
Gong Tanru seketika tertegun saat melihat wajah Bai An. Tubuhnya bergetar keras karena wajahnya itu mengingatkan ia pada Ling Mei dan seseorang yang kini terlihat seperti Bai An adalah kembarannya.
“Kamu kenapa paman Gong?” Tanya Bai An heran, setelah amarahnya mereda.
“Ti.. Tidak apa-apa Pangeran,” dengan cepat dan sedikit gugup Gong Tanru langsung menjawab, lalu menambahkan. “Pangeran jangan memanggil hamba ini Paman. Suatu kehormatan jika pangeran memanggil langsung nama hamba.”
Mendengar itu, tentu Bai An tidak langsung percaya. Tapi ia tidak ingin memperpanjangnya karena setiap orang mempunyai pribadi masing-masing yang tidak harus di ketahui orang lain.
Bai An kemudian melambaikan tangannya. “Tidak, aku tetap memanggilmu paman. Karena kau pelayan ibu ku dan juga kau jangan memanggilku sebutan pangeran di depan orang lain walaupun itu para bawahanku.”
“Ooh,, ya aku lupa memberitahu sesuatu, kamu mungkin pasti akan mengikutiku karena aku mendengar pembicaraanmu. Dan sebagai hukuman karena telah menekanku beberapa waktu lalu. Mulai saat ini kamu menjadi bayang-banyangku dan jangan pernah keluar tanpa seizin dariku,” kata Bai An.
Gong Tanru langsung mengangguk dengan semangat, karena sudah tugasnya adalah melindungi Pangeran dari saat ia datang kedunia ini.
Setelah itu, Bai An merobek ruang. Dengan santai ia melambaikan tangannya lalu melihat ke arah Gong Tanru. “Ayo masuk paman,” ajak Bai An.
Wuss..!!
Setelah keduanya masuk celah dimensi yang di robek Bai An.
Bai An muncul tidak jauh dari Kota Netral, setelah itu mereka langsung melesat pergi ke arah Kota Netral.
Kebetulan hari sudah menjelang pagi, saat ini Bai An melihat jika matahari akan terbit.
Tap tap..!!
Saat sampai, Bai An melihat gerbang kota terbuka dengan santai ia berjalan sendiri dan Gong Tanru kini berada di balik bayang-bayang Bai An. Karena kekuatannya yang tinggi, tidak ada orang yang mampu melihat maupun merasakan kehadirannya kecuali Bai An.
“Berhenti, apakah kau punya Token Kota? Jika tidak, kau tidak boleh melewati pintu ini,” kata Penjaga kota dengan sopan.
Bai An langsung memberikan Token biasa, setelah melihat token berwarna perunggu, Penjaga kota langsung mempersilahkan Bai An masuk.
__ADS_1
Setelah masuk. Bai An dengan santai berjalan, tidak ada yang mencurigainya saat menggunakan jubah bertudung. Itu karena banyak sekali orang-orang yang sengaja menutupi identitas mereka dan pihak kota juga tidak mempermasalahkannya.
Maka dari itu penjaga kota tadi tidak menyuruh Bai An membuka penutup kepalanya.
Saat Bai An berjalan, ia kini melihat Kota Netral ini jauh lebih ramai dari yang biasanya. “Apakah Lelang telah di undur untuk menunggu kedatangan ku?”, gumam Bai An berpikir sebentar.
“Lebih baik aku tidak langsung menemui mereka, dan mencari beberapa informasi lebih dulu,” gumam Bai An sekali lagi, kemudian mencari sebuah kedai. Karena kedai adalah tempat yang cocok.
Tak menunggu lama, Bai An melihat kedai. Ia langsung masuk ke dalam tanpa ada halangan.
Tap tap..!!
Setelah duduk, seorang pelayan wanita dari Ras manusia datang dengan menunduk hormat.
“Apakah yang anda ingin pesan Tuan? Di sini ada berbagai macam minuman dan makaanan,” kata pelayan tersebut sambil menyodorkan buku menu.
Saat Bai An membaca kata Anggun, ia langsung bergumam. “Bukankah anggur dan arak sama-sama minuman memabukkan, tapi tetap saja arak jauh lebih enak. Aku coba dulu apakah dugaanku ini benar,” gumam Bai An dalam hati.
“Te.. Terimakasih Tuan,” kata pelayan tersebut dengan wajah berseri-seri.
Dengan cepat ia berlari ke arah belakang.
Tak lama ia kembali lagi dengan membawa nampan tong kecil berisi anggur.
“Ini Tuan, apakah anda tidak ingin memesan makanan?” Tanya pelayan tersebut penuh harap.
Bai An yang melihat itu mengangguk. “Bawakan makan terbaik yang kedai ini punya, sekalian suruh pemilik kedai ini kesini,” perintah Bai An.
Walau ragu, pelayan tersebut tetap mengangguk lalu pergi lagi.
Setelah kepergian pelayan tersebut, Gong Tanru yang dari tadi di sana ikut menyimak langsung berkata. “Anda sama dengan Nyonya yaitu berhati mulia, selalu membantu orang yang tertindas. Tapi saya sarankan membantu seseorang harus melihat dulu asal usulnya, saya takut itu bisa menjadi,” kata-kata Gong Tanru langsung terhenti saat Bai An mengangkat tangannya.
__ADS_1
“Aku tahu apa yang aku lakukan, aku pernah di beritahu oleh ibu tentang ini. Tapi kau tidak perlu khawatir paman. Aku tidak melakukan segala sesuatu secara gratis,” kata Bai An tersenyum licik.
Glek..!!
Saat melihat Bai An tersenyum, entah mengapa ia merasa tidak enak.
“Sungguh Pangeran sama persis seperti ayahnya yang penuh dengan trik, kecerdasan pangeran mungkin telah melampaui ayahnya,” gumam Gong Tanru dalam hati.
Mungkin Bai An tidak mengetahui jika ayahnya Bai Chen dulu adalah raja penipu, Bahkan Ling Mei yang jauh lebih kuat dari Bai Chen bisa di tundukkan dengan cara licik dan tipu muslihat. Hingga kini pun Ling Mei tetap tunduk kepada Bai Chen, Ling Mei benar-benar telah jatuh kedalam pelukan Bai Chen.
Dan dengan otaknya yang cerdas itulah Bai Chen bisa membawa Ling Mei melarikan diri dari kejaran musuh, walau harus mengorbankan banyak nyawa termasuk ayah Bai Chen, yaitu Bai Luan.
Kembali ke Bai An, ia kini melirik ke arah pelayan dan seorang Iblis laki-laki yang terlihat cukup baik menurut Bai An.
“Apakah ada yang bisa saya bantu Tuan? Saya adalah pemilik kedai ini,” kata iblis tersebut dengan sopan.
Bai An mengangguk. “Sungguh kesopanan yang sangat jarang terjadi, biasanya iblis sangat angkuh dan sombong, apalagi iblis murni,” gumam Bai An dalam hati.
“Hmm,, apakah kau ingin menukar pelayanmu itu dengan beberapa kristal tingkat tinggi? Jika iya langsung saja, karena aku melihat jika kedaimu ini sungguh sepi. Mungkin jika dengan bantuanku kediamu bisa lebih berkembang.” Kata Bai An.
Mendengar itu, pemilik kedai itu langsung ragu. Memang kedainya kini mulai sepi karena banyak sekali kedai dan restaurant baru di sekitar sini bahkan makanan dan minuman disana jauh lebih murah di banding kedainya yang kecil ini.”
Sementara pelayan tersebut langsung mundur. Ia telah menjadi budak selama beberapa tahun dan sering di siksa saat di kandang. Saat pemilik kedai ini membelinya, ia bisa hidup lebih baik. Bahkan perlakuan pemilik kedai ini terhadap dirinya sangatlah baik.
“I..Itu, maaf saya harus menolak, karena ia adalah pelayan yang jujur. Sangat sulit di dapat,” kata Pemilik kedai menunduk hormat.
Bai An melambaikan tangannya. “Jawaban yang aku tunggu-tunggu dari tadi, kau cocok menjadi pengikutku, ambillah ini dan kembangkan kedai ini hingga menjadi lebih besar dan terkenal.” Kata Bai An dengan santai melempar 10 kristal Emas.
Tapi dalam hatinya kini Bai An tertawa terbahak-bahak.
Pemilik kedai langsung bergetar keras saat melihat kristal emas tersebut. Ia ingin menolak karena tidak mengenal siapa orang di depannya, tapi kata hatinya menyuruh untuk menurut.
__ADS_1
“Ta.. Tapi apakah anda tidak membuat saya jadi budak? Atau memeras saya terlalu tinggi seperti hasil penjualannya harus di serahkan semua kepada anda?” Tanya Pemilik kedai memastikan.