
“Kau ingin bertanggung jawab?” tanya wanita itu dengan mata memerah, Bai langsung mengangguk, walau ia tahu mungkin ini tidak bisa di maafkan begitu saja.
“Aku ingin kamu mati,” teriak wanita itu dengan amarah yang semakin jadi.
Tak lama kemudian, karena mendengar suara keributan, beberapa pelayan langsung mengetuk pintu.
“Nona Muda Xi Xing, apa anda tidak apa-apa?” terdengar suara penjaga laki-laki tang berada di seberang pintu mengetuk-negtuk pintu dengan panik.
Bai An yang mendengar itu juga lebih panik lagi, ia merasakan aura para penjaga yang di luar pintu banyak sekali yang telah mencapai True God Awal, dan ada beberapa True God Menengah. Walaupun Bai An lebih kuat dari mereka, namun jika melawan mereka semua, ia yakin akan terluka, terlebih lagi wanita di depannya setara dengannya.
Saat wanita itu ingin berteriak lagi, Bai An dengan cepat melesat dan membungkam mulutnya.
Entah apa yang di rasakan oleh wanita itu, ia merasa tiba-tiba menjadi lemas, tidak berdaya, kekuatannya seakan seperti melemah saat mendengar ancaman dari Bai An.
“Jika kau berteriak, maka aku benar-benar akan melecehkan mu,” suara Bai An terdengar dingin, walau dalam hatinya ia cukup panik, jika wanita ini memberontak dan bertarung. Maka, otomatis para penjaga yang di luar akan masuk ikut menyerangnya.
“Hmm,, Hmm,,”
“Diam, aku benar-benar akan melecehkan mu jika kau begini terus,” kata Bai An sekali lagi.
Namun wanita itu berusaha melawan dan mengigit tangan Bai An.
“Ukkhh,,”
Wanita itu langsung mundur sambil menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya.
“Ku bunuh kau mesum,” geram wanita itu perlahan mundur ke arah pintu.
Bai An yang melihat itu tidak tahu harus bagaimana lagi, “Maaf kan aku Xia'er, aku tahu kau akan marah,” gumam Bai An dalam pikirannya, setelah meminta maaf, Bai An langsung membuka jubahnya dan memperlihatkan wajahnya.
Wanita itu langsung terdiam membisu, saat melihat ketampanan Bai An, tapi ia semakin membeki saat melihat Bai An membuka baju dalamnya.
“Apa yang kau lakukan mesum?” kata wanita tersebut dengan suara seperti nyamuk, ia kini tidak teriak lagi.
__ADS_1
Bai An yang memperlihatkan tubuh atasnya dan terlihat dadanya yang mempunyai bidang-bidang, itu terlihat indah dimata wanita, termasuk wanita di depannya.
Wanita itu perlahan mundur saat melihat Bai An maju ke arahnya, “Apa yang kau lakukan? Jangan, aku mohon,” wanita itu semakin takut saat Bai An kini telah berdiri di hadapannya.
“Diam, jika kau tidak diam dan tidak mau bekerja sama, maka aku benar-benar akan melecehkanmu,” ancam Bai An.
Namun, setelah mendengar itu, wanita itu lantas mengayunkan tangannya ke arah pipi Bai An.
Pak,,
Pak,,
Pak,,
Pak,,
“Kau sama saja dengan laki-laki bejat yang berada di luar sana,” kata wanita itu kini mununduk dan mulai menangis.
Wanita itu semakin benci kepada Bai An saat dirinya di abaikan. Tapi, entah mengapa ia mau menuruti Bai An, apakah karena, setelah ia melihat wajah Bai An hingga hatinya luluh?
“Disini tidak terjadi apa-apa, kalian kembalilah dan jangan berisik, aku ingin ketenangan,” kata wanita itu dengan suara yang dingin.
Bai An langsung menghela nafas lega, lalu mendongakkan kepalanya menuju lubang atap tempat ia jatuh.
Wanita itu yang merasa heran, ikut melihat ke atas dan ia menemuka lubang yang cukup besar, namun, anehnya ia tidak mendengar suara tabrakan atap dengan tubuh Bai An, ataupun bekas puing-puing yang pasti ikut terjatuh.
Sampai kemudian, wanita itu berpikir yang aneh-aneh, “Mesum, kau mengintip dari atas sana? Ya kan,” geram wanita itu mulai curiga sambil menunjuk-nunjuk Bai An.
Bai An yang sudah merasa lelah menjelaskannya langsung berkata, “Jika iya, memang kenapa?” Bai An langsung maju ke arah wanita tersebut.
“Kau,, kau,, apa yang kau lakukan?” wanita itu mundur karena takut ia akan di lecehkan, tapi ia kini tidak marah kepada Bai An, ia terlihat pasrah.
“Aku hanya bertanya wanita aneh, tempat ku ini kota apa? Benua apa?” tanya Bai An, karena ia membutuhkan informasi ini.
__ADS_1
“Nama ku buka wanita aneh, tapi Xi Xing,” dengusnya saat di panggil wanita aneh.
Bai An langsung tersenyum, hal itu membuat Xi Xing langsung menunduk, Bai An yang melihat itu merasa heran, “Tadi marah, kesal, sekarang malah terlihat pasrah, kini? kenapa ia menunduk-nunduk malu?” gumam Bai An, lalu menambahkan, “Apa wanita di dunia ini memang aneh seperti ini?”
“Hei kau kenapa?” tanya Bai An yang langsung menyadarkan wanita tersebut.
“Kau,, kau harus bertanggung jawab laki-laki mesum, aku tidak akan bisa menikah dan tidak akan pernah ada laki-laki yang mau menikah dengan ku lagi,” kata wanita tersebut langsung murung.
“Entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres dari wanita ini?” gumam Bai An bertanya-tanya.
“An'Gege, kau harus bertanggung jawab sesuai janji mu kepadanya tadi, dan urusan kita juga belum selesai dengan apa yang kau lakukan tadi.” Tiba-tiba suara Mu Xia'er menggema di pikiran Bai An yang membuatnya langsung merinding dan dengan cepat mengangguk-angguk patuh.
Namun dalam benaknya Bai An berkata, “Sialan, benar kata ayah, wanita itu sulit di tebak dan wanita bisa menjadi singa kelaparan jika sedang marah.”
“Baiklah, aku akan bertanggung jawab, namun kau harus jawab pertanyaan ku terlebih dulu,” kata Bai An membuat mata Xi Xing menjadi cerah dan menjawab.
“Kota ini bernama, Kota Zuhang, dan kita berada di tempat penguasa Hang Chen yang berarti Benua ini Benua Hang Chen.”
Bai An yang mendengar itu mengerut, “Berarti di setiap nama benua itu, menggunakan nama penguasa mereka?” tanya Bai An penasaran.
Xi Xing semakin bingung dengan pertanyaan Bai An, “Dari mau kau berasal laki-laki mesum, mengapa hal kecil yang bahkan anak kecil pun akan tahu dengan pertanyaan mu itu.” Bukannya menjawab, Xi Xing malah balik bertanya.
Bai An langsung tertegun, dan merasa tertangkap basah. “Huuf,, karena kau akan menjadi pasangan ku yang ke 2 atau mungkin ke ³, aku akan jujur,” ucap Bai An.
Xi Xing langsung tertegun, ia menjadi orang kedua? ketiga? “Apa maksut mu kedua dan ketiga itu aku adalah korban ketiga mu?” kata Xi Xing kini mulai geram.
“Eehh,, bukan seperti itu,” ucap Bai An yang langsung melarikan diri saat melihat Xi Xing mengeluarkan kedua pedangnya.
Wuss,,
Bai An langsung melesat ke atap yang berlubang untuk kabur.
“Berhenti kau laki-laki mesum, bajing*n, kurang ajar,” Teriak Xi Xing kini merasa tidak pernah semarah ini selama hidupnya.
__ADS_1