Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Musuh Melarikan Diri


__ADS_3

Tapi kata-katanya ini salah besar karena Bai An terlihat tersenyum lebar saat mendengar ucapan Liu Shan.


“Hmm..!! Kau sungguh merendahkan para saudaraku dan para pengikutku, dan untuk sumberdaya aku tidak membutuhkannya karena saat ini kami memiliki cukup banyak sumberdaya,” kata Bai An sambil melirik ke arah Long Yuan, setelah itu Bai An melirik ke arah Liu Shan menambahkan beberapa kata.


“Kau masih belum melihat semua saudaraku, jika mereka kesini berkumpul, maka kau akan mengetahui kekuatan kami yang sebenarnya, tapi saat ini mereka semua sedang bersenang-senang.”


Liu Shan yang mendengar itu diam beberapa saat untuk mencerna kata-kata Bai An.


Beberapa saat kemudian, ia melirik ke arah Long Yuan, Cen Tian dan Fang Liu.


Liu Shan berpikir jika mereka hanya berempat karena dari informasi yang ia dengar jika Bai An hanya berempat.


Tapi ia tidak menduga jika Bai An memiliki banyak saudara.


Saat ini Liu Shan terlihat berpikir apa yang akan ia katakan untuk meyakinkan Bai An.


Tapi saat ini kepalanya sedang mengalami kebuntuan karena ia tahu Bai An ini sangat cerdik dan pasti akan membuatnya mati kutu jika berdebat.


“Apa permintaanmu agar kau mau berkerjasama? Jika aku bisa menyanggupinya maka akan aku lakukan, tapi jika tidak bisa, apa boleh buat, maka aku akan memberitahu Tuanku jika kau tidak mau,” kata Liu Shan bertanya kepada Bai An.


Bai An terkekeh kecil dan terlihat melihat ke arah atas.


Wuss..!!


Tap tap..!!


Tak lama kemudian Duan Du, Tu Long dan Bo Long muncul dari atas awan.


“Heng,, kakak ada kau memanggil kami, padahal kami tadi sedang bersenang-senang,” dengus Duan Du.


Namun Long Yuan dan yang lainnya tahu jika Duan Du dan Bai An kini sedang bersandiwara.


Sementara Liu Shan mundur beberapa langkah, ia merasakan bahaya jika mendekati Duan Du ini.


Liu Shan tak mengetahui penyebab ia merasa takut terhadap Duan Du.


Duan Du mengerutkan keningnya saat menatap ke arah Liu Shan, tentu saja Duan Du merasa aneh karena melihat sosok kuat yang ia bahkan tidak tahu tingkat kultivasinya takut terhadap dirinya.


Sementara Bo Long menatap Liu Shan dengan ganas karena ia mengenal Liu Shan juga.

__ADS_1


“Heng,, aku tak menduga jika Tuan muda menghubungiku karena ada musuh lama berada di sini,” dengus Bo Long.


Mendengar itu Liu Shan baru menyadari Bo Long juga ada di sini.


Hal itu membuat Liu Shan cukup terkejut karena saat ini orang-orang kuat muncul, terlebih di samping Bo Long memiliki aura yang cukup ganas dan gila akan pertarungan.


Orang tersebut tak lain Tu Long.


“Hmm..!! Kakak,, siapa orang ini?” Tanya Duan Du dengan santai menunjuk ke arah Liu Shan.


Liu Shan langsung menjawab sebelum Bai An menjawab pertanyaan Duan Du.


“Cukup,, aku tahu kalian pura-pura, langsung saja ke intinya, apa yang kalian inginkan? Ingat jangan pernah mengerjaiku karena aku tidak akan segan-segan,” dengus Liu Shan.


“Woah,, aku baru tahu jika ada sosok kuat yang takut terhadap anak kecil seperti diriku, terlebih ia mengancam saking takutnya,” kekeh Duan Du.


Mata Liu Shan langsung menatap tajam ke arah Duan Du, terlihat ia mendengus.


Bai An yang dari tadi diam langsung melambaikan tangannya.


“Beritahu Kaisar Dewa Kelicikan jika ia ingin bekerja sama, maka suruh ia menemuiku secara pribadi,” kata Bai An mengeluarkan senyum tipis.


“Hmm..!! Aku menduga jika ada aura-aura kelicikan dari senyum anak ini.” Gumam Liu Shan dalam hati.


Melihat Liu Shan mundur, Bai An dengan segera melambaikan tangannya dengan santai.


Liu Shan yang melihat itu mencoba untuk menghilang, namun ia terlambat.


Wuss..!!


Bom bom..!!


Asap langsung mengepul di area tempat Liu Shan berdiri.


Tak menunggu lama, asap perlahan mulai menghilang.


Setelah itu terlihat jika Liu Shan saat ini terjerat oleh rantai.


Tap tap..!!

__ADS_1


Kerja bagus Lang Zai, Xiong Zai, Pixiu, Hei Long dan Huang Feng,” kata Bai An melihat kemunculan para saudaranya yang kini sedang memegang rantai.


Lang Zai dan para saudaranya langsung mengangguk dengan semangat.


“Hehe,, jika masalah menjebak itu gampang, asal bocah nakal ini mengeluarkan idenya dengan serius, maka semua berjalan lancar,” jawab Hei Long.


Bai An mengangguk santai sambil berjalan ke arah Liu Shan yang kini berusaha melepaskan diri dari rantai yang telah di perkuat oleh energi semestanya.


“Hmm..!! Firasatku ternyata benar jika anak itu sangat bahaya, tapi sayang sekali aku terlambat menyadarinya,” kata Liu Shan terang-terangan.


”Hmm..!! Kau juga sungguh cerdik, aku sampai saat ini masih tidak mengetahui tujuanmu yang sebenarnya, tapi mulai sekarang itu masalah gampang,” kata Bai An langsung memegang kepala Liu Shan.


Namun sebelum itu terjadi, sebuah petir datang menyambar ke tempat Bai An dan Liu Shan berdiri.


Jder..!!


Dengan cepat semua orang mundur termasuk Bai An.


Petir yang muncul tiba-tiba itu hanya menyambar sekali setelah itu menghilang dengan hilangnya Liu Shan.


“Hmm..!! Kita akan bertemu lagi di alam dewa, berusahalah menjadi lebih kuat karena disana sudah banyak orang yang mengincar kalian.”


Mendengar sebuah suara yang menggema di langit, Bai An dan yang lainnya langsung mendengus dingin karena Liu Shan berhasil melarikan diri.


“Walau kata-katamu itu mengandung makna perhatian dimata orang-orang, tapi berbeda denganku, aku kini tahu tujuanmu yang sebenarnya,” kata Bai An dengan dingin.


Setelah itu Bai An melirik ke arah para pengikut Liu Shan. Mereka kini terlihat ketakutan karena tak mengetahui apa-apa.


“Pasangkan mereka segel budak, karena mereka akan menjadi prajurit terdepan kelak melawan Tuannya sendiri,” kata Bai An langsung melirik ke arah Long Yuan.


Long Yuan langsung mengangguk santai lalu melakukan tugas Bai An bersama para saudaranya.


Mereka semua kini berkumpul, hanya Fanghu, Liu Fang dan Tu Khul saja yang tidak berada di sana.


Sementara Bo Long kini sedang menatap ke arah Bhe San dan Bhe Shin.


“Hmm..!! Anak ingusan yang dulu ayah angkat ajarkan cara bertarung kini sudah memiliki kekuatan yang lumayan juga,” kekeh Bo Long sambil memegang kedua tangannya lalu menggoyangkannya kekiri dan kanan.


Bhe San dan Bhe Sin yang melihat itu langsung mundur beberapa langkah sambil berkata. “Kakak Long, saat ini bukan waktu yang tepat untuk mencoba kekuatan kami berdua, bagaimana jika nanti saja di alam dewa.”

__ADS_1


“Hmm..!! Itu tidak bisa, aku juga ingin mencoba kekuatan kalian, aku mendengar dari mereka berdua jika salah satu di antara kalian melawan Saudara Long Yuan, hal itu membuatku penasaran,” kata Tu Long sambil menunjuk ke arah Go Sang dan Dha Dhar.


Bai An langsung menghela nafas melihat itu, tatapannya beralih ke arah Duan Du karena tahu ini pasti ulah anak ini.


__ADS_2