Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kerajaan Manusia di serang Pengikut Kaisar Dewa Kegelapan


__ADS_3

Dari pada penasaran, lebih,” belum selesai Bai An menyelesaikan ucapannya.


Bai An kini merasakan ada 2 Ahli Suci dengan aura kegelapan yang cukup pekat.


“Heh..!! Apa yang di lakukan Jing Ling, Tu Long dan Bo Dong saat ini?” Gumam Bai An heran saat melihat orang-orang ini di kejar bigitu saja oleh dua ahli suci.


Tentu saja Bai An bingung. Bagaimana tidak, mereka tidak mengabari Bai An masalah serius seperti ini.


Bai An tanpa menunggu lama langsung melesat ke arah kelompok yang di kejar.


Dengan cepat ia bergabung untuk menyamar apa yang terjadi sebenarnya.


Tap tap..!!


“Kenapa kau begitu takut?” Tanya Bai An langsung.


“Heh,, apa kau tidak tahu sedang terjadi pertarungan yang cukup besar di Kerajaan Manusia, kita di suruh melarikan diri ke Kota Netral oleh seorang Elf Suci tadi. Mereka di sana sedang bertarung.” Jawab manusia remaja tersebut, ia tidak bertanya mengapa Bai An bertanya seperti tadi.


Karena saking takutnya, manusia itu langsung melarikan diri. Tanpa melihat Bai An.


Bai An yang mendengar itu langsung melesat pergi ke arah dua ahli suci yang hampir sampai ke sini.


Bai An langsung mengeluarkan pedangnya lalu mengalirkan Energi Semestanya ke pedang yang kini ia genggam.


“Tebasan Ashura,” gumam Bai An muncul tiba-tiba di depan dua ahli suci itu.


Dua ahli suci langsung terkejut, satu adalah manusia setengah iblis dan satu lagi iblis murni.


Dengan cepat mereka berdua ikut mengayunkan pedangnya untuk menghalau serangan Bai An di sertai Energi Kegelapan yang sangat pekat.


Tapi terlambat, pedang Bai An lebih dulu melewati mereka berdua.


Slash..!!


Tubuh kedua ahli suci langsung terbelah dua di sertai tubuhnya langsung hangus terbakar menjadi debu.


Terlihat mata mereka melotot tak percaya mati begitu saja. Padahal mereka adalah seorang ahli suci.


Sedangkan Bai An kini wajahnya sangat dingin di balik tudungnya setelah membunuh dua ahli suci tersebut.


“Ayo kita harus cepat,” kata Bai An.


Gong Tanru langsung muncul di balik bayangan Bai An dan menjawab. “Iya, apapun perintah Pangeran saya menurut saja.”


Setelah itu mereka berdua langsung bergerak dengan kecepatan penuh.


Tak menunggu lama, Bai An melihat sebuah asap mengepul dari kejauhan.


“Pangeran, di sana ada sebuah perisai yang sangat tipis terpasang, mungkin itu perisai yang membuat Jing Ling dan yang lainnya tidak bisa menghubungi anda,” kata Gong Tanru melihat jari kejauhan.


Bai An langsung berhenti dan melihat ke arah kemana Gong Tanru memandang juga, saat melihat dengan teliti. Bai An langsung menyeringai kejam.

__ADS_1


“Paman Gong, apakah kau tidak melihat perisai itu dengan teliti,” kata Bai An tersenyum lebar.


Gong Tanru langsung melihat dengan teliti dan ia langsung terkejut sedikit.


Saat Gong Tanru ingin mengatakan sesuatu. Bai An mendahuluinya lebih dulu.


“Paman, apakah kau bisa membawaku masuk kedalam perisai itu tanpa merusak dan tanpa di ketahui mereka?” Tanya Bai An.


Hmm..!!


Gong Tanru langsung merenung beberapa saat. Kemudian ia menatap ke arah Perisai Jiwa dan pertahanan tersebut.


“Kita bisa mencobanya pangeran,” kata Gong Tanru.


Bai An langsung mengangguk.


Mereka berdua kemudian melesat bersama ke arah perisai tersebut.


Setelah sampai dengan sembunyi-sembunyi.


Gong Tanru langsung memusatkan jiwanya, tak lama muncul jiwa Gong Tanru yang berlambang Macan Tutul lalu membelah perisai tersebut dengan sangat rapi.


“Ayo masuk, ini tak akan bertahan lama sebelum tertutup kembali,” kata Gong Tanru terburu-buru.


Bai An langsung melesat bersama Gong Tanru.


Setelah sampai di dalam. Benar saja dugaan Bai An tadi, ini ternyata perisai jiwa dan pertahanan ilusi.


Jadi Bai An dengan leluasa membunuh mereka tanpa terjadinya kegaduhan atau krtahuan oleh musuh.


Bai An kini menyeringai kejam. “Mereka membuat tempat kematian mereka sendiri.”


Wuss..!!


Bai An bergerak ke arah aura kegelapan paling dekat dengannya.


Slash..!!


Ukhh..!!


Seorang monster dengan tingkat kekuatan Jendral Dewa Emas langsung mati dengan perasaan kaget sebelum kematiannya. Pasalnya ia tak tahu siapa yang membunuhnya.


Bai An kini mengayunkan pedangnya dengan santai untu membersihkan darah yang masih menempel di pedangnya.


Kemudian, pandangannya langsung ke arah 3 pengikut Kaisar Dewa Kegelapan yang kini masih terpaku di tempat karena saking terkejut.


Bai An langsung menghilang.


Crash..!!


Satu kali ayunan pedang Bai An, ketiga para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan langsung mati dengan pinggang terpotong dua.

__ADS_1


Tak lama tubuh mereka langsung hangus menjadi debu.


Bai An kembali bergerak ke semua para pengikut Kaisar Dewa Kegelapan yang dekat dengannya.


Hingga ia merasakan aura Tu Long dan Bo Dong.


“Hmm..!! Mereka sedang di kepung tapi aku merasakan mereka tidak gentar, malah mereka terlihat bersemangat,” gumam Bai An kemudian melesat ke arah sana.


Bai An muncul tidak jauh dari tempat Tu Long dan Bo Dong.


Saat Bai An berniat menolong. Gong Tanru langsung muncul sambil berkata. “Biarkan saja Pangeran, jika anda membantunya maka kekuatan mereka tidak akan berkembang, ditambah mereka juga akan malu mendampingi anda jika anda selalu membantunya, mereka akan berpikir akan selalu membebani anda jika terus membantu mereka.


Mendengar itu, Bai An langsung mengurungkan niatnya dan bergerak ke arah yang berbeda.


Ia kini melihat satu ahli suci yang sedang mengejar seorang manusia, jika di lihat dari kekuatan manusia tersebut, Bai An menduga jika ia seorang Jendral.


Tanpa menunggu waktu, ia langsung bergerak sambil mengeluarkan pedangnya.


Bai An langsung mengayunkannya ke arah ahli suci tersebut saat ia muncul.


Tapi insting ahli suci itu cukup tajam. Dengan cepat ia melempar dirinya ke samping.


Duar..!!


Serangan Bai An hanya mengenai tembok salah satu rumah penduduk.


“Heh..!! Kau sangat kejam muncul tiba-tiba,” kata ahli suci dari ras Iblis Murni.


Matanya sangat tajam saat ia mengatakan hal tersebut dan melirik ke arah Bai An.


“Hoh,, insting yang sangat tajam,” kekeh Bai An kemudian melirik ke arah Jendral Manusia yang kini hanya bengong.


“Tu.. Tuan terima kasih atas bantuannya,” kata Jendral Manusia dengan membungkuk hormat.


Bai An melambaikan tangannya santai kemudian berkata. “Kau bantu yang lain dan bunuh yang bisa kau bunuh. Untuk orang ini serahkan kepadaku.”


“Kurang ajar,, kau meremehkan ku,” teriak Iblis tersebut meraung, aura kegelapan langsung meletus dari tubuhnya.


Tapi Bai An sama sekali tidak memandangnya, karena ia kini melirik Jendral Manusia tersebut.


“Tapi,, apakah Tuan yakin mampu menghadapinya seorang diri?” Kata Jendral tersebut hati-hati. Karena takut akan menyinggung perasaan Bai An.


Jendral tersebut bertanya seperti itu karena ia sampai saat ini masih belum merasakan tingkat kekuatan dari Bai An.


“Kau tenang saja, kalau hanya dia seorang aku bisa menghadapinya, lebih baik kau pergi saja sekarang, karena masih banyak orang membutuhkan bantuanmu,” kata Bai An kemudian mengayunkan pedangnya.


Trank..!!


Bai An dengan santai menahan pedang iblis murni tersebut.


Sementara Jendral Manusia itu langsung pergi setelah melihat Bai An dengan santai menahan serangan Iblis tersebut.

__ADS_1


Bai An menyeringai. “Kau sungguh tidak sabar menjemput kematianmu,” kekeh Bai An dengan nada mengejek agar Iblis tersebut semakin terprovokasi.


__ADS_2