Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Membuat Gerbang Dimensi dan Perpisahan Lagi


__ADS_3

Bai An langsung menghela nafas melihat itu, tatapannya beralih ke arah Duan Du karena tahu ini pasti ulah anak ini.


Duan Du langsung mengalihkan diri sambil bersiul saat merasa dirinya di tatap.


Tap tap..!!


Long Yuan, Lang Zai, dan Pixiu datang setelah selesai memasang segel budak kepada bekas pengikut Liu Shan.


“Hmm..!! Aku yakin tidak lama lagi akan ada kekacauan di dunia ini,” kata Bai An sedikit mengeraskan suaranya agar dapat di dengar semua orang.


“Sekarang aku serahkan kepada kalian semua, apa kita akan ikut campur atau diam saja, dan juga untuk acara turnamen ahli dewa abadi mungkin kita tidak bisa ikut karena saat ini kita di kerjar waktu, kita tidak bisa berlama-lama,” kata Bai An menatap para saudaranya satu persatu.


Mereka semua terdiam hingga Duan Du dan Cen Tian tiba-tiba mengangkat tangannya.


“Kakak,, begini saja, lebih baik kita serahkan kepada para pengikut kita, mereka pasti bisa menghentikan kekacauan.” Kata Duan Du.


“An'er lebih baik kita selesaikan kekacauan ini, aku tak tega melihat orang-orang tak bersalah menjadi tumbal,” kata Cen Tian.


Mendengar mereka bicara serempak, Bai An mengangguk sambil berkata.


“Baiklah,, mungkin aku akan menugaskan Fanghu atau Yu Fan untuk memimpin orang-orang yang ada di dunia ini sambil menghentikan kekacauan di dunia ini, karena besok kita akan pergi dari dunia ini.”


Semua orang mengangguk mendengar perkataan Bai An.


Setelah itu mereka semua langsung pergi mengikuti Bai An yang kini sedang melesat ke arah selatan.


Satu hari telah berlalu.


Saat ini Bai An dan para saudaranya berkumpul bersama.


Semua orang menatap Bai An dengan serius karena saat ini menunggu langkah selanjutnya.


“Hmm..!! Mungkin saat kita pergi dari dunia ini, maka kita akan berpisah karena aku ingin kalian mencari jalan kalian sendiri menuju puncak, itu juga bisa membuat kalian berkembang lebih pesat, jika bersamaku maka kalian akan terkekang oleh ku yang selalu memerintahkan kalian,” kata Bai An dengan nada serius.


Semua orang langsung merasa enggan berpisah, mereka sudah merasa nyaman bersama seperti, tapi mereka membenarkan kata-kata Bai An.

__ADS_1


Jika mereka selalu bersama maka kekuatan mereka tidak akan bisa terus meningkat, mereka menyadari itu saat ini.


“Lalu dimana kita akan berkumpul kembali?” Tanya Hei Long sambil mengangkat tangannya.


Bai An yang mendengar itu berkipir sesaat, setelah itu ia berkata. “Kita akan bertemu di alam dewa nanti, tapi saat perang besar terjadi, jika kalian sudah sampai alam dewa dan aku juga sudah sampai, tapi perang belum di mulai, maka kita tidak bertemu dan berpura-pura tidak saling mengenal, ini untuk kebaikan kalian dan kebaikan ku juga,” kata Bai An melirik ke semua saudaranya.


Long Yuan, Lang Zai, Cen Tian, Duan Du, Tu Long dan yang lainnya mengangguk mengerti.


Setelah itu Long Yuan langsung bertanya. “Apa lebih baik jika kita berpisah, kita masing-masing bersama satu atau dua orang saja?, jangan seorang diri.”


“Hmm..!! Itu terserah kalian saja, karena aku berencana akan pergi seorang diri,” jawab Bai An.


Semua orang mengangguk paham tanpa membantah Bai An.


Setelah itu Bai An dan Long Yuan mengangguk, mereka berdua langsung mengeluarkan batu yang di beli saat di pelelangan dan mencampurnya dengan batu formasi untuk membuat pintu dimensi biasa.


Bai An dan Long Yuan, di bantu oleh Tu Khul, Bo Long, Bhe San dan Bhe Shin membuat gerbang dimensi yang sangat besar.


Setelah Bai An dan Tu Long menggerakkan tangannya.


Muncul cahaya putih yang membuat mata mereka silau, hal itu membuat mereka menutup mata sesaat.


“Gerbang dimensi ini akan mengirim kalian secara acak, ada yang bisa ke alam dewa secara langsung, ada yang bisa membawa kalian ke dunia setengah dewa yang ke berapa, bahkan bisa membawa kalian ke alam fana,” kata Bai An menjelaskan.


Semua orang mengangguk kecuali Fang Liu.


“Jika aku di kirim ke alam fana, lantas bagaimana caraku untuk ke alam dewa?” Tanya Fang Liu.


Hal itu membuat beberapa dari mereka mengangguk setuju, tentu mereka yang tidak tahu caranya menuju ke alam dewa pasti akan bingung.


“Hmm..!! Jika kalian seorang kultivator, maka pasti jalan yang kalian tempuh akan memiliki banyak rintangan, salah satunya adalah cara menuju ke dunia yang lebih tinggi, jadi kalian harus berusaha menemukannya seorang diri tanpa bantuan dari ku maupun para saudara kita yang tahu jalan menuju alam dewa,” kata Bai An dengan serius.


Semua orang yang berharap di beritahu langsung menghela nafas berat. Tapi mereka sadar jika mereka harus menunjukkan keseriusan mereka untuk tidak terlalu mengaharapkan bantuan orang lain.


Bai An yang melihat itu langsung terkekeh kecil. “Baiklah aku akan memberikan beberapa ingatan bagaimana cara menuju alam dewa, tapi ingatan yang aku berikan memiliki beberapa teka teki untuk kalian pecahkan.” Kata Bai An langsung melambaikan tangannya santai.

__ADS_1


puluhan cahaya kecil seukuran ibu jari langsung melesat masuk ke kepala para saudara Bai An yang tidak mengetahui jalan menuju alam dewa.


Wuss..!!


Beberapa saat setelah mencerna ingatan yang Bai An berikan mereka semua terlihat bersemamgat walau ada teka tekinya, mereka merasa senang, dari pada mereka tidak mempunyai petunjuk apapun, lebih baik ini.


“Baiklah,, waktunya sudah tidak lama lagi sebelum gerbang ini tertutup, jika kalian ingin bersama seseorang untuk berpetualang, maka kalian harus masuk bersamaan agar tidak terpisah, jika ingin sendiri maka masuklah sendiri,” kata Bai An menyadarkan para saudaranya.


Lang Zai tanpa basa basi langsung melesat masuk bersama Sin Ting dan Son Teng, di susul oleh Pixiu bersama dengan Cen Tian dan Fang Liu.


Setelah itu Hei Long, Huang Feng masuk bersama dengan Long Yuan.


Untuk Tu Long, ia kini melirik ke arah Bai An sambil berkata. “Tuan muda, aku pasti akan membawakanmu keponakan nanti saat kita bertemu.” Dengan cepat Tu Long menarik Gi Lian yang termenung tadi saat mendengar perkataan Tu Long.


Wuss..!!


Dengan mata melotot Gi Lian hilang bersama Tu Long.


Bai An dan yang masih tersisa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


Bo Long langsung masuk sambil menarik Bhe San dan Bhe Shin.


Terahir Thu Khul dan Duan Du.


“Apa kalian ingin pergi bersama?” Tanya Bai An penasaran.


Duan Du menggelengkan kepalanya.


“Aku ingin mengikuti kakak, tapi aku rasa lebih baik mengikuti kakak tertua,” jawab Duan Du sambil melirik ke arah Bai En yang baru datang dengan mata mengantuk.


Bai An yang melihat kakaknya baru tersadar jika Bai En dari tadi tidak ada di sini.


“Dari mana saja kau kakak?” Tanya Bai An.


“Tidur,” jawab Bai En dengan santai.

__ADS_1


Hal itu membuat Bai An tersenyum seram.


Bai En yang melihat itu merasa tidak enak, dengan cepat ia melesat ke arah gerbang dimensi yang dia tak tahu siapa yang membuatnya dan kemana tujuan dari gerbang dimensi tersebut.


__ADS_2