
Duan Du yang melihat itu diam-diam menyeringai licik.
“Hehe,, baru sebentar saja aku disini, aku sudah mendapatkan ratusan bahkan miliaran kristal berlian,” kekeh Duan Du dalam hati.
Sementara Bai An hanya menggelengkan kepala sambil merutuki kebodohan orang-orang ini.
“Sungguh mengerikan sekali bocah licik ini, ia langsung mendapatkan penghasilan satu tahun Arena Kematian,” gumam Tu Khul.
Setelah bergumam Tu Khul berlalu pergi karena ingin cepat-cepat melihat pertunjukan.
Tap tap..!!
Setelah sampai ke tempat para tahanan, Tu Khul langsung melirik ke semua para tahanan untuk menilai yang terkuat.
“Kau dan kau maju,” tunjuk Tu Khul ke arah dua orang pria terlihat berumur 40 tahunan, tubuhnya sangat kekar dan tinggi, ia terlihat mirip.
Mereka berdua adalah Dan bersaudara, Dan Mo dan Dan Mu.
Tap tap..!!
Dan Mo dan Dan Mu langsung maju, tangan keduanya terikat oleh rantai penyegel energi, mereka berdua terlihat sudah tidak ingin hidup, kekuatan keduanya Kaisar Dewa Menengah ⭐ 3 Ahir.
“Apa kalian berdua ingin bebas dan mendapatkan hadiah?” Tanya Tu Khul.
Dan bersaudara tidak menjawab karena ia tahu membunuh 100 orang sangatlah sulit menurut mereka, terlebih jika mereka berhasil membunuh 99 orang atau 100, mereka yakin akan menjadi incaran para tahanan lain.
Melihat keduanya diam, Tu Khul langsung melirik ke arah orang-orang yang terlihat bersemangat saat mendengar ucapannya.
“Kau,, kau,, kau maju,” tunjuk Tu Khul terus menerus hingga 100 tahanan kini berjejer rapi.
“Aku mengumpulkan kalian berjumlah 100 orang kini cukup berbeda dari biasanya, kalian hanya perlu melawan satu orang yang telah menjadi Kaisar Dewa, jika kalian mampu bertahan hidup sampai batas waktu yang telah di tentukan, maka kalian akan bebas dan di berikan hadiah olehnya,” kata Tu Khul.
Seketika 100 orang menatap ke arah Tu Khul dengan pandangan bersemangat, hingga salah satu dari mereka bertanya.
“Berapa lama waktu yang di tentukan tersebut dan apa hadiah yang Kaisar Dewa berikan jika kami mampu bertahan?” Tanya seorang pemuda terlihat menyeramkan dengan aura kematian yang pekat.
“Aku belum tahu jika hadiahnya, tapi aku yakin jika hadiahnya adalah sesuatu yang tidak kalian bisa bayangkan dan untuk waktu maka waktunya adalah 5 menit,” kata Tu Khul dengan nada serius.
Mendengar itu semua orang bersemangat, terlebih dua orang bersaudara, tapi mereka bukan karena hadiahnya, melainkan kebebasan yang mereka bahkan tidak berharap bisa bebas.
Tu Khul tersenyum tipis.
“Baiklah jika kalian sudah siap maka aku akan membuka borgol kalian,” kata Tu Khul.
“Kami siap,” teriak 100 orang secara serempak.
Beberapa saat kemudian kini Tu Khul keluar dan maju ke tengah Arena, ia kini menatap para penonton yang mata para penonton terlihat berbinar-binar karena menunggun sesuatu yang mereka nantikan.
__ADS_1
Sementara Duan Du duduk di kursi penonton terlihat santai, tidak ada raut wajah senang maupun kecemasan, yang ada hanya senyum licik setiap saat.
Bai An yang berada di sampingnya kini terlihat memejamkan matanya, ia terlihat tidak terlalu peduli dengan hal seperti ini.
***
“Baiklah hal spesial yang aku janjikan adalah salah satu sahabatku yaitu Kaisar Dewa yang tak ingin di sebutkan namanya ingin melawan 100 orang petarung Arena Kematian,” kata Tu Khul.
Seketika ratusan ribu penonton langsung berdiri, beberapa orang yang ikut bertaruh tadi melupakan kekalahannya, tapi beberapa orang memasang wajah jelek dan berniat merampok Duan Du nanti saat arena kematian telah tutup.
Duan Du dapat menyadari niat serakah maupun niat membunuh tersebut, namun ia malah terlihat acuh.
***
Saat ini Tu Khul melirik ke arah para penonton yang terlihat bersemangat, sehingga Tu Khul langsung berteriak.
“Taruhan kali ini 2 banding 8, dan dua untuk Kaisar Dewa, delapan untuk 100 petarung Arena Kematian, jadi pasanglah taruhan kalian sebelum waktu taruhan di tutup,” kata Tu Khul tersebut.
Seketika puluhan ribu orang langsung mengepung ratusan anggota Arena Kematian yang ada di setiap kursi penonton, mereka adalah orang-orang yang bertugas untuk mengumpulkan uang taruhan.
Duan Du yang terlihat santai langsung berdiri. “Aku ingin memasang 4 banding 6, aku memilih Kaisar Dewa, siapa yang berani bertaruh denganku, karena selisih lipatannya lebih kecil jadi kalian pasti tertarik dengan uang yang lebih besar jika menang,” kekeh Duan Du memprovokasi.
Benar saja, provokasi Duan Du berhasil membangkitkan para Bangsawan maupun pedang yang cukup serakah, seketika mereka semua mengepung Duan Du lalu memasang dalam jumlah besar.
Waktu terus berlalu, hingga 10 menit berlalu, barulah sebuah teriakan terdengar.
“100 Petarung Arena Kematian, keluarlah,” kata Tu Khul.
Seketika suara gemuruh langkah kaki di sertai berbagai macam aura keluar dari arah pintu Petarung Arena Kematian.
Tap tap..!!
Saat 100 orang Petarung arena kematian keluar.
Woah..!!
Suara bergemuruh dari para penonton terdengar hingga sunyi beberapa saat.
Bunuh..!!
Bunuh..!!
Bunuh bunuh..!!
Suara gemuruh terdengar lagi dari para penonton.
100 petarung arena kematian hanya diam sambil melirik ke arah para penonton.
__ADS_1
Seandainya mereka tahu jika para petarung ini adalah tahanan, mungkin akan sedikit berbeda, tapi mereka semua tidak tahu karena Tu Khul sangat pandai dalam menyembunyikan sesuatu.
“Diam..!!”
Teriakan Tu Khul langsung membuat para penonton terdiam.
Tu Khul kembali berteriak. “Kini saatnya Kaisar Dewa akan keluar.”
Setelah itu suara langkah kaki seperti gempa bumi yang langsung mengguncang arena kematian terdengar keras, Tu Long sengaja mengeluarkan kurang dari 1 persen kekuatannya untuk menakuti orang-orang termasuk para tahanan.
Benar saja, beberapa para tahanan ada yang sudah ketakutan, bahkan para penonton ada yang menyesal telah bertaruh untuk 100 Petarung Arena Kematian.
Bam bam..!!
Wuss..!!
Seketika Tu Long keluar menggunakan tudung, aura Tu Long langsung menyebar ke seluruh arena.
Seringai lebar Tu Long langsung menatap ke arah 100 tahanan yang akan ia lawan.
“Langsung mulai saja, lebih cepat lebih baik,” kata Tu Long dengan suara berat.
Tu Khul yang mendengar itu melirik ke arah Bai An.
Bai An melambaikan tangan santai.
“Baiklah pertarungan berdarah di mulai,” teriak Tu Khul.
Mendengar itu, beberapa orang dari 100 tahanan mengambil inisiatif untuk menyerang.
Wuss..!!
Mati..!!
Mati kau..!!
Puluhan tahanan tersebut langsung mengayunkan senjata masing-masing ke arah Tu Long menggunakan kekuatan penuh.
Tu Long hanya diam saja, dengan santainya ia mengupil di telinga.
Saat pedang dari salah satu tahanan di susul tombak, belati, kapak menyusul. Tu Long langsung melambaikan tangannya.
Namun tangan Tu Long di sertai oleh anergi tak kasat mata berbentuk cakar.
Bom..!!
Para penonton yang melihat itu langsung merasa senang bercampur tegang, karena mereka mengira Kaisar Dewa tersebut akan terluka parah terkena puluhan petarung Kaisar Dewa Awal dan Kaisar Dewa Menengah ⭐ 1.
__ADS_1
Beberapa detik setelah asap menghilang, mata semua tahanan maupun penonton langsung melotot tak percaya.