Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Satu Pukulan


__ADS_3

Saat mereka berbincang-bincang sambil menunggu Pixiu datang.


Lin Xue langsung berkata, “Kenapa aku merasakan aura si Pixiu itu datang bersama dua orang.”


“Nanti saja kita tanya, sabarlah dan jangan terlalu marah, itu akan membuatmu lama-lama tidak akan laku, karena semua laki-laki akan takut mendekatimu.” kata Bai An dengan sedikit mengejek.


Mata Lin Xue langsung melotot dengan mata dan wajah sedikit memerah menahan amarahnya.


Mu Xia'er yang melihat itu langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suara tawanya tidak keluar, Mu Xia'er juga langsung menghilang dengan alasan ini batas waktunya di dunia nyata, padahal ia sebenarnya tidak bisa menahan tawa tapi malu tertawa di depan calon bibinya.


Sedangkan Lang Zai dan Bai An berusaha tidak memandang ke arah Lin Xue.


Wuus,,


Pixiu, Chu Shen dan Chu Jia langsung datang.


Saat melihat kedatangan Pixiu.


Lin Xue langsung menunjuknya.


“Kau,, ini salah mu dasar semua laki-laki itu sama.”


Lin Xue langsung mencerca Pixiu dengan berbagai kata-kata pedas.


Pixiu hanya meringkuk seperti kucing bersama Chu Shen dan Chu Jia yang ikut ketakutan, karena merasa ini adalah salahnya. Seandainya Pixiu tidak datang menolongnya, mungkin Pixiu tidak akan lama datang kesini.


Bai An yang secara kebetulan memandang Chu Shen dan Chu Jia langsung tersadar jika ia kedatangan tamu, sehingga ia langsung memperingati Lin Xue melalui telepati.


“Bibi bersikaplah sedikit sopan di depan tamu, mereka takut melihat dirimu.”


Mendengar hal tersebut, Lin Xue langsung tersadar, kemudian memandang ke arah Chu Jia yang mana seorang wanita terlihat berusia 10 tahun.


“Eeh,, maafkan sikap ku, aku tidak menyadari adanya kalian karena terlalu kesal dengan mereka bertiga yang selalu menindas seorang wanita rapuh seperti diriku,” ucap Lin Xue berpura-pura seperti wanita yang baru saja di tindas.


Lang Zai dan Pixiu langsung mengutuk Lin Xue dalam hati, bukankah mereka berdua selalu yang di tindas? kenapa ia malah memperbalikkan sesuatu, dan malah menuduh mereka.


“Kesinilah, siapa namamu adik kecil,” kata Lin Xue melambaikan tangannya menyuruh Chu Jia ke arahnya.


Chu Jia yang masih takut tidak langsung menjawab atau maju kedepan, ia melirik kakeknya lebih dulu.

__ADS_1


Chu Shen langsung mengangguk dengan senyum hangat.


“Ehem,,” Chu Jia langsung berjalan ketempat Lin Xue, kemudian duduk dengan tubuh sedikit bergetar karena masih takut.


“Tenanglah, aku tidak sejahat yang kau bayangkan,, Siapa namamu adik kecil?”, tanya Lin Xue sekali lagi sambil mengusap-usap rambut Chu Jia.


“Namaku Chu Jia, Bibi.”


Suara Chu Jia sangat imut membuat Lin Xue langsung merasa gemas, ia kemudian melihat Bai An yang diam saja sambil melihat ke arah dirinya.


“An'er kapan kita makan malam,, Jia'er kecil pasti lapar kerena perjalanan jauh.”


Mendengar ucapan Bibinya, Bai An langsung mengangguk kemudian mempersilahkan semuanya untuk makan.


Untung ayam bakar yang di bakar Lang Zai cukup untuk semua orang, malah masih banyak yang tersisa dan Chu Jia yang kelaparan langsung menghabiskannya, awalnya Chu Shen ingin memarahi cucunya, namun Lin Xue malah melotot ke arah pria tua tersebut yang mana membuatnya langsung diam.


Setelah makan malam, Lin Xue dan Chu Jia langsung pergi ketempat istirahat yang di buatkan oleh Lang Zai.


Bai An kini memandang Pixiu dan Chu Shen secara bergantian.


Seakan sadar arti pandangan Bai An.


“Ah, maafkan pria tua ini lupa memperkenalkan diri Tuan Muda, nama pria tua ini Chu Shen.”


“Tidak sopan orang yang lebih tua membungkukkan badan kepada orang yang lebih muda,” kata Bai An tersenyum hangat yang mana membuat Chu Shen langsung tahu jika pemuda di depannya ini sangat baik dan mengerti sopan santun.


“Perkenalkan, nama ku Bai An kek.”


Setelah memperkenalkan diri, Bai An langsung bertanya kepada Chu Shen apa yang telah terjadi?


“Apa yang membuat kakek sampai di kejar pasukan yang begitu banyak?”


Mendengar pertanyaan dari Bai An. Wajah Chu Shen langsung menunduk sedih saat memikirkan klannya.


“Jika kakek tidak mau bercerita tidak apa-apa,” kata Bai An yang dapat melihat kesedihan Chu Shen.


“Tidak apa-apa Tuan Muda,, kami di serang oleh pasukan Jendral dari Pungasa Liu Wang dan Komandan kelompok Teratai Hitam, hanya karena kami tidak mau tunduk.”


“Awalnya mereka diam saja saat kami memberitahu akan mengambil jalan netral yang hanya ingin hidup damai dan mereka langsung pergi begitu saja. Namun 1 bulan kemudian mereka datang lagi dan langsung membantai klan Chu kami, hingga yang tersisa hanya kami berdua yang berhasil melarikan diri dengan mengorbankan nyawa ayah dari Jia'er yang sebagai patriark klan Chu.”

__ADS_1


Bai An mengeratkan kepalan tangannya saat mendengar cerita Chu Shen, “Kau tenanglah kek, suatu hari nanti aku sendiri yang akan membantai habis mereka.”


Nada suara Bai An sangat tegas dan terdengar serius yang mana membuat Chu Shen langsung tersentuh.


“Kau tidak perlu menolong kami Tuan Muda,” kata-kata Chu Shen langsung di potong oleh suara Bai An.


“Aku bukan menolongmu kek, tapi salah satu saudaraku mati akibat ulah mereka, nyawa di bayar nyawa.”


Mendengar nada suara Bai An yang kini dingin di sertai aura yang sangat kuat membuat Chu Shen langsung tertekan dan juga sedikit terkejut saat tahu kekuatan Bai An sebenarnya.


“Tuan Muda, kendalikan dirimu kau bisa membuat kakek Chu terluka.”


Suara Lang dan Pixiu langsung menyadarkan Bai An.


“Ah,, maafkan aku kek, aku juga sangat membenci mereka jadi kau bisa ikut dengan kami jika tidak mempunyai tujuan,”


Chu Shen tidak langsung menjawab Bai An, ia berpikir beberapa saat hingga berkata, “Aku harus memberitahu cucu ku lebih dulu, walau ia anak-anak tapi pikirannya cukup dewasa.”


Bai An langsung mengangguk, kemudian mereka bertiga minum-minum malam itu hingga pagi hari tiba.


***


Saat ini Bai An dan yang lainnya melihat kota yang tidak terlalu besar dan terlalu kecil.


Lin Xue yang mengetahui kota ini langsung masuk dengan ganas di sertai auranya yang sengaja ia keluarkan agar orang-orang menjauh.


Namun, ada seorang Tuan Muda dari klan cukup berkuasa dan ia juga sering mempermainkan wanita kebetulan melihat dan merasa tertarik kepada Lin Xue, kebetulan juga jalan yang Lin Xue ambil satu arah dengannya, yaitu resaurant yang paling terkenal di kota ini.


Saat Lin Xue sudah melihat Restaurant tersebut, ia langsung bersemangat lalu menarik tangan Chu Jia. Namun langsung berhenti saat seorang pemuda tampan namun terlihat mesum menghalanginya.


“Nona cantik, sebuah kehormatan bagi saya mengundang anda makan bersama.”


Tanpa basa basi, Lin Xue langsung mengayunkan tinjunya.


Bom,,


Duar,,


Tangan Lin Xue yang di aliri energi yang cukup kuat langsung mengenai wajah pria tampan tersebut dan membuatnya terlempar jauh hingga menabrak beberapa bangunan.

__ADS_1


“Tuan Muda,” teriak bawahan pria tampan tersebut.


“Bibi,, bibi kenapa kau memukul pemuda tampan itu?”, tanya Chu Jia sambil menarik-narik baju Lin Xue.


__ADS_2