
Saat ini Bai An langsung tersenyum menyeringai, Lang Zai dan Pixiu yang melihat senyum Bai An langsung bergidik.
“Tuan Muda apakah kau yakin walaupun ini jebakan?”
Lang Zai langsung bertanya, karena Lang Zai tadi sangat ingin membunuh mereka, tapi di hentikan oleh Bai An. Bai An memberitahu membiarkan mereka pergi, karena ia memiliki rencana juga.
“Hmm,, identitas kita sudah menyebar ke seluruh musuh-musuh kita, jadi tidak heran mereka mencoba memancing dan menjebak kita menggunakan kedua pemuda tadi, agar tahu apakah kita targetnya, setelah tahu ia menadai kita, tapi saat jebakannya kita baca ia dengan licik bersandiwara,” kata Bai An sambil memegang jarum kecil beracun yang sempat di lempar pemuda tadi ke arah Bai An.
Lang Zai dan Pixiu langsung mengangguk, sedangkan Lin Xue tidak mau tahu karena ia sibuk dengan makanannya, begitu juga dengan Chu Jia karena ia kini terbiasa bersama Lin Xue. Sedangkan kakek Chu hanya diam saja.
“Aku tidak menduga jika mereka tadi sedang menipu kita, karena wajahnya terlihat serius dan jujur,” kata Pixiu memikirkan betapa liciknya pemuda tadi.
“Tapi Tuan Muda lebih licik, ia menggunakan kesempatan itu untuk meraup keuntungan,” gumam Pixiu lagi dalam hati.
“Jadi apakah kita akan langsung bergerak sekarang Tuan Muda? aku cukup yakin mereka memancing kita agar langsung bergerak, terlihat dari cara mereka.” tanya Lang Zai melalui telepati yang dari tadi diam, ia juga memegang jarum beracun.
“Tunggu Bibi dan yang lain pergi ke penginapan baru kita menyusul mereka.”
Beberapa menit kemudian, Bai An, Lang Zai, Pixiu, Lin Xue, Chu Jia dan kakek Chu kini memasuki penginapan yang terlihat sangat mewah.
Setelah membayar biaya penginapan, mereka langsung di bawa menuju kamar mereka masing-masing, namun saat sedang berjalan Bai An, Lang Zai dan Pixiu kini saling berkomunikasi melalui telepati.
Setelah masuk ke kamar, Bai An langsung menuju jendela kamarnya, ia membuka jendela dan melihat jika ia berada di lantai 3.
Bai An langsung melompat keluar dari jendela penginapan kamarnya, kemudian melesat ke arah gerbang kota.
Saat melesat, di belakang Lang Zai dan Pixiu terlihat di belakangnya menyusul.
Wuss,,
Wuss,,
Bai An langsung berhenti setelah ia keluar dari kota. “Ke arah mana auranya mereka?”, tanya Bai An.
“Sana,” tunjuk Lang Zai, ia memiliki penciuman yang sangat tajam sehingga dengan peecaya diri ia menunjuk ke arah Barat.
Bai An langsung melesat bersama Lang Zai dan Pixiu, saat ini Lang Zai yang memimpin jalan terus melesat dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
“Hmm,, jadi ini markas mereka?”, gumam Bai An tersenyum senang.
Untung tadi Mu Xia'er memberitahunya jika pemuda yang menganggu Lin Xue hanyalah jebakan untuk melihat kekuatan mereka, dan kakaknya datang memastikan wajah mereka semua jika itu adalah yang ada dalam daptar yang mereka bunuh, dan akan melempar jarum beracun ke arah mereka agar Bai An langsung mengejarnya.
Jika Mu Xia'er tidak memberitahunya, ia juga pasti akan percaya dengan sandiwara kakak pemuda tersebut.
Wuss,,
Lang Zai muncul langsung di depan Bai An dan Pixiu.
“Bagaimana?”, tanya Bai An langsung.
Bai An sengaja menyuruh Lang Zai untuk melihat kekuatan musuh dengan berubah ke wujud aslinya, yaitu serigala.
“ Ada 3 Jendral dari Penguasa Liu Wang dan 2 Jendral kelompok Teratai Hitam bersembunyi di sekitar mereka dan beberapa komandan lainnya.”
Mendengar itu Bai An cukup terkejut, namun ia tiba-tiba tersenyum.
“Pixiu, aku dengar dulu kau sangat pintar dalam menyamar? apakah itu benar?”
Bai An langsung membisikkan sesuatu kepada Pixiu yang mana membuat mata Pixiu langsung bersinar.
Setelah itu Pixiu langsung menghilang.
Lang Zai kini seperti orang bodoh karena penasaran apa yang Bai An bisikkan kepada Pixiu hingga matanya menjadi cerah kemudian pergi.
“Apa yang kau rencanakan Tuan Muda?”, tanya Lang Zai yang tidak bisa tidak bertanya karena penasaran.
“Nanti saja kau lihat,” jawab Bai An tersenyum misterius.
**
Saat ini Pixiu baru saja selesai membunuh salah satu prajurit kemudian mengambil pakaiannya untuk menyamar.
Setelah itu Pixiu juga mengubah tampilan wajahnya sangat mirip dengan prajurit yang tadi ia bunuh.
Pixiu kemudian berjalan masuk, saat ia akan membuka pintu. Sebuah suara langsung menghentikannya.
__ADS_1
“Yehan,, apa yang kau lakukan, disana adalah tempat para petinggi, kita yang prajurit rendahan di larang masuk.”
Pixiu yang menyamar langsung melihat ke asal suara, “Jadi nama orang tadi Yehan,” gumam Pixiu dalam hati.
Pixiu kemudian mendekati pemuda yang berbicara, “Dimana komandan?”, tanya Pixiu sambil berjalan ke arah pemuda.
Pemuda itu mengerutkan keningnya, “Kenapa kau bertanya seperti itu?”, tanya pemuda itu sedikit curiga.
“Apa kau mau tahu,” bisik Pixiu langsung agar pemuda ini tidak curiga.
Melihat Pixiu berbisik, ia semakin heran. “Memang ada apa?”
“Ini masalah serius, jangan teriak atau kau akan menyesal,” bisik Pixiu pura-pura takut sambil melihat sekelilingnya.
Melihat wajah Pixiu yang ketakutan, pemuda tersebut langsung diam kemudian ikut melihat sekelilingnya. “Memang apa yang terjadi?”, bisik pemuda tersebut.
Pixiu langsung tersenyum, rencana awal adalah menghasut para pengikut Penguasa Liu Wang untuk saling serang dengan kelompok Teratai Hitam.
“Apa kau tidak curiga, kenapa Jendral Teratai Hitam, selalu bersembunyi dan juga jika mereka kuat seharusnya mereka langsung menyerang target yang akan kita bunuh.”
Pemuda itu langsung mengerut kemudian mencoba mencerna apa yang Pixiu katakan.
“Apa kau tidak dengar cerita jika target kita sangat kuat, bahkan Jendral Teratai Hitam sampai lari,” bisik pemuda tersebut.
“Kau salah, target kita sangat lemah, bahkan aku mendengar saat ia mencoba menghancurkan cabang markas Teratai Hitam, Komandan mereka malah dapat mengalahkannya, tapi anak buahnya yang kuat dan setara dengan Jendral Teratai Hitam. Tapi yang aku herankan adalah mengapa Jendral kita yang lebih lemah dari musuh di suruh menyerang lebih dulu. Bukankah ini sama saja dengan bunuh diri. Harusnya Jendral Teratai Hitam yang sama kuat harus menyerang.”
Pixiu langsung tersenyum saat melihat wajah pemuda itu yang terpengaruh olehnya, ia jadi tidak perlu menjelaskan lebih detail lagi.
“Kau benar, ini adalah jebakan dari kelompok Teratai Hitam agar kekuatan kita menurun lalu setelah kekuatan menurun mereka langsung menghianati kita dan menyerang Penguasa yang kekuatan pasukan sudah menurun,” kata pemuda tersebut dengan mata memerah, karena ia adalah salah satu pengikut setia Penguasa Liu Wang, jadi ia tidak akan membiarkan ini terjadi.
“Aku akan memberitahukan berita ini kepada yang lain agar kita yang lebih dulu menyerang Teratai Hitam sebelum menusuk kita dan Penguasa dari belakang.”
Tanpa menunggu balasan dari Pixiu, pemuda tersebut langsung melesat pergi.
Pixiu langsung tertawa melihat kebodohan pemuda tersebut, ia tidak berpikir dulu mengapa Jendral Teratai Hitam bersembunyi itu karena agar pembunuhan Bai An berjalan lancar, karena mereka pasti tidak di ketahui oleh Bai An, jadi pada saat itu ia keluar membunuh Bai An.
Tapi yang tidak di ketahui Jendral tersebut bahwa keberadaan mereka telah di ketahui oleh Bai An melalui Lang Zai.
__ADS_1