
Saat terjadi keheningan, sebuah suara terdengar cukup dingin yang mana membuat Kaisar Xiao Chu dan yang lainnya kini semakin berkeringat dingin, sampai-sampai keringat Kaisar Xiao terus menetes didahinya.
"Apakah aku selemah itu?" Lang Zai bertanya dengan suara cukup dingin.
"Se.. Senior!"
Saat Kaisar Xiao Chu ingin menjawab, kata-katanya terputus oleh suara Cen Tian.
"Senior, berhentilah mengintimidasi mereka, Kau membuat mereka takut. Lebih baik kita berangkat bertiga saja bersama Kaisar Xiao, karena aku tidak sabar untuk menjarah harta mereka."
Mendengar ucapan Cen Tian yang bilang kata Menjarah, membuat Lang Zai mendengus. Karena hanya harta yang ada didalam otaknya.
Sedangkan untuk Kaisar Xiao Chu dan yang lain merasa terselamatkan oleh Cen Tian.
Kaisar Xiao Chu, sadar akan ucapannya tadi yang salah. Karena ia sadar jika orang kuat itu akan merasa direndahkan jika hanya melawan yang lemah terus membawa pasukan. Itu membuat harga diri mereka terasa jelek dimata orang.
"Kaisar Xiao, apakah harta disana sangat banyak?"
Xiao Chu tersadar dari lamunannya saat mendengar Cen Tian bertanya. "Ya Senior, saya menjamin akan hal itu," dengan cepat ia menjawab pertanyaan Cen Tian.
Cen Tian langsung cembrut, "Jangan panggil aku senior, panggil Cen Tian atau junior Tian saja. Karena aku masih belum tua dipanggil senior."
Xiao Chu langsung tersenyum masam.
"Hmm kapan kita akan berangkat?" Lang Zai langsung bertanya, karena ia tidak sabar juga ingin melawan orang-orang berjubah hitam.
Dengan cepat dan hati-hati Xiao Chu menjawab, "Malam ini Senior."
Lang Zai mengangguk, "Kabari aku jika kita akan berangkat," ucap Lang Zai lalu ia keluar dan melesat dengan cepat, pandangan orang-orang disana hanya melihat sebuah cahaya saja saat melihat Lang Zai melesat tadi.
"Junior Tian, apakah benar hanya kita bertiga saja yang berangkat?"
Setelah Lang Zai pergi, Xiao Chu bertanya dengan hati-hati ke arah Cen Tian.
Cen Tian langsung tersenyum, "Kaisar tenang saja, tidak perlu takut. Senior Lang Zai tahu kekuatan para orang berjubah hitam, dan hanya ketuanya saja yang Senior Lang Zai tidak bisa lawan." Cen Tian melihat Kaisar Xiao Chu lalu menambahkan. "Orang-orang yang berkeliaran disini maupun di kekaisaran Tang itu hanya prajurit-prajuritnya saja. Tapi jangan remehkan mereka, walau hanya prajurit, kekuatan mereka yang terendah ada ditingkat Holy Tryant Puncak atau Grand Dao."
__ADS_1
Semua orang mengangguk-angguk, Kaisar Xiao juga tahu kekuatan mereka, karena ia telah melawan salah satu dari mereka. Namun kalah hanya dengan auranya saja. Beruntung ia dapat melarikan diri, walau banyak korban nyawa yang melayang hanya untuk menyelamatkan Kaisar Xiao.
Jendral Xiao Wei langsung bertanya. "Junior Tian, dari mana anda tahu jika mereka adalah prajurit?"
Pertanyaan Xiao Wei membuat orang-orang menjadi tegang, termasuk Kaisar Xiao yang melotot ke arah Xiao Wei yang kini meringkuk seperti kucing.
Menyadari hal itu, Cen Tian langsung tertawa.
"Ha.. Ha.. Ha.."
"Kalian tenanglah.. Aku tidak akan marah hanya karena pertanyaan tersebut," ucap Cen Tian, yang mana membuat Kaisar Xiao dan orang-orang menghela nafas lega.
"Terus pertanyaan dari Jendral Xiao Wei tadi bagaimana? Junior Tian!" Xiao Chu bertanya dengan hati-hati, berharap ia diberikan jawaban.
"Kami pernah menangkap salah satu dari mereka dan mengorek semua informasi tentang mereka. Basis mereka apa? Apa tujuan mereka kesini, termasuk tentang kekuatan dari terkuat hingga terlemah!"
Mendengar jawaban dari Cen Tian, mereka semua mengangguk. Xiao Chu dan yang lain sebenarnya ingin bertanya lebih lanjut, namun itu merasa kurang sopan menurut mereka, jadi mereka hanya mengobrol kecil saja sambil memakan hidangan yang telah disediakan.
Tak lama dua orang wanita datang, Satu sudah dewasa tapi masih terlihat cantik dan awet muda, satu lagi masih seusia Cen Tian.
Suara wanita tersebut sangat lembut, membuat Cen Tian langsung terpesona.
Wanita itu langsung berlari kecil, lalu memeluk Kaisar Xiao Chu. "Ayah Yi'er rindu!"
Wanita itu adalah putri satu-satunya Xiao Chu. Xiao Chu kini melirik putrinya Xiao Yi, dengan lembut bercampur agak malu terhadap Cen Tian. Karena kelakuan putrinya jika bertemu Xiao Chu, maka Xiao Yi pasti akan menjadi manja.
Sadar akan hal itu, Ibu Permaisuri dan Xiao Yi langsung melirik ke arah Cen Tian, "Siapa pemuda ini ayah?" Tanya Xiao Yi menunjuk ke arah Cen Tian dengan sedikit malu, karena wajah Cen Tian yang sangat tampan dimatanya.
Xiao Chu dan yang lainnya langsung menjadi tegang, melihat Xaio Yi yang tanpa sopan menunjuk ke arah Cen Tian. Permaisuri ikut-ikutan menjadi gugup saat melihat yang lain gugup, ia menyadari ada yang salah disini.
Xiao Yi yang melirik kesemua orang yang gugup, langsung ikut menjadi gugup. "Kenapa ayah gugup?" Bisik Xiao Yi.
"Ju.. Junior Tian maaf!"
Saat Xiao Chu ingin menjelaskan hal ini kepada Cen Tian, dengan cepat Cen Tian memotong kata-katanya.
__ADS_1
"Tidak perlu minta maaf Kaisar Xiao, itu menjadi hal biasa untuk ku," ucap Cen Tian tersenyum ke arah Xiao Chu, lalu melirik Xiao Yi.
Melihat senyum Cen Tian, membuat hati Xiao Chu tidak nyaman. Karena ia merasakan ada maksut dibalik senyum itu, namun ia tidak berani mengungkapkannya.
"Terimakasih Junior Tian!"
"Te.. Terimakasih Tuan Muda!"
Xiao Chu dan Permaisuri langsung berterimakasih telah memaafkan sikap putrinya.
Sedangkan Xiao Yi kini menunduk malu, karena sikapnya tadi dan melihat senyum menawan dari Cen Tian, ia merasakan jantungnya berdetak kencang. "Apakah ini yang namanya jatuh cinta pada pandangan pertama?" Gumam Xiao Yi di dalam benaknya.
"Saya lihat Junior Xiao Yi cukup Jenius, pada usia muda telah berada ditingkat Raja Menengah." Karena merasa cukup tegang, dengan cepat Cen Tian bertanya untuk mencairkan suasana.
"Apanya yang jenius junior Tian ini mengejek ya?" Balas Xiao Chu dengan bercanda.
Setelah itu mereka bersenda gurau, banyak hal yang mereka bicarakan termasuk hal-hal lucu, hingga menyebabkan suasana sedikit ramai dengan tawa.
Kini Cen Tian dan Xiao Yi cukup akrab dan mengobrol hal-hal tentang kultivasi.
Xiao Yi baru diberitahu jika bala bantuan mereka adalah Cen Tian dan ada seseorang lagi, namun tidak berada disini, ia juga baru tahu jika tingkat kultivasi Cen Tian melebihi ayahnya. Itu membuat Xiao Yi makin kagum dengan Cen Tian.
Kaisar Xiao Chu dan Permaisuri Yin sadar jika Xiao Yi menyukai Cen Tian, mereka cukup senang jika Xiao Yi mempunyai pasangan yang kuat, apalagi bisa menjaganya kelak.
Jadi Xiao Chu dan Permaisuri Yin hanya membiarkan mereka untuk akrab, apalagi sifat Cen Tian yang baik membuat mereka menyetujui jika Xiao Yi menyukai Cen Tian.
"Gege, apakah junior Tian akan menyukai putri kita juga?" Permaisuri Yin langsung bertanya dengan berbisik.
"Hmm Junior Tian juga menyukai putri kita, apa Yin'er tidak menyadarinya saat Junior Tian tadi tersenyum saat memaafkan kita. Aku awalnya agak gelisah melihat senyum tersebut, namun kini aku sadar jika senyum itu tulus jika Junior Tian menyukai putri kita." Jawab Xiao Chu.
Permaisuri Yin langsung mengangguk.
Waktu terus berlalu jam telah berganti, kini malam akan tiba.
Cen Tian langsung memanggil Lang Zai untuk berkumpul lebih dulu.
__ADS_1