Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Saatnya Pergi Membuat Masalah


__ADS_3

“Hmm..!! Aku mendapat info jika mereka akan melakukan pertemuan tertutup beberapa minggu kedepan.”


Bai An tersenyum tipis saat mendengar ucapan dari Pin Cang.


“Hehe,, kakak, mungkin kali ini kita akan panen besar,” kekeh Duan Du dengan sedikit serakah. Lalu kembali bergumam. “Padahal kami datang ke dunia ini baru hitungan hari saja, ini sungguh keberuntungan memihak kami yang baik hati ini.”


“Hmm..!! Kita harus kesana saat mereka melakukan pertemuan, dan untuk rencananya, kita pikirkan saja saat sudah di sana,” kata Bai An mengangguk sambil melirik ke arah Pin Cang.


“Paman Cang, apa kau tahu mereka melakukan pertemuan dimana?”


Pin Cang langsung menggeleng. “Uang kami tidak mencukupi untuk ke tingkat itu,” jawab Pin Cang.


“Benar, asal Tuan muda tahu, tidak sedikit uang yang kami keluarkan untuk menggerakkan anggota klan yang bertugas memata-matai dan mencari informasi,” sambung Pin Sang ikut menambahi.


Bai An melambaikan tangannya santai.


Seketika gunungan koin emas seukuran bukit kecil bertumpukan di depan Pin Sang dan Pin Cang.


Bai An tersenyum sombong sambil berkata. “Jika rumah ini lebih besar, maka aku pasti akan mengeluarkan lebih banyak lagi.”


Pin Cang dan Pin Sang semakin ternganga saat mendengar itu.


Mereka sebenarnya tidak mau percaya, tapi karena bukti sudah di depan mata, dan ucapan Bai An memang benar jika rumah ini hanya bisa memuat gunungan koin emas di depannya, tidak bisa memuat lebih banyak, jika itu terjadi, maka rumah ini bisa ambruk.


“Hei,, hei,, apa kalian masih di sini atau sudah di neraka,” teriak Duan Du.


Hal itu langsung membuat Pin Cang dan Pin Sang tersadar sambil membalas dengan dengusan kesal karena merasa di suruh cepat-cepat mati oleh Duan Du.


“Ehem-ehem,, kalian gunakan uang ini untuk mendapat semua info yang ada di dunia ini, termasuk di semua daratan, aku juga butuh info tempat lokasi harta-harta tersembunyi seperti bekas reruntuhan klan ternama dalam masanya, atau bekas peninggalan salah satu ahli dalam legenda.” Kata Bai An dengan serius.


Bai An yang melihat reaksi mereka tersenyum masam langsung menambahkan. “Kalian tenang saja, jika kurang kalian bisa kesini dan memintanya lagi kepadaku.”


Bai An kembali mengayunkan tangannya santai. “Ini untuk bayaran kalian berdua karena aku yakin kalian bukan gila harta.”


Mata Pin Cang dan Pin Sang langsung cerah saat melihat 100 botol berukuran besar berisi arak.

__ADS_1


“Hehe,, kau bisa tenang Tuan muda,” kata Pin Sang dengan air liur terus berjatuhan.


“Hmm..!! Benar, kau dapat percayakan masalah ini kepada kami, walau aku tak tahu darimana kau dapat uang sebanyak ini, karena tidak mungkin klan Bai memberikan semua hartanya kepadamu, tapi aku tak ingin bertanya masalah pribadi seseorang, itu terlalu lancang menurutku,” kata Pin Cang langsung melesat ke arah arak yang ada di depannya.


Bai An dan Duan Du yang mendengar itu langsung tersenyum kecil, karena Pin Cang ini cukup teliti dan pintar dalam menganalisa.


Bai An yakin jika Pin Cang lambat laun akan sadar jika ia bukan Bai An yang berasal dari dunia ini.


Setelah itu Pin Cang langsung memasukkan semua koin emas di depannya dan membagi arak tersebut kepada kakaknya.


“Hmm..!! Aku lupa memberitahu kalian jika kalian boleh pergi dari sini karena aku ingin melakukan kuktivasi dalam waktu yang tidak di tentukan,” kata Bai An sambil melirik ke arah Duan Du yang mengangguk patuh.


“Tapi datanglah 3 hari sebelum acara pertemuan para patriark klan besar di adakan,” kata Bai An dengan serius.


Pin Cang dan Pin Sang saling melirik beberapa saat, setelah itu mereka mengangguk santai, sambil izin pergi dari rumah pohon.


Kini yang tersisa hanya Bai An dan Duan Du saja, mereka berdua langsung keluar dan melesat ke arah berbeda karena saat ini mereka merasa akan melakukan trobosan yang sudah di tahan 2 hari lalu.


Bam..!!


Bam..!!


Aura di sekeliling Bai An mulai berputar-putar kemudian masuk kedalam.


Bai An membuka mata kemudian mengayunkan tangannya mengeluarkan ribuan kristal tingkat tinggi dan beberapa ratus kristal berlian.


Dengan cepat Bai An bersama energi semesta Bai An menyerapnya hingga hanya tersisa ampas saja.


Secara perlahan Bai An masuk ke dalam lautan jiwanya dan berkata. “Keluarlah, aku telah menyadarimu dari beberapa hari yang lalu.”


Wuss..!!


Bai An langsung melihat energi semesta kini berwujud manusia, namun belum sepenuhnya menjadi manusia karena hanya wajahnya saja yang belum terbentuk.


“Hmm..!! Apakah kau benar energi semesta yang ada di dalam tubuhku?” Tanya Bai An memastikan, walau ia sudah tahu saat merasakan aura energi semestanya.

__ADS_1


Energi Semesta Bai An mengangguk tanpa mengeluarkan suara.


Bai An langsung tersenyum cerah melihat itu.


“Apa yang kau butuhkan agar dapat membuat tubuh sempurna, dan juga jika bisa, kau keluar dari tubuhku dan mengembara bersamaku,” kata Bai An sambil memikirkan beberapa rencana.


Energi Semesta yang tahu isi pikiran Bai An karena ia terhubung langsung menulis apa saja yang ia butuhkan.


Melihat itu Bai An mengerutkan keningnya.


Karena yang di butuhkan oleh Energi Semesta adalah pertama ia harus bertambah kuat, dan kedua adalah menyerap energi negatif atau energi yang berlawanan dengan energi semesta karena itu adalah makanannya.


“Hmm..!! Keduanya ini terbilang lumayan sulit karena meningkatkan kekuatan terbilang membutuhkan waktu lama, sementara mencari orang yang memilki,-” kata-kata Bai An terhenti saat ia mengingat ada salah satu kelompok yang mengincar dirinya.


“Hehe,, jika aku tak salah ingat Sekte Naga Hitam namanya, mereka menerapkan energi kegelapan dan energi kematian, ini adalah sumberdaya langka,” kekeh Bai An langsung bersemangat.


Setelah itu Bai An melirik ke arah dua harimau yang di dunia ini mereka hanyalah hewan buruan.


“Hmm..!! Dengan tingkat kekuatanku yang sekarang Ranah Grand Master ⭐ 1 Awal, itu setara dengan para tetua inti atau pelindung klan besar, bukanlah masalah besar untuk ku menghadapi kedua cacing kecil ini,” kekeh Bai An lalu mengingat dirinya di kejar-kejar seperti mereka adalah hewan buruan bagi harimau ini membuat Bai An tertawa lucu.


Dengan cepat Bai An melambaikan tangannya santai.


Wuss..!!


“Pergilah, jika bukan Ras kalian yang mengejarku dulu hingga bertemu keberuntungan, maka aku tak akan seperti sekarang ini, jadi aku melepaskan kalian tanda ucapan terimakasih,” kata Bai An.


Seakan mengerti, kedua harimau itu langsung membalikkan badan lalu melesat ke arah yang berbeda.


Tidak jauh dari Bai An kini Duan Du melesat ke arah tempat dimana Bai An berada.


Tap tap..!!


“Kakak, lihat aku sudah menerobos ke ranah Master ⭐ 1 Awal, hebat bukan, bahkan aku lebih kuat sekarang dari paman Pin Cang,” kata Duan Du tersenyum sambil memamerkan giginya dengan bangga.


Bai An hanya bisa menggeleng saat melihat perubahan Duan Du yang kadang memiliki kepribadian ganda selalu berubah-ubah.

__ADS_1


“Ya, saat ini kau bebas melakukan apa saja karena aku yakin kau bisa melindungi diri, terlebih aku juga sudah bisa melindungimu dari banyak masalah yang kau buat,”


__ADS_2