Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Bertemu Yu Fan, Fanghu dan Kenakalan Duan Du


__ADS_3

Dengan patuh Chu Tang mengambil botol kecil berisi pil tersebut.


Chu Tang tidak perlu menanyakan pil apa itu, karena Chu Tang yakin jika Bai An ingin, Bai An bisa membunuhnya hanya dengan lambaian mata, dan untuk kejadian Bai Tan menyerap dan mengoyak jiwanya. Chu Tang membuang jauh-jauh pikiran tersebut.


Saat ini Chu Tang berdiri untuk menunggu intruksi dari Bai An seperti orang bodoh. Hal tersebut membuat Duan Du dan Tu Long tertawa terbahak-bahak hingga memegangi perut mereka menahan sakit akibat tertawa.


Sementara Bai An mengerutkan keningnya sambil berkata. “Apa yang kau lakukan disini? Cepat pergi dan berkultivasilah.”


Chu Tang menjadi gelagapan, dengan cepat ia melesat ke tempat biasa ia meningkatkan kekuatannya.


Kini Bai An melirik ke arah Hong Ti.


“Apa kau sering ikut pertemuan antar Kaisar Dewa?” Tanya Bai An, walau Bai An tahu dari ingatan Chu Tang, ia tetap bertanya untuk melihat kejujuran Hong Ti.


“Saya sering, bahkan setiap pertemuan dari sebelum Kaisar Dewa Jahat di kalahkan oleh monster itu saya sudah mengikuti Kaisar Dewa Jahat kemanapun, ia sangat mempercayai saya.” Jawab Hong Ti dengan jujur.


Bai An mengangguk santai, sambil melambaikan tangannya.


Wuss..!!


Wajah Hong Ti seketika berubah menjadi Kaisar Dewa Jahat, begitu juga dengan tingkat kultivasinya ikut berubah.


Hal itu membuat Hong Ti tak bisa tidak terkejut, walau tingkat kultivasi ini hanya palsu, Hong Ti yakin jika Para Kaisar Dewa akan mengira asli terlebih wajahnya yang mirip Chu Tang, tidak ada perbedaan sedikitpun.


“Kau hanya perlu pergi ke istanamu dan ikuti saja cara Chu Tang bicara maupun tingkah lakunya, aku yakin jika pasti akan ada utusan bahkan Kaisar Dewa datang untuk memastikan apakah benar para pengikut Chu Tang musnah.”


Mendengar ucapan Bai An, Hong Ti yang sudah menyamar jadi Chu Tang langsung mengangguk lalu pergi sesuai perintah Bai An.


Bai An kini melirik ke arah Duan Du dan Tu Long.


Saat Bai An ingin mengucapkan sesuatu. Tu Long maupun Duan Du mengangkat tangan bersamaan.


“Aku yang akan menyamar jadi Hong Ti,” kata Duan Du dan Tu Long bersamaan.


Bai An langsung menghela nafas. “Kita semua saja yang mengintai, nanti aku akan menyuruh salah satu di antara kalian memprovokasi mereka yang datang, aku yakin mereka pasti akan menyerang Hong Ti yang menyamar saat melihat istananya sepi.” Kata Bai An kemudian menghilang.


Dengan cepat Duan Du dan Tu Long mengikuti dengan wajah cemberut.


Mereka cemberut karena merasa tidak bisa bersenang-senang, padahal usia jiwa mereka berdua cukup tua, tapi tingkah mereka masih seperti anak usia 7 tahunan.


Wuss..!!

__ADS_1


Bai An, Duan Du dan Tu Long muncul di sebuah kedai kecil.


“Bagaimana saudara Yu?” Tanya Bai An tersenyum kecil.


“Semua sudah selesai, tinggal menunggu perintahmu kapan kita pergi ke alam dewa rendah maupun ke alam dewa rendah,” jawab Yu Fan dengan santai.


Bai An mengangguk, sementara Duan Du dan Tu Long maju menyapa.


“Yo,, bagaimana kabar kalian semua paman?” Tanya Duan Du tersenyum kecil.


Tu Long juga ikut menyapa. “Apa kalian sehat semua?”


Yu Fan dan Fanghu hanya bisa mendengus saat mendengar Duan Du menyapa, apalagi saat melihat senyum nakal Duan Du.


“Kami semua sehat saudara Tu,” jawab Yu Fan dan Fanghu bersamaan sambil berdiri menjabat tangan Tu Long.


Duan Du seketika cemberut, namun dengan cepat tangan Duan Du menembakkan energinya ke arah pelayan yang ingin kembali setelah menaruh pesanan di meja.


Pak..!!


Seketika terdengar seolah pantat pelayan tersebut di tampar dengan keras membuat para tamu lain langsung melirik ke arah Fanghu yang kebetulan mundur setelah memeluk Tu Long.


Wajah Fanghu langsung memerah menahan malu, sementara pelayan tersebut membalikkan badannya lalu mengayunkan nampan yang ada di tangannya ke wajah Fanghu.


“Dasar mesum,” teriak pelayan tersebut kemudian berlari kecil menahan rasa malu juga.


Fanghu kini mengadahkan pandangannya ke dimana Duan Du berdiri, namun yang ia lihat hanyalah kursi kosong.


“Bocah nakal, aku akan mengulitimu hidup-hidup jika tertangkap,” teriak Fanghu.


Bai An, Tu Long dan Yu Fan hanya bisa menutup mulut menahan tawa sambil menggelengkan kepala.


Sementara Duan Du kini muncul sambil terkekeh kecil.


“Hehe,, rasakan itu, tinggal mengerjai paman Yu Fan, tunggu saja pembalasan dari anak berbakti ini,” kekeh Duan Du dengan senyum licik.


Setelah itu Duan Du kembali menghilang pergi entah kemana.


Kembali ke kedai, saat ini Bai An, Tu Long, Yu Fan dan Fanghu duduk bersama.


Orang-orang terus menatap ke arah Fanghu dengan pandangan jijik karena tak tahu malu langsung menepuk pantat pelayan.

__ADS_1


Fanghu hanya bisa diam saja karena orang-orang tidak salah.


“Baiklah, lupakan saja masalah tadi, saat ini aku ingin kalian berdua langsung pergi malam ini, sesuai ucapanku 3 hari lalu, pembagiannya atur dengan sesuai kemampuan.” Kata Bai An dengan nada serius.


Yu Fan dan Fanghu langsung mengangguk serius. Tapi beberapa saat mereka terdiam sambil berkata. “Bagaimana dengan Tuan muda Bai En? Aku melihat ia berkeliaran beberapa hari lalu?”


Bai An mengerutkan keningnya.


“Hmm,, aku tidak menduga jika kakak ada di sini?” Gumam Bai An dalam hati.


“Biarkan saja dia, nanti aku akan menemuinya sendiri,” kata Bai An.


Hal itu membuat Yu Fan dan Fanghu mengangguk. “Kami akan pergi malam ini, untuk saat ini biarkan kita bersama dulu sambil.” Kata Fanghu tersenyum kecil.


Bai An langsung melambaikan tangannya santai mengeluarkan 10 kendi arak.


Yu Fan, Fanghu dan Tu Long langsung tersenyum cerah.


Mereka berempat langsung minum tanpa memperdulikan orang-orang di sekitar.


Malam harinya, saat ini Bai An dan Tu Long berdiri menatap kepergian Yu Fan dan Fanghu yang akan membagi diri ke alam dewa rendah maupun alam dewa emas.


Bai An dan Tu Long saling melirik kemudian mengangguk.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Bai An dan Tu Long muncul tidak jauh dari Duan Du yang sedang mengintip ke pemandian air panas berisi wanita.


“Awas ada pengintip,” teriak Tu Long mengubah suaranya menjadi suara mirip wanita.


Seketika teriakan dari para wanita muda yang sedang mandi langsung menggema sambil melirik ke arah dimana Duan Du mengintip.


Saat salah satu wanita muda menatap ke arah dimana ada pengintip, wanita tersebut langsung berteriak. “Aku akan membunuhmu laki-laki mesum.”


Wuss..!!


Wanita itu langsung melesat setelah mengenakan pakaiannya.


Duan Du yang mendengar suara teriakan familiar langsung membeku. “Ini suara Shen Linlin,” gumam Duan Du langsung tersadar lalu dengan cepat ia melesat pergi dari sana sambil menatap ke arah Tu Long dengan wajah kesal.

__ADS_1


Tu Long langsung tertawa terbahak-bahak saat melihat Duan Du kini melarikan diri.


Sementara Bai An mengerutkan keningnya saat melihat wanita yang Bai An kenal. “Hmm..!! Lin'er, siapa yang menyegel ingatan anak ini, terlebih ia dipasangkan segel budak.”


__ADS_2