
Wajah semua orang langsung menjadi bersemangat, terutama Hong Chu yang air liurnya kini menetes jatuh.
Semua orang tertawa melihat kelakuan Hong Chu, tapi Hong Chu kini urat malunya sudah hilang, jadi ia mengabaikan yang menertawainya.
Sedangkan Bai An tersenyum tipis kemudian melirik Jing Ling. “Aku serahkan cara agar membuat arak jadi lebih mahal kepadamu nanti saat di lelang,” kata Bai An dengan tenang.
Jing Ling tersenyum tipis lalu berkata. “Kau tenang saja, dan juga setelah pesta ini selesai aku akan membawamu ketempat yang aku janjikan beberapa waktu lalu.” Kata Jing Ling melalui telepati.
De Cang yang kini ikut mengobrol mulai agak gelisah.
Melihat gelagat De Cang, Fu Chen lantas bertanya. “Kau kenapa?” Fu Chen memegang pundak De Cang sambil meliriknya.
Mendengar suara Fu Chen yang cukup keras, Hei Niu ikut melihat wajah gelisah De Cang.
Sementara Hong Chu yang mengerti langsung mendekati Bai An, kemudian membisikkan sesuatu.
Bai An langsung tersenyum lucu.
“De Cang, katakan saja apa yang ingin kau utarakan, tidak usah ragu.” Kata Bai An sambil melihat ke arahnya.
Wajah gelisah De Cang langsung hilang, ia tersenyum malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Itu, Tuan muda. Pengawal pribadiku apakah mereka boleh masuk? Mereka sangat setia kepadaku dari mereka kecil. Aku yakin mereka tidak akan macam-macam,” kata De Cang sedikit ragu-ragu.
“Bawa saja masuk.”
Mendengar ucapan santai Bai An, De Cang langsung berlari keluar.
“Kenapa semua bawahanku kini pada berubah ya? Aku yakin sipat mereka tidak seperti ini sebelum mengenal ku?” Gumam Bai An tersenyum kecut.
Tapi Bai An tetap merasa bahagia, melihat kehangatan keluarga barunya.
__ADS_1
Saat melamun, Bai An merasa ada yang ia lupakan. Ia berusaha mengingat apa yang ia lupakan. Tapi tetap saja ia tak bisa mengingatnya.
Setelah beberapa saat, Bai An langsung mengingat jika saat ia telah menjadi Setengah Dewa atau Setengah Abadi. Ia pasti menjalani Petir Kesengsaraan. Tapi dan Hei Niu tidak menjalani petir Kesengsaraannya.
“Apa ini sebabnya ibu dan Xia'er mengirimku kesini? Dan juga kenapa mereka mengirimku ke sini? Di dunia Heavenly Chaos saja belum selesai. Apalagi ini yang jauh lebih kuat,” gumam Bai An mencoba menebak-nebak apa alasan Ibu dan Xia'er mengirimnya kesini.
Bertepatan saat Bai An menyebut nama Ling Mei dan Mu Xia'er. Kini Ling Mei dan Mu Xia'er sedang duduk santai sambil menyuruput segelas teh.
“Ibu, kenapa harus mengirim An Gege, kesana? Aku masih belum paham?” Tanya Mu Xia'er sedikit khawatir.
Ling Mei langsung tersenyum lembut. “Dulu aku sangat khawatir dengan putra ku saat terpisah. Bahkan aku tidak ingin melibatkan ia dengan namanya dunia Kultivator. Tapi karena melihat tekad dan Energinya telah mencapai tahap kedua. Aku lebih baik membiarkan An'er menjalani apa yang ia inginkan saja.” Kata Ling Mei, ia menyeruput tehnya lalu melanjutkan.
“Aku mengirimnya kesana agar, semua saudara An'er sama-sama menjalani kesulitan yang sama. Kau tidak boleh pilih kasih terhadapnya, aku juga menyuruhmu mengirimnya kesana karena aku mempunyai beberapa tukang kebun dan penjaga gerbang kediamanku kini berada di sana. Mungkin saat ini kekuatan mereka semua ada di puncak Setengah Abadi dan ada yang telah mencapai Abadi atau Dewa Abadi. Karena aku memberikan mereka beberapa harta kecil yang biasa aku makan dulu.”
Ling Mei langsung teringat saat klannya terjatuh dan ia langsung melarikan diri. Beberapa pelayan setianya ingin mengikutinya. Tapi Ling Mei langsung menyuruh mereka pergi ke dunia berbeda dan pada saatnya nanti ia akan memanggil mereka semua. Tapi jika ia tidak datang. Putra yang ada di dalam perutnya ini akan datang.
“Hmm..!! Kau benar, tapi perbedaannya dengan manusia biasa dan setengah abadi sangat jauh. Kau pasti tahu, orang yang telah mencapai Dewa Abadi ia tidak akan mati kecuali di bunuh. Walau di bunuh sekalipun jika mereka pintar menyembunyikan inti jiwanya. Mereka akan bisa membuat tubuh baru. Berbeda dengan setengah abadi. Inti jiwa mereka masih belum bangkit dan mereka hanya bisa hidup selamanya, tidak akan mati kecuali jika di bunuh. Untuk manusia biasa. Mereka akan di batasi oleh umur. Apakah kau tidak mengetahui hal kecil seperti ini Xia'er?”
Wajah Mu Xia'er langsung memerah malu. Tentu ia tahu, tapi ia melupakan hal ini karena menurutnya tidak penting.
“Terus, apakah ibu yakin para pelayan ibu seperti penjaga dan tukang kebun itu akan setia? Aku takut karena di sana juga ada pengikut Kaisar Dewa Kegelapan. Terlebih lagi kekuatan pengikutnya yang di sana 10000 kali lebih kuat dari Heavenly Chaos ” Kata Mu Xia'er masih khawatir.
“Beginilah wanita kalau sudah jatuh cinta. Ibu juga pernah berada di posisimu,” kata Ling Mei tersenyum lembut lalu mengusap rambut Mu Xia'er.
“Ibu,, kakak Xia. Aku sudah selesai berlatih, apakah aku boleh main?” Teriak anak kecil yang cukup imut.
“Duan'er, kau jangan nakal. An Gege memang membiarkanmu melakukan apapun yang kau mau karena ia menyayangimu terlalu berlebihan. Tapi kakak Xia berbeda. Kau harus benar-benar latihan, jangan bohongi kakak,” kata Mu Xia'er berdecak pinggang.
Tak lama Fang Liu orang yang jadi adik pertama Bai An sekaligus muridnya datang bersama Cen Tian dengan kesal.
__ADS_1
“Ibu, Kakak Xia. Duan'er sangat nakal, ia lari dari latihannya. Saat kami mengejarnya. Ia mengerjai kami,” kata Fang Liu melotot ke arah Duan Du.
“Hehe, kakak Fang. Kau saja yang tidak bisa mengejarku, Weee.” Ejek Duan Du lalu berlari ke arah Ling Mei, kemudian bersembunyi di balik tubuhnya.
Ling Mei langsung menggelengkan kepalanya. “Duan'er tidak boleh nakal, apa kau mau Kakak An akan kecewa kepadamu?” Kata Ling Mei mengusap kepala Duan Du.
“Tentu saja aku mau kakak An bangga kepadaku, mulai sekarang aku akan latihan dengan rajin. Tapi jangan terlalu keras, aku capek.” Kata Duan Du cemberut.
“Bai Chen sama persis denganmu yang cukup licik saat masih kecil,” gumam Bai Luan mengintip dari jauh bersama beberapa kakak Bai An.
“Baiklah, sana pergi latihan sama kakak Fang dan kakak Tian,” kata Ling Mei.
Duan Du langsung pergi bersama Fang Liu dan Cen Tian. Tak lupa mereka bertiga memberi hormat sebelum pergi.
Kembali ke tempat Bai An.
Saat ini Tu Long dan Bo Dong telah datang. Tu Long dan Bo Dong tentu agak terkejut saat melihat ada tiga Iblis Murni ikut duduk bersama Bai An.
Bai An langsung menjelaskan identitas De Cang dan dua anak buahnya. Bai An juga langsung memasangkan segel budak kepada Bo Dong dan dua pengawal bersaudara De Cang.
Setelah itu mereka mulai pesta kecil. Di mulai dari De Cang menyuruh membeli beberapa makanan terbaik di Restaurant yang ia kenal.
Mereka semua larut dalam pesta, semua orang mabuk cukup berat. Tapi, walau mereka mabuk cukup berat, kesadaran mereka tetap terjaga.
Tepat tengah malam mereka selesai minum arak. Semua orang langsung istirahat dan kembali ke tempatnya. De Cang dan dua saudara kembar kembali ke kediamannya.
Tu Long, Hei Niu, Fu Chen di bawa ke kamar masing-masing oleh Bo Dong.
Bo Dong juga di suruh kembali ke kamarnya. Kini hanya Bai An dan Jing Ling yang masih duduk.
__ADS_1