Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kedatangan Mo Shen dan pertarungan Bai An


__ADS_3

“Hukum Ruang,” batin Leng San terkejut luar biasa, saat ia terkejut, ia ingin melarikan diri, kini ia sadar jika anak muda itu tidak seperti yang terlihat dari luar.


Namun, energi biru sudah lebih dulu melesat masuk ke dalam tubuh Leng San.


Wuuss,,


“Aakkhh,,”


Leng San langsung berteriak keras, Energi biru dengan senang hati melahap semua energi yang ada pada tubuh Leng San.


Leng Cung dan Leng Cong langsung tertegun sesaat sebelum mata mereka langsung waspada ke arah Bai An.


Mereka semua tidak ada yang melihat kejadian yang membuat Leng San ketakutan hingga berteriak keras.


Kini yang mereka paling waspadai adalah Bai An, ia seperti manusia biasa, tapi dengan mudahnya ia membuat Leng San dalam kondisi yang begitu menyedihkan.


Leng San kini berguling-guling di tanah merasakan rasa sakit yang luar biasa, ia belum pernah merasakan sesakit ini, kini ia melihat Bai An seperti iblis yang sesungguhnya.


“Ampun Tu,, Tuan Muda,” teriak Leng San berguling-guling menahan rasa sakit, kini ia telah lumpuh, dantiannya hancur, mardiannya banyak yang terputus.


“Aku sudah bilang akan memberikan hal yang menyenangkan, kini kau merasa senang bukan?” tanya Bai An tersenyum penuh arti.


Dengan cepat Leng San mengangguk, “Benar, benar sangat menyenangkan Tuan Muda,, ini sangat menyenangkan.”


Leng Cong yang melihat kelakuan Leng San langsung mendengus, “Pada akhirnya, seekor anj*ng tetap lah anj*ng,” kata Leng Cong mengejek.


Lee Yunsho yang melihat kejadian itu kini berkeringat dingin, namun ia tiba-tiba mengingat kalau Min She sedang menangkap orang-orang yang kabur ke Benua Menengah kini agak tenang, ia yakin jika mereka menjadi sandera, maka mereka semua akan menyerah, begitu juga dengan Leng Cung yang memiliki pemikiran yang sama.


Beberapa saat kemudian, Mo Shen dan yang lainnya datang dengan kecepatan tinggi.


Setelah sampai ia melihat jika pertarungan kini berhenti.


“Tuan Muda, mengapa kalian hanya diam saja?” tanya Mo Shen sambil mendengus ke arah Leng Cung dan Leng Cong yang mengenakan jubah lambang teratai.


“Ooh tidak apa-apa, aku sedang senang-senang, dan itu adalah salah satu dari mereka bertiga, jika kau mempunyai urusan, maka urus lah,” kata Bai An menjawab sambil menunjuk Leng San yang begitu menyedihkan.


Mata Mo Shen langsung melirik dengan tatapan benci ke arah Leng San, “Tentu Tuan Muda, aku akan mengurusnya,” kata Mo Shen langsung melesat ke arah Leng San.


Bai An kini mengalihkan pandangan ke arah Long Yuan yang sekarang mengangguk kepadanya.


Bai An langsung melirik Leng Cung, dengan senyum senyum sederhana, “Kalian, bebaskan lah para tahanan, lalu pergilah sejauh mungkin dari sini, ini perintah,” kata Bai An.

__ADS_1


Setelah memberi perintah, Bai An melirik Leng Cung yang masih terlihat tenang, hal itu membuat Bai An berpikir mungkin ia mempunyai senjata tersembunyi di balik jubahnya.


“Baik lah, waktunya bermain-main,” ucap Bai An yang tidak mau ambil pusing.


Bai An langsung melesat, bersama dengan Long Yuan yang melesat ke arah Leng Cong.


Bai An kemudian mengayunkan tangannya santai, ke arah tubuh Leng Cung, namun di luar dugaannya, sebuah perisai melindungi Leng Cung.


Bom,,


Bai An langsung mundur, “Ooh, seorang ahli formasi,” kata Bai An santai.


“Kita lihat, seberapa lama perisai mu menahan tinju ku,” kata Bai An sekali lagi meninju penghalang yang melindungi daerah sekitar Leng Cung.


Bai An langsung mengayunkan tinjunya tanpa energi sedikitpun, itu murni kekuatan tubuh.


Prank,,


Krakk,,


Perisai langsung hancur, Leng Cung langsung mundur dengan tenang, namun dalam hati, ia merasa gelisah, “Sial Hukum Benua ini masih saja menekan kekuatan ku, dan juga mengapa mereka lama sekali, bangs*t,” gumam Leng Cung dalam hati.


Bom,,


Bom,,


“Baiklah, kita ahiri saja,” ucap Bai An kini tidak mau berlama-lama.


Wuss,,


Bai An langsung mengayunkan tinjunya sekali lagi, namun kini dengan di aliri energi yang sangat kuat.


Leng Cung yang melihat dan merasakan itu langsung berteriak.


“Sialan, walaupun aku lumpuh tidak apa-apa, asal kalian semua mati,”


Wuuss,,


Aura kegelapan langsung menyebar dari dalam tubuh Leng Cung, kini kekuatan aslinya muncul yaitu Dewa Perunggu.


Tubuh Leng Cung kini di selimuti oleh energi kegelapan, “Mari kita bertarung hidup dan mati, kau hebat juga yang seorang True God Puncak bisa menekan ku hingga dalam kondisi seperti ini.”

__ADS_1


Leng Cung langsung mengeluarkan sebuah pedang yang bewarna hitam pekat dan memiliki aura kegelapan juga.


Bai An langsung waspada, “kuat sekali, aku saja hampir tertekan oleh auranya saja,” gumam Bai An.


Bai An kemudian mengayunkan tangannya dan mengeluarkan pedang pusaka keluarga Bai yang di berikan oleh ayahnya, ia belum mencoba menggunakan pedang ini karena tekanan yang ada pada pedang ini juga sangat menindasnya, sehingga ia hanya mengeluarkan pedang kedua pemberian ayahnya yang biasa ia pakai.


“Pedang tingkat Setengah Dewa,” gumam Leng Cung langsung saat ia melihat pedang yang di keluarkan Bai An kini memiliki setingkat lebih tinggi dari pedangnya.


Bai An yang baru saja mengeluarkan pedang pusaka Klan Bai, kini langsung melesat ke arah Leng Cung.


“Teknik Pedang Angin,”


“Tebasan Kilat Cahaya,”


Teriak Bai An kini mencoba menggunakan setengah kekuatannya langsung, tekanan dari serangan Bai An langsung menghancurkan area yang ia lewati, sebuah energi berbentuk pedang dengan kecepatan cahaya melesat ke arah Leng Cung.


Leng Cung yang melihat itu langsung menggerakkan tangannya membuat formasi pertahanan yang sangat kuat.


Krak,,


Bom,,


Leng Cung langsung terpental jauh menabrak beberapa tembok, namun ia masih melesat jauh hingga menabrak bukit kecil.


Bai An tanpa basa basi langsung mengejarnya, ia melesat dengan kekuatan penuhnya.


Wuss,,


Saat Bai An telah sampai, ia melihat Leng Cung kini berdiri dengan kondisi yang masih segar, hanya jubahnya saja yang terlihat berantakan.


Mata Bai An melirik mata Leng Cung yang kini menatapnya dengan aura membunuh yang haus akan darah.


“Kau harus mati bagaimanapun caranya,” ucap Leng Cung dengan suara yang dingin.


“Ooh,, terus kenapa kau tak menyerang? ayo serang aku, atau kau sedang menunggu sesuatu?” ucap Bai An membalas dengan nada provokasi, Bai An kini sadar, Leng Cung sedang mengulur waktu, tapi ia tidak tahu apa yang ia tunggu.


“Dari pada kau lelah menunggu, lebih baik kau susul teman mu di neraka,” ucap Bai An langsung melesat dan mengayunkan pedangnya ke arah Leng Cung.


Leng Cung langsung mendengus, ia kini ketahuan telah mengulur waktu.


Trank,,

__ADS_1


Pedang Bai An dan Leng Cung langsung berbenturan, Leng Cung langsung mundur beberapa langkah.


Bai An tetap pada posisinya, “Ia masih menyimpan banyak energinya dan membiarkan dirinya di serang,” gumam Bai An kini semakin heran, apa yang di rencanakan oleh orang di depannya ini


__ADS_2