
Saat ini Pin Cang dengan santai meneguk segelas arak yang ia tuang sambil mewaspadai satu orang yang berada di balik awan.
“Hmm,, wanita ini, aku merasa dia tidak lemah, mungkin ia setara atau lebih kuat dariku. Tapi kenapa aku tidak merasakan niat apapun darinya?” Gumam Pin Cang bertanya-tanya.
“Huuff..!! Dari pada memikirkan itu,, lebih baik aku memikirkan bagaimana cara meminta arak kepada Tuan muda ya? Karena stok arak yang Tuan muda berikan sudah habis,” gumam Pin Cang kemudian menghilang dari tempatnya.
Sementara di balik awan.
Wanita tersrbut tak lain Chu Jia, ia kini menatap ke arah kediaman milik Pin Cang dengan teliti, Chu Jia hari ini baru sampai sehingga mencoba mencari keberadaan Bai An di kediaman ini karena ia merasakan aura yang familiar.
“Hmm..!! An'Gege ada di dalam dan sedang berusaha meningkatkan kekuatannya?” Gumam Chu Jia heran, setaunya calon suaminya ini tidak memiliki bakat apapun dan telah berusaha berkultivasi bertahun-tahun hingga 2 tahun lalu ia menyerah dan Chu Jia yang menerima Bai An apa adanya menyarankan Bai An untuk belajar hal yang ia suka.
Bai An kemudian belajar tak tik perang dan tak tik politik perdagangan agar memudahkan klannya dan klan Chu saat melakukan bisnis, klan Bai Ahli dalam bidang tipe petarung sedangkan klan Chu ahli dalam bidang perdagangan.
Jadi Bai An mempelajari itu agar bisa membantu klan, dan Chu Jia sangat menyutujianya.
“Apa aku harus kesana ya?” Gumam Chu Jia merasa ragu, ragu karena ia takut Bai An marah, karena sebelum Bai An mati, Bai An melirik kr arah Chu Jia sambil mengeluarkan senyum tulus. Hal itulah yang membuat ia merasa gusar marah campur aduk, marah kepada musuh dan gusar takut Bai An membencinya.
“Lebih baik aku menunggu An'Gege selesai berlultivasi saja sambil membereskan beberapa musuh klan ku dan klan An Gege,” gumam Chu Jia kemudian menghilang.
***
Di dalam kediaman yang sangat mewah di atas awan.
Terlihat seorang wanita cantik sedang duduk di kursi yang terlihat besar dan indah.
Kini wanita tersebut menatap ke arah dua pria, muda dan tua.
“Mu Wen, Mu San, kalian berdua jagalah adik kakak ini, jangan sampai ia terbunuh atau kalian akan menerima akibatnya dari ku, terlebih jika ibu tahu ia pasti akan membuat kalian menderita,” kata wanita tersebut langsung menjentikkan jarinya.
Setelah melihat ingatan tentang dua pemuda, Mu Wen dan Mu San mengerutkan keningnya, namun ia tetap mengangguk penuh hormat tanpa bertanya apapun.
“Jika kalian ingin menjaganya maka, jangan sampai ketahuan, atau kalian bisa membuatnya menjadi teman atau saudara.” Kata wanita yang tak lain Mu Xia'er.
__ADS_1
Mu Xia'er kemudian menambahkan. “Aku akan pergi berkultivasi dan dalam waktu yang sangat dekat, ibuku akan kembali kesini, jadi beritahu yang lain juga tentang kembalinya ibu,” kata Mu Xia'er menghilang dari tempatnya.
Tapi sebelum Mu Xia'er menghilang, Mu Xia'er berkata. “Namanya adik kakak itu adalah Bai An dan Duan Du, Bai An itu adalah suamiku dan ia adalah calon penguasa kalian yang baru jika ibuku mundur dari tahtanya, jadi jagalah ia baik-baik.”
Tubuh Mu Wen dan Mu San langsung bergidik ngeri saat mendengar itu, tugas mereka ini tentu sangat berat untuk mereka, pantas saja Tuan Putri mereka bilang jika mati maka mereka akan menderita, memikirkan Bai An adalah calon penguasa selanjutnya yang akan mereka jaga, membuat Mu Wen dan Mu San kembali menghela nafas.
“Ini adalah tugas mulia dari Tuan Putri, Tuan Putri mempercayai kita untuk menjaga Tuan muda, jadi ayo kita laksanakan sebaik mungkin,” kata Mu Wen, ia adalah pria tua terligat berumur 60 tahunan, namun usia tulangnya sangat mengerikan.
“Baiklah, aku tidak sabar melihat Tuan muda kita secara nyata,” kata Mu San mengangguk.
Mereka berdua kemudian menghilang dari tempat mereka berdiri.
Jika Penguasa Naga Biru melihat keduanya, maka Penguasa Naga biru pasti akan bersujut di depan keduanya, karena ia tahu betul status Mu Wen dan Mu San.
Wuss..!!
Dalam sekejap Mu Wen dan Mu San muncul di pojok Kota San.
“Aku merasa Tuan muda ada di kediaman kecil itu sedang berusaha meningkatkan kekuatannya, apakah kita akan langsung masuk kesana?” Kata Mu San menunjuk ke arah kediaman milik Pin Cang.
“Hmm..!! Kau benar Mu Wen, banyak sekali yang mempunyai niat membunuh yang ingin membunuh Tuan muda kita, padahal ia baru datang kedunia ini,” kata Mu San.
“Eehh..!! Darimana kau tahu?” Tanya Mu Wen penasaran.
“Tentu saja tahu, jika Tuan Putri baru datang dari Alam Semesta keci dan langsung menyuruh kita menjaga suaminya, maka aku yakin jika suami Tuan Putri berasal dari Alam Semesta kecil tersebut,” jawab Mu San santai.
“Kau memang pintar dalam menganalisa sahabatku,” kekeh Mu Wen.
Mu San sama sekali tidak merasa senang di sanjung, ia kini melirik ke arah Mu Wen.
Mu Wen langsung berkata. “Kita tunggu Tuan muda keluar dari pengasingannya di sana,” tunjuk Mu Wen ke arah penginapan tua yang terlihat lusuh.
***
__ADS_1
Sementara di tempat Bai An dan Duan Du.
Bam..!!
Bam..!!
Bam..!!
Bam..!!
Secara bergantian Bai An dan Duan Du terdengar suara ledakan dari dalam tubuh mereka di sertai aura kekacauan keluar menyebar, namun dengan cepat Energi Semesta Bai An menyerapnya hingga habis.
Secara perlahan, Bai An dan Duan Du bersamaan membuka matanya.
“Hmm..!! Tingkat kekuatanku masih lemah, saat ini aku baru menembus Ranah Junior ⭐ 2 Awal, jika aku keluar dengan kekuatan seperti ini maka aku akan langsung mati jika bertemu musuh atau hewan buas,” gumam Bai An melirik ke arah Duan Du yang masih di Ranah Pemula ⭐ 3 Awal.
Saat Bai An ingin memejamkan matanya, ia mendengar suara langkah kaki tergesa-gesa masuk.
Tap tap..!!
“Tuan muda, mumpung kau belum melanjutkan kultivasimu, aku-” Belum selesai Pin Cang mengungkapkan niatnya.
Bai An melambaikan tangannya mengeluarkan 10 kendi arak berukuran besar.
“Belikan aku bebeapa Pil Naga Merah tingkat 2 dan jika ada tingkat 3 juga, setelah itu kau boleu mengambil semua arak ini,” kata Bai An melempar 10 ribu keping emas.
Dengan sigap Pin Cang menangkapnya lalu menghilang tanpa permisi, itu ia lakukan karena saking semangatnya.
Wuss..!!
Tak sampai 5 menit, Pin Cang sudah kembali dengan senyum mekar.
“Ini Tuan muda, silahkan di lihat isinya,” kata Pin Cang menggosok-gosok tangannya.
__ADS_1
Bai An mengangguk tanpa memeriksa, dengan segera Pin Cang menyambar 10 kendi arak tersebut kemudian menghilang dari sana.