Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Memanfaatkan kesempatan saat menonton Pertarungan


__ADS_3

Saat ini Bai Luan dengan terpaksa harus memberikan bagiannya kepada Bai Yin. Karena untuk bagian Bai Yin, Bai Yun, dan Bai Yan memang tidak ada.


Bai Luan kini menyesal telah menolak pemberian lebih Bai An. Ia menolak karena pada awalnya Bai Luan berpikir Kakak kakaknya Bai An tidak membutuhkannya karena ia yakin Bai Chen masih mempunyai banyak sumber daya.


Itu alasan pertamanya. Lalu alasan kedua karena Bai Luan tahu jika Bai Yun dan Bai Yan sangat kuat. Jadi tidak membutuhkan sumber daya yang tidak berguna seperti yang Bai Luan bawa.


Sekarang ia baru teringat jika dulu sebelum ia mati. Bai Yin masih bayi. Bai Luan dapat melihat tingkat kekuatan Bai Yin masih berada di tingkat Dewa Alam Puncak. Tapi di tekan sekecil mungkin sampai tingkat Monarch Awal.


“Kakek..!! Kakek..!! Kamu kenapa melamun?” Kata Bai Yin sambil melambaikan tangannya di depan wajah Bai Luan.


“Ah..!! Ini dia, tunggu sebentar," jawab Bai Luan langsung setelah tersadar dari lamunannya.


Bai Luan langsung melambaikan tangannya lalu mengeluarkan cincin lalu memberikannya dengan berat hati.


“He he..!! Terimakasih kakek. Kau yang terbaik,” kata Bai Yin langsung memeluk Bai Luan, kemudian pergi begitu saja.


Bai Luan hanya bisa tersenyum pahit.


“Keluarlah, disini sudah tidak ada orang,” kata Bai Luan.


Tak lama Bai Shao dan Bai Yan keluar.


“Bagaimana?”


“Bagaimana apanya ayah?” Tanya Bai Shao dengan nada kesal.


“Kita baru saja menyebar Klan Assasins untuk mencari informasi, ini baru beberapa menit setelah Kakak Chen dan Kakak ipar mengeluarkan auranya,” jawab Bai Yan dengan tenang.


“Hmm.. Apakah ada yang mencurigakan setelah aura kakak iparmu keluar tadi. Aku yakin beberapa ahli pasti akan mencurigai Sekte Istana Naga. Karena mengira kita menyembunyikan ahli kuat.” Kata Bai Luan bertanya lagi.


“Hmm..! Kakak Chen saat ini sedang mengerahkan para tetua di Sekte Istana Naga bersama Bai Yun. Mereka langsung bergerak cepat.” Jawab Bai Shao.


“Wanita memang sulit di atur. Mereka pasti maunya menang sendiri.” Gumam Bai Luan menghela nafas berat.


“Baiklah, kalian berdua bisa kembali. Aku akan mencoba membujuk Ling Mei dulu,” tanpa menunggu jawaban dari Bai Yan dan Bai Shao. Bai Luan langsung berjalan pergi.


***


Di Dunia Heavenly Chaos.


Bai An yang berjalan santai tiba-tiba berhenti.


Bom..!!

__ADS_1


Duar..!!


“Hmm..!! Ini masih pagi dan akan menjelang siang. Tapi pertarungan sudah di mulai,” gumam Bai An mengerutkan keningnya.


Karena menurut informasi yang di berikan Tang Rou. Lelang akan di mulai siang, jadi Bai An cukup heran sebelum lelang di mulai pertarungan yang cukup besar sudah terjadi dan itu berasal dari tampat Asosiasi Dunia yang mana disanalah tempat di selenggarakannya lelang tahunan.


Tanpa menunggu waktu lama. Bai An langsung menghilang.


Wuss..!!


Bai An langsung muncul di samping Pixiu dan Tang De yang kini sedang menonton tidak jauh dari tempat pertarungan.


Terlihat seorang pria tua yang sangat sepuh sedang di kroyok oleh 3 pria tua yang terlihat berusia 40 tahunan.


“Hmm..!! Apa mereka dari klan Liu?” Tanya Bai An.


Tang De dan Pixiu yang sedang asik nonton langsung terkejut saat mendengar sebuah suara dari belakang mereka.


Mereka berdua langsung maju dan membalikkan badan untuk melihat siapa orang di belakang mereka.


“Ehh,, Tuan muda. Kau mengagetkan saja,” kata Pixiu sambil berjalan menghampiri Bai An.


Sedangkan Tang De kini. Wajahnya sangat jelek. Hal itu membuat Bai An terkekeh kecil, ia tahu apa yang membuat Tang De begitu.


Pixiu yang mendengar itu sedikit merinding. Menelanjangi mayat laki-laki. Bahkan itu hampir ratusan. Siapa yang tidak merinding.


“Hehe,, aku kira kau tidak normal. Makanya aku menugaskanmu itu,” kata Bai An terkekeh kecil.


“Aku masih waras.” Kata Tang De tidak terima.


“Iya iya. Maafkan aku, lebih baik kalian jelaskan aku apa yang terjadi?” Kata Bai An bertanya.


“Aku juga baru datang. Tuan Pixiu yang lebih lama di sini. Jadi ia pasti tahu,” jawab Tang De.


Bai An mengalihkan pandangannya ke arah Pixiu.


“Orang tua tersebut adalah tetua inti Klan Jing Pusat. Sedangkan ketiga orang itu, aku dengar salah satunya adalah Jendral Besar pengikut Penguasa Liu Wang. Dan untuk keduanya aku rasa mereka seorang patriark.”


“Aku tidak tahu pasti kronologinya. Tapi yang pasti ketiga orang ini langsung datang menyerang. Saudara Yuan dan aku belum mau menolong karena Panglima mereka belum keluar.”


Mendengar penjelasan Pixiu. Bai An mengangguk mengerti. Ia juga dapat info dari Long Yuan jika yang datang kesini ada Panglima Liu bersama Dua Jendral besar. Mereka datang juga sambil mencari mayat Panglima dan dua Jendral Besar yang telah di bunuh oleh Fanghu dan He Yusi di atas kapal beberapa waktu lalu.


“Apakah mereka sengaja menuduh Assosiasi Dunia yang membunuhnya? Agar mereka bisa menyerang lebih dulu,” gumam Bai An sambil tersenyum licik.

__ADS_1


Pixiu dan Tang De langsung menjaga jarak, karena mereka berdua merasakan hal yang tidak enak saat melihat senyum Bai An.


Bai An tidak peduli dengan tingkah Pixiu dan Tang De. Ia kini melihat ke arah pertarungan yang besar sebelah. Walau tingkatan Tetua tersebut lebih tinggi. Tapi melawan 3 orang yang telah pengalaman membuatnya cukup kerepotan.


“Apakah kau membutuhkan bantuan?”


Tiba-tiba tetua tersebut melangkah mundur saat mendengar seuara di dalam kepalanya.


“Pesan suara telepati,” gumam Tetua tersebut melirik ke kiri kanan. Melihat siapa yang mengiriminya pesan suara telepati tersebut. Tapi ia tidak bisa menebak siapa orangnya. Karena sangat banyak sekali orang yang menonton pertarungannya.


“Kau terlalu meremehkan kami Fu tua,” kata Jendral Besar Liu itu muncul agak jauh di samping Tetua Jing Fu sambil mengayunkan pedangnya.


“Teknik kedua Pedang Darah.”


“Gelombang Penghancur.”


Bersamaan dengan teriakan Jendral Besar Liu tersebut. Sebuah tsunami berbentuk darah melesat ke arah Tetua Jing Fu.


“Perisai Bumi,” teriak Tetua Jing Fu sambil mendengus.


Tiba-tiba tanah bergetar cukup kuat lalu naik dan membentuk pertahanan yang terlihat sangat kuat.


Bom..!!


Serangan Jendral Besar Liu tersebut mampu di tahan. Tapi itu hanyalah pengalihan, tetua Jing Fu tidak menyadari jika kedua patriark Sa dan patriark Gu sudah di belakang Tetua Jing Fu sedang menggabungkan kekuatannya untuk menyerang Jing Fu.


“Teknik gabungan Angin dan Api.”


“Amukan Phoenix Api.”


“Kilatan Naga Angin.”


Api dan angin tersebut langsung bersatu dan mulai membesar. Kemudian melesat dengan cepat ke arah Jing Fu.


Jing Fu menghela nafas, ia tidak sedikitpun merasa panik.


“Berapa yang kau mau. Jika aku mampu maka akan aku berikan.” Kata Jing Fu dengan pelan, tapi suaranya di aliri oleh tenaga dalam sehingga mampu di dengar semua orang.


Jendral Besar Liu, Patriark Sa dan Patriark Gu langsung tertawa sinis saat mendengar itu. “Aku tidak butuh hartamu. Jika kau mati aku tetap akan mendapatkan Asosiasi Dunia ini. Haa ha ha,” tawa Jendral Besar Liu dan kedua Patriark menggema.


Sedangkan Bai An kini tersenyum bahagia. “Aku butuh pill tingkat 5 dan 10 Juta Kristal Tingkat Tinggi. Bagaimana, cukup ringan bukan,” kata Bai An santai.


“Bantu aku,” kata Tetua Jing Fu teriak saat merasakan panas yang cukup kuat hingga membakar jubahnya. Serangan gabungan kedua patriark itu kini berjarak 1 meter dari Tetua Jing Fu.

__ADS_1


__ADS_2