Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Menemui Para Bawahan Sebelum Pergi


__ADS_3

“Heng,, jika aku menemukan pria brengset itu aku akan membuatnya lebih menderita dari kalian,” kata Mu Xia'er mendengus lalu menghilang dari sana.


Duan Du dan Tu Long langsung bergidik mendengarnya, tak menunggu lama benang energi yang mengikat mereka langsung menghilang.


Bersamaan dengan itu Bai An muncul sambil terkekeh kecil.


Duan Du dan Tu Long langsung memasang wajah kesakitan sambil berguling-guling.


“Sudah aku tahu kalian berpura-pura, mereka sudah pergi, jadi berhentilah memasang wajah menyedihkan lagi,” kata Bai An.


Seketika Duan Du dan Tu Long langsung bangun, tubuh mereka yang penuh luka langsung hilang.


Sebuah senyum lebar langsung menghiasi wajah mereka bertiga sambil bertepuk tangan.


“Haha bagaimana akting ku kakak, apakah hebat?” Tanya Duan Du dengan bangga menepuk dadanya.


“Benar-benar, apakah aktingku hebat juga Tuan muda,” sambut Tu Long dengan wajah bersemangat.


Bai An terkekeh kecil. “Hehe untung saja pertama kali kesana dulu kita menekan kekuatan kita dan Xia'er hanya melihat yang kita tekan, jadi ia hanya menyiksa kalian menurut tingkat kultivasi kalian saja, jika ia tahu kita membohonginya, maka aku yakin ia akan murka,” kekeh Bai An sambil bergidik.


Bai An juga berpura-pura mengirim telepati karena yakin Mu Xia'er dapat ikut memasuki telepati mereka, hal itu Bai An sengaja agar Mu Xia'er langsung pergi.


Duan Du mengangguk kecil. “Benar kak, tapi aku heran, mengapa kakak ipar yang memiliki kekuatan lebih tinggi dariku tidak bisa melihat kekuatanku yang sebenarnya?” Tanya Duan Du penasaran.


“Dulu aku juga sempat ragu jika Mu Xia'er tahu, tapi semenjak melihat beberapa kejadian masa lampau, aku yakin jika hanya penguasa alam semesta yang bisa melihat tingkat kekuatan kita yang sebenarnya,” kata Bai An.


Hal itu membuat Duan Du dan Tu Long penasaran. “Masa lampau? Apa itu?” Tanya keduanya bersamaan.

__ADS_1


Tapi Bai An melambaikan tangannya santai. “Suatu saat aku akan memberitahu kalian karena saat ini kita akan melakukan acara pembantaian sambil membayar hutang kita,” kata Bai An tersenyum dingin.


Mendengar itu wajah Duan Du dan Tu Long seketika bersemangat, yang satu memikirkan harta jarahan, yang satu ingin bertarung dengan orang kuat.


“Ayo kita akan kemana, aku sudah tidak sabar,” ucap Duan Du dan Tu Long secara serempak.


“Dunia tempat kita berasal,” jawab Bai An tetap dingin.


Mendengar itu, wajah semangat Duan Du dan Tu Long langsung berubah menjadi ganas.


“Biarkan aku yang akan membantai mereka kak, aku ingin sekali menguliti mereka hidup-hidup, bahkan aku ingin sekali bisa menghidupkan orang mati agar aku puas membunuh mereka,” kata Duan Du meraung.


“Bocah nakal, kau terlalu kuat untuk mereka, biarkan aku saja yang membantai mereka, bila perlu dunia yang di sebut alam dewa itu aku hancurkan,” kata Tu Long dengan suara mengerikan.


Bai An yang mendengar itu seketika tersenyum hangat, Bai An tahu jika mereka berdua sangat tulus saat mengatakan hal tersebut tanpa ada unsur apapun.


Duan Du dan Tu Long langsung mengangguk patuh jika Bai An sudah berkata seperti itu, karena mereka yakin ide Bai An ini sangat menyenangkan untuk mereka ikuti.


Setelah itu Bai An, Duan Du, dan Tu Long langsung pergi lebih dulu ke klan Dhe untuk melihat situasi sambil memberikan beberapa harta untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Tap tap..!!


Bai An, Duan Du dan Tu Long langsung muncul di tengah aula klan Dhe, dan secara kebetulan Dhe Chi Yuan, Xian Wei, Pin Cang dan Pin Sang ada di sana sedang membahas rencana untuk menyerang lebih dulu, tapi mereka tidak bisa memutuskan ini jika Bai An belum datang.


Melihat kedatangan orang yang mereka tunggu akhirnya muncul, wajah semua orang yang ada disana seketika cerah.


“Salam Tuan muda besar dan Tuan muda,” sapa semua orang memberi hormat dengan sedikit membungkuk dengan tulus.

__ADS_1


Bai An melambaikan tangannya, seketika energi tak kasat mata langsung membangunkan mereka.


“Aku tak ingin basa basi, mungkin aku akan pergi meninggalkan kalian selama beberapa bulan, atau mungkin tahun, karena hal ini aku memberikan kalian ini untuk meningkatkan kekuatan kalian saat aku tidak ada di sini, untuk masalah perang yang akan kalian lakukan, aku serahkan sepenuhnya kepada Dhe Chi Yuan sebagai yang terkuat dan untuk taktik aku serahkan kepada Pin Cang,” kata Bai An terdiam untuk melihat reaksi mereka semua yang cukup terkejut.


Bai An mengabaikan reaksi terkejut mereka lalu menambahkan. “Aku yakin kalian bisa menang, bahkan aku yakin kalian bisa menguasai dunia ini asal jangan sampai terpecah, aku yakin kalian pasti memiliki perbedaan pendapat, tapi jangan pernah sampai terpecah, jika aku lihat kalian sampai terpecah gara-gara kalian tidak bisa menang atau alasan sederhana, aku yakin kalian akan menyesal telah berkhianat,” kata Bai An dengan nada dingin.


“Tuan muda besar yakin walaupun kami memiliki perbedaan pendapat, kami tak akan bisa terpecah dan akan tetap bersatu untuk menguasai dunia ini.” Kata Dhe Chi Yuan dengan penuh keyakinan.


“Benar, saat Tuan muda dapat kembali, kami pasti akan menguasai dunia ini,” balas Xian Wei meyakinkan.


Berbeda dengan Pin Cang yang masih ragu, karena untuk menguasai dunia ini tidak gampang, terlebih ia yakin saat melihat kekuatan Dhe Chi Yuan yang meningkat begitu pesat, Penguasa Dunia ini pasti telah menyembunyikan kekuatannya dengan sangat dalam.


Melihat keraguan di wajah Pin Cang, Bai An langsung tersenyum.


“Kalian dapat tenang jika masalah saat melawan Penguasa Dunia ini, karena akan ada orang yang akan menjaga kalian, kalian semua yang ada di sini tidak akan di biarkan mati begitu saja, terlebih aku yakin jika kalian memiliki semangat dan tekad, kalian bahkan tidak membutuhkan orang itu.” Kata Bai An dengan nada serius.


Mendengar itu seluruh orang langsung paham maksud Bai An, tentu saja mereka semua ingin kuat, jadi hal yang di butuhkan adalah tekad dan semangat, bukan hanya itu saja, mereka juga di ajarkan cara bekerjasama oleh Bai An, jika mereka bekerjasama maka kekuatan mereka akan meningkat lebih cepat dan mereka sudah membuktikannya saat ini.


“Saya paham Tuan muda, maaf atas keraguanku tadi,” kata Pin Cang meminta maaf dengan tulus.


Bai An mengangguk santai sambil mengeluarkan senyum tulus.


Saat Bai An ingin mengatakan sesuatu, sebuah teriakan terdengar dari luar.


“Patriark Dhe, maaf mengganggu, saat ini ada seseoranh menerobos, ia adalah patriark dari klan Bai.” Terdengar suara tersebut mendekat dengan langkah tergesa-gesa.


Mendengar itu, semua orang yang ada di dalam ruangan menatap ke arah Bai An, karena mereka semua mengira Bai An ini adalah dari klan Bai yang sengaja menutupi identitasnya.

__ADS_1


__ADS_2