
“Cukup, jangan membuat diri kita jauh lebih lemah lagi. Lebih baik kita semua berlatih lebih giat lagi.” Kata Bai An dengan tegas.
Mereka semua mengangguk kecuali Tu Long. Bai An yang kini sudah sedikit demi sedikit mengetahui sifat Tu Long. Hanya bisa membiarkannya saja.
“Baiklah kalau begitu,” kata Bai An agak bingung mau membicarakan hal apa.
Melihat Bai An yang bingung. Long Yuan langsung mengutarakan pendapatnya. “Bagaimana jika kita suruh Nona Xia menaruh kita di dunia yang berbeda. Disana kita akan bertarung sambil berlatih.”
Bai An langsung mengerutkan keningnya. “Jika ingin bertarung lebih baik kita langsung saja bertarung melawan mereka. Kenapa harus pergi ke dunia lain, apalagi berlatih. Kita tidak tahu di dunia itu mungkin ada musuh yang jauh lebih kuat dari musuh yang di sini. Dan juga kita tidak tahu perbedaan waktu saat kesana maupun kembali ke Dunia Heavenly Chaos ini.
Long Yuan langsung tersenyum kecut, dan Pixiu hanya bisa mengutuk Bai An dalam hati.
Sementara Tu Long hanya bisa bertepuk tangan. Setelah bertepuk tangan Tu Long langsung berkata.
“Tuan muda, ada maksud tertentu dari perkataan Tuan Long Yuan itu. Dan juga aku yakin mereka tidak akan langsung menyerang sembarangan lagi. Mereka pasti akan lebih berhati-hati karena sekarang mereka mengetahui aku menjadi budakmu. Atau ada orang yang kuat seperti diriku ini membuat mereka takut.”
“Ha ha ha ha.”
Setelah memberi mengucapkan itu, Tu Long langsung tertawa dengan bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.
“Tidak bisa. Jika kita semua pergi, tidak ada yang menjaga dunia ini.” Kata Bai An tetap pada pendiriannya.
Walaupun ia masih belum sepenuhnya paham maksud dari perkataan Long Yuan dan Tu Long. Tapi ia tidak ingin terpisah lagi dengan para saudaranya. Inilah yang membuat Bai An tidak menyetujui permintaan Long Yuan.
“Huuff..!!”
“Begini saja. Kita kembali dulu ke kediaman Walikota Tang Rou dan mendiskusikan hal ini. Aku yakin jika saudara Fanghu dan Yu Fan pasti telah kembali juga.” Kata Long Yuan lagi untuk mencairkan suasana karena tidak ingin berdebat dengan Bai An.
Bai An melirik Pixiu yang dari tadi diam. Melihat Pixiu mengangguk, tanpa memandang Tu Long sedikitpun. Bai An langsung mengangguk lalu mengayunkan tangannya, lubang hitam langsung muncul.
Mereka berempat langsung masuk kedalam lubang hitam tersebut.
Wuss..!!
Bai An, Long Yuan, Pixiu dan Tu Long muncul di tempat dimana mereka masuk ke dunia jiwa pertama kali.
__ADS_1
“Eeh sudah pagi,” gumam Bai An langsung mengingat jika ia lupa mengubah perbedaan waktu di dunia nyata dan dunia jiwanya.
Mereka berempat langsung bergerak cepat ke arah Kota Han.
Saat di perjalanan Bai An melihat sekelilingnya dan mencoba merasakan Energi yang pernah ia rasakan. Tapi kini Energi tersebut sama sekali tidak terasa. “Apa yang terjadi?” Gumam Bai An tiba-tiba berhenti.
“Ada apa?”
Long Yuan langsung menghampiri Bai An.
“Apa kalian tidak merasakan Energi yang pernah aku beritahu?”
Semua menggeleng, Bai An yang melirik semuanya menggeleng langsung bertanya. “Kenapa energi tersebut kini tidak terasa lagi? Apakah kalian tidak menyadari ada yang tidak beres.”
Tiba-tiba wajah Long Yuan langsung berubah tapi sesaat.
Bai An dan Pixiu langsung menyadari perubahan wajah Long Yuan walau sekilas.
“Apakah kau mengetahui sesuatu?” Tanya Bai An dengan cepat.
Wuuss..!!
“Awas..!!”
Peringatan Tu Long membuat Long Yuan dan Bai An langsung mundur sejauh mungkin.
“Belum saatnya kalian kesana.” Kata pria berjubah menggunakan tudung.
“Siapa kau?” Tanya Bai An langsung waspada, begitu juga dengan Long Yuan, Pixiu dan Tu Long.
“Itu dia yang menyerang kita. Hati-hati dia memiliki aura berubah-ubah, kadang ia menghilangkan auranya munghilangkan keberadaannya. Aku yang memiliki penciuman cukup tajam saja hanya samar-samar menciumnya.” Kata Tu Long memberi peringatan dengan wajah serius. Minuman di tangannya langsung ia buang.
Mendengar itu, Bai An langsung mengeluarkan senjata pusaka klan Bai. Karena saking waspadanya ia sampai melupan jika aura pria di depannya sama dengan yang ia temui.
Berbeda dengan Pixiu. Ia agak familiar dengan aura pria tersebut. Tapi ia tidak yakin, karena orang yang ia maksud masih muda dan kekuatannya masih di tingkat Dewa Berlian Puncak.
__ADS_1
“Kenapa kau menghalangi kami kesana? Aku merasa kau tidak memiliki niat bertarung maupun niat jahat?” Tanya Long Yuan yang dari tadi melihat pria tersebut.
“Ooh..!! Kau tahu aku hanya menghentikan kalian. Tapi jika kalian ingin bertarung aku akan layani,” kata pria tersebut lalu membuka tudungnya.
“Kau,” kata Bai An dan Pixiu sedikit keras.
“Lama tidak bertemu Bai An. Aku hanya menghentikanmu karena aku masih ingat janji kita dulu, tapi jika kau memaksa pergi kesana. Jangan salahkan aku melukaimu bahkan membunuhmu,” kata Shi Qiang tersenyum santai.
Bai An tertegun, ia ingat janjinya yang akan bertarung dengan pemuda di depannya ini. “Aku sekarang mengerti mengapa kau tidak membunuh ku kemarin,” kata Bai An mengangguk. Lalu menambahkan. “Aku tidak tahu mengapa kau menginginkan Energi tersebut. Tapi aku merasa itu akan berbahaya jika kalian mendapatkannya.”
Bai An langsung bersiap menyerang Shi Qiang, melihat Bai An yang sudah bersiap. Long Yuan, Pixiu dan Tu Long juga ikut bersiap.
“Ho ho. Semangat yang membara, aku suka itu. Tapi kau tenanglah. Kami tidak akan menganggu pulau ini lagi selama satu tahun. Jika dalam satu tahun kau belum meningkat juga aku akan datang membunuhmu, dimanapun kau berada. Ingat waktu mu hanya satu tahun untuk meningkatkan kekuatanmu Bai An.” Kata Shi Qiang kemudian menghilang.
Wajah Bai An sangat jelek saat melihat kepergian Shi Qiang. Itu karena ia merasa sangat di rendahkan atau di anggap lemah oleh Shi Qiang. Sehingga ia pergi begitu saja.
Mata Bai An langsung memerah. “Kau tenanglah, aku akan mengalahkanmu saat kita bertemu tahun depan,” teriak Bai An.
Wajah Shi Qiang langsung tersenyum lebar dari kejauhan. “Inilah yang aku nantikan, melawan seorang jenius dan kuat sepertimu. Bahkan mati di tanganmu pun aku bahagia. Karena entah mengapa suatu hari nanti aku merasa kau akan menjadi orang yang menggetarkan seluruh dunia di semesta ini,” gumam Shi Qiang kemudian menghilang entah kemana.
“Tu Long, apakah tidak apa-apa aku keduniamu dan bertarung melawan bangsamu sendiri?” Tanya Bai An kini berubah pikiran, ia secara tidak langsung setuju dengan pengajuan Long Yuan beberapa saat lalu.
Wajah Tu Long langsung berubah menjadi senyum cerah. “Kau tenanglah Tuan muda, kau adalah Tuan ku, kau menyuruh aku membunuh ribuan bangsa ku pun aku merasa bersemangat. Karena monster suka bertarung dan tidak takut mati.”
Melihat wajah dan mata Tu Long menyala-nyala membuat Bai An semakin bertekad pergi ke Dunia Guan 02 untuk meningkatkan kekuatannya.
Sementara wajah Long Yuan dan Pixiu ikut berubah menjadi sebuah senyum bahagia.
“Mu Xia'er apakah kau bisa menolongku agar saat aku pergi ke dunia Guan 02 tidak ada perubahan waktu saat aku pergi dan kembali nanti?”
“Bisa An Gege, kau tenang saja. Aku akan membantumu jika masalah ini. Tapi untuk masalah yang lain aku akan tetap diam,” jawab Mu Xia'er dengan senyum lembut saat mendengar pertanyaan Bai An.
Bai An langsung melirik Long Yuan, Pixiu dan Tu Long, lalu berkata.
“Ayo, kita akan kabari yang lainnya di kediaman Tang Rou lebih dulu agar mereka tidak khawatir.”
__ADS_1