Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Pembantaian Duan Du dan Tu Long


__ADS_3

Tu Long tak mau kalah, ia langsung ikut mengejar.


Bai An yang melihat mereka berdua telah pergi langsung melambaikan tangannya.


Penghalang yang Bai An buat seketika menghilang bersamaan dengan hilangnya Bai An.


Orang-orang yang tidak bisa melihat adegan Duan Du memutilasi Zhi Zuan langsung masuk, untuk melihat apa yang telah terjadi, walau mereka tak bisa melihat, namun mereka dapat mendengar dengan jelas jeritan Zhi Zuan yang memohon ampun.


Bai An sengaja membuat orang-orang yang mengintip dapat mendengar jeritan Zhi Zuan agar beritanya menyebar.


Benar saja, dalam sekejap berita tentang Zhi Zuan dan para pengawalnya mati di bunuh oleh orang misterius menyebar dalam hitungan detik.


1 jam telah berlalu.


Saat ini Bai An telah duduk bersama keluarganya, kini Bai An terlihat di introgasi oleh ibunya Ling Mei.


“Apa kau yakin ini bukan ulah mu?” Tanya Ling Mei yang sudah berkali-kali bertanya.


“Iya bu, ini bukan ulah ku, masa putramu yang baik hati ini membunuh orang dengan kejam, jika aku kejam, aku sudah membunuh orang-orang yang telah menangkap dan menyiksa kalian semua,” jawab Bai An terlihat jujur sambil melirik ke arah ayah, kakek, bibi, paman dan kakaknya.


Mendengar itu Ling Mei masih tidak percaya, sementara keluarganya yang lain mulai percaya.


“Iya, ini bukan perbuatanmu, tapi aku yakin ini ulah adikmu yang nakal itu bersama saudara angkatmu,” kata Ling Mei curiga sambil menatap tajam ke arah Bai An.


Bai An tetap tenang saat di tatap, tetapi hatinya kini bergetar hebat.


“Ibu, Du'er saat ini sedang berlatih, ia melakukan latihan tertutup dan di jaga oleh para saudaraku, apa mungkin Du'er bisa membunuh orang-orang sekuat itu, tidak mungkin bukan, dan juga tidak mungkin para saudaraku yang melakukannya karena mereka semua mendengar apa yang apa aku ucapkan walau Long Yuan adalah yang terkuat kini telah mencapai Kaisar Dewa Tinggi ⭐ 3 Puncak, tapi ia sangat patuh terhadap ku sebagai saudaranya ia sangat menghormatiku,” kata Bai An kini dengan suara tegas.


Ling Mei yang mendengar itu langsung bangun.


“Berani sekali kau kasar dengan ibumu, mulai saat ini kau di larang keluar dan juga kalian,” kata Ling Mei terlihat ganas melirik ke arah suami dan keluarganya. “Kalian cepat cari bocah nakal itu bersama Tu Long dan seret mereka kesini, cepat” teriak Ling Mei.


Seketika semua orang yang tadinya ramai langsung menghilang, yang menghilang hanyalah para laki-laki.


Sementara yang wanita hanya diam sambil tersenyum merasa menang karena bisa membuat pihak laki-laki lari ketakutan.

__ADS_1


Bai An yang mendengar itu hanya mengangguk lemas, untung itu ibunya, dan ia tak berani melawan ibunya apapun yang terjadi, ia tak ingin membuat ibunya sedih lagi.


Bai An lantas bangun lalu berjalan ke arah ruangan yang di tunjuk ibunya.


***


Sementara Duan Du dan Tu Long kini berdiri menunggu Kaisar Dewa Es berkumpul bersama para pengikutnya agar Dua Du dan Tu Long bisa membunuhnya sekaligus.


Mereka juga telah mendapat informasi dari Bai An tentang yang Bai An hadapi di rumah.


Duan Du dan Tu Long seketika bergidik. “Kita harus cepat membantai mereka semua, setelah itu kita pulang dengan keadaan linglung serta mabuk agar kita tidak di hukum dengan berat oleh ibu,” bisik Duan Du tersenyum licik.


Tu Long mengangguk dengan tubuh masih bergetar saat mendengar informasi jika Ling Mei kini marah.


Tu Long juga menganggap ibu Bai An adalah ibunya, jadi jika ia marah sekuat apapun dirinya akan selalu mengalah kepada ibunya.


Setelah itu Duan Du melirik ke arah aula. “Hapus musuh hingga ke akar-akarnya, walaupun kalian tidak salah, jadi salahkan saja orang yang telah membuat masalah untuk kalian, terlebih kalian menggunakan metode terlarang untuk meningkatkan kekuatan, yaitu menumbalkan bayi dan anak kecil,” dengus Duan Du dengan nada dingin.


Duan Du lalu melirik ke arah Tu Long yang ingin bertarung, karena Duan Du dapat merasakan aura semangat bertarung Tu Long telah naik.


“Jangan bermain-main paman karena saat ini kita harus cepat kembali, jika tidak, hukuman kita akan lebih berat, jadi bunuh yang kuat- kuat saja lalu suruh Honh Ti kesini menyamar jadi Kaisar Dewa Es dan suruh no satu dari kelompok pembantai untuk menyamar jadi Tangan kanan Kaisar Dewa Es.”


Tu Long langsung lemas, namun dengan cepat ia ikut melesat karena ucapan Duan Du ada benarnya.


Kini Duan Du dalam sekejap muncul di depan Kaisar Dewa Es.


Duan Du saat ini menggunakan 5% persen kekuatannya agar cepat kembali pulang kerumah.


Crash..!!


Tombak yang Duan Du pedang langsung memenggal kepala Kaisar Dewa Es.


Kaisar Dewa Es mati dengan mata melotot tanpa tahu siapa yang membunuhnya, ia juga terlihat enggan mati tanpa perlawanan.


Tombak yang Duan Du pegang adalah tombak milik Zhi Zuan.

__ADS_1


Setelah membunuh Kaisar Dewa Es, Duan Du kembali bergerak cepat sambil mengayunkan tombaknya.


Semua orang yang terkena tombak Duan Du langsung mati tanpa perlawanan.


Duan Du terlihat seperti seorang assasint, ia sangat rapi dalam membunuh tanpa menimbulkan suara maupun daya ledak.


Tidak seperti Tu Long kini mengayunkan cakarnya ke arah musuhnya.


Bom..!!


Orang-orang tersebut mati dalam sekejap, hal itu membuat orang-orang yang tidak terkena serangan langsung mengeluarkan senjata untuk siaga.


“Siapa yang menyerang diam-diam keluarlah,” teriak tangan kanan Kaisar Dewa Es yang bernama Zhi Tinhan.


Namun baru saja Zhi Tinhan berteriak, sebuah cakar energi langsung melesat dengan cepat ke arahnya.


Zhi Tinhan bahkan tidak sempat melawan hingga kematiannya.


Kini Zhi Tinhan mati dengan tubuh hancur bersama orang-orang di sampingnya.


Suara ledakan akibat perbuatan Tu Long menyebabkan para pengikut Kaisar Dewa Es yang berada di bawah langsung naik sambil mengeluarkan senjata masing-masing.


Namun saat mereka sudah ada di dalam, mulut para pengikut Kaisar Dewa Es terbuka lebar.


Apa yang mereka lihat kini hanyalah orang-orang yang santai berdiri sambil minum.


Hal itu membuat para pengikut Kaisar Dewa Es bingung, mereka ingin bertanya tapi takut, karena orang-orang yang ada di dalam adalah orang dengan status tinggi, sedangkan mereka hanyalah status komandan saja.


“Hei, apa aku tidak salah dengar, perasaan tadi ada sebuah ledakan besar tadi di sini, tapi kenapa tidak terjadi apa-apa?” Tanya salah satu dari 20 komandan yang naik.


“Jangan bertanya kepadaku, kau tahu bahwa kita semua disini naik bersama,” kata pria tua rambut putih dan janggut ungu.


Akhirnya mereka semua turun kebawah dengan pikiran bingung.


Sementara Duan Du kini menghela nafas saat melihat orang-orang ini turun.

__ADS_1


Untung saja ia dengan cepat membuat ilusi yang dulu telah di ajarkan oleh Bo Long.


Duan Du kini menatap ke arah Tu Long dengan kesal, hal tersebut membuat Tu Long terkekeh kecil.


__ADS_2