
“Satu botol 2 Token, jika kau tidak mau tidak apa-apa,” kata Bai An menyeringai tipis.
De Cang langsung tertegun. Ia langsung berdiri, dan berkata. “Itu tidak mungkin, aku pasti akan rugi.” Kata De Cang dengan suara keras. Mana mau ia ingin rugi, walau sebenarnya ia masih untung, tapi ia sangat serakah dan tidak ingin untung kecil.
“Tuan muda, De Cang ini mempunyai banyak musuh sesama pejabat kota, banyak pejabat yang ingin membunuhnya karena ia sukses dan kini menjadi orang no 10 terkaya di Kota ini. Ia juga mengumpulkan uang untuk membayar banyak prajurit untuk menjaganya. Tuan muda harus pintar memanfaatkannya,” bisik Hong Chu.
Bai An langsung tersenyum kemudian melirik ke arah De Cang. “Baiklah jika kau tidak ingin, tapi kau harus tahu. Kau akan rugi dan menyesal tidak menolak rencana bisnis ku. Padalah aku ingin mengajakmu bisnis jangka panjang dan kau bisa melelangnya di Kota ini setiap hari atau minggu. Aku yakin ke untunganmu 1000 kali lipat,” kata Bai An menghela nafas kecewa.
Seketika De Cang duduk kembali.
“Tu.. Tuan muda, apakah yang kau katakan benar?” Kata De Cang dengan suara sedikit tertahan, terlihat ia sangat serakah dan menduga Bai An mempunyai banyak arak, sampai-sampai De Cang berencana untuk membunuh Bai An.
“Tentu saja, tapi jika berpikir untuk membunuhku itu tidak ada artinya. Karena di dalam cincinku hanya ada beberapa arak saat ini, walaupun kau membunuh dan mengambil semua isi hartaku itu tidak akan ada artinya. Karena bisnis mu paling bertahan hanya beberapa bulan saja. Lalu berhenti kambali karena kau tidak mempunyai stok arak lagi,” kata Bai An terang-terangan.
Wajah De Cang seketika malu, “Apakah ia bisa membaca pikiran orang lain?” Gumam De Cang.
“Tapi kau bisa tenang, karena aku bisa membuat arak yang kau minum itu sehingga bisnismu bisa bertahan lama. Bahkan kau bisa menjadi Pejabat no 1 terkaya di kota ini. Mungkin juga kau bisa menjadi penguasa. Dengan adanya arak di tanganmu, aku yakin akan banyak orang yang mengikutimu.” Kata Bai An menyeringai ke arah De Cang.
Wajah De Cang seketika berkeringat, bukan karena takut. Tapi karena ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika benar ia berkuasa suatu hari nanti dengan bantuan Bai An.
Dengan cepat De Cang berdiri lalu jalan ke arah Bai An.
Bruk..!!
“Tuan muda, mohon kau jadikan aku pengikutmu. Aku yakin rencanamu bukan ini saja bukan?” Kata De Cang langsung berpikir luas.
__ADS_1
Bai An terkekeh kecil.
“Buka bajumu dan berbalik,” perintah Bai An.
Tanpa ragu De Cang membuka bajunya lalu membalik badanya.
Tangan Bai An langsung bergerak cukup rumit. Lalu menyentuh pundak De Cang.
Tak lama De Cang merasakan jiwanya terasa terbakar, ia langsung menggertakan giginya menahan rasa panas tersebut. De Cang tahu jika dirinya kini sedang di pasangkan Segel Budak, tapi ia khawatir pikirannya akan hilang dan langsung membalikkan badannya.
“Tenang saja, pikiran dan jiwamu tidak akan hilang, kau akan seperti biasanya. Kau juga tidak akan terlihat sebagai budak, untuk penjelasan lebih lanjut. Kau akan di jelaskan oleh Hong Chu karena ia juga sangat ingin aku pasangkan segel budak. Kau lihat saja wajahnya sangat iri terhadapmu, ia seperti ingin memakanmu,” kekeh Bai An
Saat De Cang melirik ke arah Hong Chu. Ia langsung menelan ludahnya sendiri, karena ia melihat Hong Chu kini sangat marah, iri, seperti tidak terima. Tapi ia tidak mengatakannya kepada Bai An karena itu kurang sopan menurutnya.
“Buka jubahmu Hong Chu.”
Bai An langsung melakukan hal yang sama kepada Hong Chu, yaitu memasang segel budak.
20 menit berlalu, De Cang cukup terkejut saat mengetahui identitas Jing Ling. Tapi ia lebih terkejut saat mengetahui identitas Bai An yang berasal dari dunia lain.
Hong Chu juga salah satunya, ia kini mengerti kenapa Bai An seperti itu saat ia pertama kali bertemu. Ternyata Bai An dari Dunia yang berbeda
Setelah mengungkapkan identitas masing-masing. Bai An langsung melirik De Cang.
“Berapa banyak Token yang kau punya saat ini?” Tanya Bai An.
__ADS_1
“Emm..!! Maaf jika aku tidak sopan Tuan muda, aku ingin bertanya lebih dulu. Tuan muda membutuhkan Token untuk apa? Dengan adanya saya, Tuan muda tidak perlu takut keluar masuk Kota ini,” kata De Cang sedikit takut.
“Tidak usah takut, sekarang kita semua saudara yang berarti kita saudara. Walau kau seorang penjahat sekalipun aku akan membantumu karena kita keluarga.” Kata Bai An, lalu menambahkan. “Aku membutuhkan beberapa Token untuk pengikut setia Jing Ling yang masih berada di luar, aku juga rencananya akan mencari beberapa budak untuk ku tugaskan keluar masuk kota ini. Aku melakukan ini dengan sembunyi-sembunyi, karena aku takut pengikut dari Kaisar Dewa kegelapan akan mengetahui rencana kita, terlebih lagi kini setengah dari Ras Elf adalah pengikut Kaisar Dewa Kegelapan. Untuk ras yang lainnya aku belum tahu.”
De Cang yang cukup pintar kini mulai mengerti. “Berarti aku harus menutupi identitas Tuan muda lebih dulu, jika pada waktunya kita akan langsung bergerak?” Tanya De Cang.
“Tugasmu hanya, memudahkan para saudaramu saja, agar ia bergerak leluasa dan membuat bisnis semakin berkembang, dengan otak bisnismu aku tidak perlu bicara banyak.”
Dengan cepat De Cang melambaikan tangannya mengeluarkan 500 Token. “Ini token khusus wilayah luar, atau kalangan biasa junlahnya 300, dan ini adalah Token Khusus Wilayah dalam atau bisa di bilang kalangan orang kaya dan ahli kuat.” Kata De Cang. Terlihat jelas perbedaan token tersebut. Untuk Token Dalam berwaran Perak dan Token Luar bewarna Perunggu.
Tidak sampai di sana, De Cang sekali lagi mengeluarkan 3 Token bewarna Emas. “Ini Token Wilayah Inti, atau kalangan pejabat dan ahli Suci saja yang mempunyainya, ini buat Tuan dan Nona Jing, untuk yang satunya Tuan muda berikan kepada siapa orang yang Tuan muda percaya saja. Walau semua dari kita tidak ada yang berkhianat,” kata De Cang.
Bai An langsung tersenyum dan tanpa sungkan lagi ia mengambil semuanya.
Setelah itu memasukkannya ke dalam cincin penyimpanannya. Kemudian mengeluarkan 20 botol kecil yang khusus botol pill. Lalu mengeluarkan botol yang biasa di pakai minum oleh para bawahan Bai An.
“Kau lelang saja 10 botol kecil ini dulu, untuk 10 sisanya pasti banyak pejabat yang datang menjilatmu, kau pasti tahu apa yang kau lakukan. Untuk botol ini khusus untuk kau minum, jangan di jual.” Kata Bai An memberi penekanan pada kata jual.
De Cang tentu akan menurut, siapa juga yang mau menjual arak berisi botol besar ini. Walau ia sangat serakah, tapi ia juga ingin memuaskan dirinya minum arak legendaris ini.
Hong Chu langsung maju. “Aku.. Aku.. Tuan muda, aku mana?” Tantya Hong Chu dengan mata berkaca-kaca.
Hei Niu, Fu Chen yang dari tadi diam seketika tertawa. Hal itu membuat suasana menjadi sedikit gaduh.
Bai An ikut tersenyum. “Kita tunggu Tu Long dan Bo Dong kembali dulu, baru kita membuat pesta kecil,” kata Bai An langsung mengeluarkan Kendi arak Besar setinggi 1 meter lebih.
__ADS_1
Wajah semua orang langsung menjadi bersemangat, terutama Hong Chu yang air liurnya kini menetes jatuh.
Bersambung.