
“Tuan Muda, dari mana kau tahu tempat seperti ini?” Tanya Pixiu cukup heran.
“Hmm,, benar, bukankah kita sama-sama baru datang ke dunia ini, aku cukup heran dari mana Tuan Muda tahu tempat yang bahkan ini baru pertama kali kita datangi?” Lang Zai ikut membenarkan pertanyaan Pixiu.
Bai An yang mendengar itu tersenyum, “Tentu saja dari bibi ku yang cantik,” jawab Bai An.
Lang Zai dan Pixiu langsung mengangguk, sambil menikmati suasana, pasalnya tempat ini benar-benar indah untuk mata, bukitnya yang lebat akan pohon, dan banyak sekali bunga-bunga cantik yang menghiasi setiap kemana mata memandang.
Sambil menunggu pria tua penjual informasi, Bai An bersandar di dahan pohon sambil menikmati sejuknya semilir angin yang berhembus.
Lang Zai yang merasa ada yang kurang langsung mengeluarkan arak yang mana wanginya mampu sampai ke tempat Bai An berada.
“Saudara Lang, dari mana kau mendapat arak?” tanya Bai An sambil melayang ke tempat Lang Zai dan Pixiu.
“Hehe, kami mengambilnya saat menjarah harta Kelompok Teratai Hitam,” jawab Lang Zai cengengesan.
“Terus, kenapa kau tidak mengeluarkannya saat kita di kediaman nenek?” tanya Bai An sambil duduk dan mengambil satu tong kecil arak.
“Hehe, aku lupa Tuan Muda, ini saja aku baru mengingatnya,” jawab Lang Zai sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Bai An mengangguk dan mereka terus meneguk arak sedikit demi sedikit sambil menunggu datangnya tamu.
Beberapa menit kemudian.
“Mereka datang.” Gumam Bai An, Lang Zai dan Pixiu secara bersamaan.
Wuss,,
Wuss,,
Wuss,,
“Salam Tuan,”
Ketiga orang tersebut langsung memberi salam hormat walau mereka tidak tahu siapa Bai An dan saudaranya, tapi mereka sangat sopan dan terlihat tulus.
__ADS_1
Pria tua pemberi informasi langsung maju meninggalkan dua orang dari klan Lee di belakangnya.
“Tuan Muda, saya sudah mengatakan apa yang Tuan Muda katakan tadi, mereka juga tidak mengetahui siapa Tuan Muda sebenarnya,” bisik pria tua tersebut.
Bai An mengangguk, dan mengalihkan pandangannya ke arah dua pria tua yang terlihat berumur 50 tahunan, tapi umur mereka jauh di atas itu.
“Duduklah para senior, kita minum dulu. Akan tidak sopan bagi ku untuk tidak menjamu para senior,” kata Bai An cukup sopan.
“Terimakasih Tuan, atas jamuannya.” Tanpa sungkan dua pria tua tersebut langsung duduk dan Lang Zai langsung menuangkan mereka bertiga arak.
Setelah meneguk beberapa arak salah satu dari Tetua inti klan Lee itu langsung mengutarakan maksutnya kesini.
“Ehem,, maksut saya kesini adalah mendengar apa yang di katakan Pak tua Ho ini, apakah yang Tuan ucapkan itu benar?”
Mendengar kata-kata yang sangat sopan, santun dan ada kehati-hatian dari tetua klan Lee tersebut membuat Bai An merasa orang ini benar-benar baik dan dapat di percaya.
“Aku bertanya lebih dulu apakah boleh?” Kata Bai An.
Dua tetua tersebut saling memandang, kemudian mengangguk dan berkata, “Pak tua Ho, apakah kau bisa,” belum selesai tetua tersebut mengutarakan maksutnya.
Saat ini hanya mereka berlima saja yang berada disana.
“Apakah saya boleh tahu identitas anda terlebih dahulu, takutnya anda adalah orang-orangnya penguasa Liu Wang atau Anggota Teratai Hitam,” kata tetua ke 3 klan Lee cukup gugup saat mengatakan hal tersebut, karena takut itu akan menyinggung Bai An dan yang lainnya, walau mereka merasa Bai An dan saudaranya seperti manusia biasa, tapi mereka berdua yakin jika Bai An bukan kultivator sembarangan.
Bai An tersenyum, “Anda tenang saja senior, kami pastikan bahwa kita berada di satu jalan, bukan berbeda jalan, cuman cara kita berbeda-beda, senior hanya ingin hidup tenang tanpa kekangan dari pihak manapun itu agar tidak terjadi pertumpahan darah bukan?” Kata Bai An.
Mereka berdua mengangguk, “Sebenarnya aku cukup membenci Klan Lee kalian, karena salah satu saudara ku terbunuh oleh anggota klan kalian, tapi.”
Saat Bai An mengatakan itu, dua tetua tersebut langsung waspada, tapi mereka tetap berusaha tenang saat mendengar ada kata tapi.
Bai An hanya tersenyum melihat respon mereka yang sangat berhati-hati, “Tapi, karena nenek ku mengatakan pasti ada orang yang tidak bersalah di klan Lee kalian, jadi aku di larang membunuh semua anggota klan Lee kalian,” Kata Bai An sambil membuka tudungnya bersamaan dengan Lang Zai dan Pixiu.
Tetua ke 3 dan tetua Agung langsung terkejut luar biasa, mereka tentu tahu siapa orang di depannya ini, karena merekalah yang membunuh Patriark dan 3 tetua inti mereka, salah satunya adalah tetua kedua dan kelima.
“Tenanglah, aku hanya meminta kalian yang memberontak kepada Penguasa Liu Wang, mengungsikan anak-anak yang tidak bersalah, dan orang-orang kalian, tapi jangan semuanya. Agar tidak menjadi kecurigaan bagi musuh kalian.”
__ADS_1
Tetua ketiga dan tetua Agung langsung mengangguk, mereka saling memandang sesaat. Kemudian mereka tiba-tiba bersujud di hadapan Bai An.
“Tuan Muda, apakah anda bisa melindungi keluarga kami, kami tahu saat kami memberontak nanti, para pengikut Penguasa Liu Wang dan Aliansi Teratai Hitam pasti akan mengincar kami dan keluarga kami karena berhianat.”
Bai An langsung maju dan membangunkan mereka. “Kalian bangunlah dan tenangkan diri kalian.”
Setelah menunggu mereka berdua tenang, Bai An langsung berkata, “Untuk keamanan aku tidak berani menajamin, tapi aku tahu tempat dimana kalian mengungsikan keluarga kalian.”
Mereka berdua langsung menjadi senang dan ingin bersujud, namun Lang Zai dengan cepat menekan mereka berdua agar tidak bersujud.
“Tuan Muda ku sangat membenci orang yang lebih tua bersujud kepadanya, jadi berhentilah melakukan hal konyol seperti tadi, itu juga berlaku kepada keluarga kalian, lebih baik mati dari pada bersujud kepada orang lain.”
Dengan tegas Lang Zai mengatakan hal tersebut kepada Tetua Agung dan Tetua Ketiga, itu membuat wajah mereka tertunduk malu.
“Baiklah, lupakan saja, aku ingin bertanya, siapa nama senior berdua?” Kata Bai An mencairkan suasana.
“Nama saya Lee Dong Tuan Muda, aku biasa di panggil Tetua Agung.”
“Nama saya Lee Song, biasa di panggil tetua ketiga,”
Bai An langsung mengangguk, “Ada berapa banyak tetua yang membenci Liu Wang dan ingin memberontak?” tanya Bai An.
Lee Song dan Lee Dong saling melirik satu sama lain dan Lee Song langsung menjawabnya.
“Tetua inti hanya berjumlah 5 orang termasuk kami berdua, tetua besar hanya 1 orang, tetua luar hanya 30 orang, kami saat ini masih mencari dukungan dan juga mencoba membujuk beberapa tetua.”
Bai An mengangguk, “Terus, siapa di antara kalian yang memperebutkan posisi patriark?”
“Itu saya Tuan Muda, saya bersama Tetua Pertama memang berkonflik dari dulu karena ia adalah pengikut setia Liu Wang dan suka sekali menindas orang-orang lemah,” Kata Lee Dong sambil menggenggam erat tangannya.
Bai An mengangguk-angguk dan berkata. “Aku ingin bertanya, tapi kalian harus jujur?” kata Bai An dengan wajah serius.
Melihat keseriusan Bai An membuat Lee Song dan Lee Dong ikut memasang wajah serius.
“Siapa orang yang bertugas mengutus klan Lee kedunia kecil?” tanya Bai An.
__ADS_1