Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Rencana Duan Du Mengadu Domba Musuh


__ADS_3

“Baiklah-baiklah akan aku katakan,” dengus Duan Du memasang wajah cemberut.


“Kalian tahu bukan jika Lin'er di jadikan budak dan di buang ke Alam Dewa Perunggu, saat itu aku menyadari ada beberapa hal menarik, terlebih lagi kini aku melihat wanita rubah itu memiliki hubungan dengan orang yang kita incar, orang itu tak lain adalah musuh kita kak, yaitu Bibi Ling Qie.” Jawab Duan Du terdiam sambil melirik ke arah semua orang dengan senyum tipis.


“Wanita rubah itu terlihat di kendalikan oleh Ling Qie ini, berarti walaupun dulu semua para Kaisar Dewa bekerjasama menyerang Kakek, mereka mungkin mempunyai kesepakatan setelah berhasil memusnahkan klan Ling maka mereka akan kembali normal atau bermusuhan.”


“Terlebih banyak orang mengira klan We adalah penguasa di dunia nyata atau di mata orang awam, padahal mereka tidak menyadari jika Ling Qie adalah penguasa yang sebenarnya dan di balik Ling Qie ini masih belum bertindak hingga membuat Ling Qie diam saja selama ini.”


“Tapi karena saat ini mungkin orang di balik Ling Qie sudah mau bertindak hingga menyuruh Ling Qie bertindak secara hati-hati dan rapi, hal itulah membuat aku menyuruh mereka semua berkumpul disana agar salah satu dari mereka curiga hingga rencana mereka gagal dan berbalik kesana.”


Duan Du tersenyum licik setelah mengahiri kata-katanya.


“Berarti kau sengaja ingin membuat kekacauan ya,, aku suka itu,” kata Tu Long bersemangat.


“Mau mengadu domba orang, sungguh rencana yang cerdik dan licik,” kata Bai An mengangguk mengerti.


Bai An tahu jika Duan Du ingin mengadu domba para Kaisar Dewa saat berkumpul di acara Pelelangan nantinya, termasuk target Duan Du adalah Ling Qie, maka dari itu ia bersikeras ingin membawa Hong Ti untuk di jadikan umpan.


Sungguh kejam memang, tapi itulah dunia kultivator, semua hal akan di halalkan.


“Hehe,, kau tahu juga rencanaku yang sebenarnya kak,” kekeh Duan Du.


“Tentu saja aku cukup teliti saat mendengar jawabanmu sehingga aku tahu, tapi yang membuat aku penasaran, dari mana ide ini terlintas di pikiranmu, terlebih kau sangat yakin menebak wanita rubah itu adalah pengikut Ling Qie?” Tanya Bai An cukup penasaran.


Bai An tentu saja penasaran, karena selama ini mereka selalu bersama, saat bersama Duan Du tidak pernah mengeluarkan kecerdikan maupun kepintarannya lagi, yang ada hanyalah kesenangan maupun kelicikan saja.


“Tentu saja dari ini,” jawab Duan Du menunjuk kepalanya lalu kembali berkata. “Dan juga aku mengetahui dari mana aku menebaknya adalah saat mencium bau energi segel budak Lin'er sama dengan bau tubuh rubah itu, walau sampai saat ini rubah itu belum mengeluarkan energinya, tapi aku yakin hitung dan ingatan ku tidak akan salah.”


Mendengar itu Bai An langsung mengangguk mengerti, karena ia tahu Duan Du ini di sisi lain sangat teliti dan waspada, ia juga dengan cepat memainkan kepalanya pada waktu yang tepat.

__ADS_1


Tapi semenjak bersama dirinya, hal itu membuat Duan Du terlalu malas berpikir, ia kebanyakan bersenang-senang.


Bai An tahu mengapa Duan Du saat ini melakukan hal seperti ini adalah karena Shen Linlin yang di jadikan budak dan ingatannya di hilangkan. Itulah yang membuat Duan Du cukup geram hingga ingin membalasnya dengan beberapa hadiah cukup mengesankan nantinya kepada orang yang telah melakukan itu kepada Shen Linlin.


Duan Du juga tidak hanya memikirkan Shen Linlin, ia juga memikirkan keluarganya, atau keluarga Bai An.


“Hmm..!! Baiklah aku ikuti saja rencanamu karena aku tahu ini juga yang terbaik untuk keluargaku agar mereka tidak di jadikan sasaran target sandera saat tersudut nantinya,” kata Bai An melambaikan tangannya, setelah itu ia meneguk araknya dengan santai.


Mendengar semua pembicaraan mereka dari awal. Xiaong Zai lantas bertanya. “Jadi kapan kita akan berangkat, aku jadi tak sabar ingin ikut bertarung disana.”


“Hmm..!! Jika paman Xiong Zai tidak sabar, maka paman bisa berangkat bersama paman Tu Long terlebih dahulu, karena saat ini kami masih ingin menikmati sisa arak yang telah di keluarkan ini,” kata Duan Du tersenyum lebar sambil menaikkan sebelah alisnya.


Xiong Zai seketika cemberut, baru saja tadi Xiong Zai merasa cukup kagum dengan Duan Du, tapi kini ia sudah mulai kesal dengan tingkah anak ini.


“Heng,, kau ini, apa ingin aku hajar hah,” dengus Xiong Zai.


Bai An langsung mengangkat tangannya. “Kita akan berangkat belakangan, biarkan saja mereka semua berkumpul lebih dulu, karena saat ini kau harus memenuhi janjimu bersama wanita rubah itu, itulah yang membuat Du'er sengaja bilang menghabiskan arak, tapi niat sebenarnya adalah apa yang aku katakan kepadamu barusan.”


Mendengar ucapan Bai An, Xiong Zai langsung paham dan kini menatap Duan Du dengan pandangan kesal karena ia sadar jika Duan Du ingin membuat ia kesal dan marah.


Duan Du hanya mengalihkan pandangan sambil bersiul santai saat rencananya di bongkar oleh kakaknya.


Seketika itu Xiong Zai berdiri dan bersiap menghajar Duan Du.


Duan Du yang melihat itu langsung berlari kecil, mengerjai Xiong Zai kesana kemari.


Karena perbedaan tingkat kultivasi membuat Duan Du semakin mempermainkan Xiong Zai layaknya anak kecil bermain kejar-kejaran.


Jauh dari keributan yang terjadi antara Duan Du dan Xiong Zai. Saat ini Tu Long sedang asik menikmati dunianya sendiri di temani satu kendi arak, sementara Hong Ti yang menjadi penuang minuman ikut menikmati apa yang Tu Long lakukan.

__ADS_1


Bertepatan saat Tu Long ingin meminum araknya, sebuah cakar energi melesat.


Bam..!!


Cakar energi tersebut mengenai gelas di tangan Tu Long yang hendak ia minum, bahkan wajahnya kini di basahi oleh cipratan minuman tersebut.


Pandangan Tu Long seketika menggelap, ia melirik ke arah siapa yang menghancurkan minuman terahirnya.


Saat melihat Xiong Zai baru saja mengayunkan tangannya. Wajah Tu Long seketika kesal.


“Saudara Xiong Zai, apa yang kau lakukan? Kenapa kau harus menghancurkan acara minuman terahirku yang sangat berarti,” teriak Tu Long bertanya dengan kesal.


“Kenapa kau malah memarahiku, yang perlu kau salahkan adalah anak nakal itu, karena saat aku ingin menghajarnya, ia menangkis cakar energiku dan sengaja di arahkan ke tempatmu,” dengus Xiong Zai tak kalah teriak saat membalas teriakan Xiong Zai.


Mendengar itu, Tu Long langsung menatap ke arah Duan Du yang kini terkekeh kecil.


“Anak kurang ajar, aku akan menghajarmu,” teriak Tu Long dan Xiong Zai bersamaan.


Dengan cepat Tu Long dan Xiong Zai melesat ke arah Duan Du.


Duan Du langsung mengeluarkan lidahnya tanda mengejek.


Duan Du sama sekali tidak mewaspadai Tu Long maupun Xiong Zai saat di kejar, karena ia yakin jika mereka berdua tak akan mampu mengejarnya. Hanya yang Duan Du waspadai adalah kakaknya Bai An.


Jika Bai An ikut campur, maka dengan mudah Duan Du akan tertangkap.


Benar saja dugaan Duan Du, saat ini ia merasakan ada benang energi melesat dengan cepat ke arah dirinya guna untuk mengikat kakinya.


Hal itu membuat wajah bahagia Duan Du seketika berubah jelek.

__ADS_1


__ADS_2