Lahirnya Raja Para Dewa

Lahirnya Raja Para Dewa
Sosok Musuh Yang Sangat Kuat.


__ADS_3

Tanpa sadar Tu Long meneteskan air matanya. “Tuan muda, kaukah ini?”


“Kau cengeng sekali paman Tu,” kekeh Duan Du langsung muncul di samping Tu Long.


Tanpa menunggu lama tangan Tu Long langsung terayun ke arah kepala Duan Du.


Bam..!!


Tu Long langsung memukul kepala Duan Du sekuat tenaga.


Tapi itu tak berarti apa-apa bagi Duan Du, ia kini hanya terkekeh mengejek.


“Hehe,, paman Tu, setelah berpisah kau semakin lemah saja, bahkan pukulan mu jauh lebih kuat dari anak-anak,” ejek Duan Du.


Tu Long langsung mendengus.


“Kau tahu, aku ini adalah orang terkuat di dunia setengah dewa terkuat, tapi hanya karena pesaran dengan lubang putih, aku langsung tersedot dan muncul di hutan sekitaran dunia ini,” kata Tu Long langsung mengingat kejadian saat ia muncul.


Wajah Tu Long langsung merasa malu saat mengingat ia di kejar-kejar oleh seekor monyet kecil, terlebih kekuatan monyet tersebut tidak bisa Tu Long lihat yang membuat ia yakin jika monyet tersebut penguasa hutan tempat ia terdampar.


Namun dugaan Tu Long salah besar, baru saja ia lari beberapa meter, sudah datang rusa tanduk perak yang jauh lebih kuat, tak lama setelah itu datang berbagai binatang buas dari berbagai arah.


Hal itu membuat Tu Long menelan ludahnya dengan kasar.


Saat di kepung, Tu Long pantang menyerah walau kemungkinan ia bisa keluar dari hutan ini nol persen.


Karena semangat juang untuk bertahan hidup akhirnya Tu Long bisa mencapai tepi hutan dan pingsan.


Saat ia bangun ia sudah ada di dalam kerangkeng penjual budak.


Saat Tu Long melihat banyak budak yang memiliki kekuatan setara dengannya bahkan jauh lebih kuat, Tu Long kini menyadari ia seperti tak lebih dari bayi yang baru lahir.


Woe.. Woe..!!


“Apa kau melamunkan dirimu yang di kejar-kejar hewan ternak ya?” Kekeh Duan Du menyadarkan Tu Long.


Duan Du tahu karena ia memang menyarap ingatan Tu Long tadi.


Tu Long langsung mendengus lalu melirik ke arah Bai An yang dari tadi diam.


“Hehe,, Tuan muda, kapan kau kesini?” Tanya Tu Long basa basi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


Bai An hanya menggelengkan kepalanya saja.


“Jika kalian bertemu pasti akan ribut, dan aku yakin kalian pasti akan membuat keributan tak lama lagi,” kata Bai An tersenyum kecut.


Tu Long dan Duan Du saling melirik lalu terkekeh kecil.


“Hehe,, itu bisa di tunda dulu Tuan muda, karena saat ini,” Tu Long berhenti sambil menggosok-gosok tangannya.


Bai An yang mengerti langsung mengangguk kecil.


“Mari kita buat pesta kecil untuk merayakan pertemua kita, tapi sebelum itu aku akan memberikan beberapa info kepada bawahanku,” kata Bai An dalam sejejap menghilang.


Tu Long yang melihat itu tak bisa untuk tidak kagum.


“Hehe,, Bocah nakal, ada di tingkat apa kekuatanmu dan kekuatan Tuan muda sekarang?” Tanya Tu Long penasaran. “Aku lihat jika Patriark klan Dhe dan patriark klan Xian itu memiliki tingkat kekuatan mengerikan, tapi aku bahkan tidak bisa membayangkan jika mereka berdua benar-benar budak Tuan muda. Terlebih dulu aku mendapat info jika ada yang bernama Bai An menjadi Tuan Besarnya, maka dari itu aku bergabung kesana, tapi aku menunggu selama 10 tahun tidak ada muncul orang yang aku harapakan, itu langsung membuat ku berpikir tidak mungkin Tuan muda ada di dunia mengerikan ini.”


Duan Du yang mendengar ucapan Tu Long kini paham jika Tu Long menjadi prajurit lantaran penasaran dengan Bai An.


Duan Du tahu betul Tu Long tak akan pernah mau tunduk kepada orang lain, hal itu tadi membuatnya bingung, tapi kini rasa penasarannya sudah terbayar.


“Hmm..!! Jika aku beritahu maka kau pasti akan mati muntah darah,” kekeh Duan Du.


“Apa kau ingin aku hajar aah,,” kata Tu Long mengepalkan tangannya sambil berjalan ke arah Duan Du.


Setelah itu Duan Du langsung berkata. ”Kekuatanku saat ini ada berada pada ranah Kaisar Sejati ⭐ 1 Menengah dan kakak Kaisar Immortal ⭐ 3 Ahir.”


Tu Long terdiam beberapa saat, tak lama suara keras terdengar.


“Apa? Jangan berbohong kepadaku, tidak mungkin kau memiliki kekuatan semengerikan itu,” teriak Tu Long dengan lantang.


Duan Du langsung menutup telinganya dengan wajah kesal, karena mulut Tu Long hanya berjarak satu meter dari telinganya.


“Apakah kau bisa tidak usah berteriam paman,” kata Duan Du dengan nada kesal.


“Hehe,, itu maklum karena aku tak bisa untuk tidak terkejut mendengar jawabanmu tadi,” kata Tu Long membela dirinya.


Saat Duan Du ingin membalas.


Wuss..!!


Bai An langsung muncul sambil berkata. “Sudah jika kalian mulai berdebat lagi maka itu tak akan pernah selesai, jadi lebih baik kita pergi minum-minum."

__ADS_1


Tanpa menunggu balasan dari Duan Du dan Tu Long, Bai An langsung menarik mereka semua menghilang bersamanya.


Tak lama Bai An muncul jauh di tengah hutan yang tak pernah di jamah oleh manusia.


Tap tap..!!


Beberapa hewan buas langsung melarikan diri saat merasakan aura dari Duan Du dan Bai An.


Mereka bertiga tanpa menunggu waktu lama langsung duduk santai.


Bai An terlihat mengeluarkan kendi terbesar yang selama ini ia simpan.


Tanpa menunggu lama Bai An kembali mengeluarkan gelas lalu memberikannya kepada Tu Long.


Tu Long yang paham langsung mengambil kendi tersebut lalu menuangnya ke ketiga gelas secara bergantian.


“Ini Tuan muda,” kata Tu Long memberikan gelas pertama kepada Bai An.


Hmm..!!


Bai An mengangguk sambil menyodorkan tangannya mengambil gelas.


Tu Long kembali membagikan gelas kepada Duan Du.


Setelah itu mereka minum sambil bersulang bahagia.


***


Jauh dari dunia tempat Bai An berada. Saat ini terlihat seorang pemuda tampan dengan rambut panjang bewarna kuning terang.


Sementara di depan orang berambut kuning ada pria berumur 40 tahunan berambut merah sedang berlutut.


“Hmm..!! Apa kau yakin dengan apa yang kau katakan?” Tanya pria berambut kuning.


“Benar Penguasa, saya yakin karena saya ada di sekitarnya dan mereka tidak merasakan keberadaan saya karena anda tahu kemampuan saya,” jawab pria berambut merah.


“Hmm..!! Aku tak menduga jika pelacur itu bersama anaknya sama-sama tidak tahu terimakasih, aku sudah berbaik hati hanya menyegelnya dalam waktu tertentu, tapi ia malah menyuruh putrinya menjadi pelacur dan mencari laki-laki agar bisa membalas dendam,” kata pria berambut kuning tersenyum jijik seolah merendahkan.


“Tapi tidak apa-apa karena seperti ucapanmu jika laki-laki yang di pilih oleh pelacur itu hanyalah sampah, hal itu membuat putra dan putriku dengan gampang menghancurkannya,” kekeh pria berambut kuning lalu terdiam karena sedang berkomunikasi melalui telepati dengan seseorang.


Tak lama kemudain, sebuah suara langkah kaki terdengar.

__ADS_1


Tap tap..!!


“Salam ayah, ada apa kau memanggil kami?” Sapa sebuah suara lembut sambil bertanya.


__ADS_2