Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Membagi Sumberdaya Kepada Bawahan


__ADS_3

Sementara Bai An kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kenapa kau mengusir mereka semua Saudari Jing?” Tanya Bai An pura-pura polos.


“Ti.. Tidak ada, mereka hanya mengganggu waktu kita saja. Ah tidak, maksudku mereka hanya akan mengatai kita saja,” Jawab Jing Ling kini dengan wajah merah merona.


Ia kini makin gugup karena merasa salah bicara tadi.


Sedangkan Bai An kini tertawa keras dalam hatinya kemudian bergumam. “Maafkan aku Jing Ling, aku tidak ingin mengecewakanmu sehingga aku terpaksa begini, seolah aku tidak menyadari perasaanmu.”


Jing Ling kini terus menunduk, ia berharap Bai An mengatakan sesuatu. Tapi apa yang ia harapkan sia-sia saja.


Bai An tetap diam dengan wajah polosnya. Melihat Bai An yang seperti orang bingung. Jing Ling tidak tahu harus mengatakan apa?


“Huuuff..!! Tuan muda, kapan kita akan meningkatkan kekuatan kita? Dan kenapa dari tadi kau diam saja?” Tanya Jing Ling memperhatikan wajah Bai An dengan seksama, karena kini tudung Bai An terbuka dan memperlihatkan wajahnya yang tampan dengan rambut bewarna biru langit.


“Eehh... Itu yang aku pikirkan tadi, aku berniat akan memberikan keempat Binatang Roh Iblis beberapa sumberdaya juga, tapi kau mengusirnya. Makanya aku langsung diam tak tahu harus bagaimana,” jawab Bai An dengan jujur.


Melihat itu, Jing Ling langsung mengangguk. Karena ia melihat jika Bai An berkata jujur.


“Kalau begitu mana bagianku?” Tanya Jing Ling sambil menyodorkan tangannya.


Bai An langsung mengeluarkan sebuah cincin penyimpanan dari cincin yang ia pakai, lalu memberikannya kepada Jing Ling sambil bertanya. “Kau akan berkultivasi dimana?”


“Niatku akan berkultivasi di dalam pohon, kalau kau?” Tanya Jing Ling balik.


“Hmm aku akan ke arah barat puncak bukit ini, karena aku merasakan energi alam di sana jauh lebih padat dan murni,” kata Bai An sambil menunjuk ke arah barat.


Jing Ling mengangguk. “Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa saat kekuatan kita semua meningkat,” kata Jing Ling, tanpa menunggu jawaban Bai An. Jing Ling langsung melesat pergi.


Melihat Jing Ling pergi, Bai An langsung menghela nafas lega. “Maafkan aku Jing Ling, aku tidak ingin menyakiti perasaanmu, maka lebih baik aku akan selalu begini. Tapi beda ceritanya jika Xia'er mengizinkanku bersama wanita lain,” kata Bai An terkekeh kecil, tapi tak lama kemudian ia kembali murung, karena tidak mungkin Mu Xia'er akan memberikannya izin, terlebih lagi ibunya sangat membenci namanya di duakan.


Makanya dari dulu ayahnya selalu mempunyai satu istri, yaitu ibunya.


Setelah melihat kini hanya dirinya seorang, Bai An mengedarkan kesadarannya untuk mencari keempat Binatang Roh Iblis, setelah menemukan dimana mereka.


Bai An langsung melesat pergi.


Tap tap..!!

__ADS_1


Melihat Bai An muncul tiba-tiba, dengan cepat Tu Long dan keempat Binatang Ro Iblis langsung berdiri.


“Tuan muda,” teriak semuanya secara serempak.


“Hmmm..!! Kenapa kau belum mulai meningkatkan kekuatanmu Tu Long?” Tanya Bai An basa basi.


“Hehe,, itu karena aku menunggumu datang kesini Tuan muda, karena mereka berempat belum mendapatkan sumberdaya dan juga jatah ehem ehem,” kekeh Tu Long.


Bai An langsung mendengus. “Mulutmu lama-lama seperti ember yang suka menggosip,” kata Bai An kesal, tapi dengan segera Bai An mengeluarkan 5 tong sedang berisi arak beserta 4 cincin penyimpanan.


“Ini bagian kalian semua, minum setelah kalian selesai berkultivasi,” kata Bai An memberikan sedikit peringatan.


Tu Long hanya mengiyakan saja, tapi dalam hatinya ia akan puas minum terlebih dahulu, baru nanti ia akan meminta yang lain kepada Bai An dan rencananya ia akan meminta sedikit bagian kepada Keempat Binatang Roh Iblis.


Sementara keempat Binatang Roh Iblis yang masih penasaran dengan arak hanya mengangguk patuh. Walau mereka telah di beritahu tentang Arak ini oleh Tu Long, tapi karena mereka belum pernah meminumnya tentu saja mereka akan menurut dan minum nanti.


Seandainya mereka telah merasakan apa rasa arak, mungkin mereka akan sama seperti Tu Long dengan hanya mengiyakan.


Setelah itu, semuanya pergi ke tempat yang membuat mereka nyaman untuk meningkatkan kekuatan.


Bai An juga kini melesat pergi ke arah barat bukit.


Tap tap.


Tanpa menunggu waktu lagi, Bai An langsung duduk bersila di tengah-tengah pepohonan yang cukup rindang.


Setelah itu dengan cepat Bai An mengeluarkan dua buah Apel Emas.


“Hmm.. Aku merasakan Apel Emas ini mempunyai Energi Dewa dan juga Hukum Ruang, aku harus membuktikannya setelah memakannya,” gumam Bai An.


Bai An langsung mencoba mengigit buah tersebut.


Srekk..!!


Suara Bai An mengunyah buah tersebut terdengar cukup keras.


Bai An langsung memejamkan matanya setelah merasakan ada Energi yang sangat besar masuk melalui meridiannya lalu berkumpul di dantiannya.

__ADS_1


Otot-otot Bai An langsung mengembang kempis.


Bam..!!


Tiba-tiba terdengar suara ledakan di dalam tubuh Bai An.


Tidak berhenti sampai di sana, kini di kepala Bai An pemahaman tentang Hukum Ruang telah meningkat sedikit.


Bai An langsung membuka matanya kemudian tersenyum bahagia.


Dengan cepat ia mengeluarkan kristal tingkat tinggi lalu menyerapnya untuk menyetabilkan kultivasinya yang baru saja naik.


Setelah itu Bai An kembali memakan Apel Emas hingga 2 minggu lamanya.


Kini terlihat bekas Apel Emas yang di makan Bai An ada 10.


Bai An membuka matanya lalu menghela nafas kecewa, kekuatannya sama sekali tidak meningkat, tapi ia cukup senang karena Hukum Ruangnya kini telah meningkat ke tingkat dua.


Bai An kembali mengeluarkan sebuah buah aneh lagi. Buah tersebut mirip dengan wortel, tapi bewarna pink.


Bai An juga merasakan energi dewa yang jauh lebih padat dari buah Apel Emas. Tapi sayangnya Bai An tidak merasakan sedikitpun yang spesial dari buah ini selain Energi Dewa yang melimpah.


Setelah itu Bai An kembali memasukkannya dan berniat memberikanannya kepada para saudaranya saat kembali ke dunia Heavenly Chaos.


Setelah itu Bai An mengeluarkan ribuan Kristal Berlian.


Dengan cepat Bai An menyerapnya dan di bantu oleh Energi Semesta.


***


Sementara Tu Long juga melakukan hal yang sama, ia kini dengan rakus memakan banyak sekali sumberdaya baik itu tumbuhan herbal, buah dan masih banyak lagi.


Untuk Jing Ling, ia dengan santai menyerap semua pemberian Bai An dengan perlahan dan setelah menyerap satu sumberdaya, Jing Ling langsung menyetabilkannya agar pondasinya semakin kokoh.


Berbeda dengan dengan Tu Long dan Jing Ling. Keempat Bintanang Roh Iblis kini sedang membuka mata mereka.


Mereka sama sekali tidak memejamkan matanya, dengan lahap mereka memakan sumberdaya yang Bai An berikan lalu membuang sisa-sisa kotoran yang mereka makan dengan kentut.

__ADS_1


Mereka terlihat seperti biasa memakan sumberdaya seperti ini sehari-hari. Jadi tidak masalah buat mereka semua, ini juga kelebihan dari Binatang Roh Iblis.


__ADS_2