Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kepergian Long Yuan, Yu Fan, Pixiu, Fanghu dan Lang Zai.


__ADS_3

Sedangkan di dunia jiwa, kini Bai An sedang merenung setelah mendengar ucapan para saudaranya.


“Jadi kita semua akan berpisah secara berkelompok ya,” kata Bai An. Ia melirik semua orang lalu bertanya.


“Terus kau akan sama siapa saudara Yuan dan akan pergi ke dunia mana?”


“Hmm..!! Aku akan pergi bersama saudara Yu Fan dan akan pergi ke dunia tempat kekuasaan para Naga. Disana banyak sekali Binatang Primordial Surgawi maupun Ilahi. Sangat cocok untuk ku bersama saudara Yu. Dan juga ada masalah yang akan ku selesaikan,” jawab Long Yuan.


Bai An langsung paham tanpa bertanya lebih. Bai An kemudian melirik Lang Zai, Pixiu dan Fanghu. “Terus apa kalian akan bersama atau tidak? Dan tujuan kalian kemana?”


“Hmm..!! Niatnya aku ingin ke Dunia Guan 02, tapi karena Tuan muda dan saudara Tu Long yang akan kesana, aku ingin pergi ke dunia yang lebih menantang saja. Nanti aku akan bertanya ke Nona Xia saja,” jawab Lang Zai, merenung sesaat. Lalu menambahkan.


“Tapi aku akan pergi sendiri. Biarkan saudara Pixiu dan Fanghu pergi bersama.”


Bai An mengalihkan pandangannya ke arah Pixiu dan Fanghu, mereka berdua mengangguk setuju. Lalu Pixiu angkat suara. “Aku sama dengan saudara Lang Zai, aku serahkan ini kepada Nona Xia, kedunia manapun ia akan mengirimku tidak apa, asal bisa meningkatkan kemampuan kami.”


Bai An mengangguk. “Jika itu pilihan kalian semua tidak apa-apa. Asal tetap jaga diri, jika kalian menemukan musuh yang tidak bisa kalian lawan, langsung melarikan diri. Itu bukan berarti kita pengecut. Dan suatu saat kita pasti akan mencarinya lagi.”


“Ingat ya kalian semua harus kembali dengan selamat satu tahun kemudian kita akan bertemu dan bercerita pengalaman kita masing-masing,” kata Bai An tersenyum hangat.


“Tentu saja,” jawab semua saudara Bai An dengan suara keras.


Tak lama Mu Xia'er langsung muncul. Lalu bertanya. “Apa kau telah siap?”


Mu Xia'er menatap Long Yuan dan Yu Fan.


Long Yuan dan Yu Fan langsung mengangguk dengan wajah serius.


Mu Xia'er langsung membuat pola sangat rumit. Semua orang termasuk Bai An tidak mampu melihat kecepatan tangan Mu Xia'er membuat pola tersebut.


Tak lama sebuah sinar terang muncul. Hal itu cukup menyilaukan bagi semua orang. Setelah sinar tersebut menghilang, sebuah gerbang tiba-tiba terlihat di sana.


Semua orang kecuali Long Yuan langsung kagum. Tapi rasa kagum mereka langsung hilang saat sebuah suara menyadarkan mereka.


“Cepat masuk, gerbang ini hanya bisa bertahan 5 menit,” kata Mu Xia'er.


Long Yuan dan Yu Fan langsung mengangguk, mereka berdua kemudian berpelukan kepada Bai An dan yang lainnya. Setelah itu langsung melangkah masuk.

__ADS_1


“Aku sangat menantikan pertemuan kita, aku harap kalian semua tidak mengecewakan aku.” Kata Long Yuan bersamaan dengan ia langsung mengjilang.


“Huuff..!! Jaga diri kalian baik-baik,” gumam Bai An dalam hati.


Setelah kepergian Long Yuan dan Yu Fan. Mu Xia'er menatap Pixiu dan Fanghu. Seakan mengerti, Pixiu dan Fanghu langsung maju lalu. “Aku siap,” kata keduanya serempak.


Mu Xia'er melakukan hal yang sama dengan yang ia lakukan tadi. Tak lama setelah sinar menghilang. Gerbang cukup unik muncul, aura di gerbang itu juga jauh berbeda dengan gerbang tempat dimana Long Yuan dan Yu Fan masuk.


“Masuklah, waktunya hanya satu menit,” teriak Mu Xia'er.


Tanpa pamit, Pixiu dan Fanghu langsung melesat masuk, gerbang tersebut langsung menghilang.


Bai An melirik Mu Xia'er kini terlihat kelelahan menjadi khawatir dan merasa bersalah.


“Apa kau butuh istirahat Xia'er,” kata Bai An maju lalu memegang pipi Mu Xia'er.


“Aku tidak apa-apa Gege, aku hanya butuh istirahat beberapa menit saja aku sudah pulih. Permisi,” tanpa menunggu jawaban dari Bai An. Mu Xia'er langsung menghilang.


Wajah Bai An langsung bingung. “Eeh,, bukankah istirahat di depanku juga bisa,” kata Bai An.


Lang Zai langsung terkekeh kecil melihat wajah polos Bai An.


Wuss..!!


10 menit kemudian Mu Xia'er langsung kembali muncul, ia melihat Bai An, Lang Zai dan Tu Long kini sedang mengobrol.


Bai An yang melihat Mu Xia'er muncul langsung berdiri, di susul oleh Lang Zai dan Tu Long.


“Jangan memaksakan diri Xia'er. Aku tahu kau terlalu memaksakan diri, kekuatanmu masih di segel, dan segel itu selalu menekanmu jika kau mengeluarkan energi melebihi dari yang seharusnya,” kata Bai An sambil berjalan ke arah Mu Xia'er.


Mu Xia'er langsung menggeleng. “Aku tidak apa-apa, kau semakin peka sekarang Gege, kau dapat merasakan jika segel di tubuhku menekanku saat aku memaksa membuat gerbang antar dimensi tadi,” kata Mu Xia'er tersenyum manis.


Bai An menelan ludahnya sendiri. Darah langsung keluar dari hidungnya. Ini pertama kalinya ia melihat Mu Xia'er tersenyum seperti ini.


“Kau jangan berpikir aneh-aneh,” ancam Mu Xia'er.


Glek..!!

__ADS_1


Bai An dengan cepat mengangguk. “Aku hanya tidak bisa mengungkapkan isi hati ku saat melihat senyum mu tadi,” kata Bai An.


Mu Xia'er berusaha tenang. Walau hatinya bedegub kencang. Dengan cepat Mu Xia'er menatap Lang Zai.


Lang Zai langsung mengangguk, kemudian maju.


Mu Xia'er melakukan hal yang sama seperti tadi. Tak lama setelah sinar hilang, sebuah gerbang muncul. Kini aura yang sangat negatif terasa di pintu gerbang tersebut.


Tanpa menunggu Mu Xia'er berkata. Lang Zai langsung melesat masuk.


Wuss..!!


Bersamaan dengan Lang Zai masuk, gerbang tersebut langsung lenyap.


Kini Mu Xia'er menatap Bai An sambil menghela nafas. Lalu berkata dengan nada lembut. “Aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu Gege, aku bisa saja mengabulkannya. Tapi kau tidak boleh lebih dari sehari. Kebetulan aku juga sangat mengenalnya, Tapi.”


Kata-kata Mu Xia'er terhenti lagi.


Wajah Bai An langsung tersenyum. “Aku bisa meyakinkannya, kau bisa tenang. Aku yakin dia juga akan memberikan ijin untuk aku pergi lagi.”


Mu Xia'er langsung mengangguk. “Tapi kau urus dulu para bawahanmu yang ada di luar sana. Dia sedang bingung mau menghubungimu bagaimana. Karena pesan pikiran mereka denganmu terputus.”


Bai An langsung terkekeh kecil. Ia sampai melupakan Tu We dan monster yang ia tugaskan beberapa hari lalu.


Dengan cepat Bai An keluar dari Dunia Jiwa. 5 menit kemudian ia muncul lagi bersama Tu We dan semua monster yang ia sempat tugaskan.


Setelah itu Bai An melihat Mu Xia'er dan berkata. “Aku rasa semua telah beres. Tapi jangan memaksakan diri jika kau tidak bisa membuka gerbang dimensi sekarang.”


Mu Xia'er langsung menggelengkan kepala. “Kau tahu mengapa aku cukup lelah saat membuka gerbang dimensi untuk Pixiu, Fanghu dan Lang Zai?”


Bai An menggeleng, ia tadi ingin bertanya. Tapi ia urungkan karena beberapa hal.


“Aku mengirim Pixiu dan Fanghu ke dunia jauh lebih mengerikan dari Dunia Heavenly Chaos ini. Tempat tersebut lebih kacau lagi dan yang memegang kekuasaan terkuat di sana adalah Iblis dan Binatang Roh Iblis.”


“Binatang Roh Iblis? Lebih mengerikan dari Dunia Heavenly Chaos?” Kata Bai An cukup bingung. Karena ia mengira Dunia Heavenly Chaos ini adalah yang terkuat dari Semua Dunia. Kecuali Dunianya para Dewa itu hal yang jauh berbeda.


Mu Xia'er menggeleng. “Ada banyak sekali Dunia di alam semesta ini. Dunia Heavenly Chaos ini sebenarnya bukan yang terbesar. Aku sengaja tidak mengatakannya karena kau masih belum cukup kuat Gege, ku harap kau paham.”

__ADS_1


Bai An langsung mengangguk paham.


__ADS_2