Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Cara Bai An Mengendalikan Jing Ling


__ADS_3

Tu Long langsung tersenyum dengan semangat. Tapi di balik senyum Tu Long tersimpan sedikit kekesalan akibat ia di hajar oleh Yao Jing.


Jadi inilah waktunya ia membalas sedikit kepada anak buah yang ia kirim.


Bom..!!


Duar..!!


Bai An, Tu Long, Jing Ling dan Fu Chen langsung melirik ke arah suara ledakan.


Mereka langsung melihat Hei Niu menghajar prajurit monster elit tersebut hingga tidak memiliki bentuk wajah.


Wuss..!!


Bruk..!!


Hei Niu yang menyeret prajurit elit tersebut langsung melemparnya ke samping Fu Chen.


Hei Niu langsung mendekat ke arah Bai An dan Tu Long dengan senyum bahagia. “Hehe Tuan, aku telah menjalankan perintah mu,” kata Hei Niu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal menunggu sesuatu.


“Ini pasti ulah Tu Long yang mengajar Hei Niu yang tidak-tidak,” gumam Bai An melotot ke arah Tu Long yang kini sedang bersiul sambil memandang ke arah lain.


Bai An langsung melempar satu botol kecil berisi arak.


Dengan sigap Hei Niu menangkapnya dengan perasaan gembira. Saat Hei Niu ingin meminumnya. Tu Long datang menodongkan gelasnya.


Hei Niu langsung mendengus, tapi ia tetap menumpahkan araknya ke gelas tersebut hingga penuh. Kemudian dengan cepat Hei Niu meminumnya hingga habis.


Bai An tersenyum melihat kelakuan kedua saudaranya itu.


Jing Ling yang dari tadi melihat sungguh penasaran dengan apa yang di minum oleh Tu Long dan Hei Niu hingga kelakuan mereka begitu.


“Apa yang kau berikan mereka Tuan muda? Apakah itu racun yang membuat orang ketagihan?” Tanya Jing Ling.


“Itu arak,” jawab Bai An santai.

__ADS_1


Jing Ling langsung terkejut dalam hati. Di dunia ini memang ada arak. Tapi sangatlah langka, jika ada, arak tersebut pasti akan di lelang. Karena cara pembuatan arak di dunia ini sudah punah dan hanya beberapa klan tertentu yang bisa membuatnya.


Itupun hanya beberapa gelas dalam waktu satu atau dua tahun agar prosesnya siap minum jika di buat.


“Bo.. Bolehkah aku,”


“Tidak, kau seorang wanita. Wanita tidak boleh minum arak,” kata Bai An langsung memotong ucapan Jing Ling.


Seandainya Bai An tahu apa yang ada di pikiran Jing Ling tadi, ia pasti akan bersemangat untuk pergi ke kota lalu menjual beberapa botol araknya. Tapi sayangnya Bai An tidak bisa membaca pikiran seseorang untuk saat ini.


Wajah Jing Ling langsung mengerut. “Apa kau pikir aku anak kecil yang bisa kau bodohi begitu saja,” kata Jing Ling tahu maksud dari ucapan Bai An tadi mengejek dirinya.


Bai An langsung terkekeh. “Baiklah, kau kau adalah saudariku, ini ambil,” Bai An langsung mengeluarkan satu botol kecil berisi arak lalu melemparnya ke arah Jing Ling.


Dengan sigap Jing Ling menangkapnya dengan mata berbinar-binar, seolah-olah melihat harga berharga.


Bai An yang menyadari itu langsung berpikir. “Apakah arak begitu penting?” Gumam Bai An dalam hati.


Karena tak ingin ambil pusing ia langsung melirik ke arah Fu Chen. “Katakan,” kata Bai An.


Hal itu membuat Fu Chen terlihat heran. Tak ada jejak ketakutan sedikitpun terlihat dari raut wajahnya.


Fu Chen langsung bungkam. Jika ia mengatakan tujuannya kesini, ia pasti akan di kira pengkhianat. Jadi ia memilih untuk diam.


Bai An yang melihat Fu Chen diam langsung melirik ke arah Tu Long.


Seakan mengerti maksud Bai An. Tu Long dengan semangat maju.


“Apakah kau mempunyai keberanian?” Tantang Tu Long.


Fu Chen langsung mendengus. “Sombong, kau akan mengetahui bagaimana aku akan membunuhmu,” kata Fu Chen langsung berdiri dengan tatapan ganas ke arah Tu Long.


“Keberanian yang patut di puji, ia sama sekali tidak takut kepadaku, yang artinya ia di kirim untuk siap mati,” gumam Bai An.


Gumaman Bai An dapat di dengar oleh Jing Ling yang kini masih mengelus-elus botol arak tersebut. Ia masih melihat bentuk botol tersebut dengan teliti dan melihat botol ini bagus untuk penyimpanan arak.

__ADS_1


Tu Long yang mendengar ucapan Fu Chen menanggapinya dengan senyuman bahagia. “Eeh,, aku kira kau seorang pengecut, karena biasanya aku melihat Bangsa Monster yang ku lawan beberapa hari terahir lari kocar-kacir saat melihat bayanganku,” kata Tu Long kemudian tertawa.


“Ha..Ha..Ha..!! Apakah kau akan sama dengan mereka,” Tu Long langsung memprovokasi lawannya.


“Jangan banyak tanya,” kata Fu Chen menahan amarah, tugas utamanya saat ini adalah menahan Bai An dan kelompoknya. Ia tidak ingin amarah yang menguasainya membuat ia gagal menjalankan tugas.


Fu Chen langsung berdiri lalu berlari ke arah lahan yang kosong.


Melihat itu, Tu Long tak mau kalah. Ia langsung melesat dan mendarat di depan Fu Chen.


Bai An yang melihat itu langsung mengalihkan pandangan ke arah Jing Ling. “Apa kau tidak ingin meminumnya? Jika tidak, berikan lagi kepadaku.” Kata Bai An melambaikan tangannta meminta botol arak tersebut.


“Enak saja, apapun yang telah di berikan oleh seseorang tidak boleh di ambil kembali,” jawab Jing Ling cepat-cepat. Ia langsung pergi mengambil gelas bekas Tu Long lalu membersihkannya.


Jing Ling dengan elegan menuang arak tersebut ke gelas yang baru saja ia bersihkan. Saat menuang arak. Jing Ling langsung mencium aroma khas arak. Tapi lebih khas dari yang pernah ia minum dulu.


Bai An tersenyum tipis, itu adalah arak buatan Klan Duan. Bai An memberikannya guna Jing Ling ketagihan.


Saat Jing Ling mencicipinya, rasa manis bercampur pahit terasa di lidahnya. Tak ingin menunda, ia langsung meminumnya, tubuhnya langsung merasakan rasa panas. Tapi bukan panas yang sia-sia. Melainkan rasa panas itu adalah energi yang menghangatkan tubuhnya, ia juga merasakan tubuhnya lebih segar.


Tak lama, mata Jing Ling langsung terbelalak. Tentu ia terkejut, ia langsung menatap ke arah Bai An.


“Tu.. Tuan, apakah ini masih ada? Jika ia, aku akan menukarnya dengan semua hartaku yang tersembunyi di Kota Netral,” kata Jing Ling sedikit memelas.


“Ha..Ha..Ha..!! Kena kau rubah tua,” gumam Bai An, ternyata pancingannya sangat ampuh. “Dugaanku ternyata benar, di dunia ini arak pasti sangat jarang. Dapat terlihat dari Hei Niu yang pertama kali minum arak tersebut dan tidak tahu namanya.” Gumam Bai An. Tapi ia tak tahu jika harga arak di dunia ini sangat mahal.


“Kau tenang saja. Walaupun kau memberiku semua hartamu, tetap saja kita akan bagi rata untuk meningkatkan kekuatan kita agar aku bisa membantumu membalas dendam dan juga aku tetap akan memberikanmu arak jika kau memiliki kontrubusi yang baik dalam menjalankan tugas,” kata Bai An sambil melambaikan tangannya dengan senyum samar-samar.


Jing Ling langsung mengangguk patuh. “Tidak ada salahnya aku mengikutinya saat kekuatanku kembali. Toh dia juga sangat baik dan bahkan menganggapku saudarinya, terlebih lagi ia orang yang jujur walau aku melihat di setiap kata-katanya ada sedikit kelicikan. Tapi kelicikan untuk kebaikan para saudaranya,” gumam Jing Ling kini menaruh 50% kesetian kepada Bai An.


Bai An langsung mengalihkan pandangan ke arah Hei Niu yang duduk menggali informasi terhadap prajurit yang ia hajar.


“Biarkan saja, lebih baik kita menonton pertunjukan lebih dulu,” ajak Bai An kepada Hei Niu. Hei Niu langsung mengangguk dan menghentikan kegiatannya menyiksa prajurit tersebut.


Mereka semua langsung mengalihkan pandangan ke arah Tu Long dan Fu Chen.

__ADS_1


Kemudian..!!


Bersambung.


__ADS_2