
“Hehe,, kau sangat licik bocah nakal, aku tadi tidak menyadari auramu saat menyerang musuh, apa yang sebenarnya terjadi?”
Duan Du yang mendengar pertanyaan Tu Long dengan sombong mengalihkan kepalanya.
Tu Long tentu saja kesal karena pertanyaannya di acuhkan begitu saja.
Tapi Tu Long sekarang tak terlalu mempermasalahkannya karena saat ini mereka ada di arena pertarungan.
Dengan cepat Duan Du melirik Tu Long sambil memberikan saran melalui telepati.
Tu Long langsung melesat maju ke arah Hu Tang dan Hu Jat.
“Hehe,, mari kita bertarung serius,” kekeh Bai An kemudian berubah serius.
Tu Long langsung mengalirkan energinya ke arah tangan kanannya sambil membentuk sebuah cakar.
Hu Tang dan Hu Jat juga tak mau kalah, mereka saat ini mengalirkan senjata mereka dengan energi yang cukup besar.
Tu Long tanpa menunggu lama langsung mengayunkan tangan kanannya beberpa kali.
Wuss..!!
Puluhan tangan cakar langsung melesat ke arah Hu Tang dan Hu Jat.
Hu Tang dan Hu Jat juga tak mau kalah.
Hu Tang saat ini mengayunkan tinjunya beberapa kali, tak menunggu lama puluhan tinju energi melesat ke arah cakar energi Tu Long.
Untuk Hu Jat kini mengayunkan tombaknya, bilasan energi kecil langsung melesat ke arah cakar energi Tu Long.
Tu Long juga melihat jika saat ini ia di tarketkan langsung menghilang dari tempatnya.
Hu Tang yang melihat bayangan kecil melintas ke arah dirinya hanya bisa tersenyum kecut.
“Tinju tanpa batas,” teriak Hu Tang.
Saat Tu Long muncul, ia langsung terkena serangan.
Bom..!!
Tu Long terlempar karena ia sengaja untuk terkena serangan tinju dan bilasan tombak energi.
“Eehh,, apa yang di ucapkan Duan Du ternyata benar, aku kini sedikit lagi akan mengalami terobosan,” gumam Tu Long kini cukup bahagia.
“Ternyata energi dari serangan Hu Tang ini cukup banyak, jika tidak bukan Hu Tang namanya,” kekeh Tu Long dalam hati.
Energi Hu Tang ini cukup langka, ia mempunyai energi kehidupan, tapi Hu Tang masih tidak menyadarinya selama ini.
Sedangkan bagi Tu Long, itu adalah sumber kekuatan.
Tu Long kini menyeringai kejam.
“Ayo pukul ayah dengan kekuatan penuhmu,” teriak Tu Long memprovokasi.
Hu Tang yang mendengar itu bergerak mundur.
“Ada sesuatu yang mereka berdua rencanakan dari awal, setidaknya orang ini setelah terkena seranganku, aku merasa ia semakin kuat,” kata Hu Tang memberitahu Hu Jat.
Walau Hu Jat tidak mengerti ucapan kakaknya, ia hanya bisa mengikuti Hu Tang saja.
__ADS_1
Tu Long yang memprovokasi lawan kini mulai melesat karena tak sabar meningkatkan kekuatannya.
Wuss..!!
Cakar Tu Long langsung mengarah ke Hu Jat.
Dengan cepat Hu Tang maju membantu adiknya, Hu Tang mengayunkan tinjunya sambil terbawa emosi.
Bom..!!
Lengan kiri Tu Long terkena tinju Hu Tang.
Wuss..!!
Brak..!!
Tu Long menabrak dinding perisai pembatas dengan keras.
Ha ha ha..!!
Bukannya kesakitan, Tu Long malah semakin tertawa.
Wuss..!!
Aura Tu Long langsung keluar dengan sendirinya.
Tekanan dari aura Tu Long sangat kuat hingga membuat para penonton merasa tertindas.
Sementara Hu Tang mundur sambil bergumam. “Dia menerobos, apa yang terjadi hingga membuatnya melakukan trobosan saat terjadi pertarungan. Tapi itu tidak terlalu penting, yang penting saat ini ternyata orang ini menekan kekuatannya, jika begini mungkin kami berdua akan kalah.”
“Kakak,, bagaimana ini?” Tanya Hu Jat.
Hu Tang tidak menjawab, ia melirik ke arah Bai An yang hanya berdiri santai.
“Aku yakin kemampuan kedua kakak beradik ini jika di tekan sampai titik terahir, maka kekuatan yang sebenarnya dari keduanya akan keluar,” gumam Bai An melirik ke arah Tu Long.
Tu Long langsung muncul di samping Hu Tang.
Karena saat ini Tu Long menggunakan kekuatan aslinya, maka kecepatannya yang sebenarnya juga akan meningkat.
Bahkan Hu Tang tidak bisa melihat pergerakan Tu Long yang memukul wajahnya.
Bam..!!
Hu Tang terbang ke arah Hu Jat yang melamun.
Brak..!!
Tubuh Hu Tang langsung menabrak Hu Jat.
Tak berhenti sampai di sana saja, mereka berdua kini terus melesat hingga menabrak dinding pembatas.
Tu Long kembali muncul di depan Hu bersaudara.
Hu Tang dan Hu Jat melihat Tu Long kembali muncul kini memasang wajah serius.
“Kami menye,” belum Hu Jat selesai mengucapkan katanya, Tu Long lebih dulu memukul dadanya dengan santai.
Tak ketinggalan juga Hu Tang, ia terlempar begitu saja.
__ADS_1
Tap tap..!!
“Bermain-main saja dulu denganku, jangan cepat menyerah, itu bukan sifat laki-laki. Laki-laki itu harus bersemangat, pantang menyerah apalagi takut,” kata Tu Long.
Tu Long sengaja memberikan Hu bersaudara nafas karena perintah dari Bai An.
Sementara Duan Du kini tidur sambil melayang, tidak ada yang berani mengganggu Duan Du, walaupun banyak yang membencinya.
Untuk para penonton kini tak henti-hentinya tercengang melihat jagoan mereka di permainkan.
“Ini tidak mungkin, ini pasti penipuan,” kata salah satu penonton tak terima.
Tapi Bai An dengan cepat menatap orang tersebut hingga ia membeku saat mendengar ucapan Bai An.
“Tonton saja pertarungan ini hingga selesai, jika kau bicara lagi maka aku yakin hari ini Faksi Pedangmu akan hancur.”
Setelah itu dengan cepat orang tersebut tersadar dan ingin berteriak berusaha memprovokasi, namun kepalanya lebih dulu melayang.
“Kalian tonton saja dulu pertarungan seru ini, jangan banyak bicara, jika kalian berteriak lagi maka aku akan membunuh kalian seperti tikus kecil ini,” kata Bai An memperlihatkan jubah kelompok pembantai.
Orang-orang langsung membisu, sama halnya dengan mata-mata dari beberapa Faksi maupun Sekte Besar, mereka kini berkeringat dingin menahan tekanan dari Bai An.
Bai An sengaja menekan orang-orang yang berusaha merusak suasana.
Di tempat Tu Long kini, ia melihat Hu Tang dan Hu Jat mulai terpancing oleh ucapan Tu Long.
“Baiklah senior, mohon bimbingannya,” kata Hu Tang menangkupkan tangannya.
Begitu juga dengan Hu Jat.
Tu Long langsung muncul sambil mengayunkan tangannya santai.
Hu Tang dan Hu Jat dengan cepat menghindar, mereka kini sangat waspada walau mereka tahu saat ini tahu jika Tu Long sedang main-main melawan mereka.
“Mohon jangan main-main senior, kami berdua adalah laki-laki, rasa sakit adalah hal yang biasa,” kata Hu Jat serius.
Tu Long muncul sambil kakinya terayun ke arah dada Hu Jat bersamaan dengan tangan Tu Long mengarah ke wajah Hu Tang dengan energi yang cukup menekan.
Dengan cepat kedua Hu bersaudara berusaha menahan serangan dari Tu Long dengan senyum mengembang.
Bom..!!
Walau sudah berusaha keras menahan, tetap saja mereka berdua terkena pukulan dan tendangan Tu Long.
Hu Tang dan Hu Jat terlempar hingga menabrak dinding pembatas dengan keras.
Brak..!!
Uhuk..!!
Uhuk..!!
Hu Tang dan Hu Jat langsung memuntahkan banyak darah.
“Sangat kuat, aku yakin ia belum menggunakan setengah kekuatannya,” gumam Hu bersudara.
Baru saja Hu Tang berdiri, ia kembali terlempar dengan keras.
Brak..!!
__ADS_1
Duar..!!
“Kakak,” teriak Hu Jat ingin maju membantu Hu Tang, namun ia kini melihat dirinya melayang juga.