
Malam harinya.
Rencananya pagi tadi Bai An, Long Yuan dan Pixiu berniat jalan jalan. Tapi karena terlalu terbelenggu menangis. Mereka mengurungkan niat pergi pagi dan akan pergi pada saat malam harinya.
Kini Bai An, Long Yuan dan Pixiu berjalan keluar dari kediaman walikota.
Walikota Tang Rou sebenarnya berniat ikut dengan mereka bertiga. Namun kata kata Bai An yang cukup tajam membuat hati Tang Rou langsung mengurungkan niatnya ikut.
Bai An berkata, ini urusan anak muda. Orang tua duduk santai saja di rumah. Jangan nakal nakal.
Walaupun Tang Rou tidak ikut. Tapi ia tetap mengirim prajurit elitnya serta adiknya untuk mengawasi mereka bertiga. Tang Rou bukannya takut mereka kenapa kenapa, yang ia takutkan adalah orang yang mengganggu Bai An, Long Yuan dan Pixiu akan mengalami nasip buruk.
Memikirkannya saja membuat Tang Rou bergidik ngeri.
Di tempat Bai An dan dua saudaranya. Ia kini sedang jalan jalan dengan santai. Pakaian mereka juga di ubah menggunakan jubah biasa yang terlihat lusuh, itu di lakukAn agar tidak ada orang terlalu memperhatikan mereka. Tapi tetap saja semua wanita baik itu tua muda maupun sudah mempunyai suami kini sedang melihat 3 pemuda tampan dengan berbagai tatapan.
Ada yang lapar akan ++ ..!! Ada juga yang berteriak histeris ingin menjadi suami mereka bertiga sekaligus.
Jendral Tang De yang memperhatikan dari jauh langsung menggelengkan kepala lalu bergumam. “Masalah besar akan terjadi sebentar lagi. Ini sungguh merepotkan, aku lebih baik di tugaskan berperang dari pada mengurus para singa betina ini.”
Wuss..!!
“Hei tampan. Maukah kau mampir ke tempatku?” Kata sik A.
“Hei kau nenek nenek tidak cocok dengannya. Aku yang masih gadis lebih cocok.” Kata sik N
“Heeh,, gadis apanya? Kau itu sudah sering di belai oleh laki laki tua.” Kata sik C.
Bukan mereka saja? Masiha banyak sekali para wanita sampai gadis gadis mengkerubuni Bai An dan dua saudara.
Hal tersebut membuat Mereka bertiga tidak tahu mau bagaimana.
“Hei kalian. Jangan menganggu tamu dari luar Kota Han. Lebih baik kalian menunggu di rumah bordil saja sana.”
Jendral Tang De datang bak pahlawan. Tapi.
__ADS_1
“Heh,, kau Tang De,, walau kau seoang jendral. Apa kau mau ku adukan ke Walikota Tang Rou kelakuan mu yang sering ke tempat kami hah.”
Ini lah yang membuat Tang De bilang tadi. Ia lebih baik pergi berperang dari pada mengurusi masalah ini. Karena ia sangat takut jika kakaknya mengetehui ia sering ke rumah bordil.
“Prajurit, bubarkan mereka semua.” Teriak Jendral De tegas.
Tak lama para prajurit datang membubar para wanita penghibur maupun tidak.
Bai An, Long Yuan dan Pixiu sudah lama menyelinap pergi saat Tang De datang. Para wanita tersebut teralihkan, dari sana mereka melihat kesempatan untuk kabur.
Masalah bukan di sana saja.
Seorang pemuda dari klan besar yang melihat kejadian Bai An dan dua saudaranya di kerumuni oleh para wanita menjadi iri. Melihat pakaian Bai An dan dua saudaranya. Pemuda tersebut tersenyum licik.
“Apakah kita akan memasuki Assosiani Lelang Dunia ini untuk membeli beberapa pil kultivasi dan beberapa sumberdaya Tuan Muda?”
Bai An mengangguk mendengar pertanyaan Long Yuan.
“Hmm,,!!”
“Apa tidak kita langsung bereskan saja Tuan Muda?” Tanya Pixiu melalui telepati.
“Tidak perlu. Apa kau tidak bisa memperhatikan di sekelilingnya? Ia di lindungi oleh beberapa pengawal. Belum lagi beberapa ahli yang lumayan lah, sedang bersembunyi di balik bayang bayang.” Jawab Bai An melalui telepati sambil menyeringai kecil memikirkan sesuatu.
Pixiu dan Long Yuan kemudian mengedarkan kesadarannya dan ia merasakan jika ada 5 orang tua di tingkat kultivasi Dewa Bumi Awal dan Menengah.
“Ayo jalan jangan sampai mereka curiga. Atau uangku akan hilang begitu saja.” Kata Bai An melalui telepati sambil tersenyum bahagia.
Long Yuan dan Pixiu langsung bergidik ngeri saat melihat senyum Bai An yang terlihat haus akan harta.
Tap tap...!!
Bai An, Long Yuan dan Pixiu kini berdiri tepat di depan pintu Assosiasi Dunia milik klan Jing.
Saat mereka bertiga akan masuk. Sebuah teriakan cukup keras terdengar. Hal itu membuat semua orang berhenti dan melirik ke asal suara.
__ADS_1
“Hei kau miskin. Apa kau ingin mencuri dengan masuk ke dalam Assosiasi Dunia yang terkenal. Hah? Apa kau tidak puas dengan mencuri beberapa barang milikku tadi.”
Teriakan itu berasal dari pemuda yang tadi iri sehingga mengikuti Bai An untuk membuat mereka menderita atau bahkan mati.
Semua orang seketika berkumpul melirik pemuda tersebut. Saat melihat siapa yang berteriak mereka yang berasal dari Benua yang sama tahu siapa pemuda tersebut. Mereka melirik ke arah Bai An dengan tatapan kasihan.
Jendral Tang De melihat hal tersebut ingin turun tangan. Tapi di hentikan oleh Jing Xan dan Yu Fan. Mereka berdua mendapatkan pesan dari Long Yuan untuk tidak menghentikan pemuda tersebut.
Beberapa saat kemudian, keluar para penjaga Assosiasi Dunia.
“Siapa yang ingin mencuri?” Teriak penjaga tersebut dengan suara tegas.
“Para pemuda miskin ini sengaja ingin masuk ke Assosiasi dengan berpura pura mencari beberapa sumberdaya. Padahal niat mereka yang sebenarnya adalah muncuri.” Tunjuk pemuda yang bernama Xio Dan.
“Jika tidak ada bukti jangan menuduh sembarangan,” ucap penjaga tersebut dengan dingin. Ia mengatakan hal tersebut karena ia melirik ke arah Bai An dan dua saudaranya. Dapat terlihat jika Bai An dan dua saudaranya adalah orang baik baik.
Malahan ia melihat Xio Dan yang sebenarnya orang jahat dengan banyak tipu muslihat.
“Kau..!!” Tunjuk Xio Dan arogan, ia langsung menambahkan. “Aku mempunyai buktinya. Ia tadi mencuri 100 kristal tingkat tinggi milik ku. Aku bisa membuktikannya dengan menggeledah mereka bertiga.” Sebuah senyum licik terpancar di wajah Xio Dan.
Penjaga tersebut agak ragu. Karena ini sebenarnya bukanlah urusannya. Karena hal ini di luar Assosiasi lelang. Bukan wilayah Assosiasi.
“Ada apa ini.”
Manager Assosiasi muncul dan melihat banyak sekali keramaian di depan pintu Assosiasi.
“Dia mencuri beberapa Kristal Tingkat Tinggi milikmu. Itu tidak banyak hanya 100 saja. Tapi aku begini karena aku takut saat mereka ingin memasuki Assosiasi Lelang Dunia. Maka mereka akan mencuri di dalam sana.” Dengan licik Xio Dan mencoba menghasut Manager tersebut. Dari mana ia tahu? Xio Dan tadi sempat di bisiki oleh pengawalnya. Jadi ia semakin bersandiwara lebih licik untuk menarik Manager tersebut agar mau bekerjasama dengan klannya menggunakan cara yang kebetulan ini. Ibarat kena satu dapat dua, itulah pikir Xio Dan.
Manager tersebut melirik ke arah Bai An, Long Yuan dan Pixiu. Karena merasa mereka bertiga adalah kultivator biasa yang tidak mempunyai status. Manager tersebut berkata dengan dingin.
“Apa benar kau ingin masuk ke Assosiasi untuk mencuri? Jika kau merasa tidak bersalah dan tidak ingin di tuduh mencuri maka kau harus di periksa. Agar tahu mana yang benar dan salah.”
Semua orang yang menonton memgangguk setuju.
“Baik lah. Kau periksa sepuasmu.” Kata Bai An tersenyum tenang.
__ADS_1
Merasa menang. Xio Dan maju dengan menahan rasa gembira.