Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pergerakan Orang-orang yang Mengincar Bai An


__ADS_3

-Setelah itu dengan cepat ia tersadar dan berkata. “Baiklah aku setuju, cepat berikan aku araknya.”


Dengan santai Pin Cang melempar satu kendi arak ke arah Pin Sang.


Setelah melempar satu kendi arak, Pin Cang mengeluarkan satu kendi arak lagi sambil berkata.


“Ayo kita minum bersama di kediamanku.”


Dengan cepat Pin Sang mengangguk lalu melesat setelah melihat Pin Cang melesat lebih dulu.


Tap tap dalam sekejap Pin Cang dan Pin Sang sampai di kediaman milik Pin Cang.


Setelah itu Pin Cang mengeluarkan dua gelas lalu menuangkan arak.


“Tangkap,” kata Pin Cang melempar segelas arak.


Hap..!!


Dengan sigap Pin Sang menangkapnya lalu mencium baunya secara perlahan. “Hmm..!! Arak ini sungguh nikmat, dapat terlihat dari baunya,” gumam Pin Sang.


Pin Sang secara perlahan meminumnya dan terasa tubuh Pin Sang jauh lebih segar, jiwa mudanya seolah-olah kembali bangkit.


Woah..!!


“Ini arak terbaik yang pernah aku minum, dari mana Tuan muda Bai mendapatkan arak sebaik ini?” Tanya Pin Sang ke arah Pin Cang.


Pin Cang yang baru meminum gelas ke tiga mengangkat bahunya dengan santai lalu menuang arak keempatnya.


Pin Sang yang melihat itu langsung melotot ke arah Pin Cang.


“Kau curang, kurang ajar, cepat berikan kendinya kepadaku,” teriak Pin Sang tak terima.


Pin Cang langsung mengangkat kendinya saat melihat Pin Sang ingin mengambil kendi tersebut dari tangan Pin Cang.


Mereka seketika ribut seperti kucing dan tikus.


Malam harinya.


Saat ini Pin Cang dan Pin Sang saling menatap satu sama lain dengan intens.

__ADS_1


“Siapa yang menang dialah yang tinggal di sini dan yang kalah akan bertarung di luar,” kata Pin Sang menyeringai lebar.


Wajah Pin Cang seketika jelek, karena setiap ia suit dengan kakaknya ini, ia selalu kalah.


“Aku mengalah, sebagai adik yang baik hati maka aku akan berjaga di depan dan melawan musuh-musuh yang ingin masuk,” kata Pin Cang tersenyum kecil.


Dahi Pin Sang seketika berkerut ke atas. “Sebagai kakak yang baik, maka aku akan membiarkan apapun yang kau mau seperti ingin berjaga di luar dan melawan mereka,” kata Pin Sang terkekeh licik.


“Heng..!! Lebih baik kau panggil keponakanku untuk membantumu berjaga di sini, karena aku merasakan fisarat buruk,” dengus Pin Cang, tapi dengan cepat wajahnya berubah serius.


Pin Sang sadar akan hal itu kini tak ingin bercanda lagi, ia pun ikut mengangguk membenarkan kata adiknya ini. Setelah itu Pin Sang mengeluarkan batu komunikasi dan mengalirkan sedikit energinya lalu menghubungi para putranya.


Melihat kakaknya sudah menghubungi keponakannya, Pin Cang langsung keluar dengan santai.


***


Di tempat cukup sepi, saat ini Wang Fu, Bha Lap, dan Lhe Mot terlihat gelisah.


“Tetua Bha, kenapa orang yang kau bayar sangat lama?” Tanya Lhe Mot agak gelisah.


Bha Lap yang ikut gelisah mencoba untuk tenang. “Tunggu beberapa menit lagi, aku yakin ia akan datang,” jawab Bha Lap.


Untuk Wang Fu, ia kini diam, namun dalam hatinya ia juga gelisah lantaran jika mereka bertiga gagal menjalankan tugas, maka mereka bertiga akan di gantung oleh patriark mereka masing-masing.


Tap tap..!!


Heng..!!


Terdengar suara dengusan dari ketiga orang yang tak lain Wang Fu, Bha Lap dan Lhe Mot.


Mereka bertiga terlihat tidak berani mengungkapkan amarah mereka, jika tidak, mereka yakin akan mati di tangan pria di depannya.


Pria ini tak lain adalah orang yang Bha Lap sewa di organisasi Cacing Hitam, ia bernama Sing Kong yang di beri julukan Cacing Darah.


Cacing Darah adalah salah satu pembunuh kejam, ia terkuat ke 10 di organisasi Cacing Hitam.


Kultivasi Cacing Darah saat ini Master ⭐ 1 Awal, maka dari itu Wang Fu, Bha Lap dan Lhe Mot agak segan terhadapnya walau mereka bertiga dari klan besar. Tapi karena mereka adalah tetua biasa disana dan masih banyak tetua seperti mereka, jadi jika mereka mati sekalipun bukan masalah besar buat klan mereka.


Saat ini Cacing Darah menatap mereka bertiga dengan senyum tipis.

__ADS_1


“Mana sisanya, karena setelah aku berhasil membunuh anak itu, maka aku akan langsung pergi dari kota ini,” kata Cacing Darah mengedahkan tangannya lebar-lebar.


Wang Fu dan Lhe Mot mengerutkan keningnya, ia kini melirik ke arah Bha Lap yang sedang berpikir.


“Hmm..!! Apa kau yakin mampu membunuhnya?” Tanya Bha Lap, lalu menambahkan. “Walau kau kuat, tidak memungkinkan bahwa kau berhasil membunuhnya.”


Cacing Darah sama sekali tidak tersinggung saat ia di ragukan oleh ketiga tetua dari klan besar ini.


Dengan santai Cacing Darah berkata. “Kau tenang saja, organisasi kami sangat ahli, kau sudah tahu akan hal itu bukan?” Tanya Cacing Darah menatap ke arah Bha Lap. “Kau juga tahu jika ada sedikit kegagalan maupun tidak memuaskan pelanggan kami, maka uang yang pelanggan berikan akan kami kembalikan sepenuhnya.”


Mendengar itu Bha Lap mengangguk, tentu ia tahu dan tidak mungkin bohong, karena ketua organisasi Cacing Hitam berteman baik dengan Patriark Klan Bha.


“Baiklah, ini sisanya, hubungi kami jika kau berhasil,” kata Bha Lap dengan serius.


Walau ia sadar pasti akan mendapatkan berita keesokan harinya, tapi ia ingin memastikannya sendiri dari Cacing Darah.


Cacing Darah mengangguk santai, setelah itu ia menghilang dari sana.


Wang Fu, Bha Lap dan Lhe Mot kini saling menatap satu sama lain, setelah itu mereka juga pergi dari sana.


***


“Hmm..!! Lebih baik kita berpencar saja, jika kita berlima masuk kesana, maka kita akan ketahuan,” kata salah satu dari kelima orang yang tak lain orang yang di suruh menangkap Bai An oleh pemuda tampan.


“Benar juga, terlebih lagi banyak orang yang mengincar target kita ini, jika kita gagal karena target lebih dulu di bunuh orang yang mengincarnya, maka kita akan di hukum oleh Tuan muda,” kata seorang pria paling tua.


“Begini saja, kalian bertiga akan menghalangi siapapun yang ingin mengincar target kita, sementara aku dan kakak tertua akan masuk, aku akan melawan pemilik kediaman ini yang tak lain Jendral Pin Cang, kakak tertua akan menangkapnya,” kata pria terlihat berusia 40 tahunan.


“Baiklah aku setuju dengan usulan kakak kedua, bagaimana dengan kalian adik keempat dan kelima?” Tanya saudara ketiga.


“Hmm..!! Kami tentu saja setuju,” kata adik keempat dan kelima serempak.


Setelah itu mereka berlima langsung melesat ke arah kediaman Pin Cang.


Saat mereka berlima melesat, mereka menyadari jika ada sekelompok berjubah hitam sedang melesat ke arah yang sama dengan tujuan mereka.


Tap tap..!!


Kelima dan Sepuluh orang berjubah hitam berhenti lalu saling menatap satu sama lain.

__ADS_1


“Hmm..!! Kalian pergilah dari sini, jangan ikut campur dengan target kami,” kata ketua dari 10 orang berjubah hitam dengan suara dingin.


“Heng,, kalian lah yang pergi dari sini, jika tidak aku akan membuat kalian semua menyesal, termasuk kau yang bersembunyi di balik tembok,” kata saudara tertua dengan nada tak kalah dingin.


__ADS_2