Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
10% Harta Jing Ling Dan Rencana Mengikuti Pelelangan


__ADS_3

Bai An juga memberi tahu De Cang. Tapi De Cang saat ini masih asik tidur.


Sementara di penginapan. Bai An telah kembali lebih dulu menunggu Jing Ling dan Bo Dong kembali.


Tap tap..!!


Saat Bai An melihat siapa yang masuk, ia langsung tersenyum senang. “Kalian pintar sekali memancing ikan besar,” kata Bai An.


Jing Ling terkekeh lalu melemparkan cincin penyimpanan ke arah Bai An.


Dengan sigap Bai An menangkapnya. Lalu melihat isinya. Bai An langsung mengangguk melihat jika isi di dalam cincin ini ada sekitar 50 juta kristal tingkat tinggi. Tapi ada 2 kristal yang Bai An tidak tahu, warnanya juga jauh berbeda dengan yang lain. Yaitu bewarna emas.


“Ini kristal apa?” Tanya Bai An penasaran.


“Ah.. Apakah Tuan muda tidak tahu jika itu kristal Emas, Kristal Emas jauh lebih tinggi dari kristal Tingkat tinggi ini. 1 Kristal Emas setara dengan 10 juta kristal tingkat tinggi biasa.” Kata Jing Ling sedikit terkejut.


Bai An tentu lebih terkejut. Karena ia tidak di beritahu oleh Mu Xia'er tentang ini dulu.


“Hmm..!! Maaf aku baru mengetahuinya,” kata Bai An sambil terkekeh.


Jing Ling langsung menggelengkan kepalanya. Sedangkan Bo Dong langsung pamit minta izin membuatkan sarapan untuk mereka berdua.


Tapi Jing Ling langsung menghentikannya dan berkata. “Kami akan pergi, kau buatkan saja yang lain sarapan.”


Tanpa banyak tanya Bo Dong langsung mengangguk, lalu pergi ke arah dapur.


Kini Bai An dan Jing Ling saling pandang. “Ikuti aku Tuan muda,” kata Jing Ling langsung keluat dari penginapan.


Bai An langsung mengikuti dari belakang dengan santai mereka berjalan.


Saat Bai An dan Jing Ling berjalan, mereka masih mendengar semua Ras ribut membicarakan tentang adanya Arak Legendaris.


“Hei, apakah kau tahu? Aku ada di sana tadi saat melihat dan mencium aroma arak Legendaris. Tubuhku seketika menjadi segar dan bersemangat.” Kata Ras Iblis bertanduk 8.


“Sial, jika aku tadi ikut denganmu. Aku pasti akan ikut mencium baunya, seumur-umur aku belum mencium bau arak Legendaris.” Sambut Ras Dark Elf.


“Aku dengar arak Legendaris akan di lelang. Jadi aku harus mendapatkannya bagaimanapun caranya,” kata Ras Iblis bertanduk dua.

__ADS_1


“Kau itu miskin, tidak akan mungkin mendapatkannya. Aku juga mendengar rumor jika para Ahli Suci akan datang ke pelelangan dimana arak yang akan Menteri De Lelang nanti,” kata Ras Binatang berjenis Serigala.


Seketika langkah Bai An langsung terhenti saat mendengar akan ada beberapa ahli Suci yang akan datang untuk membeli Arak yang akan di lelang De Cang.


Bai An tiba-tiba tersenyum licik. Tapi senyumannya langsung memudar saat mendengar sebuah suara.


“Akan sulit bagimu untuk memanfaatkan mereka, jika kekuatanmu sudah kuat. Aku pasti akan diam, tapi saat ini kau masih lemah Tuan muda, cukup aku saja pengikutmu yang berada di ahli Suci,” kata Jing Ling sedikit kesal.


Jing Ling berkata seperti itu karena ia takut Tuan mudanya kenapa-kenapa. Entah mengapa kini Jing Ling menaruh perasaan kepada Bai An. Tapi Jing Ling tidak ingin mengungkapkannya karena ia masih ragu dengan perasaannya ini. Apakah rasa kagum, atau cinta.


Bai An langsung mengangguk sambil tersenyum pahit. Bai An menanggapi perkataan Jing Ling sambil menggenggam tangan Jing Ling dengan erat. Ia tidak sadar apa yang ia lakukan itu membuat Jing Ling membeku dan jantung Jing Ling langsung berdegub kencang. Tapi tidak ada noda merah di wajah Jing Ling karena ia sangat pintar menyembunyikannya.


“Ahh..!! Maaf kan aku Jing Ling, aku tidak sadar menggenggam tanganmu dengan kuat,” kata Bai An dengan tulus meminta maaf.


“Tidak apa-apa Tuan muda,” jawab Jing Ling sedikit dingin. Ia melakukan ini untuk menghilangkan rasa gugupnya.


Bai An yang mendengar itu langsung malu. Ia mengira Jing Ling marah terhadapnya.


Mereka kemudian melanjutkan perjalanan dengan sedikit canggung. Jing Ling canggung karena ia merasa salah telah bersikap dingin. Sedangkan Bai An Canggung karena ia mengira Jing Ling masih marah sampai saat ini sehingga ia tetap diam.


Tap tap..!!


Bai An juga ikut berhenti dan melihat sebuah rumah kecil. Saat Bai An melihat sekelilingnya ia melihat suasana di sini masih sepi.


Bai An langsung mengedarkan sedikit kesadarannya dan melihat ia kini berada di pelosok kota paling ujung.


“Ayo masuk,” kata Jing Ling menghiraukan tingkah Bai An saat ini.


Bai An langsung sadar, mengangguk sedikit lalu mengikuti Jing Ling.


Cklek..!!


Pintu terbuka, mereka berdua kemudian masuk. Bai An dan Jing Ling langsung melihat ruangan yang penuh debu. Yang berarti tempat tersebut tidak pernah ada yang menempati dan membersihkannya.


Jing Ling langsung berjalan menuju pintu ketiga dari tempatnya.


Tap tap.

__ADS_1


Bai An di belakang hanya mengikuti saja.


Cklek..!!


Jing Ling langsung membuka pintu kamar tersebut. Mereka berdua langsung masuk.


Jing Ling terus melangkah dan ia langsung menekan sebuah tembok. Bai An yang melihat itu langsung terkejut.


Tembok tersebut tiba-tiba bersinar dan terangkat ke atas.


“Ayo masuk di balik lorong ini aku menyimpan 10% Hartaku,” kata Jing Ling dengan tenang.


Bai An langsung tersadar dari keterkejutannya. “Sungguh ruang rahasia yang bagus,” kata Bai An sambil tersenyum memikirkan jika ia tinggal di sini.


Tap tap..!!


Setelah melewati lorong beberapa menit. Jing Ling langsung membalikkan badannya. “Itu dia hartaku, kau bisa memakainya saat ini juga,” kata Jing Ling agak canggung saat menatap mata Bai An.


Bai An langsung tersenyum dan secara spontan ia mengelus pipi Jing Ling. “Maafkan aku jika membuatmu marah tadi,” kata Bai An.


“Bodoh, jika kau begini terus aku benar-benar yakin saat ini aku sedang jatuh cinta. Berhentilah.” Teriak Jing Ling dalam hatinya dengan wajah sedikit memerah.


“I..Iya, lebih baik kau kesana cepat,” kata Jing Ling agak gugup.


Bai An langsung menggeleng. “Tempat ini sangat cocok untuk ku tinggali sementara, aku akan tinggal bersama Tu Long dan Hei Niu saja di sini dan menyuruh mereka membersihkan tempat ini. Jadi aku tidak perlu membawa semua harta itu,” kata Bai An melirik ke arah gunungan harta yang sangat banyak menurutnya.


Jing Ling seketika menjadi ragu. Melihat Jing Ling yang ragu.


Bai An salah mengartikan. “Aah maafkan aku, ini rumahmu kan, jadi bisakah aku menumpang di sini?”, kata Bai An tersenyum semanis mungkin.


“Huuf..!! Tahan Jing Ling tahanlah,” gumam Jing Ling menyemangati dirinya sendiri lalu membalas senyum Bai An.


“Iya, kau bisa tinggal di sini sesukamu.” Jawab Jing Ling.


Bai An langsung tersenyum lebar, “Terimakasih, sekarang kita kembali, karena aku ingin melihat acara lelang dan sedikit bermain disana,” kata Bai An menyeringai tipis.


“Bukankah kau tidak peduli dengan lelang? Kenapa sekarang kau terlihat bersemangat, apakah ini ada kaitannya setelah mendengar Ahli Suci mengikuti Lelang tersebut?” Tanya Jing Ling curiga.

__ADS_1


“Iya, ini ada kaitannya dan nanti kau akan mengetahuinya. Ayo kita langsung kembali dulu,” ajak Bai An langsung menarik tangan Jing Ling dan membawanya berlari melesat.


__ADS_2