Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Kembali ke Kota Chu dan Bertemu Gi Lian


__ADS_3

“Jujur saja, aku merasa dia seperti ibuku, tapi aku merasa dia juga seperti orang lain. Apakah ibuku memiliki kembaran?” Kata Bai An melihat ke arah Long Yuan.


Long Yuan menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu Tuan muda,” jawab Long Yuan lalu kembali berkata. “Lebih baik kita hati-hati saja, suatu saat kedoknya akan terbuka oleh kita.”


Bai An menggenggam erat tangannya. “Aku ingin tahu kemana ibuku yang sebenarnya. Ibu semoga kau baik-baik saja, ayah kau harus lebih berhati-hati karena selama ini kita telah di tipu dan di mata-matai oleh orang yang menyamar menjadi orang terdekat kita,” gumam Bai An melihat ke arah jendela.


Setelah itu Bai An dan para saudaranya bicara seperti biasa. Tidak ada yang tahu selama ini Bai An hanya pura-pura saja dengan apa yang ia lakukan selama ia di awasi.


Jadi tidak ada yang tahu sifat asli Bai An bagaimana?


Bai An dulu juga sempat bertanya-tanya mengapa ia tidak di bunuh saja?, tapi ia kini mulai sadar jika ia hanyalah poin untuk melawan seorang Kaisar Dewa.


***


Tak menunggu waktu lama Bai An, Long Yuan, Lang Zai, Pixiu dan Tu Long telah selesai merencanakan sesuatu.


Wajah mereka terlihat tersenyum licik.


“Walaupun kita di buat poin oleh mereka, kita juga bisa membuat mata-mata mereka sebagai poin juga. Mulai sekarang kita akan adu kecerdikan, siapa yang lebih licik, dan pintar dalam mengambil langkah.” Kata Long Yuan melirik ke arah Bai An dan ketiga saudaranya.


Bai An terkekeh kecil bersama Lang Zai, Pixiu, dan Tu Long.


Tak lama kemudian Zin Ho datang, Bai An langsung mengalihkan pembicaraan.


“Ingat ya, kita hancur menghancurkan mereka semua hingga ke akar-akarnya,” kata Bai An menyeringai kejam.


Melihat itu Long Yuan, Lang Zai, Pixiu dan Tu Long langsung mengangguk patuh.


“Tentu saja Tuan muda, aku sudah tidak sabar membantai mereka semua,” kata Tu Long bersemangat.


“Hmmm..!! Aku juga kurang puas membunuh mereka semua,” kata Lang Zai menyeringai tipis.


“Kalau aku sama sekali belum mengeluarkan kekuatan penuhku, aku ingin mencoba kekuatan penuhku kepada mereka,” kata Pixiu dengan suara dingin.


Sedangkan Long Yuan hanya mengangguk setuju tanpa mengatakan apapun.


Bai An yang melihat semua saudaranya bersemangat langsung berkata.


“Kita akan berangkat malam ini, kalian semua istirahatlah lebih dulu.”


“Baiklah malam ini kita akan menyusul saudara Yu Fan, Fanghu dan juga Sin Ting, Son Teng,” kata Long Yuan kemudian semua saudara Bai An keluar dari kamar Bai An.


Setelah kepergian semua saudara Bai An. Zin Ho muncul lalu bertanya. “Pangeran, kapan Tu Long itu kembali?”


“Dia kembali setelah paman Zin muncul, dia kesini memberitahu kepadaku jika saudara Yu Fan, Fanghu, dan Sin Ting, Son Teng sedang mencari informasi terbaru kekuatan 3 klan besar dan sekte yang ada di sana,” jawab Bai An dengan jujur.


Zin Ho langsung mengangguk percaya.

__ADS_1


Zin Ho kembali bertanya. “Setelah ini apa yang akan pangeran lakukan?”


“Hmm.. Bukankah paman sudah mendengarnya tadi,” kata Bai An menyeringai tipis.


Zin Ho mengangguk lalu kembali menjadi bayang-bayang Bai An.


Waktu terus berlalu.


Malam hari, Bai An dan para saudaranya kembali berkumpul.


“Apakah kita akan berangkat sekarang?” Tanya Tu Long bersemangat.


Bai An mengangguk.


Mereka semua langsung keluar setelah membayar biaya penginapan.


Wuss..!!


Bai An lebih dulu melesat, lalu di susul oleh Long Yuan, Lang Zai, Pixiu dan yang terahir Tu Long.


Bai An dan para saudaranya terus melesat dengan kecepatan penuh hingga mereka sampai di Kota Chu.


Tap tap..!!


“Mengapa kita mampir kesini Tuan muda?” Tanya Tu Long penasaran.


“Hmm..!! Bukankah kita melewati kota ini jika kita ingin ke Kota Li,” kata Bai An menjawab.


Bai An tersenyum saat melihat Tu Long bingung.


“Kau akan tahu saat kita memasuki kota.”


Mendengar ucapan Bai An, Tu Long langsung mengangguk.


Tap tap..!!


Mereka terus melangkah memasuki kota.


Tak menunggu lama, seorang wanita bercadar langsung muncul di depan Bai An.


Wanita bercadar itu tak lain Gi Lian.


“Apa yang kau inginkan agar kita bisa bekerjasama?” Tanya Gi Lian langsung tanpa basa basi, suaranya juga terdengar dingin.


“Apakah begini cara seorang wanita meminta bantuan,” kata Bai An terkekeh kecil di balik tudungnya.


“Heng,, aku bicara baik-baik kau tidak mau mendengarkan aku, malah kau langsung pergi. Saat aku bicara begini kau juga tertawa mengejek,” dengus Gi Lian dengan kesal.

__ADS_1


“Hmm..!! Kita bicarakan ini di tempat yang nyaman saja, jika kau memiliki sesuatu yang menarik minatku, maka aku akan membantumu,” kata Bai An acuh sambil melirik ke arah Gi Lian.


Gi Lian langsung mengangguk. “Aku akan membawamu langsung ke klan Gi saja, biarkan mereka mendengar apa yang kau minta agar kami bisa merundingkannya.”


Bai An langsung mengangguk.


Gi Lian tanpa menjawab langsung melesat ke arah utara.


Bai An dan para saudaranya yang dari tadi diam langsung mengikuti dari belakang.


Tap tap..!!


Beberapa menit kemudian, Gi Lian berhenti di gerbang besar bertulis Klan Gi.


Gi Lian langsung berjalan santai yang di ikuti oleh Bai An dan para saudaranya.


Saat Gi Lian akan melewati gerbang klan Gi, sebuah teriakan terdengar.


“Siapa kalian? Ini bukan rumah kalian dan jika tidak berkepentingan di larang masuk,” kata anggota klan Gi yang menjadi penjaga gerbang, nada suaranya pun terdengar sombong.


Saat mendengar itu. “Ternyata ini yang membuat klan Gi kalian memiliki banyak musuh,” kekeh Bai An sedikit mengejek.


Sedangkan Gi Lian kini malu. Bagaimana tidak, ia kini sedang membawa seorang tamu, terlebih lagi ia sedang meminta bantuan.


Tapi sambutan anggota klannya sendiri malah tidak ramah dan Gi Lian membenarkan juga ucapan Bai An tadi.


“Kau,” tunjuk penjaga tersebut ke arah Bai An. “Besar juga nyalimu menjelekkan nama klan Gi.”


Penjaga tersebut menarik pedangnya kemudian maju di sertai mengeluarkan aura penuhnya dengan sombong. Penjaga tersebut sengaja melakukan itu agar Bai An dan para saudaranya takut.


Kini penjaga tersebut menatap Gi Lian dengan tatapan mesum, sebuah ide langsung muncul saat melihat kecantikan Gi Lian walau ia menggunakan sebuah cadar.


“Heng..!! Jika kau membiarkan wanita ini tetap di sini, maka aku tidak akan memperpanjang masalah ini,” dengus penjaga tersebut dengan pura-pura dingin.


Bai An terkekeh kecil.


“Baiklah aku akan kembali, selamat tinggal,” kata Bai An membalik badannya.


“Tunggu,, serahkan juga semua harta kalian,” kata penjaga tersebut menyeringai dingin.


Wuss..!!


Aura Gi Lian langsung keluar, ia kini sudah tak bisa menahan diri untuk tidak marah.


Tekanan yang di keluarkan Gi Lian langsung membuat penjaga tersebut berlutut sambil memuntahkan banyak darah.


“Ka.. Kau,, berani sekali mencari masalah dengan Klan Gi,” kata penjaga tersebut berusaha mengancam.

__ADS_1


Tak lama kemudian, patriark serta para tetua inti langsung keluar.


Wajah penjaga tersebut langsung mengeluarkan senyum licik.


__ADS_2