
“Tidak ada yang gratis di dunia ini, jadi serahkan cincin mu itu sebagai bayarannya,” kekeh Cen Tian dengan mata bersinar.
Wajah jendral sekutu seketika berubah cemberut, memang ia sadar tidak ada yang gratis, ia pun sering melakukan hal tersebut, yaitu jasanya di bayar.
Tapi saat ini sedang terjadi perang? Bisa-bisa pemuda di depannya ini masih memikirkan hal tersebut.
Dengan terpaksa jendral sekutu itu melepaskan cincinnya lalu memberikannya kepada Cen Tian.
Tanpa sungkan Cen Tian menyambarnya sambil berkata. “Terimakasih kawan, lain kali sering-seringlah begini kepada.”
Setelah itu Cen Tian melesat ke arah Liu Fang yang sibuk membunuh musuh-musuhnya.
***
Di sisi bersebelahan, terlihat Sin Ting dan Son Teng, mereka dengan bringas mengayunkan senjata mereka ke sembarang arah.
Walau terlihat sembarangan mengayunkan senjatanya, namun jika di perhatikan dengan teliti, ayunan mereka berdua selalu mengenai musuh tanpa melukai teman maupun sekutu.
“Mati, hahaha,” teriak di sertai tawa Sin Ting.
“110 sudah mati,” teriak Sin Ting lagi sambil melirik ke arah Son Teng.
“Heng,, sungguh lemah, aku sudah membunuh 130,” dengus Son Teng mengejek.
Wajah Sin Ting seketika mengganas, ia mengganas bukan marah kepada Son Teng, melainkan para musuhnya yang selalu mundur, ada juga yang melarikan diri.
“Kalian semua, cepat kemari, gara-gara kalian aku kalah bertaruh,” raung Sin Ting lalu melesat mengejar para musuh yang tak lain para komandan maupun jendral dari klan besar, menengah maupun klan kecil.
Son Teng yang melihat itu tak mau kalah, ia juga langsung melesat ke arah musuh yang bergerombolan, kali ini Son Teng keluar dari arena, karena disana ada jutaan musuh.
Berbeda dengan Sin Ting yang tidak terlalu menggunakan otak, ia hanya menggunakan otot dan insting saja.
***
Wuss..!!
Crash..!!
“Satu kepala Kaisar Dewa sudah dapat,” gumam Lang Zai.
Terlihat Lang Zai kini di kepung oleh jutaan musuh.
Mereka terlihat seperti semut yang mengerumuni gula atau lebih tepatnya mangsa.
Walau mereka lemah di mata Lang Zai, Lang Zai tetap waspada, karena banyak di antara mereka yang memiliki kekuatan Kaisar Dewa Menengah ⭐ 3 Puncak atau jendral dari klan besar maupun jendral dari para kaisar dewa.
__ADS_1
“Hehe,, waktunya pembantaian,” kekeh Lang Zai, ia teringat dengan dulu saat ia seperti ini juga sewaktu di kepung oleh jutaan musuh.
Dengan cepat Lang Zai bergerak sambil mengeluarkan pedangnya tanda ia telah serius, di belakang Lang Zai ada 100 kelompok pengemis kumuh yang lumayan kuat ikut maju menerjang.
Sementara jutaan musuh layaknya semut langsung menerjang juga.
Lang Zai tanpa menahan diri langsung mengayunkan pedangnya, seketika tekanan besar dari pedang Lang Zai membuat angin besar yang berputar-putar.
“Tebasan Serigala Angin,” teriak Lang Zai.
Wuss..!!
Ratusan energi berbentuk serigala langsung melesat, saat mencapai pertengahan, ratusan bilah energi serigalw menghilang.
Tak lama langsung mencabik-cabik musuh dengan secara mengejutkan.
Teriakan jeritan kesakitan terdengar dimana-mana, tapi Lang Zai menghiaraukannya, ia malah dengan gencar menyerang dengan teknik-teknik terkuatnya yang selama ini jarang ia keluarkan.
Tak hanya Lang Zai saja, terlihat 100 kelompok pengemis kumuh dengan gencar menghancurkan musuh tanpa ampun.
Kerjasama yang di lakukan oleh 100 kelompok pengemis kumuh yang di bagi menjadi 10 kelompok, cukup membuahkan hasil.
Mereka mampu membunuh ribuan musuh dalam satu kali gerakan.
***
Mereka terlihat sangat liar kesana kemari membunuh dan mencari musuh yang terlihat cukup kuat dimata mereka, namun anehnya mereka sama sekali tidak mengincar para Kaisar Dewa.
Hal tersebut membuat jejak kesombongan dan terlihat angkuh bagi para Kaisar Dewa.
Mereka tentu sombong karena mengira kedua orang tersebut takut kepada mereka.
Namun mereka tidak sadar jika Pixiu dan Fanghu sebenarnya hanya trik mereka saja agar membuat para Kaisar Dewa mengendurkan penjagaan mereka sendiri.
Jika ada kesempatan Pixiu dan Fanghu akan langsung membunuh mereka satu persatu seperti sebelumnya, namun jika rencana mereka telah di ketahui, mereka berdua akan pergi ke sisi lain untuk mencari target baru.
Tap tap..!!
Pixiu langsung mengambil nafas tersengal-sengal, ia terlihat sangat kelelahan.
Hal tersebut dimanfaatkan oleh salah satu Kaisar Dewa.
Kaisar Dewa tersebut dalam sekejap muncul di depan Pixiu sambil mengayunkan tombak dengan seringai lebar.
Pixiu yang menyadari hal itu langsung kaget dengan mata melotot tak percaya.
__ADS_1
Kaisar Dewa tersebut melihat raut wajah Pixiu langsung memasang wajah kemenangan.
Tapi saat ia mengayunkan tombaknya, matanya tiba-tiba gelap.
Dunia seakan berputar, ia merasa melayang lalu melihat tubuhnya sendiri masih berdiri tanpa kepala.
Bruk..!!
Kaisar Dewa tersebut mati dengan kepala terputus.
Tap tap..!!
Fanghu memasang wajah galak.
“Lain kali kau harus hati-hati, untung aku datang menolongmu,” dengus Fanghu lalu pergi.
Sementara Pixiu langsung membungkuk. “Terimakasih senior,” teriak Pixiu, setelah itu Pixiu mengeluarkan beberapa pil pemulih energi lalu menelannya.
Tidak ada yang bisa menyadari jika mereka hanya berpura-pura agar dengan mudah membunuh para Kaisar Dewa tanpa mengeluarkan banyak energi dan melakukan pertarungan mati-matian melawan para kaisar dewa.
Trik kecil ini di ajarkan oleh Bai An khusus untuk kerja sama dua orang saja. Sehingga Pixiu dan Fanghu tentu memanfaatkan kesempatan tersebut.
Setelah memulihkan diri, Pixiu kembali membunuh musuh yang memiliki kekuatan Kaisar Dewa Menengah ⭐ 3 Puncak.
***
Bai An yang melihat semua saudara maupun para bawahannya mengangguk karena dengan mudah membunuh musuh-musuhnya tanpa terlalu banyak menghabiskan energi mereka masing-masing.
Bai An juga melihat para pengikutnya juga dengan mudah membunuh musuh.
Bai An tentu tidak ingin menyulitkan para saudara dan pengikutnya sehingga ia menyuruh mereka membagi setiap kelompok nantinya jika terjadi perang.
Bai An menyuruh mereka membunuh musuh yang jauh lebih lemah dari tingkatan mereka masing-masing.
Hal tersebut Bai An suruh agar mereka tidak mati maupun terluka parah, terlebih itu juga membuat kelompok Bai An dengan mudah memangkas musuh.
Buktinya pengikut Ling Qie kini sudah lebih dari setengah mati, sementara pengikut Bai An masih belum satupun yang mati, bahkan terluka parah masih belum ada.
Sementara untuk orang yang di anggap sekutu, atau terbentuk sekutu akibat ucapan We Kai tadi, sudah banyak yang mati.
Bai An juga tidak ingin terlalu naif membantu orang yang tidak ia kenal, ia juga bukanlah orang baik. Jadi kenapa harus membantu mereka. Itulah yang ada di dalam benak Bai An.
Saat Bai An melihat-lihat, pandangannya ke arah Hei Long bersama Jing Ling, Yu Fan dan De Cang.
Melihat mereka ber 4 di kepung puluhan kaisar dewa, ratusan jendral dan ribuan jendral maupun prajurit. Bai An ingin turun tangan, namun berhenti karena ke 4 orang tersebut terlihat bersemangat.
__ADS_1
“Nona Jing, kau bantu kami dari belakang bersama De Cang, sementara aku dan saudara Hei Long akan menyerang menggunakan formasi yang telah Tuan muda ajarkan,” kata Yu Fan dengan serius menatap mereka bertiga.
Ketiganya langsung mengangguk tanpa ragu lalu menatap tajam musuh.