
Bai An kemudian mengalihkan pandangan ke arah Jing Ling, yang sepertinya menyadari dari awal.
Jing Ling langsung mengangguk.
Bai An langsung mengingat kata-kata Jing Ling yang tadi. “Hmm pantas kau bilang jangan biarkan ia mati, ternyata ini yang kau maksud.” Kata Bai An.
“Aku mengira Tuan muda menyadarinya, ternyata pemikiran kita tadi berbeda,” kekeh Jing Ling.
Bai An mengangguk, kemudian mengalihkan pandangan ke arah Hong Chu dan Monster Tanpa Hati.
Saat ini Hong Chu meraung marah.
“Kau ternyata salah satu pengikutnya, dari itu aku membenci kalian para Monster yang menghalalkan segala cara demi kekuatan,” kata Hong Chu dengan dingin.
“Hoo..!! Aku memberikanmu sedikit jawaban, karena sebentar lagi kau akan mati.” Kata Monster Tanpa Hati, lalu menambahkan. “Jendralku adalah pengikut setia Yang Mulia Kegelapan, di belakangnya juga ada 2 Monster Suci yang mengikutinya. Jendralku sengaja menyamar Jadi Jendral agar ia bisa membunuh semua monster yang lemah-lemah dan tidak mau mengikuti perintahnya. Termasuk orang tuaku yang ku bunuh karena tidak ingin mengikuti Jendral ku,”
Ha..Ha..Ha..
“Menarik bukan?” Kata Monster Tanpa Hati lalu melesat dengan kecepatan yang tidak bisa di lihat oleh Hong Chu.
Karena insting Hong Chu sebagai Binatang sangat kuat. Dengan cepat ia mengayunkan tombaknya ke arah samping kanan atas.
Duar..!!
Seketika Hong Chu terlempar sejauh 100 meter, dan mendarat dengan mulus. Tapi tangannya bergetar keras.
Kekuatan musuhnya kini setara dengannya. Tapi yang menjadi masalah adalah energi kegelapan di sekitar Monster Tanpa Hati membuat Hong Chu tidak bisa merasakan dengan jelas ke arah mana serangan Monster Tanpa Hati. Hong Chu kini hanya instingnya saja.
Ia cukup tahu kelebihan para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan. Karena ia juga sangat sering bertarung dengan mereka dulu di medan perang.
Hong Chu menjadi bimbang, antara membakar Inti Binatangnya atau tidak.
Saat berpikir, ia merasakan krisis hidup.
“Kau sungguh meremehkanku. Binatang liar sepertimu cocok sebagai makanan penutup Tuan ku yang saat ini di resmikan menjadi pengikut Resmi Yang Mulia Kaisar Dewa Kegelapan. 1000 Tahun kami menunggu Tuanku di angkat menjadi pengikut resmi Yang Mulia Kaisar Dewa Kegelapan dan saat ini harinya.” Kata Monster Tanpa Hati sambil mengayunkan tombaknya di sertai tekanan energi Kegelapan.
Dengan cepat Hong Chu mengayunkan tombaknya yang di aliri setengah energinya.
Bom..!!
Saat kedua tombak bersentuhan. Hong Chu merasa tekanan tombak musuhnya sangat kuat hingga melemparnya kembali.
Wuss..!!
Duar..!!
Duar..!!
__ADS_1
Bom..!!
Hong Chu menabrak puluhan pohon dan mendarah di gundukan pasir.
Gundukan pasir tersebut seketika menjadi kawah besar akibat tubuh Hong Chu yang mendarat dengan keras.
Saat Hong Chu ingin bangun, sebuah tombak melesat ke arah kepalanya.
Dengan cepat Hong Chu menggeser kepalanya ke samping kanan.
Jlep...!!
Tombak Monster Tanpa Hati hanya menancap di pasir. Monster Tanpa Hati berdiri menyeringai kejam ke arah bawah, ia melihat Hong Chu sedang memerah ke arahnya.
Bam..!!
Monster Tanpa Hati langsung menginjak tubuh Hong Chu.
Ukhh..!!
Darah langsung menyembur keluar dari mulut Hong Chu menahan amarah.
Hong Chu menghiraukan rasa sakitnya, ia tahu jika Monster Tanpa Hati sedang bermain-main dan ingin menyiksanya. Dengan cepat Hong Chu melihat ke arah tombaknya yang bisa di jangkau oleh tangannya.
Saat tangan Hong Chu ingin mengambil tombaknya. Monster Tanpa Hati menyeringai kejam.
Jlep..!!
Ukkhh..!!
Hong Chu hanya bisa meringis kesakitan. Melihat tangannya hampir putus oleh tombak Monster Tanpa Hati.
Hong Chu tidak menyerah begitu saja. Dengan sekuat tenaga ia menembakkan energi racunnya menggunakan tangan kirinya.
Monster Tanpa Hati yang menyadari itu langsung mundur, ia bisa saja mengayunkan tombaknya. Tapi ia ingin melihat ada sedikit semangat hidup dari Hong Chu lalu menghancurkannya lagi.
Dengan cepat Hong Chu mengambil tombaknya kemudian menjauh sejauh mungkin dari Monster Tanpa Hati.
Hong Chu kini sudah tidak punya pilihan lain selain membakar inti binatangnya.
Jika ia ke kota juga sudah tidak bisa, ia pasti akan langsung terkejar oleh Monster Tanpa Hati di depannya ini.
Satu-satunya pilihan adalah melawan sampai mati. Atau melarikan diri setelah membakar inti binatangnya dan meminta bantuan.
Hong Chu juga berharap ada orang melalui jalan ini dan bersedia membantunya. Tapi itu mustahil untuknya.
Saat Hong Chu ingin membakar Inti Binatangnya, Monster Tanpa Hati yang menyadari hal itu langsung melesat. Hong Chu yang melihat itu langsung panik. Jika ia memaksa sekarang membakar Inti Binatangnya, ia akan langsung mati. Karena membakar inti binatangnya membutuhkan proses selama satu menit.
__ADS_1
Dengan cepat Hong Chu mengayunkan tombaknya menggunakan tangan kirinya. Karena tangan kanannya kini sudah tidak bisa di gunakan akibat Monster Tanpa Hati yang menusuknya hingga hampir putus.
“Tebasan Racun Kematian,” teriak Hong Chu saat melihat Monster Tanpa Hati melesat ke arahnya.
“Tombak Kegelapan Mengguncang Alam,” kata Monster Tanpa Hati dengan santai.
Kedua tombak energi tersebut langsung beradu. Energi Racun Hong Chu seketika di lahap oleh kegelapan yang menyebar di sekeliling energi tombak kegelapan yang tetap melesat ke arah Hong Chu.
Melihat itu, Hong Chu langsung pasrah akan kematiannya. Ia cukup marah pada dirinya sendiri yang masih lemah dan tidak bisa membalas dendamnya.
Saat Hong Chu sedang pasrah. Ia tiba-tiba terkejut saat mendengar sebuah suara melalui telepati.
“Apakah kau butuh bantuan?” Kata Bai An tersenyum tipis melalui telepati.
“Kau sungguh kejam dan licik Tuan muda, membiarkan dia dalam keputus asaan terlebih dahulu baru ingin membantu agar ia mempunyai hutang nyawa,” kata Jing Ling terkekeh.
“Itu namanya cerdik. Menunggu momen yang pas baru bertindak. Aku rasa kau pasti akan melakukan hal yang sama dengan ku,” jawab Bai An santai lalu berdiri saat ia mendengar suara teriakan di kepalanya.
“Tuan aku mohon bantu aku. Aku akan mengikutimu seumur hidupku,” teriak Hong Chu dengan panik melalui telepati, ia takut orang yang mengiriminya suara telepati akan pergi jadi ia dengan cepat membalas.
Bai An langsung menghilang. Melihat Bai An menghilang. Tu Long, Fu Chen dan Hei Niu langsung berdiri dan ikut mengejar Bai An. Tapi Jing Ling menghalangi mereka bertiga.
“Jangan kacaukan rencana Tuan muda, atau kalian tidak akan mendapatkan arak,” kata Jing Ling. Tu Long langsung menjawab. “Lebih baik aku tidak mendapatkan arak jika Tuan muda terluka,” mata Tu Long langsung memerah dan nada suaranya sangat dingin.
Jing Ling langsung tersenyum melihat kesetiaan Tu Long. “Tuan muda akan kembali membawa Binatang Surgawi itu, jika belum ada perintah. Jangan bertindak atau Tuan muda akan kecewa terhadap kalian.”
Amarah Tu Long langsung mereda, ia tidak ingin Tuan mudanya kecewa. Lebih baik ia tidak mendapatkan arak, dari pada melihat Bai An kecewa terhadap dirinya.
Sementara di tempat Bai An.
Bai An langsung muncul dengan kecepatan penuhnya, tidak jauh dari Hong Chu kini Bai An berdir. Ia menunggu waktu yang tepat untuk menyalamatkan Hong Chu, Bai An sengaja melakukan ini agar Monster Tanpa Hati tidak menyadarinya.
“Gunakan kekuatan terahirmu menyerang pasir di depanmu,” perintah Bai An melalui telepati.
Hong Chu langsung berusaha menggerakkan tangannya melesatkan seluruh energinya ke tombaknya lalu melempar tombaknya ke depan.
Tombak Hong Chu langsung melesat.
Bom..!!
Pasir langsung beterbangan menutupi pandangan Monster Tanpa Hati.
Hong Chu yang dari awal pasrah kini tetap berdiri menunggu. Seandainya ia bisa berjalan sedikit saja ia sudah dari awal berlari. Tapi ia tidak bisa menggerakkan kakinya sedikitpun jadi ia hanya bisa pasrah. Untung ada Bai An menawarkan bantuan.
Bai An langsung muncul di depan Hong Chu dengan sebuah senyum tipis. Melihat Bai An, Hong Chu seketika tercengang.
Bersambung.
__ADS_1