanggil nama, melainkan menggunakan kode nomer. Kode nomer itu sendiri membuktikan tentang kekuatan mereka, dari yang terkecil No 0 dialah prajurit terkuat, yang mana mendekati para komandan.


"Ayo kita kesana, aku merasakan ada orang yang kuat disana. Jika kita tidak bisa melawannya kita akan langsung lari, tapi jika tidak bisa lari. Maka langsung kirim informasi tentang orang ini kepada Ketua."


No 06 langsung memberitahukan apa yang ia rasakan kepada No 07, yang mana membuat No 07 mengernyitkan alisnya. Karena ia tidak dapat merasakan kekuatan orang yang dimaksut oleh No 06.


"Ayo cepat, kita buktikan. Apakah ucapanmu ini benar No 06," bukanya No 07 tidak percaya, namun ia merasa No 06 terlalu melebih lebihkan.


***


Xiao Chu kini sedang menatap pangeran pertama dengan amarah yang memuncak. "Dimana Xiao Lee Tan?" Teriak Xiao Chu.


Pangeran pertama dan para pangeran lainnya tertawa, lalu pangeran pertama menyeringai. Ia berkata "Apa kau sudah mencuci leher mu ayah handa."


"Kau!"


Amarah Xiao Chu yang dari tadi ia coba tahan, kini sudah tak terbendung lagi. Saat akan menyerang pangeran pertama, Cen Tian datang yang dari tadi hanya menonton.


"Tenang Ayah mertua!" Tanpa rasa malu Cen Tian langsung memanggil Xiao Chu ayah mertua, yang mana membuat pangeran pertama dan para pangeran lainnya mengernyitkan alis mereka saat mendengar itu.


Setelah Cen Tian datang, mencoba untuk menenangkan Xiao Chu.


Barulah No 15 datang, ia sebenarnya sampai lebih dulu, tapi ia bersembunyi lebih dulu, karena merasa dua orang dibelakang Xiao Chu cukup berbahaya. 1 ia tahu tingkat kultivasinya, dan yang satu nya, ia tidak bisa mendeteksinya. Hal itu membuatnya menonton dari jauh.


"Hati-hati pemuda itu jauh lebih kuat dari ayahmu itu!"


Dengan cepat No 15 memberitahu pangeran pertama.


Pangeran pertama atau biasa di sebut Xiao Sha itu tertegun saat mendengar apa yang di ucapkan oleh orang berjubah hitam di sampingnya.


Begitupun yang lainnya. Mereka lalu melihat ke arah Cen Tian dengan seksama, namun tidak ada hal yang istimewa dari Cen Tian menurut mereka.


Saat pangeran pertama dan yang lainjya mencoba melihat kekuatan Cen Tian, tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara.


"Ooh.. Ho ho ho... Jadi kau orang yang disebut orang berjubah hitam. Atau aku bisa memanggil mu dengan, orang-orang Klan Lee." Cen Tian langsung mencoba memprovokasi No 15, sambil tersenyum.


Saat mendengar itu, No 15 menjadi tegang. Karena rahasia mereka bocor, berarti ada seorang penghianat di kelompok mereka.


Tanpa pikir panjang, No 15 langsung melesat ke arah Cen Tian, No 15 mengeluarkan sebuah belati yang lumayan panjang dari belati yang biasa orang lihat.


"Mati!"


No 15 mengayunkan tangannya ke arah titik pital Cen Tian. Namun serangannya tiba-tiba di halangi oleh Lang Zai.

__ADS_1


Trang...


Hanya dengan lambaian tangan, Lang Zai langsung membuat No 15 mundur cukup jauh.


"Sangat kuat!" Gumam No 15, ia lalu melirik ke arah Lang Zai. "Siapa kalian sebenarnya?" No 15 langsung bertanya.


"Oh, setelah menyerang orang yang lebih lemah, kini kau baru bertanya setelah tahu bahwa aku lebih kuat darimu." ucap Lang Zai dengan sedikit menyeringai.


No 15 mendengus dingin, walau ia tahu jika Lang Zai jauh lebih kuat darinya. Tapi tidak ada jejak keraguan dimatanya. No 15 kini semakin waspada, ia kini harus mencoba bertahan selama mungkin, sebelum bantuan tiba.


Lang Zai yang menyadari itu mendengus, "Bunuh semua yang kalian mampu. Aku yang akan melawan orang-orang berjubah hitam ini." Lang Zai langsung memberikan intruksi kepada Cen Tian dan Xiao Chu.


Cen Tian langsung menyeringai ke arah Pangeran pertama dan yang lainnya. Aura yang dari tadi ia tahan kini langsung menyebar, begitupun Xiao Chu.


Mereka langsung melesat ke arah Pangeran pertama dan yang lainnya. Sedangkan No 15 hanya diam saja, karena mereka hanyalah sebuah pion untuk mereka.


Wusshh..


"Kau adalah sumber penghinatnya, jadi kau yang pertama mati," ucap Cen Tian langsung berteriak mengayunkan pukulan yang terlihat sederhana namun mematikan.


"Jurus ke 2 Naga Penghancur!"


Melihat pukulan Cen Tian yang sangat cepat, karena tidak bisa menghindar. Pangeran pertama langsung menyilang tangannya untuk menahan pukulan tersebut.


Duarr..


Pangeran pertama ataun Xiao Sha terlempar cukup jauh dan menabrak beberapa rumah dan berhenti pada rumah ke 4.


"Huueeeccckk!"


Darah terus keluar dari mulut Xiao Sha, kondisinya sangat parah. Ia mencoba untuk berdiri tapi tidak bisa.


"Ho ho ternyata kau masih hidup, kau lumayan juga bisa bertahan," ucap Cen Tian yang baru saja sampai ketempat Xiao Sha terlempar.


"Bertobatlah di kehidupan berikutnya." Cen Tian langsung menganyunkan tangannya santai ke arah tubuh Xiao Sha yang terlihat ingin mengatakan sesuatu. Namun tubuhnya langsung hancur.


Duuaaarrr...


Suara pukulan Cen Tian terdengar cukup keras saat mengenai Xiao Sha hingga menjadi daging cincang.


Setelah membunuh Xiao Sha.


Cen Tian langsung melesat ke arah Xiao Chu yang kini sedang di kepung oleh para pangeran dan jendral.


Dengan cepat Cen Tian menyerang ke arah orang yang berkumpulan.

__ADS_1


"Mati!"


Cen Tian mengayunkan tangannya lagi, namun tidak menggunakan jurusnya.


Duaaarr..


Beberapa orang yang tidak bisa menghindar langsung mati di tempat, ada juga yang dalam kondisi kritis.


Xiao Chu yang berada ditengah-tengah orang yang mengepungnya tadi beruntung bisa menghindar. Xiao Chu menatap tajam ke arah Cen Tian, ia berniat ingin membantu atau membunuh.


"He he nanti saja berdebat nya Ayah mertua!" Cen Tian langsung terkekeh setelah berucap.


Pangeran ke 2 yang tadi bisa selamat bersama pangeran ke 5 kini kaki mereka bergetar keras, ia melihat ke arah pangeran ke 3 yang sekarat dan beberapa jendral.


"Lari," ucap pangeran ke 2 langsung melesat ke arah belakang.


"Ett Etts! Kau tidak bisa lari begitu saja."


Cen Tian langsung menghadang pangeran ke 2, lalu tangannya langsung memukul kepalanya hingga meledak.


Tebuslah perbuatan mu dulu di ahirat." ucap Cen Tian dingin lalu melihat Xaio Chu yang membantai satu persatu dari mereka yang melarikan diri tanpa pandang itu putranya atau siapa.


Tak mau ketinggalan Cen Tian melesat ke arah beberapa jendral dan komandan yang lumayan cukup jauh melarikan diri, dan membantainya satu persatu.


Sedangkan untuk Lang Zai, kini sedang bermain-main dengan No 15, ia begini demi menunggu rekan-rekan No 15 agar lebih menantang menurutnya. Namun rekan-rekannya belum juga datang.


"Hei, kenapa kelompokmu belum datang? Aku cukup lelah menunggu," ucap Lang Zai.


Setelah berucap Lang Zai langsung melesat ke arah No 15, yang terlihat lengah. Lang Zai langsung mengayunkan tangannya yang seperti cakar.


Sreeekkk...


Tangan kiri No 15 langsung terputus yang mana membuat No 15 berteriak kesakitan sambil meneriaki Lang Zai.


"Aaaaaccckkkk, kurang ajar.. Kau ternyata pecundang, menyerang saat sedang lawan lengah!"


"Bodoh, dalam pertarungan tidak ada yang adil," Jawab Lang Zai sambil menyeringai lalu melesat lagi untuk memotong tangan kanan No 15.


Sreeekkk..


"Aaaccckkk, bangsat!" Sebelum No 15 mengeluarkan kata-kata mutiaranya. Lang Zai langsung menyumpal mulutnya dan melumpuhkan kultivasinya.


Lalu Lang Zai melihat ke arah Cen Tian dan Xiao Chu yang sedang membantai para pemberontak satu persatu.


Ia lalu melihat ke arah satu utara, karena disana juga terjadi pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2