Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Jendral Riu dan Perubahan Drastis Bai An


__ADS_3

Tentu saja Yao Jing lebih mementingkan gurunya sehingga melesat ke arah yang berbeda dengan Jendral Riu.


Saat Yao Jing telah pergi, Jendral Riu langsung menatap ke arah dimana Yao Jing berdiri tadi. Kemudian sebuah senyum terlintas di bibirnya.


Setelah itu ia langsung menghilang dan muncul di ruangannya.


“Ketua,” sapa semua orang yang berada di sana termasuk dua ahli suci.


Jendral Riu melambaikan tangannya. “Jendral Pembantai mungkin telah mengetahui aku, sehingga ia selalu mengintai aku dari kejauhan. Bunuh dia saat ia melakukan tugas, atau jika ia berada di luar jangkauan daerah kekuasaan keluarganya.” Kata Jendral Riu dengan nada dingin.


Setelah mengatakan hal tersebut, satu ahli suci bersama dua jendral langsung menghilang.


Satu hal yang tidak di ketahui oleh Jendral Riu dan para pengikutnya. Yaitu Yao Jing tingkat kekuatannya yang setara dengan ahli Suci, jika Jendral Riu dan para pengikutnya tahu akan hal ini. Mungkin mereka akan mengirim lebih banyak pasukan untuk membunuhnya.


***


Di Ruang dan Waktu, kini Bai An telah selesai menyerap semua Qi Energi Dewa. Tapi ia masih belum membuka matanya sampai sekarang karena, ia masih menyerap Kristal Berlian yang tersisa.


Tepat 200 tahun Bai An di dalam ruang dan waktu, ia membuka matanya.


Saat mata Bai An terbuka, terlihat pancaran auranya yang sangat menindas.


Perubahan pada wajah Bai An kini terlihat jelas. Ia kini lebih dewasa dan lebih tampan. Rambutnya yang dulu pendek kini sampai punggungnya.


Warnanya yang dulu hitam kini berubah menjadi biru langit. Bai An masih belum menyadari perubahannya ini.


Tapi ia menyadari jika rambutnya telah tumbuh. Saat Bai An menengok ke arah rambutnya.


“Eeh..!! Kenapa warna rambutku sama seperti warna rambut ibu?” Gumam Bai An heran sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Sudahlah, biarkan saja begini. Aku melihat jika ini membuatku semakin tampan.” Kata Bai An mencoba mencari cermin di cincin penyimpanannya.


Butuh waktu cukup lama hingga Bai An menemukan sebuah cermin. Karena di dalam cincin penyimpanannya ada ratusan, bahkan ribuan cincin penyimpanan. Jadi ia mencari satu persatu tempat dimana cermin tersimpan.


Saat Bai An berkaca, ia langsung membuka sedikit mulutnya.


“Eehh.. Apakah ini diriku, kenapa sekarang aku seperti melihat ibu ya?” Gumam Bai An menganga heran.

__ADS_1


Bai An juga sadar akan ketampanannya ini yang jauh berbeda dari dirinya sebelum berkultivasi tadi.


“Aku rasa aku harus menggunakan jubah penutup kepala untuk menutupi wajahku. Aku takut ini akan menjadi bencana suatu hari nanti,” gumam Bai An membayangkan betapa mengerikannya Mu Xia'er jika marah.


Dia juga sudah berjanji pada Mu Xia'er jika orang yang akan ia nikahi nanti hanya Mu Xia'er seorang.


Tapi itu hanya kata-kata yang keluar dari mulut saja. Tidak tahu ke depannya akan bagaimana?


Setelah selesai bercermin, Bai An juga melihat kini tingginya sudah setara dengan Tu Long. Terlebih tubuhnya yang jauh lebih berisi dari sebelumnya.


“Hmm..!! Aku tidak tahu jika menyerap Qi Dewa akan membuat perubahan signifikan begini?” Gumam Bai An menggaruk-garuk kepalanya bingung harus menjelaskan bagaimana nanti kepada para bawahannya.


Bai An kemudian tersadar jika dirinya saat ini tengah telanjang bulat.


“Eeh..!! Kenapa sekarang aku merasa seperti orang idiot,” gumam Bai An kesal kepada dirinya sendiri.


Dengan cepat ia mengeluarkan jubah yang ia dapat dari hasil jarahan.


“Jubah ini terlihat cocok, terlebih lagi ia mempunyai tudung kepala untuk menutupi identitasku nanti saat memasuki Kota Netral.” Kata Bai An tersenyum lalu mengenakan jubah tersebut.


Saat Bai An keluar, tak lupa ia menekan kekuatannya seperti sebelum ia menyerap Qi Dewa dan Kristal Berlian. Setelah menekan kekuatannya, ia langsung menghilangkan auranya agar terlihat manusia biasa.


Bai An melakukan ini agar saat ia mengeluarkan auranya nanti, tingkat kekuatan yang keluar adalah Jendral Dewa Perunggu ⭐ 1 Awal.


Setelah ia telah selesai Bai An langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut, karena tak sabar ingin menemui Gong Tanru dan para bawahannya, terlebih lagi Tu Long. Karena ia yakin Tu Long akan khawatir ia tiba-tiba menghilang.


Cklek..!!


Saat Bai An keluar, ia merasakan perbedaan di dalam ruang dan waktu tersebut dengan ruangan biasa.


Walau Energi Dewa telah menghilang, tekanannya masih terasa lebih berat dari tekanan yang di luar ruang dan waktu.


Setelah keluar Bai An mengedarkan kesadarannya untuk melihat di mana Gong Tanru, karena ia kini memiliki ide tentang apa yang akan di lakukan Gong Tanru sebagai hukuman untuknya.


Bai An tentu tak akan melupakan ucapan Gong Tanru yang bilang akan menerima hukuman dan ia akan memanfaatkan kesempatan ini.


Setelah menemukan Gong Tanru kini sedang bersama Yao Jing, wajah Bai An langsung sedikit memerah. Lalu dengan cepat ia menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“Mu Xia'er akan membunuhku jika aku mengingkari janji,” gumam Bai An langsung bertekad mempunyai satu pasangan dan akan menganggap Yao Jing sebagai saudara.


Wuss..!!


Bai An langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul tidak jauh dari lokasi Gong Tanru dan Yao Jing.


Kini Bai An menghilangkan auranya kehadirannya sehingga ia tidak bisa di rasakan oleh Gong Tanru dan Yao Jing.


Saat Bai An memusatkan pendengarannya. Ia langsung mendengar pembicaraan serius.


“Yao'er, mungkin guru akan pergi setelah Tuan muda itu pergi,” kata Gong Tanru menghela nafas.


“Pergi kemana? Dan juga apa sebenarnya hubungan guru dengan laki-laki yang aku sukai itu,” tanya Yao Jing dengan wajah sedikit memerah.


“Kau tak perlu tahu guru pergi kemana. Untuk Tuan muda itu aku tidak mengenalnya, aku hanya merasa akrab saja,” jawab Gong Tanru berbohong.


Yao Jing langsung cemberut, karena ia tahu gurunya berbohong tentang laki-laki yang ia sukai. Bahkan sampai saat ini Yao Jing masih belum mengetahui nama Bai An.


“Aku ingin ikut denganmu guru, karena hanya kau yang benar-benar peduli padaku dan mengajariku apa arti hidup.” Kata Yao Jing dengan mata berkaca-kaca.


Gong Tanru langsung menggeleng sambil mengusap rambut Yao Jing. “Tugasmu belum selesai dari guru, selesaikan dulu tugas dari guru. Guru yakin kau bisa mengungkap identitas siapa Jendral Riu sebenarnya kepada dunia, saat itu telah terjadi. Guru sendiri yang akan mengabarimu,” kata Gong Tanru tersenyum lembut.


“Kenapa tidak langsung bunuh saja guru, aku yakin mampu membunuhnya?” tanya Yao Jing heran.


“Dia juga menyembunyikan kekuatannya dan juga kau tidak mampu melawannya karena ia mempunyai banyak kartu As di balik jubahnya. Cukup kau ungkap saja identitasnya, setelah itu biarkan guru yang atur sisanya. Dan sekarang kau boleh pergi,” kata Gong Tanru.


Walau enggan Yao Jing tetap mengangguk dan melesat pergi.


Saat Yao Jing telah pergi. Bai An langsung keluar dari persembunyiannya.


“Siapa Jendral Riu itu kakek Gong?” Tanya Bai An.


Gong Tanru langsung membalikkan badannya dan tersenyum. “Dia salah satu pengikut Kaisar Dewa Kematian, dan dia adalah ketua yang di tugaskan di dunia ini,” jawab Gong Tanru.


Wajah Bai An seketika berubah, penutup kepalanya seketika terbuka dan memperlihatkan wajah Bai An.


Gong Tanru seketika tertegun saat melihat wajah Bai An. Tubuhnya bergetar keras karena wajahnya itu mengingatkan ia pada Ling Mei dan seseorang yang kini terlihat seperti Bai An adalah kembarannya.

__ADS_1


__ADS_2