
Bai An kini wajahnya sangat bahagia saat mendengarnya. “Keberuntungan selalu memihak kepadaku.” Gumam Bai An.
Beberapa saat kemudian Bai An mengingat sesuatu. “Tapi saudaraku bilang Monster tersebut sudah melebihi tingkatan di dunia ini? Apakah kau bisa merasakannya?”
“Itu benar. Tapi aku tidak peduli seberapapun kuatnya dia. Aku tetap akan membunuhnya,” jawab Tu Long dengan muka memerah.
Pletak..!!
“Kau ini, jangan terbawa amarah. Aku tanya apakah kau bisa menang melawannya seorang diri,” kata Bai An kesal setelah memukul kepala Tu Long.
Tu Long memegang kepalanya. Walaupun tidak sakit, tapi ia merasa nyeri saat kepalanya di pukul.
“Itu aku memang tidak bisa menang. Tapi jika semua iblis yang ada di dunia jiwa Tuan muda bergabung maka itu bisa meningkatkan persentase kemenangan,” jawab Tu Long dengan mata berapi-api ingin melawan pengkhianat tersebut.
Pletak...!!
“Kau ini kuat tapi otak mu isinya kosong.” Kata Bai An semakin kesal lalu menambahkan. “Apa kau tidak memikirkan para manusia yang ada di dunia ini? Jika kau langsung menyerangnya dengan semua monster yang berada di dalam dunia jiwa ku. Maka kemungkinan akan banyak korban berjatuhan. Ingat kau ini berada di dunia berbeda dengan duniamu yang mana dunia tempatmu ini Manusia lebih banyak dari bangsamu.”
Tu Long langsung cengengesan. Ia lupa akan hal tersebut. Beberapa saat kemudian ia langsung berkata.
“Tapi aku mencium bau manusia yang sama kuatnya dengan pengkhianat tersebut, kita bisa meminta bantuannya Tuan muda,” kata Tu Long semangat.
Bai An langsung tersenyum kecut melihat penciuman Monster di depannya ini sangat tajam.
“Dia itu anak angkat saudara ku Long Yuan. Namanya Jing Xan. Aku juga memikirkan itu, kau akan bergabung bersamanya untuk melawan monster tersebut. Tapi jangan pikirkan itu dulu, aku ingin bertanya? Apakah kau tahu dimana mereka bersembunyi?”
Tu Long mengangguk, walau ia tidak mengerti maksut Bai An dan mengalihkan pembicaraan ia tetap menurut.
“Orang-orang dengan bau yang sama dengan baju ini mengarah kesana. Walau aku belum tahu pasti. Tapi mereka sangat banyak sedang bersembunyi dan ada juga yang setingkat denganku,” kata Tu Long menunjuk ke arah Barat.
Bai An langsung tersenyum cerah. Dugaannya ternyata benar, pasti ada salah satu Penguasa di sini sehingga mereka belum bergerak.
“Long Yuan, suruh semua orang berkumpul. Nanti saat aku memanggilmu kau harus cepat datang. Aku menemukan sesuatu yang menarik di arah barat dari Kota Han,” kata Bai An mengirim pesan telepati.
“Ayo kita kesana?”
Tu Long mengangguk mengikuti Bai An.
__ADS_1
***
Di Bawah tanah Pulau Donghan.
Saat ini Penguasa Hongcun duduk dengan wajah memerah saat melihat 3 orang di depannya. Mereka bertiga hanya bisa menunduk.
“Aku menyuruh kalian untuk melihat keadaan, bukan menyerang secara langsung.” kata Penguasa Hongcun mengeluarkan auranya untuk menekan ketiganya, lalu menambahkan. “Kau tahu mengapa aku menyuruhmu untuk melihat keadaan?” Ketiganya hanya menggeleng. “Itu karena aku merasa ada yang tidak beres, Walikota Tang Rou pasti mengetahui begitu banyak klan yang masuk ke Kotanya, jadi tidak mungkin ia tidak memperketat penjagaan gerbang. Tapi dari mata-mata bilang, penjagaan pintu masuk sama sekali tidak ada yang berarti dia mempunyai bantuan yang sangat kuat.”
Amarah Penguasa Tu Long semakin tinggi. “Kau Jendral Besar Liu Er, apakah kau mau ku adukan ke penguasamu dengan cara kerjamu ini,” tunjuk Penguasa Hongcun.
“Jangan Yang Mulia Hong,” kata Liu Er ketakutan, karena ia tahu apa hukuman bagi orang yang melanggar aturan dan gagal dalam menyelesaikan rencana.
Tap tap..!!
“Yang Mulia Hong, anda bisa tenang dulu, redakan dulu emosi anda, jika sudah tenang kita bisa bicarakan ini baik-baik,” Panglima Liu maju untuk mencairkan suasana.
Penguasa Hongcun langsung tenang, ia tahu Panglima Liu Qiu adalah orang yang paling tenang dan pintar dalam strategi, Penguasa Hongcun juga sudah lama saling mengenal dan tahu sifat Liu Qiu.
Setelah tenang Penguasa Hongcu langsung bertanya. “Apa rencanamu Panglima Liu Qiu?”
Penguasa Hongcun jika wajah Liu Qiu menjadi serius maka, ada masalah besar terjadi tadi. “Baiklah.”
Tanpa menunggu lagi Liu Qiu langsung berkata. “Aku mendapat informasi dari mata-mata Klan Liu dan Klan Hong mu, jika salah satu klan yang mengikutimu selama ini berkhianat dan aku yakin mereka pasti bercerita banyak walau ia tidak tahu dimana letak tempat kita ini.”
Wuss..!!
Aura Penguasa Hongcun langsung naik.
“Siapa itu? Apa klan Xio?” Teriak Penguasa Hongcun dapat menebaknya.
“Benar, mungkin mereka tahu jika kau akan menumbalkannya dan akan membunuh mereka semua setelah perang ini berahir. Jadi mereka lebih dulu berkhianat,” kata Liu Qiu sambil berusaha menahan aura dari Penguasa Hongcun dan melindungi orang-orang yang ada di sana.
“Kurang ajar, berani sekali mereka.” Geram Penguasa Hongcun.
“Apakah kau bisa untuk tidak mengeluarkan auramu, mereka semua bisa mati dan juga kita akan ketahuan jika kau begini terus,” teriak Liu Qiu dengan kesal.
Penguasa Hongcun langsung menarik auranya kemudian mendengus ke arah Liu Qiu tanpa berkata apapun ia langsung duduk.
__ADS_1
***
Di tempat Bai An.
Saat ia sedang melesat, ia meraskan aura yang berada di tingkat Dewa Penguasa Ahir sama seperti Tu Long. Tapi aura tersebut terasa lebih kuat yang berarti ia hampir mencapai Dewa Penguasa Puncak.
Bai An tiba-tiba berhenti. Di ikuti oleh Tu Long dengan wajah bingung.
“Apakah kau merasakannya?”, tanya Bai An langsung sambil melirik ke arah Tu Long.
“Benar, aku merasakan jika ia hanya berada Di Dewa Penguasa Ahir, lalu kenapa?” Tanya Tu Long balik.
Bai An mengerutkan keningnya lalu bergumam. “Apakah monster hanya bisanya makan saja, dan tidak berpikir seperti manusia?”
“Apa kau bisa melawannya?” Tanya Bai An dengan wajah mengigit.
“Eeh, dia itu lemah walaupun auranya lebih kuat dari ku. Tuan muda perlu kau tahu Monster dan manusia itu berbeda.”
“Tentu saja berbeda bodoh.” Teriak Bai An.
Tu Long hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu berkata lagi. “Maksut ku kami para monster bisa melawan 1 tingtakan penuh kekuatan ras lain, apalagi manusia walaupun kekuatan mereka lebih tinggi dari kami. Tapi pondasi mereka sangat lemah, itulah yang membuat kami para monster sering menang jika bertarung.”
“Misal kekuatanku berada di Dewa Alam Awal, aku bisa melawan Manusia yang berada di tingkat Dewa Berlian Awal, bahkan bisa juga melawan Dewa Berlian Puncak jika mengorbankan hidup.”
Bai An kini mulai mengerti maksut Tu Long, ia langsung bertanya.
“Apakah kau bisa menyembunyikan aura mu sepenuhnya. Karena kita akan menyusup.”
“Itu adalah keahlian kami para monster, bahkan menyembunyikan Tuan muda dari mereka saat berada tidak jauh dari mereka walaupun ada orang yang setara denganku juga gampang. Kita tidak akan ketahuan.” Kata Tu Long dengan sombong.
Bai An tersenyum kecut saat mendengar itu. Ia bukan tersenyum kecut dengan ucapan Tu Long. Tapi memikirkan monster yang menjadi musuhnya itu lebih kuat dari Tu Long.
“Ayo kamu memimpin jalan,” kata Bai An.
Tu Long langsung maju mempimpin jalan sambil melihat sekelilingnya.
Bai An di belakang penasaran dengan tingkah Tu Long langsung bertanya. “Ada apa Tu Long?”
__ADS_1