Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Ujung Perbatasan Benua Hang Chen


__ADS_3

Bai An, Lang Zai, Pixiu, Lin Xue dan Chu Jia langsung melakukan tugas masing-masing.


Bai An bertugas menyalakan api unggun. Lang Zai dan Pixiu bertugas memotong dan membersihkan hasil buruan. Lin Xue dan Chu Jia bertugas menaburi bumbu.


Setelah itu semua selesai, mereka kemudian membakar semua daging kelinci dan rusa, untuk ayam hutan disini mereka tidak menemukannya.


Setelah matang mereka mulai memakannya dengan santai sambil mengobrol kecil.


***


Di tempat Long Yuan berada.


Ia kini sudah sampai di Benua Hongcu tepatnya Kota yang namanya sama dengan Sekte Aliansi Langit dan Bumi, yaitu Kota Langit dan Bumi.


Long Yuan dan Jing Xan kini menyembunyikan identitasnya walau tidak ada yang mengenal mereka.


“Ayah angkat,, suasana disini sepertinya semakin tegang.”


Jing Xin langsung mengutarakan pendapatnya melalui telepati.


Long Yuan mengangguk, ia juga dapat melihat banyak sekali kultivator tingkat tinggi yang berkeliaran ada yang sengaja menjadi pedang, ada yang sengaja berlibur, walau mereka menyembunyikan tingkat kekuatan mereka. Tapi mata Long Yuan sangat tajam sehingga dapat mengetahuinya.


“Hmm,, aku merasa mereka adalah orang-orang dari Benua Hang Chen yang mendukung para pemberontak yang ingin membunuh putra angkatku dan menurunkannya dari posisi patriark,” gumam Long Yuan.


Ia melirik Jing Xan kemudian berkata, “Apa kau mengetahui siapa saja dalang yang ingin menggeser posisi adikmu dan siapa saja yang masih setia mendukungnya?”


Jing Xan langsung mengangguk, “Tentu saja, yang mendukungnya di sekte masih sangat banyak, mereka adalah orang-orang yang selalu setia kepada adik angkat dan hanya satu penghianat dari mereka, yaitu Dong Fang dan ia juga dalang utama pemberontakan, saat ini Dong Fang menjabat sebagai Tetua Agung, ia di dukung beberapa tetua inti.”


Long Yuan langsung mengerutkan keningnya, tentu saja ia tahu siapa Dong Fang, dia adalah yang selalu bersama putra angkatnya dan Long Yuan dulu juga sempat ingin mengangkatnya sebagai putra angkat, namun karena kekuatannya sudah melebihi batas dunia ini, ia tiba-tiba di paksa pergi dari dunia ini.


Long Yuan tidak mengira sahabat putra angkatnya Dong Fang adalah dalangnya, Long Yuan juga melihat ada beberapa Kelompok Teratai Hitam yang bersembunyi di balik bayang-bayang di kota ini.


Hal itu membuat Long Yuan mengepalkan tangannya erat-erat kemudian menghela nafas karena tidak ada gunanya juga ia marah.


“Kita cari penginapan yang tidak ada orang-orang dari Benua Hang Chen dan kelompok Teratai Hitam, karena aku sungguh membenci mereka.”


Mendengar suara telepati dari Long Yuan. Jing Xan mengangguk dan berkata, “Aku tahu itu ada dimana, ayo biar ku tunjukan jalannya.”


Jing Xan langsung keluar dari rumah makan yang terlihat sederhana.


Jing Xan terus mengiring Long Yuan hingga keluar dari Kota Langit dan Bumi, hal tersebut membuat Long Yuan lantas bertanya.

__ADS_1


“Kenapa keluar dari Ibukota?, apa kita akan menginap di desa atau kota kecil?”


“Tidak ayah angkat,, aku membawamu ke perbatasan Benua ini dengan Benua Hang Chen, disana adalah kota bebas karena tidak ada yang menguasai kota tersebut, namanya adalah Kota Han, aku yakin ayah akan menyukai tempat tersebut.


Long Yuan langsung berhenti.


“Ada apa Ayah? kenapa kau tiba-tiba berhenti?”, tanya Jing Xan mencoba menebak pikiran ayah angkatnya.


Long Yuan yang merenung langsung tersenyum. “Ayo kita ke Kota Han, disana kita akan bertemu dengan Tuan Muda, dan kau harus menjaga sikap.”


Long Yuan langsung menyuruh Jing Xan mempimpin jalan.


Saat mereka terbang melewati beberapa desa dan kota. Long Yuan langsung bergumam, “Sudah banyak perubahan yang terjadi di dunia semenjak aku meninggalkannya. Huuff,,,! walau aku lahir disini tapi aku sudah tidak mengenal kota tempat ku lahir sekarang karena aku yakin kota tersebut berubah nama atau mungkin telah hancur dan menjadi hutan.”


Long Yuan dan Jing Xan terus terbang melalui atas awan agar tidak menemui masalah saat di perjalanan.


***


Sementara di tempat Bai An, saat ini mereka sudah melanjutkan perjalanan karena sudah pagi.


Mereka berlima sudah melewati beberapa desa dan desa tersebut ternyata sama saja dengan desa yang Bai An temui pertama kali.


Namun Bai An dengan cepat membereskan para prajurit tersebut dan menyuruh para penduduk menunggu karena ada juga penduduk desa yang menyusul dibelakang yang mengungsi ke Kota Han.


Beberapa menit Bai An tiba-tiba berhenti.


Melihat itu Lang Zai dan Pixiu langsung ikut berhenti, Lin Xue yang sedang memimpin jalan melihat kebelakang jika Bai An berhenti langsung bertanya. “Ada apa An'er?”


Bai An tidak merespon karena kini ia sedang di beritahu oleh Mu Xia'er.


“An Gege, saat ini kau bisa menghubungi Long Yuan karena jarak mu dengannya tidak terlalu jauh walau terhalang oleh 2 Benua, suruh saja ia ke Kota Han.”


Bai An langsung bersemangat.


“Long Yuan, apa kau mendengarku?”


“Eehh,, Tuan Muda, kau bisa menghubungiku berarti jarak kita saat ini tidak jauh.”


“Ya,, temui aku di Kota Han, jika kau tidak tahu maka bertanya kepada siapa saja disana, sudah dulu.”


Setelah itu Bai An melirik Bibinya yang kini tidak pernah diam bahkan badan Bai An sampai di goyang goyang.

__ADS_1


“Bibi, aku tadi menghubungi saudara ku jadi aku tidak fokus gara-gara kau menganggu,” kata Bai An tersenyum masam.


“Siapa suruh kau tidak menjawab,” kilah Lin Xue langsung melesat, “Ayo jalan jangan lama-lama agar kita bisa sampai Kota Han malam hari.”


Bai An mengangguk walau saat ini masih pagi ia tidak bertanya mengapa sampai Kota Han bisa malam, padalah Lin Xue bilang sudah sangat dekat.


Sedangkan Pixiu dan Lang Zai yang sedang menggendong Chu Jia langsung bersemangat.


“Tuan Muda, apa yang tadi kau maksud saudara Long Yuan?”, tanya Pixiu.


“Ya, kita akan bertemu di Kota Han,” jawab Bai An santai kemudian menyusul Lin Xue yang sudah tidak terlihat.


Lang Zai dan Pixiu langsung ikut mengejar.


Wuss,,


Wuss,,


Bai An kini terpana melihat apa yang ada di hadapannya, ya ini adalah lautan yang sangat indah dan tenang menurutnya.


“Apa Kota Han ada di pulau itu Lin Xue?”, tanya Bai An cukup semangat sambil matanya tetap memandang lautan.


“Ya,, apa ini pertama kalinya kau melihat lautan An'er?”


“Ya kau benar Bibi, dulu di dunia ku,, aku belum pernah melihat lautan,” jawab Bai An tersenyum malu.


Lin Xue tertawa kecil sambil menutup mulutnya melihat keponakannya yang malu seperti takut di ejek.


“Sudahlah, ayo kita menunggu kapal datang disana,” tunjuk Lin Xue.


Bai An mengangguk lalu berjalan menuju rumah makan yang sangat kecil.


Saat berjalan Bai An merasa ada yang kurang, ia melihat kebelakang dan melihat Lang Zai, Pixiu dan Chu Jia saat ini sedang ternganga melihat keindahan lautan lepas yang sangat tenang.


“Hei,, apa kalian akan terus seperti orang bodoh,” teriak Lin Xue.


Lang Zai dan Pixiu langsung tersadar, untuk Chu Jia, ia langsung berlari kecil menuju Lin Xue dan langsung memeluknya.


“Bibi indah sekali, ini baru pertama kalinya aku keluar jauh seperti ini dan melihat namanya lautan,” kata Chu Jia sambil berjalan memggandeng tangan Lin Xue.


Lin Xue langsung menjelaskan banyak hal kepada Chu Jia.

__ADS_1


Bai An, Lang Zai dan Pixiu yang kini mendengar Lin Xue mulai berceloteh hanya tersenyum kecut.


__ADS_2