Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Para Saudara Bai An Yang Lain Telah Muncul


__ADS_3

Tak lama kemudian Bai En langsung menjatuhkan dirinya lalu tertidur pulas.


Seandainya Bai An dan Tu Kul melihat kelakuan Bai En, mereka berdua mungkin akan menguliti Bai En hidup-hidup.


Tadi wajahnya saja yang serius ingin berlatih, jika tahu akan seperti ini mereka tak akan membiarkan Bai En pergi.


Sementara di tempat Lang Zai, ia kini berada di puncak gunung paling tinggi.


Untuk Pixiu ia berada di dasar jurang, karena menurutnya tempat itulah yang paling padat akan Energi Dewa.


Sedangkan Gi Lian ia berada di puncak bukit kecil.


Tu Kul yang saat ini berdiri di depan pintu masuk dimensi duduk santai.


“Huuff..!! Maafkan aku Tuan muda An, Tuan muda En, jika kau tahu ibu, ayah, kakek, kakak dan semua keluargamu di tangkap oleh musuh, kau mungkin akan marah besar,” gumam Tu Kul.


Tapi Tu Kul tidak menyadari jika Bai An dan Bai En sudah mengetahui hal ini dari asumsi mereka masing-masing. Tapi Bai An dan Bai En yakin jika keluarga mereka semua masih hidup karena menyadari yang mereka incar adalah Bai An.


..._________...


Sementara di dunia yang sama dengan Bai An datangi.


Ada 5 pemuda kini sedang di buru oleh kelompok perampok.


Mereka tak Hei Long, Huang Feng lain Cen Tian, Duan Du, dan Fang Liu.


Mereka berlima berhasil di selamatkan oleh Mu Xia'er dan sengaja di lempar ke dunia setengah dewa yang sama dengan Bai An agar bisa berkumpul kembali.


“Senior Hei, kenapa kita tidak melawan mereka? Kekuatan kita saat ini setara dengan mereka sudah mencapai Dewa Abadi yaitu Dewa Merah ⭐ 1 Awal dan yang terkuat adalah senior Hei dan senior Huang sudah mencapai Dewa Merah ⭐ 3 Awal.” Kata Cen Tian bingung.


“Bodoh, ini jebakan mereka. Jika kita bertarung maka akan ada banyak yang berdatangan di belakang mereka, mereka sengaja memancing kita dengan mengeluarkan orang terlemah mereka,” dengus Hei Long.


Cen Tian terkekeh kecil sambil menggaruk kepalanya.


Sementara Huang Feng hanya menggelengkan kepalanya, ia tahu jika Cen Tian saat ini ingin bertarung karena baru mencapai Dewa Abadi dan terlebih lagi mata Cen Tian selalu menatap cincin penyimpanan musuhnya.


Untuk Fang Liu dan Duan Du mereka masih di tingkat Jendral Dewa Perunggu ⭐ 1 Awal.


Duan Du yang cukup nakal langsung berteriak keras.


“Awas ada musuh di depan,” teriakan Duan Du membuat Hei Long, Huang Feng, Cen Tian dan Fang Liu yang tidak waspada karena asik mengobrol langsung berhenti.


Tapi bukan mereka saja yang berhenti, melainkan para perampok ikut berhenti sambil waspada melihat sekeliling mereka.


Duan Du langsung melempar batu ke arah para perampok.


Bam..!!


Kepala salah satu perampok langsung bocor, darah mengalir deras membasahi wajah perampok tersebut.

__ADS_1


Sementara Hei Long, Huang Feng, Cen Tian dan Fang Liu langsung menarik telinga Duan Du hingga memerah.


“Ampun-ampun paman, kakak, ampuni aku, aku tak akan mengulanginya lagi,” teriak Duan Du memegang telinganya yang kini bengkak.


Hei Long dan Cen Tian langsung berhenti menarik telinga Duan Du.


Setelah itu mereka semua mau tak mau melawan musuh yang kini telah mengepung mereka.


“Bunuh mereka semua, aku tak ingin lagi menangkap dan menjual mereka menjadi budak,” kata pria yang kepalanya bocor oleh Duan Du.


Setelah itu ratusan orang maju, dari ratusan para perampok ini, hanya 20 yang telah menjadi ahli Dewa Abadi dan sisanya setengah abadi.


Hei Long dan Huang Feng berniat maju, tapi Cen Tian, Fang Liu dan Duan Du lebih dulu melewati mereka dengan semangat.


Cen Tian langsung mengayunkan tinjunya ke arah 3 orang setengah abadi yang kini berada di depannya.


Ketiga orang ini juga tak mau kalah, mereka juga mengayunkan pedang mereka.


Bom..!!


Tinju Cen Tian langsung menghancurkan ketiga pedang beserta tubuh mereka.


Tak lupa Cen Tian memungut cincin penyimpanan mereka lalu ia pasang di jarinya.


Fang Liu juga tak mau kalah, terlihat Fang Liu menerjang ke arah puluhan perampok dan dengan ganas menghancurkan mereka semua, tak berhenti sampai di sana, Fang Liu kembali lagi ke arah sekumpulan perampok terbanyak.


Untuk Hei Long kini melawan 10 ahli Dewa Abadi.


Terlihat Hei Long dengan ganas mencakar salah satu dari 10 perampok.


Crash..!!


Tubuh perampok tersebut langsung terbelah dua.


Hei Long langsung melompat ke atas.


Wuss..!!


Bam..!!


Sebuah tombak melesat di bawah Hei Long lalu menabrak pohon hingga hancur.


Untung insting Hei Long cukup tajam.


Tapi baru saja Hei Long menghindar, sebuah tusukan pedang datang dari belakang Hei Long.


Dengan cepat Hei Long melompat ke samping, setelah itu ia langsung mengayunkan cakarnya untuk melawan pedang yang kini datang dari depannya.


Bam..!!

__ADS_1


Musuhnya mundur, sementara Hei Long diam di tempatnya sambil mengayunkan kakinya ke arah belakang.


Kaki Hei Long yang di aliri energi langsung menghantam kepala musuhnya hingga hancur.


Tak berhenti sampai disana Hei Long kembali melesat ke arah yang paling kuat sambil mengayunkan cakarnya.


Perampok tersebut juga tak mau kalah, ia maju dengan beringas ke arah Hei Long sambil mengayunkan tombaknya.


Sementara di tempat Huang Feng, kini ia sedang melawan pemimpin perampok bersama 3 perampok tersisa. Huang Feng sudah membunuh 7 dari 10 perampok.


Huang Feng tersenyum menyeringai ke arah pemimpin perampok yang kini tangannya telah hilang satu.


“Bunuh dia, aku tak mau tahu,” teriak pemimpin perampok sambil menunjuk ke arah Huang Feng.


Huang Feng langsung mendengus karena ia tak suka yang namanya di tunjuk oleh calon mayat.


Dengan cepat Huang Feng melesat maju lalu mengayunkan cakarnya setelah muncul di depan pemimpin perampok, ketiga perampok tidak menyangka mereka di lewati begitu saja, karena pemimpin perampok berada di belakang mereka.


Crash..!!


Ahkhh..!!


Pemimpin perampok langsung berteriak keras karena kini tangannya yang tersisa kembali hilang.


Huang Feng tak berhenti sampai disana saja, ia kini mengeluarkan sebuah pedang lalu mengayunkannya ke arah kaki pemimpin perampok.


Melihat itu, pemimpin perampok berusaha mundur secepat mungkin, kakinya ia aliri seluruh energinya.


Wuss..!!


Slash..!!


Tebasan Huang Feng hanya mengenai angin, saat Huang Feng ingin mengejar pemimpin perampok yang kini melarikan diri, tiga perampok langsung menghadangnya.


“Heh,, aku tidak tahu apakah kalian masih waras atau tidak yang ingin mengorbankan diri kalian saat melihat pemimpin kalian melarikan diri,” dengus Huang Feng.


Dengan cepat Huang Feng melesat ke arah ketiga perampok.


Crash..!!


Ketiga perampok mati dengan mata melotot karena tak bisa melihat kecepatan Huang Feng.


Huang Feng ingin mengejar pemimpin perampok tapi tidak jadi saat mendengar sebuah suara.


“Tidak usah di kejar, saat ini tugas terpenting kita adalah menemukan dimana Tuan muda berada.”


Mendengar ucapan Hei Long, Huang Feng langsung membalikkan badannya dan melihat pertarungan sudah selesai.


Huang Feng langsung melihat Cen Tian dan Duan Du kini berebut mengumpulkan hasil jarahan.

__ADS_1


__ADS_2