
Tubuh Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng bergidik, tapi mereka juga ikut tersenyum sambil melirik ke arah Dhe Tu dengan tatapan iba.
“Heng,,!! Kau sudah di beri hati malah minta jantung,” kata Duan Du langsung menendang perut Dhe Tu.
Wuss..!!
Tubuh Dhe Tu langsung melayang entah kemana, tapi saat masih di udara, Duan Du sempat mendengar teriakan Duan Du.
“Aku akan membalas apa yang kalian perbuat ini dengan lebih menyakitkan, kalian semua akan berahir menyedihkan. Tunggu saja pembalasan dariku.”
Dengan santai Duan Du melirik ke arah Bai An sambil berkata.
“Apa yang akan kita lakukan selanjutnya kak?”
Bai An dengan santai melambaikan tangannya. “Saat ini kita santai selama beberapa hari lebih dulu,” kata Bai An tersenyum penuh makna.
Duan Du yang melihat itu ikut tersenyum kecil. “Kakak memang selalu pintar melihat situasi,” gumam Duan Du dalam hati sambil ikut melirik ke arah kejauhan.
Dhe Chi Ruan dan Dhe Peng kini melangkah ke tempat Duan Du berada, mereka berdua terlihat memberanikan diri.
“Tuan muda, jika boleh tahu, mengapa Tuan besar melepaskan Dhe Tu?” Tanya Dhe Peng dengan hati-hati.
Duan Du langsung melirik ke arah Dhe Peng dan Dhe Chi Ruan.
“Hmm..!! Mengapa kepadaku kalian bertanya, aku juga tidak tahu, jadi bertanyalah kepada kakak ku, karena ia yang melepaskannya,” kata Duan Du tersenyum kecil.
Dhe Peng dan Dhe Chi Ruan langsung menggeleng dengan cepat, melirik ke arah Bai An saja, mereka tidak berani, apalagi bertanya.
Bai An kini melirik ke arah Xian Wei sambil berkata. “Bawakan semua harta klan mu, jangan sisakan satupun, karena aku memiliki beberapa rencana.”
Xian Wei langsung mengangguk penuh hormat lalu pamit pergi.
__ADS_1
Setelah itu Bai An melirik ke arah Dhe Chi Ruan. “Dimana tempat kamar tamu disini?” Tanya Bai An.
Dhe Chi Ruan langsung paham inti pertanyaan Bai An sehingga dengan cepat ia berkata. “Silahkan ikuti aku Tuan besar.”
Bai An tanpa basa basi langsung mengikuti Dhe Chi Ruan di susul oleh Duan Du, sementara Dhe Peng mengatur orang-orang klan Dhe yang di tahan bersama beberapa tetua inti.
Saat Bai An dan Duan Du masuk, di kejauhan terlihat dua orang mengintai dari dalam hutan.
“Apa anak itu tahu jika kita sedang melihatnya dari sini?” Tanya salah satu dengan suara serak.
“Hmm..!! Aku juga tidak tahu, tapi dari pandangan matanya tadi, aku yakin ia tahu jika kita sedang mengintainya,” jawab sebuah suara berat.
Mereka berdua terlihat mengenakan jubah pituh bersih, dari balik wajahnya dua pria tua sedikit mirip. Namun yang bicara pertama memiliki tubuh sedikit pendek dari yang menjawab, karena yang menjawab memiliki tubuh lebih tinggi dan kekar.
“Jadi, apakah kita akan melapor ke Yang Mulia terlebih dulu atau tetap melihat pergerakan anak ini lebih lanjut?” Tanya pria bertubuh pendek.
“Kita kembali saja lebih dulu dan melanjutkan rencana dengan lebih matang, anak ini bukan anak biasa, ia bisa-bisa mengganggu rencana kita di masa depan jika di biarkan,” jawab pria bertubuh besar.
Wuss..!!
Wuss..!!
Mereka berdua langsung menghilang membawa Dhe Tu bersama mereka.
Tidak jauh di atas kedua orang berjubah putih tadi, saat ini Mu Wen dan Mu San berdiri.
“Hmm..!! Pengikut Penguasa Semesta ke 3 ini tidak bisa di biarkan, jika mereka semua di biarkan berkeliaran di dunia ini, maka dunia ini bisa hancur dan di kuasai oleh mereka,” kata Mu Wen dengan penuh ketegasan.
“Jangan bertindak sembarangan, mereka hanyalah prajurit buangan Penguasa Semesta Ke Tiga, jika kita turun tangan membunuhnya, aku takut jika Penguasa Semesta Ke Tiga akan menertawakan kita karena Dua Jendral Penguasa Semesta Ke 10 langsung turun tangan memberantas prajurit rendahan,” kata Mu San lalu menambahkan dengan senyum kecil.
“Tapi jika Tuan muda yang membereskannya itu bukan masalah, karena saat ini mereka tidak mengetahui status sebenarnya Tuan muda, dan juga lambat laun mereka pasti akan tahu, saat mereka tahu baru kita bertindak secara langsung karena mereka pasti tidak akan membiarkan Tuan Muda terus melangkah ke yang lebih tinggi.”
__ADS_1
“Hmm..!! Penguasa Semesta Ke Tiga ini sungguh licik, ia sengaja menyegel Penguasa dengan alasan yang tidak logis, setelah itu ia semena-mena menaruh semua pengikutnya ke seluruh dunia alam semesta kita,” kata Mu Wen dengan penuh amarah, tapi beberapa saat ia kembali tenang.
“Tapi dengan adanya Tuan muda dan dari bakatnya, tidak lama lagi ia pasti bisa mengikuti pertempuran antar semesta untuk merebut siapa penguasa semesta terkuat.” Kata Mu Wen tersenyum bersemangat.
“Benar,, untung saja dalam pertempuran ini yang bisa mengikutinya hanya keturunan penguasa sebelumnya atau menantu penguasa, terlebih beberapa pihak seperti penguasa setiap dunia boleh mengikutinya dengan syarat mereka memenuhi syarat tingkat kultivasi tertentu dan setiap penguasa semesta tidak boleh melarang mereka untuk tidak ikut.” Kata Mu San.
“Untung saja setiap penguasa dunia Alam Semesta Ke 10 ini adalah pengikut Nyonya,” kata Mu Wen.
Mu San menghela nafas berat sambil berkata. “Aku tidak yakin jika mereka masih mengikuti Nyonya, karena aku yakin ada saja beberapa di antara mereka yang berkhianat dan bekerja sama dengan para penyusup pengikut Penguasa Alam Semesta Lain, karena saat ini Nyonya tidak ada, hal itu membuat mereka leluasa.”
Setelah berkata, Mu San langsung menghilang di ikuti oleh Mu Wen.
***
Bai An kini bersama Duan Du duduk santai, terlihat Duan Du sedang menuang arak ke gelas Bai An.
“Kakak,, apakah ada orang di balik orang yang aku seret itu sehingga kau melepasnya?” Tanya Duan Du sambil menyodorkan gelas berisi arak kepada Bai An.
Bai An langsung mengambilnya dan langsung meminumnya, setelah itu ia mengangguk. “Benar, mereka sepertinya bukan orang-orang biasa, bahkan aku meraskan tatapan mereka jauh lebih kuat dari paman Chou Pet yang artinya mereka setara penguasa dunia ini bahkan lebih,” kata Bai An dengan santai.
Mata Duan Du langsung melotot, tapi melotot cerah.
“Apa mereka dalang dari semua yang di lakukan oleh orang yang aku seret itu? Karena aku dapat merasakan aura negatif dari tubuhnya,” kata Duan Du bertanya.
“Benar,, sebenarnya aku tidak peduli dengan mereka mau melakukan apapun, bahkan dunia ini hancur sekalipun aku tidak peduli.” Kata Bai An berhenti sesaat karena sedang meminum araknya.
Setelah itu Bai An kembali berkata. “Tapi karena kita membutuhkan kekuatan untuk melawan para kaisar dewa di dunia alam dewa, maka dengan menyerap energi mereka kita lebih instan bertambah kuat, terlebih tubuhmu mampu menyerap berbagai energi.”
Duan Du langsung mengangguk. “Apalagi jika mereka kaya, kita bisa mengumpulkan semua yang kita dapat untuk saudara yang lain agar mereka juga bertambah kuat,” kata Duan Du dengan semangat.
“Kau benar, tapi saat ini aku menduga jika mereka ingin menguasai dunia ini, yang artinya mereka tidak sedikit,” kata Bai An dengan serius.
__ADS_1