
“Apakah Pulau ini pernah ada terjadi peperangan besar di jaman dulu? Atau ada seorang yang mati dan meninggalkan sebuah peninggalan atau sesuatu yang cukup penting?” Tanya Bai An melalui telepati kepada Long Yuan dan Jing Xan secara bersamaan.
Long Yuan dan Jing Xan mencoba untuk mengingat ingat. Setelah cukup lama berdua menggelengkan kepala.
Bai An tidak menyerah begitu saja. Ia bertanya hal yang sama kepada Yu Fan.
Tak lama, mata Yu Fan langsung melotot. Menyadari itu. Bai An menyuruhnya untuk diam saja saat ini.
“Kita mengobrol saja seperti biasanya dan jangan ada yang membicarakan hal yang aneh aneh. Aku mendapatkan informasi dari Xia'er jika ada orang yang jauh lebih kuat dari Jing Xan sedang mengawasi kita. Aku ingin bertanya tapi Mu Xia'er menyuruhku untuk diam.” Kata Bai An memberitahu Long Yuan.
Long Yuan yang mengerti langsung memberitahu Jing Xan. Jing Xan pun memberitahu yang lainnya.
Hingga siang hari. Mereka terus mengobrol masalah-masalah yang tidak terlalu penting.
“Dia telah pergi.”
Mendengar itu. Bai An bernafas lega.
“Dia telah pergi,” kata Bai An memberitahu yang lain.
Saat mendengar itu. Semua orang langsung bertanya kepada Bai An yang mana membuat kepalanya hampir pecah.
“Diam,, cukup yang kalian tahu orang tersebut jauh lebih kuat dari Jing Xan. Kalian tidak perlu tahu aku mendapat informasi ini dari mana.” Kata Bai An sedikit kesal lalu berjalan ke arah kamarnya.
Sore hari..!!
Tok tok..!!
“Masuk..!”
Tap tap..!!
4 orang langsung masuk. Mereka adalah Long Yuan, Jing Xan, Yu Fan dan Pixiu.
Tanpa menunggu lama, Bai An merobek ruang menciptakan lubang hitam menuju Dunia Jiwa.
Mata Jing Xan dan Yu Fan langsung terbelalak. Tentu saja mereka tahu lubang yang di ciptakan oleh Bai An.
“Ayo..!! Apa kalian akan diam saja.” Kata Bai An menunggu Jing Xan dan Yu Fan. Untuk Long Yuan dan Pixiu sudah masuk lebih dulu tanpa di perintah
Wuss,,
Setelah keduanya masuk. Bai An langsung masuk bersama lubang tersebut lenyap.
“Wah,, ternyata ini Dunia Jiwa,” kata Yu Fan terpana.
__ADS_1
Setelah mereka berkumpul. Bai An langsung menatap ke arah Yu Fan. Seakan mengerti Yu Fan langsung berkata.
“Pulau Donghan ini dulunya tempat pertarungan besar besaran antara Ahli tersebut dengan Raja Monster dan para pengikutnya. Sampai mereka di pukul mundur seorang diri oleh ahli tersebut. Hanya itu yang aku tahu dari buku ini.”
Yu Fan langsung memberikan buku tersebut. Bai An tak ingin basa basi, ia langsung membacanya.
10 menit berlalu Bai An tersenyum senang. Karena ia menemukan banyak sekali ke untungan di Pulau ini.
“Baiklah, dari mana aku tahu tentang orang yang mengintai kita tadi. Lebih tepatnya istriku saja yang memberitahunya.” Kata Bai An.
Wuss..!!
Mu Xia'er muncul dengan wajah dingin, tapi dalam hatinya ia cengengesan.
Pixiu dan Long Yuan langsung merinding.
“De dewi Cahaya,” kata Jing Xan tergagap.
Mendengar itu Yu Fan ikut merinding. Tentu saja ia tahu siapa itu Dewi Cahaya. Di buku buku kuno nama Dewi Cahaya sangat terkenal akan kenakalannya yang sering membuat onar. Ia juga sangat kuat dan lihai dalam melarikan diri.
Siapa yang tidak menduga jika istri Bai An adalah Dewi Cahaya.
“Ooh..!! Kalian berdua mengenalku. Jadi aku tidak perlu berkata banyak. Aku hanya memberitahu jika tadi ada proyeksi Kaisar Dewa Kegelapan sedang mengintai kalian. Aku pun hampir ketahuan olehnya.” Tanpa menunggu jawaban Mu Xia'er menghilang kembali.
“Hmm..!! Apa kalian tahu Api Emas Surgawi atau biasa di sebut inti Api Dunia kalian?”
Saat Bai An ingin menjelaskan sebuah teriakan keras di kepala Bai An terdengar yang langsung membuatnya diam.
“Aku hanya ingin bertanya dimana tempat inti dunia tersebut. Katanya juga disana tempat lokasi pintu segel menuju Benua Canglan.” Tanya Bai An berusaha mengalihkan perkataannya.
Tadinya Bai An memberitahu jika Api Emas itu adalah Mu Xia'er. Tapi mendengar teriakan amarah Mu Xia'er tentu saja ia berkeringat dingin.
Bai An sadar kini ia merasa bersalah.
“Aku tahu Tuan muda, tempatnya ada di tengah tengah Dunia ini. Tepatnya ada di pulau sebelah pulau Donghan ini, letaknya juga tidak terlalu jauh. Tepat di bawah pulau itu menuju inti dunia dan disana ada pintu teleportasinya.” Jawab Jing Xan.
Bai An langsung diam beberapa saat ia tersenyum samar samar. Jika tebakannya tidak salah. Pasti ada lorong bawah tanah yang bisa menuju Pulau tempat lokasi inti dunia tersebut dari Pulau Donghan ini.
“Baiklah, ayo kita kembali.” Bai An langsung melambaikan tangannya untuk menciptakan lubang hitam.
Mereka semua masuk kedalam lubang hitam tersebut.
Wuss..!!
Bai An terahir keluar dari lubang tersebut.
__ADS_1
“Kalian boleh keluar, tapi jangan pernah bercerita aku mempunyai Dunia Jiwa,” kata Bai An menatap Jing Xan dan Yu Fan dengan lekat.
“Tentu saja Tuan muda,” jawab keduanya serempak.
Setelah kepergian mereka. Bai An melihat Long Yuan dan Pixiu.
“Saudara Yuan, apakah kau bisa membawa pemuda yang semalam,” kata Bai An.
“Tentu,” jawab Long Yuan langsung pergi. Tak lama Long Yuan menyeret Xio Dan yang terlihat seperti tidak ingin hidup.
“Apa yang telah kau perbuat kepadanya saudara Yuan?” tanya Bai An heran.
Long Yuan tersenyum kecut. “Bukankah ini ulah mu? Kenapa kau malah menuduhku,” jawab Long Yuan kesal.
“Hehe,, jika tidak ada orang lain kau bicara seperti dulu saat kita masih di dunia kita.” Kata Bai An terkekeh.
“Tentu saja. Itu tandanya aku menghormatimu sebagai tuan sekaligus saudaraku. Terlebih kau sendiri yang memberitahu tidak perlu formal,” kata Long Yuan menaikkan kedua alisnya secara bergantian.
Bai An cukup senang melihat tingkah Long Yuan kembali seperti ini. Kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Xio Dan.
Xio Dan terlihat memiliki tatapan kosong, ia mengangkat kepalanya melihat Bai An lalu berkata.
“Jika kau ingin menyiksa ku. Aku mohon bunuh saja aku dan biarkan keluargaku hidup tenang. Jangan ganggu mereka. Mereka tidak salah apa apa.”
Xio Dan jalan merangkak ke kaki Bai An. Dengan cepat Bai An mengangkat pundak Xio Dan untuk berdiri.
“Kau tenang saja. Yang aku butuhkan sebuah kompensasi akibat memukulku dan juga sebuah informasi.” Kata Bai An tersenyum tenang.
Xio Dan cukup paham arti ucapan Bai An langsung berkata. “Tuan muda, kau bunuh saja aku, dari pada aku menjadi budak yang tidak punya pikiran. Sama saja dengan aku mati.”
Xio Dan perlahan mundur ketakutan.
“Siapa bilang pikiranmu akan hilang. Kau tenang saja, aku tidak akan menghilangkan pikiranmu. Cuma, segel budak yang akan aku pasang sangat menyakitkan dan apabila kau mencoba berhianat. Maka kau akan merasakan rasa sakit yang sangat lebih menyakitkan dari apa yang pernah aku lakukan kepadamu.”
Melihat Xio Dan ragu ragu.
“Kau juga perlu meyakinkan keluargamu untuk berhianat dari Penguasa Hongcun. Tapi jika mereka tetap keras kepala jangan salahkan aku jika keluargamu ikut mati suatu saat nanti.” Kata Bai An mencoba meyakinkan Xio Dan saat melihat ia ragu ragu.
“Baiklah,” kata Xio Dan penuh tekad berusaha hidup dan mencoba melindungi keluarganya. Ia rela berkhianat demi menyelamatkan nyawa keluarganya.
Bai An tersenyum.
Tanpa menunggu lama Bai An langsung memasang segel budak di punggung Xio Dan, agar tidak terlihat oleh orang lain.
Tak lama, Xio Dan berteriak keras.
__ADS_1
“Akkhh..!!”
“Akkhhh...!!”